26 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membaca Gajah Mada di Sekitar Hari Kemerdekaan | Rembug Sastra Sarasastra Yayasan Janahita Mandala Ubud

tatkala by tatkala
August 17, 2021
in Pertanian
Membaca Gajah Mada di Sekitar Hari Kemerdekaan | Rembug Sastra Sarasastra Yayasan Janahita Mandala Ubud

Prof Wirawan, Prof Suarka dan Sindhu Gitananda.

Dari sisi politik ketatanegaraan Gajah Mada berhasil menyatukan wilayah-wilayah di Nusantara, sedangkan dari sisi budaya polkitik keagamaan telah berhasil menanamkan keyakinan agama Hindu-Budha sebagaimana disebut Mpu Tantular yang menyebutkan bhineka tunggal ika, Siwa lan Budha.

Itu kata guru besar Universitas Udayana, Prof. Dr. A.A. Bagus Wirawan, S.U.,  saat bicara dalam acara Rembug Sastra Sarasastra yang diinisiasi Yayasan Janahita Mandala Ubud di Museum Puri Lukisan, Ubud, Gianyar, Bali, Sabtu sore, 14 Agustus 2021.

Tema rembug sastra itu “Amukti Palapa: Meneladani Kepemimpinan Gajah Mada dalam Laku Sejarah dan Sastra”. Tema itu diambil sekaligus sebagai perayaan bulan kemerdekaan pada Agustus 2021. Sebab, bagaiman pun mata rantai sejarah Nusantara tidak bisa dipisahkan dengan sosok Mahapatih Gajah Mada.

Selain menampilkan pembicara Prof Wirawan, diskusi itu juga menampilkan Prof. Dr. Drs. I Nyoman Suarka, M.Hum., yang juga guru besar di Unud. Diskusi yang dipandu akademisi Unhi Denpasar, W.A. Sindhu Gitananda.

Nilai-nilai Ideal Seorang Pemimpin

Prof Wirawan mengatakan Gajah Mada adalah tokoh sentral dalam sejarah Kerajaan Majapahit, utamanya di masa-masa keemasannya. Gajah Mada telah mewujudkan sumpahnya “Amukti Palapa” untuk menyatukan daerah-daerah di seluruh Nusantara dengan pusat kekuasaan di Wilwatikta Majapahit.

Wirawan menyebut bahwa dalam proses menjadikan Majapahit sebagai negara yang besar, dari sisi budaya politik ketatanageraan Gajah Mada telah menanamkan nilai-nilai ideal bagi seorang pemimpin ketika ia memerintah. Nilai-nilai itu tidak lain adalah Asta Brata, delapan nasihat yang dinyatakan Sri Rama dalam epos Ramayana yang menvcerminkan sifat-sifat dari delapan dewa.

“Gajah Mada telah membentuk hubungan politik ketatanegaraan pusat-daerah berbasis kebudyaaan, yakni seni, sastra dan agama. Harta kekayaan budaya Jawa Majapahit banyak diwariskan kepada Raja Adipati Dalem Ketut Ngulesir, utamanya warisan nilai-nilai Hinduisme yang menjadi keyakinan kerajaan di Bali,” katanya,

Ia menjelaskan, meskipun tidak sepenuhnya bercorak Bali, Hindu Budha adalah corak agama kerajaan Majapahit. Akan tetapi, saat ini telah dilestarikan dan diwariskan menjadi Hindu Bali (Siwa Budha Bhujangga) Gelgel.

“Penyatuannya dalam bentuk pemujaan yang menyatukan catur warga di Pura Dasar Bhwana. Ini seyogyanya dapat dicatat dalam sejarah Gelgel, tempat dibangunnya keraton Swecapura sebagai pusat kekuasaan dan ibukota kerajaan Hindu, sedangkan Pura Dasar Bhuwana sebagai pusat pemujaan kerajaan Hindu. Kerajaan Hindu Bali Gelgel adalah satu-satunya kerajaan bercorak Hindu pewaris Hindu Budha Jawa Majapahit di Nusantara ketika proses gelombang Islamisasi terjadi,” tambahnya.

Teguh Mengabdi pada Negara

Prof Suarka kemudian membicarakan Gajah Mada dari perspektif sastra, dengan berpijak pada Kakawin Gajah Mada.  Menurut dia, ketokohan Gajah Mada merupakan tokoh berkarakter bulat. Gajah Mada jaya secara lahiriah sebagai pencetus gagasan cemerlang yang dapat mengantarkan kejayaan Majapahit.

“Gajah Mada jaya dalam pemikiran berkat rasa bakti, kesetiaan, dan ketaatannya pada pengabdian serta jaya batin berkat pendalamannya terhadap wejangan guru serta ajaran agama sebagai persiapan mencapai moksa,” katanya.

Selain sebagai tokoh yang jaya, nilai-nilai lain yang juga dapat diteladani dari karakter Gajah Mada adalah sosoknya yang semangat akan janjinya, berbakti, mengabdi pada negara, berkeyakinan, patuh, teguh, dan setia. Karakter inilah yang melahirkan Gajah Mada sebagai pemimpin yang bijaksana, tegas, cerdas, teguh iman, berwibawa, dan pantang menyerah. Nilai-nilai ini, kata Suarka, penting diteladani generasi Indonesia saat ini, utamanya bagi para pemimpin.

