6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Waspada, “Branding” Bali Kadaluwarsa!

Gede Suardana by Gede Suardana
February 13, 2022
in Opini
Waspada, “Branding” Bali Kadaluwarsa!

Tes MotoGP Mandalika, Lombok, membawa berkah bagi pariwisata Lombok. Begitu jejak kaki di Lombok, para rider motogp update status aktivitasnya di media sosial (instagram).

Pembalap top semacam Marq Marquez sama adiknya Alex Marques, tandemnya di Honda Pol Espargaro bersama saudaranya Aleix Espargaro, juara dunia 2021 Fabio Quartararo dari Yamaha, pembalap Suzuki juara dunia 2020 Joan Mir, pembalap Suzuki Alex Rins, Johann Zarco asal Perancis, pembalap rokie Enea Bastianini, mereka semua ramai-ramai unggah keindahan dan keunikan Lombok.

Marques paling jadi sorotan pascacedera mata dan patah tulang. Begitu mendarat ia langsung selfie di depan tulisan besar Lombok di bandara. Sontak statusnya jadi viral di dunia maya. Tak hanya di Bali, foto selfie Marc Marquez dijamin bakal tersiar ke seluruh pelosok dunia.

Lihat saja akun instagram miliknya @marqmarquez93 sontak dikerumuni ribuan para folowersnya. Hampir satu juta pengikutnya klik like buat juara dunia delapan kali ini. Kolom komentarnya lebih heboh lagi, percakapan mencapai 41.320 (per tanggal 11 Februari).

Selanjutnya ia buat kehebohan dunia maya lewat berbagai aktivitasnya di Mandalika. Berlari sambil bertelanjang dada di atas bukit kecil di tengah sirkuit yang aspalnya diklaim terbaik  di dunia. Serta asik serumput air kelapa muda sembari olah raga ringan di tepi pantai tempatnya menginap. “Jatuh cinta dengan Lombok,” ujar Marc di akunnya.

Screenshoot instagram.com

Tak kalah heboh sambutan para penggila balap terhadap para idolanya. Lihat saja aksi kocak Enea Bastianini yang takjub melihat kelelawar terbang di dalam kamarnya. “Arrivo in Indonesia e trovo batman in camera (Saya tiba di Indonesia dan menemukan batman di kamar saya),” unggah Enea di insta story @bestia23.

Lihat juga deh unggahan pembalap Spanyol Maverick Vinales di akun instagram. Begitu tina di Lombok ia langsung menyap penggemarnya. “We are in Lombok. Great to be in Indonesia,” sapa dia di akun @maverick12official. Esoknya Ia melanjutkan aktivitas berolah raga push up di pasir putih berlatar pantai indah dan bebukitan di belakangnya.

Pembalap lainnya yang takjub dengan keindahan dan aktivitas masyarakat Lombok adalah Aleix Espargaro. Ia begitu terkesan melihat empat orang anak kecil berseragam sekolah merah putih yang berjalan kaki pulang sekolah. Mengabadikan tumpukan kelapa dan kios bahan bakar premiun di pinggir jalan. Ia kagum dengan keunikan dan alaminya Lombok.

“Selamat pagi Indonesia. What a beautiful island is Lombok, wild and nature,” serunya kagum di akun @aleixespargaro.

Kekagumannya tidak berhenti di situ. Ia pun tak kalah takjub dengan aksi emak-emak yang membonceng empat orang anak kecil berseragam sekolah dengan sepeda motor. “The power of emak-emak,” tulisnya. Lucu bukan.

Namun, sebagai seorang pembalap profesional ia tentunya tahu standar keselamatan. Ia mengingatkan pengikutnya tidak meniru aksi emak-emak Lombok ini. “The power of emak-emak motogp version!. Don’t try at home, only at Indonesia,” ingatnya.

