2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mari Mengenal Strategi Kesantunan dan Prinsip Kesantunan dalam Pragmatik

tatkala by tatkala
December 24, 2020
in Esai
Mari Mengenal Strategi Kesantunan dan Prinsip Kesantunan dalam Pragmatik

Siti Ummul Khoir Saifullah [penulis]

Penulis: Siti Ummul Khoir Saifullah

________

Bahasa yang menjadi alat komunikasi manusia sangat menarik untuk dipelajari. Ilmu untuk mempelajari bahasa dinamakan dengan linguistik. Dalam ilmu linguistik sendiri, terdapat banyak cabang ilmu lagi. Salah satunya adalah pragmatik. Secara umum, pragmatik adalah ilmu yang mempelajari makna berdasarkan konteks. (George Yule, 1996:3)

Tidak sampai situ, di dalam ilmu pragmatik juga ternyata mengkaji banyak hal. Salah satunya adalah adalah kesantunan bahasa. Nah, kesantunan bahasa inilah yang menjadi sorotan utama dalam tulisan ini.

Terdapat beberapa ahli yang mengemukakan pendapatnya perihal konsep kesantunan. Brown dan Levinso adalah salah satu ahli yang memperkenalkan konsep strategi kesantunan.

Strategi Kesantunan

Konsep strategi kesantunan diadaptasi oleh Brown dan Levinso dari konsep face yang diperkenalkan oleh Erving Goffman, seorang sosiolog. Menurut Goffman, face merupakan gambaran citra diri dalam atribut sosial yang telah disepakati. Face ini dapat diartikan sebagai kehormatan, harga diri (self-esteem), dan citra diri di depan umum (public self-image). Jadi, face di sini tidak diartikan sebagai wajah ya, tetapi harga diri.

Kita sebagai makhluk sosial ketika berinteraksi dengan orang lain memiliki potensi untuk menciderai atau merugikan harga diri orang lain. Hal tersebut disebut dengan face threatening acts (FTA) atau suatu tindakan yang menyerang harga diri.

Tindakan menyerang harga diri atau FTA ini memiliki hubungan dengan kesantunan bahasa. Kenapa? Karena apabila ketika kita akan menyerang harga diri seseorang, secara naluriah kita akan menyadari bahwa tindakan kita akan merugikan orang lain. Sehingga kita pun akan menyiapkan strategi kesantunan ketika bertutur dengan orang lain dengan mencari cara bagaimana agar tindakan kita tidak menyinggung lawan tutur.

Strategi yang kita cari terdapat tingkatannya. Brown dan Levinson mengkategorikannya ke dalam 5 tingkatan. Di antaranya adalah:Bald-on record strategy (tanpa strategi), strategi ini dilakukan oleh penutur dengan tidak melakukan usaha apapun untuk mengurangi akibat dari mengancam. Alias berbicara secara terang-terangan. Strategi ini biasanya dilakukan kepada orang yang sudah akrab. Contoh ujarannya adalah “woi, bangun!”

  •  Negative politeness strategy (strategi kesantunan negatif), strategi ini mengandung kesopanan yang kadarnya rendah. Misalnya ketika kita membangunkan teman satu kosan dengan tuturan, “Ven, bangung dong”. Sebutan Ven adalah bentuk dari kesantunan negatif.
  • Positives politeness strategy (Strategi Kesantunan Positif), strategi ini digunakan untuk menunjukkan keakraban dan biasanya digunakan kepada lawan tutur yang tidak dikenal atau kepada lawan tutur yang sudah kenal tetapi kebutuhannya besar. Misal, kita akan berbicara lebih sopan dengan teman kampus yang belum dikenal daripada kepada teman yang sudah kenal.
  • Off-record politeness strategy (strategi tidak langsung atau tersamar), strategi ini direalisasikan dengan cara sindirian atau tersamar. Misalnya, kita lupa tidak memabawa pen saat  akan mengikuti ujian tulis PNS, kemudian kita mau meminjam kepada bapak-bapak di sebelah kita. Kita tidak langsung berkata “Bapak pinjam pulpen”, tetapi berkata “Maaf Pak, punya pulpen lebih tidak?”.
  • Do not do FTA (tidak melakukan apapun), strategi ini strategi kesantunan tertinggi. Dalam strategi ini kita tidak melakukan apapun yang dapat mengganggu harga diri. Misalnya kita sedang diajak dosen liburan, tiba-tiba di jalan kita ingin kencing. Tetapi kita diam saja, tidak berani berbicara karena sangat sungkan untuk meminta berhenti di toilet umum.

Jadi, konsep strategi kesopanan yang ditawarkan oleh Brown dan Levinso ini dapat kita gunakan untuk pencegahan atau perbaikan dari kerusakan yang ditimbulkan dari tindakan yang menyerang harga diri.

