6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tribute to Maestro I Gusti Putu Gede Wedhasmara — Lagu-lagunya Melegenda Secara Nasional, Tapi Namanya Kurang Dikenal

I Made Sujaya by I Made Sujaya
July 21, 2023
in Panggung
Tribute to Maestro I Gusti Putu Gede Wedhasmara — Lagu-lagunya Melegenda Secara Nasional, Tapi Namanya Kurang Dikenal

Pertunjukan Tribute to Maestro I Gusti Putu Gede Wedhasmara dalam ajang Festival Seni Bali Jani (FSBJ) di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Kamis 20 Juli 2023 sore.

Kau selalu di hatiku
Terpaut di dalam sukma
Tiada kubimbang tiada kuragu
Akan setia janjimu

DI ERA tahun 1970-an, lagu “Kau Selalu di Hatiku” begitu akrab di telinga para pecinta lagu Indonesia. Hingga kini pun, lagu yang dipopulerkan Ernie Djohan itu, masih sering didengar di radio-radio, kanal youtube atau dinyanyikan orang-orang saat menyanyi karaoke. Namun, tak banyak yang tahu bahwa pencipta lagu itu berasal dari Bali.

Orang-orang hanya tahu, sang pencipta lagu itu bernama Wedhasmara. Begitu yang tercantum dalam kaset-kaset. Padahal, nama lengkapnya I Gusti Putu Gede Wedhasmara, seorang komponis dari Jero Batan Moning, Gerenceng, Denpasar, Bali. Hingga kini, belum ada lagi komponis Bali yang lagu-lagu ciptaannya melegenda secara nasional seperti Wedhasmara. Karena itu, tak keliru menyebut Wedhasmara sebagai maestro.

Mengenang perjalanan proses kreatif sang maestro, Sanggar Melati mempersembahkan pertunjukan Tribute to Maestro I Gusti Putu Gede Wedhasmara dalam ajang Festival Seni Bali Jani (FSBJ) di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Kamis 20 Juli 2023 sore.  Pergelaran bertajuk “Kau Selalu di Hatiku” itu disutradarai jurnalis sekaligus pengamat musik, I Made Adnyana.

Pergelaran Tribute to Maestro I Gusti Putu Gede Wedhasmara | Foto: Tim Kreatif FSBJ 2023

Pergelaran dikemas dalam bentuk pementasan lagu-lagu Wedhasmara oleh sejumlah penyanyi Bali, seperti Dewi Pradewi, Ayu Carmen, Agung Wirasutha dan penyanyi remaja Gung Mas Pemayun dengan diiringi band Yayak n Friends. Selain itu, turut tampil juga  electronic dance music (EDM) oleh Margarani, film dokumenter garapan Andy Duarsa, dramatisasi lagu Wedhasmara oleh Teater Kini Berseri serta gelar wicara (talkshow) bersama I Made Adnyana dan Ayu Carmen dengan dipandu presenter Galuh Praba. Akademisi Prof. I Nyoman Darma Putra ikut memberikan testimoni melalui rekaman video.

Menurut Darma Putra, Wedhasmara merupakan musisi nasional yang karyanya abadi sampai sekarang. Akan tetapi dalam sejarah perkembangan lagu pop Indonesia, lagunya lebih terkenal dari orangnya. Dia sendiri merasa tidak banyak yang mengenal namanya.

“Belakangan setelah pemerintah memberikan penghargaan, barulah dia dikenal. Ini to pencipta lagu ‘Senja di Batas Kota’. Ini to pengarang lagu ‘Berpisah di St. Carolus’. Ini to pencipta lagu ‘Kau Selalu di Hatiku’,” ujar Darma Putra seraya menambahkan, secara universal, memang penyanyi cenderung lebih dikenal daripada pencipta lagunya.

Lagu-lagu Wedhasmara, menurut Darma Putra, cenderung romantis dan mengangkat tema perpisahan. Namun, perpisahan dimaknai sebagai bagian kebersamaan, bukan tanda kepergian.

Wedhasmara dan Pesona Lagu-lagu Ciptaannya

Tema perpisahan itu tak hanya tampak dalam lirik lagunya, tapi juga diakui dalam cerita Wedhasmara. Lagu ‘Senja di Batas Kota’ misalnya, diciptakan Wedhasmara karena mendapat inspirasi di Jakarta dia melihat seorang gadis memberikan sapu tangan kepada kekasihnya yang akan pergi ke medan perang.

