6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pilar Utama Pembangun Karakter Anak itu Bernama Ibu 

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
March 6, 2023
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

DALAM KEHIDUPAN INI, wanita punya peran ganda, dan itu tidak dimiliki laki-laki. Apa itu?  Peran sebagai istri dan peran sebagai ibu.

Peran sebagai istri jelas sangat penting, karena istri bisa bertindak sebagai penyokong keberhasilan atau kesuksesan sang suami. Ada pernyataan: “Di balik kesuksesan suami, ada seorang istri yang setia mendampingi.”  Jadi, berpendidikan atau tidak, istri tetap punya peran sangat besar untuk suksesnya seorang suami.

Begitu juga peran sebagai ibu. Ini bahkan sangat luar biasa. Peran yang tidak bisa tergantikan oleh siapa pun. Ibu itu mengandung selama sembilan bulan dan melahirkan serta membesarkan, dan mendidik anak-anaknya.

Peran seorang ibu inilah yang menjadi peran utama sebagai dasar atau pondasi kehidupan dari seorang anak hingga ke masa depan. Ada pernyataan untuk hal ini: “Sekolah pertama anak ada dalam kandungan ibunya dan guru pertama dari seorang anak adalah ibunya.”

Peran inilah yang menyebabkan seorang ibu sangat menentukan masa depan sang anak. Pertumbuhan dan perkembangan anak pada tahap awal di dalam kandungan tidak semata pertumbuhan dan perkembangan fisik saja, melainkan juga psikologis. Perkembangan psikologis merupakan bagian dari karakter anak yang dibentuk semenjak dalam kandungan. Dan, yang jelas, perkembangan psikologis itu secara langsung dipengaruhi oleh kondisi ibu saat hamil.

Bahkan kondisi ibu saat “membuat” anak pun dikatakan berpengaruh. Seperti cerita kelahiran Drestarata, Pandu dan Widura dalam epos besar Mahabharata.

Ketika Ambika memejamkan matanya saat berhubungan badan karena takut melihat rupa dari Bagawan Abhyasa, maka lahirlah Drestarata yang buta. Begitu juga saat Dewi Ambalika dengan wajah pucat karena ketakutan melihat Bagawan Abhyasa saat berhubungan, maka lahirlah Pandu dengan kondisi lemah, pucat dan sakit-sakitan.

Dan terakhir karena Dewi Ambalika tidak ingin anak berikutnya lahir seperti kakak-kakaknya sebelumnya, maka dengan suka cita, senang dan bahagia menerima Bagawan Abhyasa, maka lahirlah Widura yang gagah, bagus rupanya, suci hatinya dan setia kepada dharma.

Saat hamil pun, kondisi ibu sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anaknya, karena sejatinya apa yang dipikirkan, diucapkan dan dilakukan ibunya direkam oleh anak yang masih di dalam kandungan.

Di dalam cerita Mahabharata, suatu kali  Arjuna berdiskusi dengan Krisna. Mereka membicarakan masalah strategi melawan Korawa. Saat itu Krisna mengetahui bahwa Korawa akan menggunakan strategi formasi cakra wahyu dalam peperangan.

Saat mereka berdiskusi, ikutlah nimbrung Dewi Subadra, istri Arjuna yang sedang hamil. Dewi Subadra mendengar diskusi itu. Sang bayi, Abimanyu yang masih dalam kandungan juga ikut mendengarkannya.  

Tapi sayangnya, Dewi Subadya tak mendengar diskusi itu sampai tuntas, karena pada bagian tertentu Dewi Subadra tertidur.

Bagian diskusi yang didengar adalah adalah tentang bagaimana cara masuk ke dalam formasi cakra wahyu. Dan bagian yang tak didengar oleh Dewi Subadra adalah bagian tentang bagaimana cara keluar dari cengkraman cakra wahyu.

Ketika Abimanyu lahir dan tumbuh menjadi remaja yang gagah perkasa, ia ikut maju ke medan perang. Saat itu hanya Abimanyu yang mampu menerobos formasi cakra wahyu. Saat itu Korawa kewalahan menghadapi Abimanyu.  

Namun saat keluar dari cengkraman cakra wahyu, Abimanyu tidak tahu bagaimana caranya bisa keluar, dan akhirnya Abimanyu terbunuh dalam perang itu.

Dalam cerita itu sangat jelas maknanya, bahwa Abimanyu yang masih dalam kandungan bisa dipengaruhi oleh apa-apa yang terjadi di luar kandungan.  

