6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bergerak dari Arsip Demi Mencapai Berbagai Kemungkinan: Melihat Arsip dalam Laku

Agus Wiratama by Agus Wiratama
March 8, 2022
in Khas
Bergerak dari Arsip Demi Mencapai Berbagai Kemungkinan: Melihat Arsip dalam Laku

diskusi arsip bertajuk “Bergerak dari Arsip Upaya Menuju Kemungkinan” di South Beach—Discovery Shopping Mall, Kuta—Bali.

Kali ini kita akan ngobrol tentang arsip dan berbagai kemungkinan daripadanya. Arsip adalah sebuah pengetahuan dan kita sepakat bahwa arsip adalah akses menuju masa lalu. Mengandaikan pengetahuan masa lalu sebagai suatu bentuk romantisme saja adalah hal yang keliru, sebab manusia selalu memiliki proyeksi atas masa depan, ketika mengakses arsip pun, secara langsung atau tidak kita akan membayangkan atas masa depan.

Dalam Fraksi Epos, pada hari Minggu, 27 Februari 2022, digelar diskusi arsip bertajuk “Bergerak dari Arsip Upaya Menuju Kemungkinan” di South Beach—Discovery Shopping Mall, Kuta—Bali. Fraksi Epos digelar selama dua bulan, dari 5 Februari hingga 27 Maret 2022, diadakan perhelatan kesenian bertajuk Ruang Baur Seni: Fraksi Epos 2022, dengan enam galeri pameran dari sejumlah gerakan seni, diskusi wacana, lokakarya, musik, pertunjukan, dan 100 pelaku kesenian urun daya dalam acara ini.

Wayan Sumahardika dan Jonas Sestrakresna [Foto: Hibat]

Diskusi bertajuk “Bergerak dari Arsip Upaya Menuju Kemungkinan” ini diisi oleh Wayan Sumahardika yang merupakan penulis, sutradara dan pembuat teater asal Ubud, Gianyar, kelahiran 1992. Suma adalah founder Teater Kalangan, sebuah kolektif lintas disiplin pertunjukan berbasis di Denpasar, Bali. Segenap praktik artistiknya bergerak pada persimpangan teater, ragam seni, dan laku sehari-hari sebagai studi budaya. Suma kerap menggunakan pendekatan site-spesific, repertoar arsip, dan spekulatif untuk membangun narasi, pengalaman menonton serta menimbang hubungan pertunjukan dengan kenyataan.

Pembicara kedua dalam diskusi ini adalah Jonas Sestrakresna yang berlatar pendidikan antropologi, dan kini fokus pada seni pertunjukan, dari pertunjukan tradisi hingga subkultur performances. Konsep pertunjukannya adalah prehistoric soul project, sebuah pertunjukan yang merekonstruksi kehidupan melalui multi-media dan berbagai disiplin ilmu. Ia menggunakan metode penelitian arkeologi untuk mengembangkan ide dasar, kisah, dan instalasi arsitektur.

Saya mendapat kesempatan untuk memoderatori kedua pembicara yang memiliki pendekatan penciptaan karya yang berbeda ini. Mereka berbicara perihal arsip berdasarkan kerjanya selama ini, tentang pencarian data pada arsip, pengembangan arsip, jalur arsip, serta alih wahana yang pernah mereka lakukan dalam sejumlah proyek kesenian. Menariknya, baik Jonas maupun Suma, tampaknya memandang arsip dengan luas. Arsip tidak hanya teks tertulis, tidak hanya berbentuk buku, atau berupa foto atau video saja. Lebih dari itu, arsip terdapat dalam tubuh. Dan peserta diskusi tampak seperti pendengar yang diajak masuk pada ruang dapur kerja kedua seniman pertunjukan ini. Suma dengan kerjanya bersama Teater Kalangan dan Jonas dengan usahanya merekonstruksi laku-laku prasejarah.

[Foto: Hibat]

Jonas mengatakan, “Prasejarah memiliki banyak kemungkinan. Kalau berbicara soal prasejarah pasti menyebut …sebelum Masehi. Jadi, tafsir bisa lebih terbuka.” Dalam beberapa garapan, Jonas mencoba meneliti serangga untuk melihat laku-laku purba, dan ia mengakuti ketertarikannya dengan laku prasejarah dilatari oleh ruang tafsir yang luas itu, “Objek prasejarah memberi ruang imajinasi yang luas,” tambahnya.

Hal ini diungkap pula oleh Wayan Sumahardika. Ia mengatakan bahwa arsip bukan sesuatu yang mati, yang tetap sama bila diakses oleh siapa pun. Dengan kata lain, arsip bukan sekadar objek. Maka dari itu, Suma mengandaikan bahwa mengakses arsip sebagai sebuah pertemuan. Intersubjektivitas bekerja di sana. Arsip bergerak secara dinamis, sebab ada konteks lain yang akan mempengaruhi setiap pertemuan antara pengakses dan arsip itu sendiri.