Begitu juga lagu “Berpisah di St Carolus” bercerita tentang pasien yang sudah sembuh lalu berpisah dengan dokter dan perawat di rumah sakit. Secara fisik mereka berpisah, tapi secara spiritual, psikologis, emosional, tidak. Lagu-lagu itu menyampaikan bahwa meski berpisah, mereka tetap bersatu.

“Syair-syair lagunya powerfull. Satu lagu hanya satu bait atau empat bait. Satu bait tiga atau empat baris. Satu baris tiga atau empat kata. Liriknya luar biasa. Pendek, powerfull, juga meaningfull,” kata Darma Putra.

Menurut I Made Adnyana, pencapaian Wedhasmara tergolong luar biasa. Lagu-lagunya tak hanya menasional tapi juga melegenda karena hingga kini masih dinyanyikan dan tetap bisa dinikmati.

“Meskipun sudah puluhan tahun, lagu-lagu Wedhasmara dinyanyikan kapan pun, tak kalah dengan lagu-lagu sekarang,” kata Adnyana.

Made Adnyana (tengah) pada Pergelaran Tribute to Maestro I Gusti Putu Gede Wedhasmara | Foto: Tim Kreatif FSBJ 2023

Ayu Carmen mengenang Wedhasmara sebagai sosok yang ramah dan rendah hati. Dia pernah bekerja sama dengan Wedhasmara tahun 2009. Saat itu, Ayu Carmen meminta izin untuk menyanyikan lagu Wedhasmara yang berbahasa Bali, “Kaden Saja”. Ternyata, Wedhasmara sangat terbuka dan bisa menerima generasi yang jauh di bawahnya.

Wedhasmara dilahirkan di Denpasar, 10 September 1932. Dia sudah menyukai musik sejak kecil.  Setamat SMP di Denpasar, Wedhasmara melanjutkan pendidikan ke Yogyakarta. Dia sempat tinggal di Jakarta, bekerja di Jawatan Pertanian Jakarta. Dia sempat bergabung beberapa kelompok musik.

Lagu-lagunya dikenal luas tahun1960-an hingga 1970-an. Lagu “Senja di Batas Kota” dan “Kau Selalu di Hatiku” dipopulerkan Ernie Djohan, lagu “Berpisah di St. Carolus” dipopulerkan Retno serta “Bunga Flamboyan” dibawakan Broery Pesolima. Wedhasmara juga menciptakan lagu berbahasa Bali, “Kaden Saja” yang awalnya dinyanyikannya sendiri.

Majalah Rolling Stones Indonesia pada tahun 2014 menobatkan Wedhasmara sebagai 100 pencipta lagu terbaik Indonesia. Wedhasmara menghembuskan nafas terakhir pada 21 April 2017 dalam usia 85 tahun. [T]

Animasi dan Kartun, Peluang dan Tantangannya
Jejak Historis I Ketut Rina Bersama “Cak Tarian Rina”
Antara Keindahan dan Kekuatan Jiwa: Dari Pameran Multimedia Karya I Gusti Nyoman Lempad
Tags: Festival Seni Bali Janilagumusikmusik pop indonesiaWehasmara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Animasi dan Kartun, Peluang dan Tantangannya

Next Post

Wedhasmara dan Pesona Lagu-lagu Ciptaannya

I Made Sujaya

I Made Sujaya

Wartawan, sastrawan, dosen. Pengelola balisaja.com

Related Posts

Sasolahan ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’ Siap Tutup Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Sasolahan ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’ Siap Tutup Bulan Bahasa Bali 2026

Sasolahan “I Sigir Jlema Tuah Asibak” bakal menutup perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII yang telah berlangsung selama sebukan penuh, 1-28...

Read moreDetails

Teater Tari ‘Swarga Rohana Parwa’ dari IHDN Mpu Kuturan: Teks-teks Kuno yang Digerakkan, Ditarikan dan Disuarakan

by Nyoman Budarsana
February 26, 2026
0
Teater Tari ‘Swarga Rohana Parwa’ dari IHDN Mpu Kuturan: Teks-teks Kuno yang Digerakkan, Ditarikan dan Disuarakan

LAMPU panggung menyala. Seorang penari perempuan masuk panggung. Ia membaca puisi bahasa Bali. Suaranya menggema dari panggung ke seluruh ruangan....

