14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pembukaan Art Bali 2019: Bali Menjadi Tempat Strategis untuk Perkembangan Seni Kontemporer…

tatkala by tatkala
October 13, 2019
in Lingkungan
Pembukaan Art Bali 2019: Bali Menjadi Tempat Strategis untuk Perkembangan Seni Kontemporer…

Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf meresmikan ART • BALI 2019 (Foto: FB/Kadek Purnami)

Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf meresmikan pameran seni rupa kontemporer ART • BALI 2019 pada Sabtu, 12 Oktober 2019 pukul 17.00 WITA. Lebih dari 1.000 pengunjung hadir menyaksikan acara pembukaan yang berlangsung di AB•BC Building, Bali Collection, Kawasan ITDC, Nusa Dua, Bali.

Sejumlah 32 seniman Indonesia dan mancanegara yang berpameran menampilkan 49 karya instalasi, patung, video, lukisan, dan new media yang masing-masing merespons tema “Speculative Memories” (Ingatan-Ingatan Spekulatif).

“Ini adalah salah satu peristiwa penting karena event nasional seringkali diadakan di Jakarta. Kita ingin Bali juga menjadi tempat yang strategis untuk perkembangan seni kontemporer. Anda akan lihat di dalam (ruang pameran) banyak sekali karya seniman yang luar biasa yang di antaranya sudah sering mengisi pameran di Indonesia,” ujar Triawan Munaf.

Malam itu Triawan Munaf meresmikan ART • BALI 2019  bersama Wakil Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung Yuyun Hanura Eni, CEO Fashion Council Western Australia Stephen Ayles, perwakilan pemerintah Australia Barat dari Konsulat Australia di Bali Eleanor Daly, Direktur Art Bali Heri Pemad, dan co-founder Art Bali, Aswino Aji.

“Art Bali adalah wadah bagi para seniman untuk terus mengulik dan menantang artistik mereka untuk membuat terobosan-terobosan terbaru dalam seni rupa kontemporer. Hal ini merupakan usaha untuk mengembangkan seni rupa Indonesia dan ekosistemnya, terutama di Bali,” ujar Heri Pemad dalam sambutannya Sabtu malam lalu.

Berbeda dari Art Bali edisi pertama, ART • BALI 2019 “Speculative Memories” berlangsung selama 3 bulan, mulai sejak 13 Oktober 2019 hingga 13 Januari 2020. Kurator pameran, Ignatia Nilu dan Rifky Effendi, menyatakan bahwa tema ini mengajak 32 seniman menggali narasi, khususnya dari aspek kesejarahan yang ditafsir dalam ‘ingatan-ingatan spekulatif”. Narasi tersebut tercipta atau dinyatakan ulang melalui upaya mengelaborasi serta mengkritisi peristiwa di Indonesia maupun fenomena global melalui eksplorasi atas berbagai ingatan, baik yang personal maupun kolektif.

“Spekulatif adalah tindakan mencari kemungkinan untuk bereksperimen, mengeksplorasi, deformasi, reposisi, dan banyak lagi. Secara alami, ingatan lahir secara neurotis, baik pada manusia dan semua makhluk hidup. Namun kini, ingatan juga didukung oleh teknologi. Ia telah terintegrasi dengan mesin, komputer dan internet,” ujar Ignatia Nilu.

Dengan berbagai upaya penggalian, masing-masing karya telah membentuk realitasnya sendiri berdasarkan ingatan yang juga dibentuk oleh potongan kisah-kisah kecil yang selama ini terpendam, terhanyut, tersangkut dan dapat tergali kembali, ditemukan dan dihadirkan saat ini bersama kita. “Dari sini dapat kita lihat berbagai kisah dan kenyataan yang tidak melulu linear, namun kerap kali liris, tetapi berperan bersama dalam menumbuhkan perjalanan atas kemanusiaan dan hidup bersama,” kata Rifky Effendy.


Salah satu karya dalam Art Bali 2019 (Foto: FB/Kadek Purnami)

ART • BALI 2019 menghadirkan karya-karya seni visual dalam pelbagai presentasi medium seperti lukisan, instalasi, dan karya-karya dengan media seni baru. Total karya yakni sejumlah 49 yang terdiri dari 25 karya dua dimensi dan 5 karya tiga dimensi serta 19 karya instalasi/multimedia/video/dan media lainnya.

Dalam sambutannya, Heri Pemad juga menegaskan misi Art Bali, yakni untuk menjembatani publik luas dan seni (Bridging People and Art). Dalam upaya itu, khusus pada penyelenggaraan tahun ini, ART • BALI 2019 bekerjasama dengan Fashion Council Western Australia untuk mengukuhkan program Asia Cultural Exchange yang mempertemukan desainer fashion Indonesia dan Australia di mana para desainer berbagi runway dan menyoroti keunggulan-keunggulan dari budaya tekstil Asia dan pengaruhnya pada dunia fesyen secara global.