Menariknya, Wayan Sumahardika, yang merupakan seorang sutradara dan pembuat teater ini menebalkan bahwa arsip bukan hanya teks tertulis, foto, atau semacamnya saja. “Arsip seperti itu menutup kemungkinan pada bentuk-bentuk lain. Ada kuasa bekerja di sana,” katanya. Maka dari itu, ia menegaskan bahwa kebiasaan merupakan arsip, semisal jongkok. Ada pengetahuan dalam jongkok, konteks politik, konstrusi tubuh, dan sebagainya. Berhubungan dengan ini, Suma sempat menggarap satu pertunjukan yang berangkat dari jongkok dan teks-teks di sekitarnya dengan judul “The (Famous) Squatting Dance”.

[Foto: Hibat]

Pada satu kasus, kita telah kehilangan berbagai catatan. Kita tahu, banyak intelektual yang kemudian hilang dan dipenjara pada tahun 60-an berikut dengan catatannya. Ketika saya ngobrol dengan Made Susanta, seorang kurator yang juga aktif di Gurat Institute, di salah satu ruang pameran di Fraksi Epos, saya merasa ngilu mendengar satu kisah yang ia ceritakan, di mana para intelektual yang tertangkap pada masa itu, mengubur berbagai buku yang tentunya berisi pengetahuan dan catatan lain. Setelah keluar dari penjara, orang itu menggali kuburan itu, dan buku dan catatan itu telah hancur.

Kita sepakat, bahwa kini arsip memiliki nilai penting atas segala kemungkinannya. Ia menjadi jembatan penghubung antara kini dan yang lalu, meskipun arsip bukanlah satu entitas mati, tetapi memberi ruang tafsir yang barangkali akan berbeda dari satu generasi ke generasi lainnya. Selain itu, dua pelaku seni yang menjadi pembicara ini juga melakukan persiapan untuk hari depan, dengan usaha yang memungkinkan untuk mereka lakukan.

“Kita mempunyai kemungkinan untuk membicarakan cara kerja kita sendiri,” kata Wayan Sumahardika, dan Jonas membuat satu tempat menyimpan properti penting dalam ruangan semacam museum. Dan, kedua seniman ini melakukan pengarsipan, yang tentunya, sekaligus menjadi bahan evaluasi kerja, pembacaan atas metode penciptaan, dan sebagainya.[T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Garam Lokal Desa Les: Dibuat Tradisional, Dikemas Modern, Kini Menuju Dunia Internasional

Next Post

Negara Konoha Perlu Kartu Pra-Ninja | Nostalgia Generasi 2000

Agus Wiratama

Agus Wiratama

Agus Wiratama adalah penulis, aktor, produser teater dan pertunjukan kelahiran 1995 yang aktif di Mulawali Performance Forum. Ia menjadi manajer program di Mulawali Institute, sebuah lembaga kajian, manajemen, dan produksi seni pertunjukan berbasis di Bali.

Related Posts

Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

by Agung Sudarsa
March 2, 2026
0
Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

“Jiwa muda adalah jiwa penuh energi, penuh semangat. Maka, dengan sendirinya penuh gejolak pula. Ia bisa membangkang, bisa memberontak, bisa...

Read moreDetails

Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

by Putu Ayu Ariani
February 27, 2026
0
Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

DESA Singapadu, Kabupaten Gianyar, dikenal sebagai salah satu tempat kerajinan perak di Bali. Di tengah arus modernisasi dan persaingan produk...

Read moreDetails

‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

by Dede Putra Wiguna
February 23, 2026
0
‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

TIGA dasawarsa bukanlah perjalanan yang singkat. Bagi Pemuda Theravāda Indonesia (Patria), 30 tahun adalah rentang pengabdian, pembelajaran, dan konsistensi dalam...

Read moreDetails

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

by Jaswanto
February 22, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

“SAYA menangis saat survei sekolah setelah lolos seleksi P3K,” ujar Samsul Rizal bercerita kepada saya pada malam yang gerah di...

Read moreDetails

Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
February 22, 2026
0
Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

SABTU pagi itu datang dengan suara burung dan kokok ayam yang bersahutan. Di sela suasana yang masih lengang, telepon genggam...

Read moreDetails

Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

by Made Chandra
February 21, 2026
0
Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

CATATAN ini berawal dari ajakan Bli Vincent Chandra—seorang pemuda yang berapi-api ketika bercumbu dengan kebudayaan, untuk mengajakku untuk menyambangi Museum...

Read moreDetails

Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 19, 2026
0
Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

WIMBAKARA (Lomba) Opini Berbahasa Bali serangkaian Bulan Bahasa Bali mirip sebuah ujian sekripsi atau tesis. Peserta tidak hanya menyelesaikan sebuah...

Read moreDetails

Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 18, 2026
0
Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

WAJAH-wajah kecil itu tampak amat serius pagi itu. Jas dokter kecil yang mereka kenakan terlihat rapi, lengkap dengan pin dan...

Read moreDetails

Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

by I Nyoman Darma Putra
February 15, 2026
0
Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet di Nyuhkuning, Ubud, Gianyar, Minggu, 15 Februari 2026, ditandai dengan peluncuran dan bedah empat buku...

Read moreDetails

Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

by Son Lomri
February 15, 2026
0
Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

MANG ADI memegang sebilah paku dengan gaya seperti layaknya memegang pena. Dengan ujung paku yang runcing itu, ia menggurat garis...

Read moreDetails
Next Post
Negara Konoha Perlu Kartu Pra-Ninja | Nostalgia Generasi 2000

Negara Konoha Perlu Kartu Pra-Ninja | Nostalgia Generasi 2000

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co