7 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menjelang 2024, Prabowo Sudah Sampai Mana, Bli Teddy?

Jaswanto by Jaswanto
August 9, 2023
in Esai
Libur Hari Jumat

tatkala.co

SEBAGAI seorang teman sekaligus editor yang sering mengedit tulisan-tulisannya di tatkala.co, saya selalu menunggu esai-esai politiknya—yang kadang padat, dalam, kritis, meski tak sedikit juga yang ketengan—yang belakangan rajin dia tulis—bahkan sekarang dia punya kolom pribadi dengan nama yang gagah: TATPOLITIKA.

Jika Pimred tatkala.co, bos saya, Made Adnyana Ole, menyuruh saya untuk mengedit dan mengunggah tulisan Bli Teddy–ya, begitu saya memanggilnya—mata saya selalu berbinar dengan rasa penasaran yang membuncah. “Apalagi yang ditulis Teddy, ya?” Tanya saya pada diri sendiri setiap kali menerima kiriman tulisan barunya dari Pak Ole.

Kadang saya senang, selain karena tata bahasa tulisannya sudah sesuai EYD (meski kadang belum sesuai KBBI) dan tak melenceng dari logika kalimat—dan ini sangat membantu kerja saya sebagai editor—isi tulisannya juga padat, kritis, mengalir, enak dibaca. Tetapi, kadang saya juga agak kecewa, alih-alih menulis tentang amatan politik yang padat dan dalam dari isu politik yang sedang ramai, dia malah genit seperti intelektual muda snop—yang seolah baru mengenal buku bacaan kemarin sore.

Belakangan, alih-alih menulis tentang di balik rencana koalisi PSI-Prabowo Subianto atau benarkah Airlangga Hartarto dibidik karena tak mendukung calon presiden pilihan Jokowi atau untuk apa aktivis 1998 mendukung Prabowo, misalnya, dia malah menulis tentang konsep kekuasaan Indonesia yang lebih condong ke timur dan memberi imbauan kepada generasi muda untuk menjadi penentu Pemilu 2024 atau sekadar (cukup) puas dengan hanya menjadi komoditas politik. (Seolah golput haram bagi Teddy.)

Tetapi, meski demikian, sebelum lebih jauh dan menimbulkan kesalahpahaman, harus segera saya tegaskan bahwa saya menulis ini—anggap saja surat terbuka—tanpa tendensi apa-apa selain ingin bertanya kepadanya apakah tulisannya yang berjudul Jalan (Mantan) Prajurit Menuju Istana (tatkala.co, 26 Juni 2023) masih ada lanjutannya atau tidak.

(Dalam esai tersebut dia menguraikan perjalanan Prabowo Subianto—dengan singkat—menuju Istana Kepresidenan dari sejak nyalon jadi wakil Megawati sampai riak-riak optimisme Prabowo menjelang 2024.)

Pasalnya, sejak membaca dan mengedit tulisan tersebut, saya kira akan ada lagi tulisan tentang gerakan Prabowo selanjutnya. Tapi, sampai tangan saya gatal dan menulis tulisan yang sedang Anda baca saat ini, tanda-tanda itu belum tampak.

Saya tidak tahu, apakah Teddy sedang mempersiapkan tulisan tentang gerakan Prabowo atau memang dia tidak lagi tertarik menuliskannya atau yang lebih parah: dia kehabisan bahan bakar. Tapi, untuk yang terakhir rasanya mustahil sebab dia tinggal di Jakarta—tempat di mana tembok bisa berbicara dan informasi lebih cepat daripada waktu. Dan, sebagai pemuda yang suka mengamati politik, mustahil dia tidak membaca berita.

Sedangkan, untuk kemungkinan kedua, rasanya juga tidak mungkin dia tidak tertarik sebab Prabowo sedang gencar-gencarnya melakukan gerakan politik. Dari mulai melakukan kunjungan ke markas PSI, mendapat dukungan dari mantan aktivis ’98, sampai kedatangan (atau mengundang?) para komika dan influencer—Tretan Muslim, Coki Pardede, Bintang Emon, Deryansha, Gritte Agatha, Young Lex, Bobon Santoso, Celloszxz, Boris Bokir, Tretan Muslim, Rivaldo Santosa, dan Praz Teguh—di Kantor Kemhan, Kamis (3/8/2023). Maka, dugaan saya, Teddy sedang mempersiapkan tulisan tentang gerakan Prabowo selanjutnya. Semoga.

