6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Permainan Berbahaya Itu, Bernama Seks

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
January 13, 2020
in Esai
Saat Raga Sakit, Biarkan Pikiran Tetap Sehat –Cerita Tentang Pasien Cuci Darah

“Pengalaman tidak salah. Hanya penilaian anda yang salah dengan mengharapkan darinya apa yang tidak ada dalam kuasanya”. (Leonardo da Vinci)

Sebuah adagium terkenal berbunyi, “Dalam kehidupan ini, ada tiga godaan terbesar bagi laki-laki, yaitu harta, tahta dan wanita”. Meski sebuah pepatah umumnya lahir dari pengalaman panjang kehidupan manusia di bumi, namun ia pun tak pernah bebas dari sifat kenisbian. Dalam pekan terakhir ini, seorang laki-laki WNI diseret ke ruang dingin penjara di kota Manchester, Inggris, gara-gara sejumlah pria, bukan wanita.

Sebagian besar pembaca pastilah telah ikut menyimak kasus menggeparkan yang disebut-sebut sebagai skandal seks terbesar sepanjang sejarah dunia, atau setidaknya dalam catatan kejahatan seks dalam sejarah kriminal Inggris. Dari jumlah korban dan periode waktu terpidana melakukan aksi kejahatan seksnya, skandal ini layak disegani oleh pemerhati dan para ahli di bidang kriminologi. Berbagai sumber menyebutkan tak kurang dari 130 laki-laki telah menjadi korban perkosaan berantainya, dalam kurun waktu sepuluh tahun yang tersembunyi tak diketahui. Kenapa mesti wanita dalam adagium namun pria pada faktanya?

Kita seharusnya perlu merasa bersalah kepada kaum hawa, karena seenaknya menempatkan mereka sebagai aib perusak kehidupan lelaki bersanding dengan ambisi uang dan kekuasaan. Namun, demikianlah produk dari sebuah kultur paternalistik yang cenderung arogan dan mau menang sendiri, melahirkan sikap diskriminatif yang sedemikian vulgar. Atau mungkin saja hanya untuk merangkai frase yang lebih dramatis dan emosional, dengan menempatkan sosok wanita yang di satu saat dipersalahkan sebagai pelacur dan penggoda iman, namun di saat lain dipuja layaknya seorang dewi dan ibu yang bergelimang kasih, entahlah! Maka sesekali akan ada kisah seperti ini untuk mengajari kita agar lebih bijak sejak dalam pikiran. Bukanlah wanita sebetulnya sumber petaka itu, namun dorongan seksual yang liar dan ugal-ugalan. Salahkan seorang homoseksual?

Dalam pelajaran-pelajaran ilmu kesehatan jiwa (psikiatri), homoseksualitas (gay atau lesbi) tak digolongkan sebagai kelainan kejiwaan, melainkan hanya disebut sebagai orientasi seksual. Mereka hidup normal dalam interaksi sosial dalam masyarakat seperti halnya kelompok heteroseksual dan berbeda hanya pada orientasi seksualnya. Mereka pun bisa memiliki kelebihan dan prestasinya melampaui kaum heteroseksual yang umumnya kita anggap “normal”. Kita kan sudah tahu bersama, penyanyi terhebat sepanjang masa Elton John, lelaki berkebangsaan Inggris ini pun seorang gay yang secara terbuka di tahun 2005 mengumumkan pernikahannya dengan belahan jiwanya, pria bernama David Furnish.

Beberapa artis top dunia juga mengakui dirinya gay seperti vokalis band legendaris Queen, mendiang Freedy Mercury, juga penyanyi latin ganteng Ricky Martin dan masih banyak lagi. Pengakuan sebagai homoseksual di kalangan atlet pun telah menimbulkan sensasi masyarakat dunia. Yang cukup menonjol adalah perenang laki-laki peraih lima emas Olimpiade asal Australia yang dijuluki “torpedo” yaitu Ian Thorpe. Dan jangan lupa, manusia paling jenius sepanjang sejarah, Leonardo da Vinci pun disebut-sebut adalah seorang gay. Meski banyak pula kalangan yang menentang anggapan ini, namun orang-orang yang percaya akan hal ini memang memiliki alasan yang cukup kuat. Begitupun, pemuda modis Reynhard Sinaga, WNI yang menjadi pemicu tulisan ini adalah seorang akademisi cerdas yang seharusnya tak lama lagi meraih gelar doktornya.