Begitu juga saat seorang ibu melahirkan. Itu perjuangan luar biasa. Dan dalam perjuangan itu, atau di dalam proses melahirkan itu, sejatinya sang anak juga sedang berjuang pula melalui jalan yang sempit untuk bisa hidup dan ini pun sangat mempengaruhi karakter anak ke depannya.

Dalam salah satu buku Kanda Pat dikatakan, bahwa anak itu terbentuk dari pertemuan kama pethak (sperma) yang dibawa oleh Hyang Bapa Akasa dengan kama bang (ovum) yang dibawa oleh Hyang Ibu Pertiwi. Sang Hyang Ibu Pertiwi-lah yang membentuk fisik anak itu, sedangkan Sang Hyang Bapa Akasa memberi kehidupan atau jiwa.

Dalam pembentukan fisik serta karakter anak, jelas peran ibu sangat utama atau berperan secara langsung, sedangkan bapak dan lingkungan luar, berperan secara tidak langsung .

Seorang ibu memiliki pengaruh yang sangat besar dalam membentuk karakter anak, terutama dalam hal moral dan nilai-nilai kehidupan. Semenjak kehamilan, kelahiran dan setelah anak lahir, ibu menjadi orang pertama yang memberikan kasih sayang, perhatian dan perlindungan pada anak. Ibu juga menjadi teladan dalam perilaku dan cara berbicara, sehingga anak akan meniru pola-pola perilaku dan bahasa yang dipelajari dari ibunya.

Selain itu, seorang ibu juga bertanggung jawab dalam memberikan pendidikan awal pada anak, baik itu dalam kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Ibu harus mampu memberikan pengajaran dan pengalaman-pengalaman yang positif pada anak, agar anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat dan berkualitas.

Seorang ibu juga harus mampu membentuk karakter anak dengan memberikan contoh-contoh yang baik, seperti kejujuran, kebersihan, kedisiplinan dan sikap tanggung jawab. Ibu juga harus mampu memberikan kasih sayang dan perhatian yang cukup pada anak, sehingga anak merasa dihargai dan dicintai. Hal ini sangat penting dalam membentuk rasa percaya diri dan kepribadian yang kuat.

Selain itu seorang ibu juga harus mampu memberikan dorongan dan motivasi pada anak untuk mengembangkan potensi-potensi yang dimilikinya. Ibu harus mampu mengidentifikasi bakat dan minat anak, dan memberikan dukungan pada anak untuk mengembangkan bakat tersebut.

Dalam membentuk karakter anak, ibu juga harus mampu memberikan pengarahan dan arahan yang jelas pada anak, terutama dalam hal prilaku yang baik dan buruk. Ibu harus mampu memberikan batasan dan aturan yang jelas pada anak, sehingga anak tumbuh dengan disiplin dan memiliki nilai-nilai yang baik.

Dalam kesimpulannya, peran wanita terutama sebagai ibu, sangatlah penting dalam membentuk karakter anak. Dan karakter anak sangat berpengaruh terhadap masa depan bangsa dan negara.

Begitu besar peran seorang ibu dalam pembentukan karakter seorang anak, namun ketika anaknya berhasil dan sukses, seringkali justru nama bapaknya yang muncul atau dihargai, tapi nama ibunya tidak muncul.

Sering dalam dunia pendidikan kita dengar ketika ada anak yang berprestasi, dan pertanyaan akan muncul “anaknya siapa itu”, dan jawaban yang sering kita dengar adalah nama bapaknya, bukan ibunya. Dan harus diingat sehebat-hebat seorang ayah, tidak akan bisa menggantikan sosok seorang ibu bagi anak-anaknya. [T]

BACA esai-esai lain dari penulis DOKTER CAPUT

Pentingnya Pola Asuh Anak : Belajar dari Kasus Penganiayaan yang Dilakukan Anak Pejabat
Belajar dari Sejarah: Bersatu Kita Kuat
Saya Pernah Gagal, dan Itu Berkah
Tags: anak-anakDokter Caputibukarakter anakPerempuan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Agus dan Yogi, Anak Muda Desa Memimpin Pengelolaan Sampah TPS 3R Desa Panji

Next Post

Sudut Pandang: Mentertawakan Masalah yang Datang

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Sudut Pandang: Mentertawakan Masalah yang Datang

Sudut Pandang: Mentertawakan Masalah yang Datang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co