4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sanggupkah Pemuda Menjadi Tonggak Kemajuan Bangsa?

Ni Luh Putu Sukreni by Ni Luh Putu Sukreni
November 2, 2019
in Esai
Sanggupkah Pemuda Menjadi Tonggak Kemajuan Bangsa?

Penulis Ni Luh Putu Sukreni

Sumpah  pemuda bukanlah hanya selebrasi yang setiap tahun sekali selalu dilakukan. Pula pemahaman sumpah pemuda bukanlah hanya tiga butir  yang menyatakan bahwa kita adalah satu. Namun pengaplikasian dalam kehidupan sehari-hari lah lebih penting dalam memaknai sumpah pemuda tersebut.

Kebangkitan nasional di era 1900-an melalui pembentukan organisasi Boedi Oetomo dipelopori oleh sosok pemuda yang nasionalis bernama Dr. Sotomo. Melihat lebih dekat dengan sejarah, di era tahun 1928 muncullah perjuangan para sosok pemuda seluruh Indonesia dalam menyatukan bangsa Indonesia melalui gerakan Sumpah Pemuda.

Dilanjutkan dengan tahun 1945, para pemuda sangat percaya diri dalam mendesak kaum tua untuk memerdekakan bangsa ini. Setelah itu muncullah keberanian para pemuda dalam mendobrak rezim orde baru yang menghalangi para pemuda untuk mengutarakan aspirasinya terhadap pemerintah.

Kronologi sejarah tersebut menunjukkan bahwa pemuda memiliki peranan yang sangat penting bagi perjuangan bangsa Indonesia. Dari awal sebelum kemerdekaan pemuda membuktikan bahwa mereka pantas menjadi tonggak perjuangan bangsa ini.

Jika dilihat dari realita sosial saat ini, mampukah pemuda menjadi acuan dalam kebangkitan bangsa ini? Persaingan global yang yang semakin panas seiring dengan berkembangnya teknologi yang membuat kita semakin tertinggal. Ditambah pula dengan maraknya siaran televisi yang kurang mendidik pemuda-pemudi Indonesia hingga mereka terkena pengaruh negatif akan siaran visual yang disuguhkan oleh media.

Krisis karakter menjadi permasalahan yang krusial saat ini di Indonesia, mulai dari degradasi moral, narkoba, hingga korupsi. Sering sekali pemberitaan mengenai narkoba dan degradasi moral muncul di pemberitaan media akhir-akhir ini. Hal ini membuat bangsa ini jalan di tempat tertinggal oleh bangsa-bangsa lainnya yang justru sibuk mengembangkan ilmu pengetahuannya.

Perbaikan bangsa ini harus segera dilakukan guna menjamin keberadaan Nusantara ini. Lalu siapakah yang pantas mempeloporinya? Jawabannya tak lain dan tak bukan adalah sosok pemuda. Dalam sejarah bangsa Indonesia, pemuda memiliki peranan yang sangat strategis dalam setiap peristiwa yang terjadi.

Seperti yang kita ketahui perjuangan pemuda saat ini memanglah bukan dengan mengangkat bambu  runcing dalam mengusir penjajah. Namun perjuangan pemuda saat ini lebih kompleks karena menyangkut teknologi. Apabila kita tertinggal, maka perlahan-lahan bangsa ini akan terdegradasi oleh arus zaman.

Selain itu kecintaan pemuda akan bangsa ini mulai menurun. Hal ini bisa dilihat dengan kecintaan pemuda terhadap budayanya sendiri. Sebesar 60 persen dari konsumen Indonesia memilih untuk membeli produk impor ketimbang membeli produk lokal. Selain itu banyak pemuda yang enggan mempelajari budayanya sendiri yang mereka sendiri menganggapnya sebagai tradisi yang ketinggalan zaman. Mereka lebih tertarik dengan budaya asing yang sejatinya bukan budaya mereka sendiri.

Di momen ke-91 sumpah pemuda ini merupakan sebuah momentum yang sangat tepat bagi pemuda dalam membangkitkan semangat untuk membangun negeri ini. Pemuda-pemudi Indonesia harus bisa merefleksikan bagaimana semangat juang para pemuda yang terdahulu dalam menyuarakan semangat kemerdekaannya. Meskipun Indonesia sudah merdeka, semangat untuk merdeka itu tidak boleh luntur oleh pemuda Indonesia sekarang dalam mengangkat martabat bangsa Indonesia di kancah internasional. 

Bersatu dalam tumpah darah yang sama, bangsa yang sama, dan bahasa yang sama merupakan tekad pemuda dalam menyatukan bangsa Indonesia dalam ikrarnya Sumpah Pemuda. Akhir-akhir ini generasi pemuda Indonesia sering sekali terpecah belah oleh berita bohong yang dengan sangat mudah berkeliaran di media massa. Oleh karena itulah diperlukannya pemahaman yang kuat akan makna sumpah pemuda sehingga pemuda-pemudi di Indonesia tidak mudah terpecah belah karena mereka sadar kalau mereka adalah satu, bangsa Indonesia.         

            Kita harus sepakat bahwa pemuda Indonesia merupakan pemuda yang mampu menghasilkan sebuah karya. Selain itu larut dalam pengaruh yang negatif yang mampu menurunkan moral bangsa bukanlah jati diri seorang pemuda Indonesia. Sehingga  bangsa ini tidak goyah melalui rentangan tangan pemuda yang bersatu seperti seikat sapu yang bersatu dalam membersihan kotoran di negeri ini.

Harapan bangsa Indonesia adalah pemuda. Tangan-tangan emas merekalah yang akan mampu menahkodai kemajuan bangsa ini. Oleh karenanya momentum sumpah pemuda ini tak boleh hanya menjadi selebrasi setahun sekali. Apabila redup momentumnya, semangat pemuda pun senantiasa meredup pula. menjadi titik acuan para pemuda dalam membangkitkan semangat negeri ini yang telah lama. [T]

Tags: pemudasumpah pemuda
Share35TweetSendShareSend
Previous Post

Yudane Ajak Penonton Berpikir Sains dalam Gamelan Kontemporer rOrAs Ensemble

Next Post

Pariwisata Nusa Penida, Menggeser Perspektif Ternak Kaki Empat Menjadi Roda Empat

Ni Luh Putu Sukreni

Ni Luh Putu Sukreni

Mahasiswa. Lahir di Bontihing, Buleleng, 14 April 2000

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Pariwisata Nusa Penida,  Menggeser Perspektif Ternak Kaki Empat Menjadi Roda Empat

Pariwisata Nusa Penida, Menggeser Perspektif Ternak Kaki Empat Menjadi Roda Empat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co