Begitulah kehebohan para pembalap di dunia maya. Tentu saja mengundang perhatian besar dari jutaan pengikutnya di seluruh dunia. Bisa dibayangkan dalam hitungan dua hari saja, seluruh dunia mengenal kata Lombok dan mengetahui keindahan dan keunikan Mandalika, Lombok.

Screenshoot instagram.com

Kehebohan ini belum mencapai puncak karena kedatangan ke sirkut Motogp Pertamina Mandalika, Lombok baru sebatas tes jelang kompetisi balap motor terbesar di dunia. Bisa kembali dibayangkan bagaimana kehebohan dunia menyambut mereka saat adu kecepatan di Lombok. 

Top of Mind

Tulisan ini tentunya tidak akan membahas detail aksi hasil tes balap dari masing-masing tim. Namun mencoba melihatnya dari perspektif branding pariwisata Bali.

Keriuhan di dunia maya tentang Lombok, tentu berdampak signifikan terhadap pulau gadis cantik Mandalika Lombok.

Lombok. Kata ini sontak menjadi kata yang paling sering diucapkan orang-orang di Indonesia dan seluruh dunia. Yang tidak suka balap motogp pun akan menonton, mendengar, dan membaca kata Lombok berkali-kali. Lombok mereka serap melalui media sosial, seperti unggahan di instagram, youtube, facebook, dan tiktok.

Dalam waktu singkat kata Lombok menjadi kata yang jika diurutkan maka akan berada paling atas. Dalam waktu sekejap pula, kata Lombok menggeser Bali di otak manusia Indonesia dan dunia.

Jika ditanya saat ini, pulau apa yang ada kenal di Indonesia, mungkin saja para turis mancanegara dan nusantara akan menjawab pertama kali Lombok. Setelah itu barulah mereka mengucapkan kata Bali.

Screenshoot instagram.com

Dari sudut pandang branding, maka Lombok telah mendisrupsi Bali. Pulau kecil di timur Bali ini telah menggeser Bali dari urutan teratas yang ada di benak (otak) wisatawan. Lombok telah memuncaki Top of Mind-nya benak wisatawan. Bali setelahnya.

Top of mind itu adalah sebuah kata yang mewakili benda, merek, produk yang berada pada urutan teratas di benak manusia. Manusia setiap hari terpapar ribuan kata, merek, benda, logo, produk, tagline melalui, misalnya entah di jalan raya, televisi, baliho, minimarket, mall, pasar, bahkan telepon pintar. Namun dari ribuan dari satu kategori, otak manusia hanya mampu mengingat maksimal tujuh kata. Nah, tujuh urutan inilah yang disebut sebagai “top of mind”.

Sederhana saja, secaa umum, jika kita diminta menyebut merek mie yang ada di Indonesia, maka mie merek Indomie ada paling pertama kita ucapkan. Setelah itu barulah menyebutkan Sarimi, Mie Sedaap, Supermi. Mie-mie lainnya tidak bisa kita ingat dengan segera. Nah, Indomie inilah yang di sebit sebagai Top of Mind dalam kategori mie.

Begitu juga Lombok. Ia berada pada top of mind orang-orang seluruh dunia saat ini. Menggusur Bali. Jika kita sebutkan dalam kategori pulau di Indonesia.

Branding Bali Kadaluwarsa!

Judul tulisan ini memang saya buat provokatif. Tujuannya agar kita sadar bahwa jika tak berbuat sesuatu maka branding Bali sebagai pulai terindah di Indonesia (dunia) bakal lenyap. Digeser oleh Lombok. Lenyap dari benak (otak) wisatawan.

Bayangkan saja, baru singgah untuk tes motogp saja, aktivitas para pembalap telah mengangkat Lombok berada pada top of mind. Bagaimana jika gelaran seri kedua motogp bulan Maret 2022. Lombok bakal lebih dikenal lagi seantero dunia. Akan lebih dahsyat lagi gaungnya jika gelaran motogp di Mandalika Lombok terjadi kontroversi.

