23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Penggemar Lawar dan Peternak Kecil, Sama-sama Menunggu Kabar Baik

Agus Wiratama by Agus Wiratama
May 14, 2020
in Esai
Penggemar Lawar dan Peternak Kecil, Sama-sama Menunggu Kabar Baik

Ilustrasi tatkala.co || Nana Partha

Rata-rata teman saya yang merupakan penggemar (pemburu) lawar babi kini melenguh seperti babi kehabisan napas ketika disembelih. Mereka diam di rumah dan berkebun atau beternak. Ada yang mulai menanam sayuran, beternak bebek, ikan, atau lebih fokus merawat ayam yang sebelumnya ditinggal merantau. Pemburu lawar babi yang memelihara ayam adalah kaum paling apes.

Awal wabah Covid-19 diumumkan dan kampus diliburkan, seorang teman sebut saja Made Grudug dengan gagahnya bercerita, “kata bapaku, banyak tetangga yang menjual babi dengan harga murah hingga Rp. 13.000 per kilogram di kampung. Ini kesempatanku belajar ngelawar” dia tak khawatir dengan entah virus apa yang telah membunuh banyak babi di Bali. Mungkin Made Grudug dapat dianggap sebagai penggemar buta lawar babi. Yang dia tahu, komoh dan lawar plek yang membuat air liurnya meleleh.

Dia lupa, meskipun virus tidak mampu mengalahkan lelehan air liurnya, tapi jumlah babi yang jelas pasti berkurang drastis itu akan membuat lelehan lain, mungkin air matanya sebab, tesiar kabar bahwa babi buru-buru dipotong pemiliknya. Sementara, jika desanya diawasi ketat oleh aparat desa. Mau cari daging babi ke mana? Ke luar rumah segan, diam di rumah gelisah.

Memang betul, setelah beberapa hari di rumah, ponsel saya tak habis pemberitahuan dari Made Grudug. Sudah pasti yang dikirim adalah gambar lawar adonannya sendiri. Lengkap dengan komoh berminyak dan beberapa butir biji cabai yang sengaja diperlihatkan dengan keterangan, “pokokne mantap!”

Di rantauan Made Grudug adalah orang yang paling gelisah dan selalu ingin pulang. Dia tak punya pacar yang menunggu di kampung, orang tuanya juga tidak menuntutnya untuk pulang setiap minggu. Alasannya sederhana, tak bisa menyantap lawar yang diinginkan di kota rantauan, dan itulah motivasi yang selalu mendorongnya pulang. Beberapa kali dia mengajak saya termasuk teman-teman yang lain untuk membuat lawar di kos, tapi sadar rumitnya pekerjaan itu, teman-teman yang lain selalu menolak ajakannya.

Beberapa pedagang lawar bahkan hingga akarab dengan dia. Biasanya, ketika di kampung Made Grudug sangat sering ke Sukawati meski jaraknya tak cukup dekat. Padahal, dari jauh-jauh hari dia pernah berkata pada saya bahwa kelak dia akan belajar membuat lawar sendiri. Tapi, penjual lawar yang ada di mana-mana mengurungkan niatnya. Bila ada warung lawar baru, dia akan ke sana dengan alasan mencoba “daki lima dagang yang berbeda”. Teman saya satu ini memang gila lawar babi, seseolah seminggu tanpa lawar akan membuatnya susah bernapas.

Lain Made Grudug, lain pula dengan bibi saya. Peternak kecil seperti bibi saya terlihat lesu setelah tahu dua babinya sakit. Dia menghubungi dokter hewan yang biasa mengobati ketika ternaknya sakit. Sayang sekali, dokter hewan itu menolak dengan alasan yang sangat mulia, kurang lebih ia berkata, “saya kasihan sama Mbok, sudah bayar dan nanti akan segera mati pula” benar saja, beberapa hari setelah itu satu ekor babi mati. Selang dua hari, yang lain menyusul. Sesungguhnya dia berencana menjual kedua babi itu, tapi dia urungkan karena khawatir bila babinya dijual dalam keadaan sakit akan berdampak tidak baik pada pembeli.

Di tengah Pandemi Covid-19 yang sudah membuat bibi saya lesu karena anaknya yang dirumahkan, kini ditimpa kelesuan lain karena babi yang seharusnya menjadi tabungan itu mati kedua-duanya.

Banyak babi yang buru-buru disembelih agar tidak mati meski harga hanya mencapai Rp. 13.000 per kilogram. ketimbang membayar ongkos gali lubang yang mencapai Rp. 200.000 hingga Rp. 300.000 ribu per lubang menjual adalah pilihan yang membantu. Harga bibit babi pun merosot seperti air terjun. Harga yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Bagi sebagian orang yang tidak peduli dengan wabah babi, peristiwa ini mungkin kesempatan emas untuk bikin guling dengan harga murah.

“Sudah jatuh ditimpa tangga,” kata pepatah. Meski bukan hal yang sangat membantu keuangan keluarga, bibi saya juga memelihara ayam kampung sejak lama. Jumlahnya memang tak banyak, hanya sekitar 10-15 ekor ayam kampung yang dilepas di halaman belakang rumah. Sedikit tidak ternak ini cukup membantu. Bila Odalan tiba, dia jarang membeli ayam potong. Dia relakan satu dua ayamnya dipanggang. “Memang terkesan kecil, tapi ayam ini memotong cukup banyak uang yang harus dekeluarkan” kata bibi saya. Sesekali, kalau ayamnya masih kecil-kecil baru dia membeli ayam potong. Dan itu sangat jarang menjadi pilihannya.

Tiba-tiba, setelah babinya mati, ayamnya mendapat nasib yang tak jauh berbeda dengan babi malang itu. Satu di antaranya sedang mengeram, beberapa masih sangat kecil. Kini semua itu telah mati. Satu per satu hingga tak tersisa seekor anak ayam pun.

Sesungguhnya, Made Grudug pun memiliki nasib yang sama. Dia seorang penggemar ayam jago. Beberapa ia kandangkan, beberapa dibiarkan berkeliaran di halaman belakang. Satu per satu ayamnya juga mati. Mulai dari yang bebas berkeliaran hingga menular pada yang dikandangkan. “Babi telah habis, ayam sudah mati,” katanya setalah saya tanya kabar lewat whatsapp.

Mungkin Made Grudug dan bibi saya hanya dua dari banyak orang yang mengalami kemalangan itu. Sudah jatuh tertimpa tangga. Apalagi mereka adalah orang yang cukup taat. Mereka jarang keluar rumah. Di desa pecalang berpatroli dalam beberapa waktu membuat tidak enak keluar rumah. Sekarang mereka berdua sedang menunggu kabar baik. Tidak hanya pelonggaran PSBB tapi kabar bahwa virus bisa diatasi baik pada manusia maupun pada ternak. [T]

Tags: babi balicovid 19kulinerkuliner khas balilawar
Share33TweetSendShareSend
Previous Post

Minoritas dalam Pandemi

Next Post

Apakah Industri E-commerce Punya Peluang Bagi Pekerja Seni?

Agus Wiratama

Agus Wiratama

Agus Wiratama adalah penulis, aktor, produser teater dan pertunjukan kelahiran 1995 yang aktif di Mulawali Performance Forum. Ia menjadi manajer program di Mulawali Institute, sebuah lembaga kajian, manajemen, dan produksi seni pertunjukan berbasis di Bali.

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Apakah Industri E-commerce Punya Peluang Bagi Pekerja Seni?

Apakah Industri E-commerce Punya Peluang Bagi Pekerja Seni?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co