Read moreDetails

‘Basur’ Garapan Teater Jineng Smasta Tabanan: Tonjolkan Kisah Perempuan yang Dimuliakan

by Nyoman Budarsana
February 25, 2026
0
‘Basur’ Garapan Teater Jineng Smasta Tabanan: Tonjolkan Kisah Perempuan yang Dimuliakan

MESKI tetap menampilkan suasana magis ala Bali, Drama "Basur" yang dipentaskan Teater Jineng SMA Negeri 1 Tabanan (Smasta) sesungguhnya lebih...

Read moreDetails

‘Mlantjaran ka Sasak’ dari Nong Nong Kling: Gamelan Bungut dan Kekuatan Aktor Tradisional di Panggung Bali Modern

by Nyoman Budarsana
February 25, 2026
0
‘Mlantjaran ka Sasak’ dari Nong Nong Kling: Gamelan Bungut dan Kekuatan Aktor Tradisional di Panggung Bali Modern

SANGGAR Nong Nong Kling adalah kelompok seni pertunjukan yang lebih sering mementaskan drama gong, misalnya di ajang Pesta Kesenian Bali...

Read moreDetails

Ketika Pelajar SMP se-Bali Membaca Puisi dalam Dua Bahasa di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 21, 2026
0
Ketika Pelajar SMP se-Bali Membaca Puisi dalam Dua Bahasa di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

SELASA pagi, 10 Februari 2026, ruang rapat Gedung A lantai 2 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) mendadak berubah fungsi....

Read moreDetails

Dhanwantari: Ketika Nilai dan Identitas SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Menjelma Tari Kebesaran di Usia Tujuh Belas

by Dede Putra Wiguna
February 19, 2026
0
Dhanwantari: Ketika Nilai dan Identitas SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Menjelma Tari Kebesaran di Usia Tujuh Belas

SORE itu, di atas panggung utama, lima penari perempuan berdiri dalam sikap anggun nan tegas. Jemari mereka lentik, sorot mata...

Read moreDetails

Kreativitas Aransemen dan Penggunaan Alat-alat Musik Baru Masih Minim pada Lomba Musikalisasi Puisi Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 17, 2026
0
Kreativitas Aransemen dan Penggunaan Alat-alat Musik Baru Masih Minim pada Lomba Musikalisasi Puisi Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

PESERTA Wimbakara (Lomba) Musikalisasi Puisi Bali serangkaian dengan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 di Gedung Ksirarnbawa, Taman Budaya Bali,...

Read moreDetails

Lomba Baca Puisi se-Bali 2026 di Tegalmengkeb Art Space: Puisi Sebagai Jalan Membangun Desa

by tatkala
February 16, 2026
0
Lomba Baca Puisi se-Bali 2026 di Tegalmengkeb Art Space: Puisi Sebagai Jalan Membangun Desa

DI Bali, seni tumbuh seperti napas: alami, dekat, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Namun tidak semua seni mendapat panggung...

Read moreDetails

Buleleng International Rhythm Festival, 10-15 Maret 2026: Kolaborasi Budaya Dunia di Bali Utara

by Radha Dwi Pradnyani
February 15, 2026
0
Buleleng International Rhythm Festival, 10-15 Maret 2026: Kolaborasi Budaya Dunia di Bali Utara

DI tengah arus modernisasi dan industri hiburan yang masif, upaya pelestarian kesenian terus dihidupkan melalui berbagai ruang kolaborasi. Salah satunya...

Read moreDetails

‘Tresnané Lebur Ajur Satondén Kembang’, Novel Lama yang Digarap dengan Nuansa Baru dalam Drama Bali Modern Teater Jungut Sari

by Nyoman Budarsana
February 11, 2026
0
‘Tresnané Lebur Ajur Satondén Kembang’, Novel Lama yang Digarap dengan Nuansa Baru dalam Drama Bali Modern Teater Jungut Sari

PANGGUNG gelap, kecuali panggung di sisi kiri. Di situ cahaya jatuh pada bangunan berbentuk pondok beratap alang-alang. Di teras pondok...

Read moreDetails
Next Post
Wedhasmara dan Pesona Lagu-lagu Ciptaannya

Wedhasmara dan Pesona Lagu-lagu Ciptaannya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co