Jika diingat-ingat, pola dikenalnya Lombok dan Bali serupa tapi tak sama. Serupanya, Lombok dan Bali dikenalkan ke dunia oleh orang asing. Lombok dikenalkan oleh para pembalap top dunia semacam Marq Marquez.

Sementara Bali dahulu kala dikenalkan ke dunia oleh para peneliti, antropolog, dan pelukis mancanegara, semacam Walter Spies asal Jerman. Ia bersama I Wayan Limbak memperkenalkan Tari Kecak dari hasil komodifikasi Tari Sang Hyang pada tahun 1930-an.

Mereka lah yang berjasa besar memperkenalkan Bali sebagai pulau surga, pukau seribu pura, pulau para dewata.  Pulau kecil yang indah, unik, dan natural. Pulau yang budaya dna alam sangat memikat hati wisatawan mancanegar. Dunia pun tahu dan jutaan wisatawan asing berduyun-duyun berkunjung ke Bali. Bali kenalkan melalui buku, hasil riset, dan lukisan.

Itu dulu. Begitu dihantam pandemi Covid-19, Bali menjadi sepi. Sepanjang 2020, turis asing yang ke Bali hanya satu juta orang. Tahun 2021, nyaris nol wisatawan asing ke Bali. Tahun 2022, wisatawan asing yang ke Bali hanya sebanyak 12 orang dari Jepang.

Bedanya, Marc Marquez dkk memperkenalkan Lombok dengan cara dan melalui dunia digital. Unggahan di insta story tentang keindahan dan keunikan Lombok menjalar ke seluruh benak orang melalui telepon pintar. Lombok dikenal sebagai pulau yang indah, unik, dan natural.

Kembali ke topik Branding Bali jelang memasuki senja kala.

Sebelum 2020, Bali masih dikenal dunia. Bali ada di top of mind wisatawan asing. Bahkan aktor pemeran film Rambo memilih Bali sebagai destinasi utama saat ia disodorkan pilihan akan berkunjung ke pulau-pulau indah di dunia.

Itu saat branding Bali masih kuat. Bali pulau surga. Branding Bali yang dibuatkan oleh para pelukis dan peneliti Walter Spies dkk.

Hanya saja brand itu memiliki kadaluwarsanya. Brand sebuah produk akan memudar seiring berubahnya perilaku konsumen. Era disrupsi digital, pandemi, dan milenial mempercepat sebuah brand kadaluwarsa. Tengok saja brand-brand besar dunia bertumbangan di masa pandemi ini.

Branding Bali pun terancam akan mengalami hal hang sama. Branding Bali sebagai pulau surga berpotensi akan memudar. Jika ini terjadi maka Bali akan tertinggal jauh dari destinasi wisata dunia lainnya. Bahkan, bisa jadi, Bali bisa disalip oleh Lombok. Itu akan menjadi nyata jika branding Bali mengalami kadaluwarsa.

Kecemasan ini ada alasannya. Dua tahun masa pandemi, Bali tak banyak lagi menjadi topik hangat dunia. Tidak diperbincangkan para turis. Sementara Lombok digunjingkan dunia.  Persepsi Lombok sebagai pulau yang indah dan naturak akan tercipta melakui efek domino aktivitas para pembalap top dunia.

Jika kita, penduduk Bali tidak berbuat lebih untuk menjaga branding Bali (yang hasil warisan orang asing), memperkuat branding Bali, maka Bali akan tergusur dari top of mind wisatawan. Begitu hilang dari benak wisatawan maka akan sulit untuk mendapatkan momentum mengkatrol branding Bali kembali.

Bali yang telah terpuruk akibat ambruknya pariwisata sebagai pondasi ekonomi akan sangat sulit untuk dibangkitkan kembali.

Waspada!! [T]

Tags: LombokMotoGP Mandalikapariwisata baliPariwisata Lombok
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

HINDU & KEJAWEN BERHALA?