Tetapi, sambil menunggu Teddy menyelesaikan tulisannya, sebentar saya hendak mengambil alih tugasnya sebagai pemuda pengamat politik. Sebentar saja, Bli. Itung-itung sambil ngisi kolom saya yang sudah lama terbengkalai. Boleh, kan?

***

Oke. Seperti yang sudah disampaikan Teddy dalam esainya Jalan (Mantan) Prajurit Menuju Istana, ambisi Prabowo untuk menjadi RI 1 memang masih menyala—bahkan semakin berkobar sejak Bapak Pembangunan II, sang Pemimpin Besar Revolusi Mental Presiden Joko Widodo, dengan malu-malu tampak mendukungnya.

Sebagai calon presiden, sejauh ini gerakan Prabowo bisa dibilang lancar jaya. Bukan saja survei elektabilitasnya yang semakin jauh meninggalkan dua rivalnya, Ganjar dan Anis, tapi juga kelompok—partai maupun non-partai—yang berbondong-bondong mendukungnya. Soal yang terakhir ini, banyak pihak menduga karena gestur telunjuk Jokowi menunjuk ke arah Prabowo Subianto sebagai penggantinya. Hal ini dapat dilihat dari sikap Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang tiba-tiba lentur terhadap mantan jendral tersebut.

Dalam majalah Tempo edisi 6 Agustus 2023, Francisca Christy Rosana menulis, sejak pertengahan Juni lalu elite PSI secara diam-diam telah menjalin komunikasi dengan Prabowo. Sekretaris Dewan Pembina PSI Raja Juli Antoni yang mengawalinya. Kepada sejumlah kolega dekatnya di lingkup internal partai, Raja mengatakan memperoleh interuksi dari Presiden Joko Widodo untuk membuka komunikasi politik dengan Prabowo.

Perintah Jokowi disampaikan kepada Raja dalam pertemuan empat mata di Istana Negara pada 15 Juli lalu. Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang itu semula melaporkan dukungan PSI untuk Kaesang Pangarep, putra Jokowi, sebagai calon Wakil Kota Depok, Jawa Barat. Di pengujung pertemuan, Jokowi menegaskan dukungannya untuk pemilihan presiden 2024, yaitu kepada Prabowo, dan meminta PSI, partai loyalisnya, untuk mulai mendekati calon presiden yang diusung koalisi Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa itu (Tempo, Minggu (6/82023).

Sejak saat itulah, sikap PSI terhadap Prabowo seperti remaja yang sedang kasmaran, apalagi setelah Menteri Pertahanan itu berkunjung ke markas mereka di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (3/8/2023).

Melihat kenyataan ini, PSI seolah lupa bahwa dalam pemilihan presiden 2019 mereka gencar mengkritik Prabowo, rival Jokowi saat itu. Mereka bahkan pernah menganggap Prabowo sebagai peserta pemilu terburuk karena mempermasalahkan hasil perhitungan pemilihan presiden. Toh, pada Rabu sore itu, pada kenyataannya, PSI terlihat berupaya menyenangkan hati Prabowo dengan memutar film yang menampilkan kolase foto kebersamaan antara Jokowi dan Prabowo sebagai acara pembukaan pertemuan.

Sebaliknya, Prabowo, menurut sejumlah pengurus PSI, juga berupaya menyenangkan sahibulbait yang pernah menjadi musuhnya. Bahkan, di depan pengurus PSI, ia menyapa Ade Armando—politikus PSI sekaligus pegiat media sosial yang berseberangan dengan Prabowo sejak 2014—secara khusus. “Itu Bung Ade Armando, kan? Saya suka dengan video Anda karena sangat rasional,” ujar Prabowo seperti ditirukan Ade Armando saat dihubungi Tempo, Jumat, 4 Agustus lalu.

Nah, sekarang pertanyaannya adalah, ke mana PSI akan berlabuh? Pasalnya, pada Oktober 2022, PSI mendeklarasikan dukungan untuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Tapi, kemungkinan PSI berbalik arah karena Jokowi belakangan terlihat condong memilih Prabowo ketimbang Ganjar. (Kalau soal ini saya sepakat sama Teddy, PSI memang “Jokowisme” sejati.)