Setelah dilaksanakan pada acara tahunan Perth Fashion Festival awal September lalu, kali ini, khusus pada pembukaan Art Bali 2019, dua desainer brand Indonesia (Ali Charisma dan Quarzia) serta dua desainer brand Australia (33 Poets dan Reign the Label) kembali berbagi runway dan mempertunjukkan pengeksplorasian budaya tekstil yang berakar pada lokalitas.

Selain pertunjukan busana, melalui tema “Fashion: a discussion about selfie in the art exhibition” mereka juga menampilkan sebuah pergelaran dengan membawakan konsep tentang pengaruh selfie (swafoto) dan media sosial terhadap budaya modern. Turut tampil adalah penari kontemporer, Jasmine Okubo, yang secara spontan merespons peristiwa dan karya-karya dalam ART • BALI 2019.


Salah satu karya dalam Art Bali 2019 (Foto: FB/Kadek Purnami)

BALI ARTS ROAD

Selain itu, masih dalam rangka Bridging People and Art bersama Cush Cush Gallery, sebuah galeri di Denpasar yang telah turut serta berperan mendorong perkembangan seni rupa di Bali, ART • BALI 2019 melakukan kolaborasi untuk menghadirkan booklet “Bali Art + Design Guide x Bali Arts Road”. Buku saku ini ditujukan untuk membantu para seniman dan pelaku kreatif dalam mempublikasikan kegiatan mereka, sekaligus mengajak masyarakat dan publik luas agar dapat berpartisipasi dan/atau mengapresiasi.

Pembukaan Art Bali 2019 ini menjadi titik perdana terbitnya “Bali Art + Design Guide x Bali Arts Road” yang menginformasikan lebih dari 136 acara pameran, pemutaran film, pertunjukan, diskusi, open studio, lokakarya, tur, kunjungan studio, dan festival yang dapat dikunjungi selama periode Oktober–Desember 2019. Selain itu, di dalamnya juga terdapat pemetaan titik-titik seni dan kreativitas di Bali. Booklet ini disebarkan serentak ke lebih dari 70 titik di Bali yang juga dapat diakses secara digital melalui situs webArt Bali, serta diikuti pengumuman bermacam acara tersebut melalui Instagram Bali Arts Road dan Cush Cush Gallery.


Salah satu karya dalam Art Bali 2019 (Foto: FB/Kadek Purnami)

LAINNYA TENTANG ART • BALI 2019

Art Bali ditujukan untuk menginspirasi dan menumbuhkan apresiasi masyarakat terhadap perkembangan karya artistik seniman dan meningkatkan minat masyarakat agar selalu mengunjungi peristiwa seni, termasuk seni rupa kontemporer. Art Bali boleh dikata adalah salah satu pintu masuk, yang diharapkan bisa memicu lahirnya peristiwa-peristiwa lain. Selain sebagai edukasi publik, Art Bali dimaksudkan untuk ikut mendorong pariwisata Bali. Oleh karena itu, pameran ini dilangsungkan selama tiga bulan.

Sebagai penyelenggara Art Bali, Heri Pemad Manajemen juga menaungi pameran seni ArtJog yang diselenggarakan di Yogyakarta – sebuah peristiwa seni yang telah berlangsung selama 12 tahun berturut-turut. Art Bali dirancang sebagai salah satu pameran seni berskala besar dan bertaraf internasional di Indonesia dengan tujuan untuk membangun dan mengembangkan ekosistem seni dan budaya di Bali pada khususnya.

Pasca malam pembukaan, berlaku tiket masuk untuk pameran, antara lain: Rp150.000,00 untuk WNA, Rp100.000,00 untuk WNI dan pemegang KITAS, serta Rp50.000,00 khusus hari Minggu untuk pemilik KTP Bali dan pelajar Bali.

EXHIBITION TOUR

Dalam upaya memperkenalkan karya seni secara lebih luas, Art Bali menggelar program Exhibition Tour.Program edukasi ini ditujukan supaya masyarakat dapat mengenal lebih dekat karya-karya seni sekaligus para seniman kreatornya. Exhibition Tour diadakan pada tanggal-tanggal terjadwal selama penyelenggaraan Art Bali 2019. Para peserta program tur ini akan dipandu oleh kurator dan sejumlah seniman untuk menyelami dan memahami karya seni yang dipamerkan di Art Bali 2019. 

Program pertama telah diadakan pada Minggu, 13 Oktober 2019, pukul 16.00 – 18.00 WITA dengan menghadirkan Mujahidin Nurrahman, Deden Hendan Durahman, Putu Marmar Herayukti, I Wayan Sudarna Putra (Nano), dan Ari Bayuaji. Exhibition Tour akan kembali digelar pada 27 Oktober, 10 November, dan 22 Desember 2019.