Next Post

Puisi Berbahasa Bali Di-Musikalisasi, Tantangan Baru yang Indah

Gede Suardana

Gede Suardana

Mantan wartawan, kini akademisi Undiknas Denpasar

Related Posts

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

Read moreDetails

Toa Lagi Toa Lagi

by Khairul A. El Maliky
February 23, 2026
0
Perang Yarmuk: Legitimasi dan Produksi Ingatan

PENDAHULUAN Saat bulan Ramadhan tiba setiap tahunnya, suasana keislaman menyelimuti hampir setiap sudut kehidupan di Indonesia. Dari Sabang hingga Merauke,...

Read moreDetails

Dialektika Dua Wajah ‘Baper’: Antara Syahwat Kuasa dan Luka Integritas —Dari RDP IDG Palguna (MKMK) dengan Komisi III DPR

by I Gede Joni Suhartawan
February 19, 2026
0
Dialektika Dua Wajah ‘Baper’: Antara Syahwat Kuasa dan Luka Integritas —Dari RDP IDG Palguna (MKMK) dengan Komisi III DPR

SIDANG RDP (Rapat Dengar Pendapat) antara MKMK (Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi) yang digawangi I Dewa Gede Palguna dengan Komisi III...

Read moreDetails

Tanah Terlantar dan Krisis Ekologis: Mencari Arah Kebijakan Pertanahan Berkeadilan dengan Berlakunya PP 48/2025

by I Made Pria Dharsana
February 9, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Tanah bukan sekadar objek hak atau sertifikat, tetapi ruang hidup bersama yang menentukan masa depan keadilan sosial dan keberlanjutan ekologis...

Read moreDetails

Degradasi Moral Elite Politik dalam Perspektif Etika Demokrasi

by I Made Pria Dharsana
January 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

ETIKA politik di Indonesia dewasa ini menghadapi tantangan serius yang bersifat multidimensional. Krisis kepercayaan publik terhadap institusi politik, menguatnya pragmatisme...

Read moreDetails

Matinya Demokrasi Lokal: Kala Pemilihan Kepala Daerah Ditarik Kembali  ke DPRD

by I Made Pria Dharsana
January 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

KETIKA hak memilih pemimpin daerah tidak lagi berada di tangan rakyat, di situlah demokrasi lokal mulai kehilangan maknanya. Wacana pengembalian...

Read moreDetails

Wacana Pilkada Lewat DPRD adalah Demokrasi yang Dipreteli atas Nama Konstitusi?

by Ruben Cornelius Siagian
January 16, 2026
0
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

WACANA pengembalian pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD kembali mengemuka, dengan dalih klasik, yaitu sah secara konstitusi, lebih efisien, dan...

Read moreDetails

Tanah dan Apartemen untuk Orang Asing di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
January 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

- kajian kritis atas berlakunya Omnibus Law PERKEMBANGAN globalisasi  adalah keniscayaan. Dengan kemajuan teknologi transportasi dan komunikasi menyebabkan mobilisasi orang...

Read moreDetails

Mengapa Publik Bergantung Pada Validasi

by Ikrom F.
January 8, 2026
0
Mengapa Publik Bergantung Pada Validasi

Shinta Athaya Gadiza menulis opini berjudul Budaya Viral dan Krisis Kedalaman, Ketika Validasi Publik Menggeser Nalar Kritis yang dimuat di...

Read moreDetails

Dampak Perkawinan Campur antara WNI dengan WNA terhadap Status Hak Milik atas Tanah

by I Made Pria Dharsana
January 7, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Dampak Perkawinan Campur antara WNI dengan WNAterhadap Status Hak Milik atas Tanah setelah berlakunyaKeputusan Mahkamah Konstitusi Nomor No. 69/PUU/XII/2015 dan...

Read moreDetails
Next Post
Puisi Berbahasa Bali Di-Musikalisasi, Tantangan Baru yang Indah

Puisi Berbahasa Bali Di-Musikalisasi, Tantangan Baru yang Indah

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co