“Kakawin Gajah Mada selesai ditulis pada tanggal 10 November 1958, pemilihan tanggal ini mungkin memiliki maksud tertentu. Kita ketahui bahwa 10 November ditetapkan sebagai Hari Pahlawan, sehingga ada kemungkinan Ida Cokorda Ngurah sebagai pengarang Kakawin Gajah Mada bermaksud memberikan penghargaan kepada tokoh Gajah Mada sebagai Pahlawan Nusantara melalui karya kakawinnya,” kata Suarka.

Dari sisi teksnya, ahli sastra Jawa Kuno ini mengatakan Kakawin Gajah Mada sebagai kakawin yang unik. Kakawin yang merupakan buah karya Ida Cokorda Ngurah ini menjadi satu-satunya kakawin yang ia temui memuja Brahma (Bhatara Datre) sebagai pusat orientasi pemujaan sang pengarang. Selama ini, para rakawi penggubah kakawin umunya akan memposisikan entitas Dewa Wisnu, Dewa Siwa, Dewa Budha, Dewa Smara, maupun Dewi Saraswati atau Wagiswari sebagai pusat orientasi pemujaan.

“Tampaknya alasan yang melatarbelakangi pujangga Kakawin Gajah Mada memuja kebesaran Dewa Brahma, dengan tujuan mendapat restu dan sekaligus terhindar dari segala kutukan Dewa Brahma, apalagi yang ingin dikisahkan adalah kisah putra Brahma, yakni Gajah Mada ini,” kata Prof Suarka. [T][*/JPD]

Tags: Gajah MadaRembug SastrasastraUbudYayasan Janahita Mandala Ubud
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dialektika Kebangsaan dan Asal Usul Nama Indonesia

Next Post

Penanganan Pandemi Covid-19: Pelajaran Dari Masa Lalu Untuk Buleleng dan Bali

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

by tatkala
August 3, 2025
0
Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

KABUPATEN Buleleng, Bali, menorehkan tonggak baru dalam ketahanan pangan dengan menyelenggarakan panen perdana varietas padi unggulan lokal, Semeton Buleleng, pada...

Read moreDetails

Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

by Redaksi Tatkala Denpasar
May 15, 2024
0
Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

DENPASAR | TATKALA.CO – Limbah tandusan (proses pembuatan minyak kelapa secara tradisional ternyata bisa difermentasi untuk makanan ternak. Inovasi itu...

Read moreDetails

Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

by Redaksi Tatkala Buleleng
April 3, 2024
0
Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

SORGUM tampaknya makin populer di Buleleng. Banyak petani yang mulai menanamnya, dan makanan berbahan sorgum sudah mulai dikenal. Di Desa...

Read moreDetails

Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

by Redaksi Tatkala Denpasar
February 6, 2024
0
Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

DENPASAR | TATKALA.CO --- Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana Prof. Dr. I Wayan Budiasa, S.P., M.P., IPU, ASEAN Eng....

Read moreDetails

Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

by Redaksi Tatkala Tabanan
January 24, 2024
0
Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

TABANAN | TATKALA.CO -- Untuk keempat kali Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM FP Unud) menyelenggarakan Agricamp di Desa Marga...

Read moreDetails

Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

by Redaksi Tatkala Buleleng
November 8, 2023
0
Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

KINI ada asuransi untuk petani. Jika panen gagal, petani bisa tenang. Teorinya sesederhana itu. Tapia pa itu asuransi pertanian? Program...

Read moreDetails

Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

by tatkala
October 16, 2023
0
Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

PEPAYA termasuk buah tropis yang memiliki kepentingan komersial karena nilai nutrisi dan pengobatannya yang tinggi. Biji dan kulit pepaya yang...

Read moreDetails

Wine dari Jeruk Siam Kintamani

by tatkala
October 13, 2023
0
Wine dari Jeruk Siam Kintamani

WINE bukan hanya dari buah anggur. Kini terdapat upaya pengembangan minuman wine yang diolah dari buah jeruk siam. Pengolahan jeruk...

Read moreDetails

Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

by tatkala
September 20, 2023
0
Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

BAGAIMANA bisa subak sampai kekeringan? Itu pertanyaan yang aneh. Tapi ada yang lebih aneh, sudah tahu subak mengalami kekeringan, tapi...

Read moreDetails

Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

by tatkala
September 5, 2023
0
Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

DI JEPANG tidak ada subak. Itu sudah jelas. Oleh karenanya, saat pengabdian masyarakat di Subak Jatiluwih, Tabanan, mahasiswa Universitas Meiji,...

Read moreDetails
Next Post
Penanganan Pandemi Covid-19: Pelajaran Dari Masa Lalu                                                           Untuk Buleleng dan Bali

Penanganan Pandemi Covid-19: Pelajaran Dari Masa Lalu Untuk Buleleng dan Bali

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono
Ulas Rupa

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

by Jaswanto
September 26, 2026
Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka
Ulas Musik

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran
Esai

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan
Esai

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12
Ulas Film

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998
Ulas Film

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar
Khas

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

by Jaswanto
September 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co