Oke, sekarang mari kita lanjut ke prinsip kesantunan!

Prinsip Kesantunan (Politeness Principle)

Menurut Leech (dalam Joan Cutting, 2002), terdapat enam maksim dalam prinsip kesantunan Keenam prinsip tersebut adalah:

Maksim Kebijaksanaan (Tact), yakni prinsip yang mengacu pada pengurangan keuntungan diri sendiri dan pemaksimalan keuntungan bagi orang lain. Menurut Leech, jenis maksim ini adalah the most important kind of politeness in society atau jenis maksim kosopanan yang paling penting dalam masyarakat. (Joan Cutting, 2002: 419)

Contoh:

A: “Ayo habiskan salad buahnya! Di dalam masih banyak, kok.”

B: “Wah, segar sekali salad buahnya, Bu.”

Tuturan di atas menunjukkan bahwa apa yang dituturkan oleh A memaksimalkan keuntungan bagi B.

Kedermawanan (Generosity)

Maksim kedermawanan atau kemurahan hati adalah prinsip yang mengacu pada peminimalan manfaat untuk diri sendiri dan pemaksimalan pengorbanan diri sendiri. (Joan Cutting, 2002: 49)

Contoh:

Ibu A: “Waduh, minyang goreng saya habis.”

Ibu B: “Pakai minyak goreng saya saja, Bu. Saya ambilkan ke dapur dulu.”

Tuturan di atas menunjukkan bahwa apa yang dituturkan Ibu B meminimalkan manfaat untuk diri sendiri dan memaksimalkan pengorbanan diri sendiri, yakni dengan mau menawarkan dan mengambilkan minyak goreng.

Maksim Penerimaan (Approbation), yakni prinsip yang mengacu pada peminimalan meremehkan orang lain dan pemaksimalan pujian pada orang lain. (Joan Cutting, 2002:49) Contoh, tuturan “wah, roti kamu enak, ya” akan dihargai daripada tuturan, “roti kamu tidak enak!”.

Kesopanan (Modesty), yakni prinsip yang mengacu pada pengurangi pujian pada diri sendiri dan penambahan cacian pada diri sendiri. (Joan Cutting, 2002:49)

Contoh:

X: “Nanti kamu nyanyi di acara pernikahan ya.”

Y: “oke, tapi suaraku nggak enak.”

Dari maksim di atas dapat kita ketahui bahwa Y melakukan pengurangan pujian pada diri sendiri dan penambahan cacian pada diri sendiri dengan menyebut suaranya tidak enak.

Persetujuan (Agreement), yakni prinsip yang mengacu pada pengurangan ketidaksesuaian dengan orang lain dan peningkatan persetujuan dengan orang lain. (Joan Cutting, 2002:50)

Contoh:

X: “Wah, rasanya hari berjalan sangat cepat.”

Y: “Ya, memang!”

Dari maksim di atas dapat kita ketahui bahwa pernyataan Y adalah menerapkan prinsip persetujuan, yakni dengan menyetujui apa yang dituturkan X.

Maksim simpati (shympathy), yakni prinsip yang  mengacu pada peminimalan rasa antipati dan pemaksimalan rasa simpata pada orang lain. (Joan Cutting, 2002:50)

Contoh:

A: “Bulan depan bukuku akan terbit.”

B: “Wah, selamat! Kamu hebat!”

Dari tuturan di atas dapat kita ketahui bahwa apa yang dituturkan B menerapkan prinsip simpati, yakni dengan mengucapkan selamat atas keberhasilan A.

Nah, jadi gitu ya gais penjelasan dari strategi dan prinsip kesantunan. Pengetahuan ini sangat penting untuk diketahui siapapun mengingat kita adalah makhluk sosial yang setiap hari melakukan interaksi kepada orang lain. [T]

Daftar Pustaka   

  • Cutting, Joan. Pragmatics and Discourse. London: Routledge. 2002.
  • Syahrin, Elvi. “Strategi Kesantunan Sebagai Kompetensi Pragmatik dalam Tindak Tutur Direktif Bahasa Prancis”. Universitas Negeri Medan. 2008.
  • Yule, George. Pragmatics. Oxford: Oxford University Press. 1996.

Siti Ummul Khoir Saifullah, Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia semester V UIN Jakarta

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Youtube Artist” Vs “Artist Youtube”

Next Post

Inilah Ruang Temu yang Tak Kaku, Bahkan Terlalu Cair || Ulasan Malam Olah Sastra Siar Siur Kalangan

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Inilah Ruang Temu yang Tak Kaku, Bahkan Terlalu Cair || Ulasan Malam Olah Sastra Siar Siur Kalangan

Inilah Ruang Temu yang Tak Kaku, Bahkan Terlalu Cair || Ulasan Malam Olah Sastra Siar Siur Kalangan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co