Mengapa kisah-kisah di atas menjadi sensasional? Pastilah karena satu alasan sederhana, yaitu karena persepsi kita soal normal selalu berdasarkan atas kecenderungan umum. Sering kali kita sulit menerima sesuatu yang beda, mungkin ini memang bakat primordialisme yang telah terbawa secara genetik. Meski dari sudut pandang sains, homoseksualitas bukanlah satu kelainan atau penyakit, namun faktanya, dalam cara pandang tradisional (beberapa agama) hal ini dipandang sebagai dosa, aib yang tak boleh diberikan ruang. Jelas ini sebuah ketidakadilan yang dapat berdampak pada tindakan intimidatif dalam bentuk persekusi terhadap mereka.

Fenomena ini mirip dengan stigma “manak salah” pada kasus kembar bunching di satu tempat di Buleleng yang berimbas pada perlakuan kurang etis/manusiawi terhadap ibu dan kedua bayinya. Seharusnya dalam beragama pun kita masih bisa memakai akal sehat, bukankah kelahiran bayi kembar bunching atau takdir seorang homoseksual pun merupakan kehendak Tuhan? Ini perlu dipahami, sebab homoseksualitas dominan karena bawaan bukan akibat dampak lingkungan. Maka dalam hal ini, cukup relevan ucapan sang jenius Leonardo da Vinci, “Pengalaman tidak salah. Hanya penilaian anda yang salah dengan mengharapkan darinya apa yang tidak ada dalam kuasanya”. Ia yang hampir sempurna karena otak kanan dan kirinya yang begitu seimbang, ia menghasilkan karya-karya lukisan paling fenomenal sepanjang masa dan menciptakan dasar-dasar teknologi mekanika yang hebat, tak pernah berambisi pada kesempurnaan dunia.

Seks telah menjadi daya tarik bukan saja karena skandal-skandal yang telah dibuatnya, juga bagi seseorang yang bernama Sigmund Freud. Berkat kecermatannya menelisik fenomena seks, ia menghasilkan sebuah karya monumental yang terkenal, Psikoanalisis Freud. Ia menemukan peran penting dari ketidaksadaran beserta insting-insting seks dan agresi yang ada di dalamnya dalam pengaturan tingkah laku manusia. Freud menyebutkan, libido atau dorongan seks merupakan energi ketidaksadaran psikologi, maka ia dapat bertentangan dengan prilaku yang beradab. (Baca “Moral Kita Dalam Mentimun”). Ia pun menemukan, kepribadian seseorang, baik dalam hal seksualitas maupun dalam kehidupan sosial lain ditentukan pula oleh kepuasan pada fase-fase perkembangan masa kecilnya yang berkaitan dengan organ genitoanal (seks dan anal).

Kehebohan kasus “predator seks’ yang dipidanakan kepada Reynhard Sinaga, telah menciptakan terpaan angin kencang buat mereka yang hidup sebagai gay. Entah dalam gunjingan yang vulgar maupun tersembunyi. Sepenuhnya kejadian ini harus dilihat sebagai sebuah kejahatan karena libido yang tak terkelola dengan baik, yang selalu berulang dan bukan sama sekali karena seseorang telah ditakdirkan sebagai homoseks. [T]

Tags: Seksualitassex
Share101TweetSendShareSend
Previous Post

Susah Senang Pengalaman Pertama dengan Orang-Orang Baru #Catatan Lomba Musikalisasi Puisi di Undiksha

Next Post

Lomba Musikalisasi Puisi Dies Natalis Undiksha: FBS dan FE Baik, FHIS Mengejutkan

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Lomba Musikalisasi Puisi Dies Natalis Undiksha: FBS dan FE Baik, FHIS Mengejutkan

Lomba Musikalisasi Puisi Dies Natalis Undiksha: FBS dan FE Baik, FHIS Mengejutkan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co