Bukan hanya PSI yang berubah haluan (meski belum pasti), beberapa mantan aktivis 1990-an tampaknya juga sedang pura-pura—atau sengaja—amnesia. Seperti Budiman Sudjatmiko, misalnya. Sebagai aktivis ’90-an yang melawan kekuasaan Orde Baru, rupanya politikus PDI Perjuangan itu gampang berubah pandangan dalam melihat masa lalu.

Budiman seolah lupa, ketika mendukung Jokowi dalam pemilihan presiden 2014 dan 2019, dia terang-terangan menyerang Prabowo, pesaing Jokowi yang pada saat aktif di militer terlibat penculikan aktivis tahun 1997-1998.

Tapi, itukan dulu, saat Jokowi masih menjadi lawan Prabowo. Sekarang sudah beda cerita, Budiman sudah melupakan pernyataan-pernyataan negarifnya tentang Prabowo saat Jokowi lebih condong mendukung pensiunan jendral bintang tiga tersebut. Ini sama halnya pada saat Prabowo nyalon menjadi wakil Megawati tahun 2009, tak ada suara sumbang Budiman Sudjatmiko.

Kini, terang benderang mantan aktivis yang pernah ditangkap karena dituding menjadi dalang kerusuhan pengambilalihan kantor PDI pada 27 Juli 1996 itu mendukung Prabowo Subianto—bahkan ia menyatakan tak perlu lagi mempersoalkan pelanggaran hak asasi manusia berat yang dilakukan Prabowo di masa lalu. Fantastis!

Sampai di sini, saya kira Teddy juga sepakat jika saya mengatakan bahwa Budiman—atau aktivis 1998 lain yang mendukung Prabowo—pastilah bukan orang yang lupa pada sejarah. Dukungan yang mereka berikan lebih menunjukkan sikap pragmatisme politik, bukan berdasarkan pada nilai-nilai. Padahal, mau bagaimanapun, pelanggaran HAM berat adalah cacat besar yang tak boleh dilupakan. Tetapi, menurut awam saya, berkat dukungan politik Budiman dkk untuk Prabowo, seolah ingatakan kita—pemilih generasi muda—justru dijauhkan dari kejahatan-kejahatan Orde Baru. Bukan begitu, Bli?

***

Terlepas dari lucu dan tidak tahu malunya sikap politisi kita, hasil segi tiga nama calon presiden oleh Lingkaran Survei Indonesia Denny J.A. akhir Juni lalu, menunjukkan Prabowo unggul dengan elektabilitas 34,3 persen. Sedangkan Ganjar memiliki tingkat keterpilihan 32,7 persen. Survei tertutup dari salah satu lembaga yang menjadi acuan PSI juga memperlihatkan elektabilitas Prabowo lebih tinggi sekitar 10 persen ketimbang Ganjar (Tempo, Minggu (6/8/2023)).

Sampai sejauh ini, selain kelompok non-partai, Prabowo juga sudah mendapat dukungan dari kelompok partai, seperti Gerindra, PKB, PBB, dan Gelora. Mengenai sikap PBB dalam pemilihan presiden 2024 berbeda dengan pemilihan 2019.

Pada 2019, PBB mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf. Sejak 2019 itulah PBB disebut-sebut dekat dengan Jokowi—bahkan partai ini pernah ikut menyuarakan perpanjangan masa jabatan presiden dan presiden tiga periode. Kini, dengan mendukung Prabowo, PBB berhadap bakal mendapat efek ekos jas.

Tak hanya PBB, Gerindra juga sudah berupaya menggaet dukungan partai yang baru mengikuti pemilu, yaitu Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora)—partai yang didirikan mantan politikus Partai Keadilan Sejahtera, Fahri Hamzah dan Anis Matta. Dan hasilnya tak sia-sia, setelah sebulan intens bertemu, 38 pemimpin provinsi Gelora mendukung Prabowo.

Sedangkan Partai Amanat Nasiona, yang lebih awal mendekati koalisi Prabowo, kini mengulur deklarasinya. Sejumlah politikus PAN menyatakan—dan ini yang lucu, Bli Teddy—partai mereka menunggu instruksi dari Jokowi untuk melabuhkan jangkarnya. Jokowi meminta Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan tak buru-buru membuat deklarasi. Walau begitu, PAN sedang mengkaji berbagai kemungkinan, termasuk mendukung Prabowo Subianto.

