6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengingat Pesan Nenek di Tengah Wabah Corona

Agus Wiratama by Agus Wiratama
April 24, 2020
in Esai
Mengingat Pesan Nenek di Tengah Wabah Corona

Ilustrasi tatkala.co | Nana Partha

Suara sepeda motor yang agak kencang terdengar nyaring ketika beberapa anak sibuk bermain di depan sebuah kamar. Salah seorang anak tiba-tiba berteriak, “Bapak datang!”

Ia bergegas mangambil sandal yang tak jauh darinya. Belum jauh melangkah, anak itu langsung ditangkap oleh seorang wanita yang kebetulan melihatnya, “Gak boleh nyamperin orang baru datang!” tegur perempuan itu.

Anak itu pun terisak dan langsung menangis. Bagaimana tidak menangis, baru kali ini ia dilarang menyapa ayahnya yang baru sampai rumah.

Peristiwa tersebut mengingatkan saya dengan pesan-pesan lama nenek. Dulu, semasih nenek ada, saya selalu dilarang menghampiri siapa pun yang baru datang dari bekerja atau bepergian, jangankan tamu, ibu yang kala itu selalu membawakan oleh-oleh pun tak boleh langsung dihampiri. Tetapi, ponakan-ponakan saya tidak merasakan larangan itu, sebab nenek telah tak ada.

Mereka terbiasa dengan oleh-oleh yang disambar ketika orang tuanya datang. Memeluk manja bapak atau ibunya yang ditunggu dari pagi. Suasana ini memang sangat sejuk dilihat, tetapi inilah yang tidak dibenarkan nenek saya.

Selain menghampiri orang yang datang dari bepergian jauh atau dari tempat bekerja, ada satu hal yang sangat tabu dilakukan, yaitu menyentuh orang yang datang dari kuburan. Hal ini benar-benar tak boleh dilanggar. Bila itu saya lakukan, hukuman akan segera menimpa saya.

Setiap orang yang datang dari kuburan tidak boleh disentuh, jarak harus dijaga sebelum ia menuju dapur untuk melukat dari air yang dilempar ke atas genting untuk kemudian ditadah. Hal itu belum cukup, sebab orang-orang yang belum mandi dan keramas, masih dianggap belum bersih. Jadi, masih ada satu ritual sebelum boleh disentuh. Sebelum adanya wabah Corona saya memandang semua ini adalah peristiwa gaib. Sangat mistis.

Pikir saya, “Jangan-jangan orang yang datang dari perjalanan jauh diikuti oleh makhluk gaib, apalagi dari kuburan yang jelas-jelas merupakan rumah bagi orang meninggal, pasti roh yang entah baik atau jahat banyak di sana. Kalau yang jahat ikut pulang bagaimana?” Begitu pikir saya ketika mendengar larangan seperti itu. Semakin dewasa, saya belum juga berpikir logis, hanya beranggapan, “nak gae-gaene gen, to!”

Sesampainya di rumah sepupu saya yang dikejar oleh anaknya ketika datang dari tempat kerja itu langsung melakukan beberapa ritual yang lebih modern. Pertama, dia melepas hampir semua barang yang digunakan, lalu menyemprot barang-barangnya dengan disinfektan, beberapa pakaiannya yang lain langsung direndam untuk dicuci, kemudian mandi, keramas, besok setelah itu baru mulai menyapa anaknya. Barangkali ini terdengar sedikit berlebihan, tapi saya setuju dengan sikapnya di tengah situasi seperti saat ini.

Sekarang, saya boleh malu terhadap diri sendiri, sebab dulu saya menganggap remeh persoalan ini. Hal seperti ini didukung oleh teman sepergaulan, bahkan kadang orang yang lebih tua berani berkata, “sing ada keto!”

Dan itu membuat saya semakin yakin, bahwa apa yang disampaikan oleh nenek hanya sebuah mitos! Mitos…! Sekarang, pesan lawas itu dibungkus dengan istilah kekinian dan beseliweran di media sosial. Alhasil, saya mengikutinya! Bukankah ini memalukan?

Ketika saya masih gemar nongkrong. Anak muda seumuran saya ketika itu pasti memilih tempat yang dilewati banyak orang. Bagi pemuda kampung, tempat yang paling strategis untuk nongkrong adalah tempat yang barangkali tidak terpikir oleh anak-anak zaman sekarang yaitu, pinggir pertigaan atau perempatan!

Tak ada yang ditunggu di sana, hanya duduk untuk ngobrol, menyiuli gadis lewat, hingga manggang-manggang. Kalau pulang, saya akan mengendap-endap berharap nenek tidak tahu. Alhasil, cara ini tidak pernah gagal, sebab setiap saya pulang nenek sudah tidur, esok harinya kalau ditanya tinggal katakan, “kemarin main ke rumah si Anu” semua beres!

Dulu omongan nenek yang semacam ini hanya omong kosong yang tidak saya pedulikan. Barangkali, dari dunianya, kini ia tertawa cekikikan sambil nyengir, “tuh kan, dilakuin juga sekarang!”

Hal-hal semacam itu perlahan bisa saya cerna akibat pandemi Covid-19. Larangan nongkrong di pertigaan atau perempatan saya pahami secara sederhana saja. Pertigaan atau perempatan menjadi tempat yang seolah angker barangkali karena memberi peluang besar terjadinya pertemuan, terlebih tiupan angin dari banyak arah yang mungkin membawa penyakit. Hal ini tentu saja tidak baik.

Saya membayangkan, bila sekarang saya nongkrong di pinggir perempatan atau pertigaan. Teman yang tak sengaja lewat mungkin akan berhenti untuk basa-basi tanpa kita tahu, dia sehat atau tidak, dan entah penyakit apa yang dibawa. Atau bisa saja di jalan kampung yang sempit, seorang pengendara yang lewat bersin kemudian angin meniupkan ke arah kita, maka hal tidak mengenakkan bisa saja terjadi. Untuk saat ini, pesan nenek saya coba ingat-ingat kembali.

Begitu pula dengan kasus datang dari kuburan tadi. Setelah melihat berita bahwa pasien Covid-19 yang meninggal harus ditangani secara ahli plus pakaian khusus, saya mencoba menghubungkannya dengan pesan nenek. Barangkali, orang meninggal dengan penyakit pun dari dulu dipercayai masih berkemungkinan menularkan penyakit sehingga sepulang dari sana harus bersih terlebih dahulu.

Sekarang, keponakan saya mulai terbiasa dengan situasi semacam ini. Ia mulai sibuk dengan hal yang sedang dikerjakan ketika ayahnya datang meski saya yakin, perhatiannya jauh dari mainan, melainkan tas kecil yang selalu dijinjing ayahnya dengan kejutan yang dibawa setiap pulang. [T]

Tags: covid 19filsafat balirenunganvirusvirus corona
Share106TweetSendShareSend
Previous Post

Peran Nyata LPD Hadapi Covid-19

Next Post

Gadis China yang Menawan

Agus Wiratama

Agus Wiratama

Agus Wiratama adalah penulis, aktor, produser teater dan pertunjukan kelahiran 1995 yang aktif di Mulawali Performance Forum. Ia menjadi manajer program di Mulawali Institute, sebuah lembaga kajian, manajemen, dan produksi seni pertunjukan berbasis di Bali.

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Kerja di Kapal Pesiar, “Macolek Pamor” Dianggap Kaya

Gadis China yang Menawan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co