Dan, oh ya Tuhan, saya hampir melupakan Pengurus Pusat Pro Jokowi (Projo). Pada Kamis, 6 Juli lalu, Projo bertemu dengan relawan Prabowo. Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, seusai pertemuan mengklaim banyak kesamaan pandangan di antara kelompok relawan Projo dan Prabowo. Dalam Koran Tempo, Rabu (9/8/2023), sejak itu, sinyal bahwa dukungan Projo mengarah kepada Prabowo menguat.

Pada Selasa (8/8/2023), Bli Teddy, Projo menerima kunjungan dari gabungan relawan pendukung Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno di kawasan Pancoran, Jakarta. Dan sejumlah kalangan, Bli Teddy, menilai pertemuan Projo dan kelompok relawan Sandiaga banyak dispekulasikan sebagai dorongan Projo agar Sandiaga kembali mendampingi Prabowo dalam pilpres 2024—semacam nostalgia Pemilu 2019. Namun, saat ini PPP—partai bernaung Sandiaga Uno—diketahui sudah berkoalisi dengan PDIP, yang mengusung Ganjar sebagai capres pada Pemilu 2024.

Hah, rasanya saya sampai kehabisan napas. Okelah, sampai di sini dulu saya mengambil alih tugasnya Teddy sebagai pemuda pengamat politik. Kita tunggu saja tulisannya tentang manuver-manuver politik politik menjelang 2024. Yang jelas, seperti yang dikatakan Teddy dalam esainya, jangan lupa, ini adalah politik. Segalanya dinamis, petanya setiap detik bisa saja berganti, termasuk kekuatan politik dari Prabowo Subianto dalam konstelasi Pilpres 2024 mendatang.

Atau seperti kata pengamat politik dari Universitas Al Azhar Jakarta, Ujang Komarudin, selama janur kuning belum melengkung, maka semua kalangan dan kelompok masih bebas bermanuver. Begitu.[T]

Jalan (Mantan) Prajurit Menuju Istana
Pertemuan Dua Penerus Dinasti Politik, Apa yang Mereka Bicarakan?
Artis Nyaleg: Bentuk Nyata Pragmatisme Partai Politik
Jokowisme, Strategi Politik PSI Jelang Pemilu 2024
Tags: Partai PolitikPemilu 2024PilpresPrabowoPresiden JokowiPSI
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Era Figital dan Kompetensi Berbahasa Indonesia Pelaku UMKM

Next Post

Petani Pancasari: Pagi Berkebun, Siang Main Golf

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

by Agung Sudarsa
March 6, 2026
0
Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

“I am not a man of religion, but religion alone cannot solve all our problem.” (Beyond Religion: Ethics for a...

Read moreDetails

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails
Next Post
Petani Pancasari: Pagi Berkebun, Siang Main Golf

Petani Pancasari: Pagi Berkebun, Siang Main Golf

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra
Cerpen

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra

SUARA pintu diketuk membangunkanku dari tidur siang. Dengan lemas aku berdiri menuju arah pintu untuk membukakan seseorang yang ada di...

by Kadek Indra Putra
March 6, 2026
Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat
Puisi

Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat

Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat : umbu landu paranggi tubuhku mencatat dingindengan huruf-huruf kaburdi halaman kulit tipis gembur. bubuhkan sepenggal kalimatsebagai...

by Syeftyan Afat
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Edit Foto Profesional dengan CapCut: Hilangkan Latar Belakang Foto dan Ubah Background Foto dengan Mudah

Di era digital saat ini, kemampuan mengedit foto telah menjadi kebutuhan penting. Baik untuk keperluan media sosial, konten kreatif, maupun...

by tatkala
March 6, 2026
‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu
Ulas Musik

‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu

Dunia seakan berhenti sejenak, bukan karena damai, tetapi karena ngeri oleh ledakan mesiu yang tiba-tiba memekakkan dan menyengat. Saat itu,...

by Nyoman Sukaya Sukawati
March 6, 2026
Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global
Esai

Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

“I am not a man of religion, but religion alone cannot solve all our problem.” (Beyond Religion: Ethics for a...

by Agung Sudarsa
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto

Di era digital saat ini, kemampuan untuk membuat foto terlihat profesional menjadi sangat penting, terutama bagi pembuat konten dan pebisnis...

by tatkala
March 6, 2026
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co