Salah satu karya dalam Art Bali 2019 (Foto: FB/Kadek Purnami)

PARA SENIMAN

Berikut 32 seniman yang terlibat dalam pameran ART • BALI 2019 “Speculative Memories”,antara lain :

  • Agung ‘Agugn’ Prabowo – Bali
  • Arahmaiani – Yogyakarta
  • Ari Bayuaji – Kanada/Bali
  • Ashley Bickerton – AS/Bali 
  • Budi Agung Kuswara – Bali
  • Davina Stephens – Selandia Baru/Bali
  • Davy Linggar feat Tulus – Jakarta
  • Deden Hendan Durahman – Bandung
  • Elia Nurvista – Yogyakarta
  • Faisal Habibi – Bandung
  • Franziska Fennert – Jerman/ Yogyakarta
  • I Gusti Ngurah Udianata (Rahman) – Bali
  • I Made A Palguna – Bali
  • I Wayan Sudarna Putra (Nano) – Bali
  • I Wayan Sujana ‘Suklu’ – Bali
  • Ida Bagus Putu Purwa – Yogyakarta
  • Indieguerillas – Yogyakarta
  • J Ariadhitya Pramuhendra – Bandung
  • Jumaldi Alfi – Yogyakarta
  • Kemalezedine – Bali
  • Komunitas Patung Padas Batubelah -Bali
  • Maharani Mancanagara – Bandung
  • Mujahidin Nurrahman – Bandung
  • Nurrachmat Widyasena (Ito) – Bandung
  • Putu Marmar Herayukti – Bali
  • Putu Sutawijaya – Yogyakarta
  • Setu Legi (Hestu A Nugroho) – Yogyakarta
  • Takashi Kuribayashi –Jepang/Yogyakarta
  • Tisna Sanjaya – Bandung
  • Wimo Ambala Bayang – Yogyakarta
  • Yaya Sung – Jakarta
  • Yunizar – Yogyakarta

JADWAL PAMERAN

13 Oktober 2019 – 13 Januari 2020, Pukul 11.00-21.00 WITA

Harga Tiket Masuk:

WNA Rp150.000,00

WNI Rp100.000,00

                        Khusus hari Minggu diskon 50% untuk pemegang KTP Bali dan pelajar Bali menjadi Rp50.000,00

Diskon 50% bila menggunakan DANA Indonesia e-money.

Jadwal EXHIBITION TOUR :

            13 Oktober 2019; 27 Oktober 2019; 10 November 2019; dan 22 Desember 2019

            Pukul 16.00–18.00 WITA

Tags: Art BaliPameranPameran Seni RupaSeni Rupa
Share22TweetSendShareSend
Previous Post

Catatan Pentas “Jro Ketut” di Undiksha: Menjadikan Kekurangan Sebagai Teman Pementasan

Next Post

Kebencian, Joker dan Indonesia

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

by Son Lomri
April 21, 2026
0
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

Read moreDetails

Kolaborasi Internasional Tanam 1000 Pohon di Kawasan Danau Tamblingan

by tatkala
March 29, 2026
0
Kolaborasi Internasional Tanam 1000 Pohon di Kawasan Danau Tamblingan

SEBANYAK lebih dari 100 orang melakukan penanaman pohon di kawasan Danau Tamblingan, Buleleng, Bali, Sabtu, 28 Maret 2026. Mereka berasal...

Read moreDetails

Ni Luh Djelantik dan Ribuan Bibit Pohon: Dari Rumah Aspirasi ke Hutan Desa

by Radha Dwi Pradnyani
February 22, 2026
0
Ni Luh Djelantik dan Ribuan Bibit Pohon: Dari Rumah Aspirasi ke Hutan Desa

RUMAH kecil bernomor 76 di pinggir Jalan Sudirman, Singaraja, tepatnya di Kelurahan Banyuasri, Kabupaten Buleleng, Bali, siang itu mendadak ramai....

Read moreDetails

Pemimpin Desa Luang Barat dan Timur, Maluku Barat Daya, Belajar Konservasi Penyu di TCEC Bali Bersama WWF

by tatkala
September 1, 2025
0
Pemimpin Desa Luang Barat dan Timur, Maluku Barat Daya, Belajar Konservasi Penyu di TCEC Bali Bersama WWF

TIGA orang perwakilan pemimpin Desa Luang Barat dan Desa Luang  Timur, Maluku Barat Daya, mengikuti kegiatan Sekolah Lapang di Turtle...

Read moreDetails

Minimalkan Sampah, Ini 5 “Pangeling-eling” untuk Umat saat “Ngusaba Kadasa” di Pura Batur

by tatkala
March 23, 2025
0
Minimalkan Sampah, Ini 5 “Pangeling-eling” untuk Umat saat “Ngusaba Kadasa” di Pura Batur

NGUSABA Kadasa Pura Ulun Danu Batur tahun Saka 1947 (tahun 2025) akan dimulai pada Tilem Kasanga, 28 Maret 2025. Selama...

Read moreDetails

Kolaborasi Internasional Tanam Pohon di Pedawa: PBJ Undiksha, Universitas Iwate Jepang dan Kayoman

by tatkala
March 19, 2025
0
Kolaborasi Internasional Tanam Pohon di Pedawa: PBJ Undiksha, Universitas Iwate Jepang dan Kayoman

INI benar-benar kolaborasi internasional antara mahasiswa dan komunitas di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng-Bali. Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang (PBJ)...

Read moreDetails

12.000 Pohon untuk Kurangi Emisi Karbon – Ini Program HUT ke-12 AirNav Indonesia

by tatkala
September 3, 2024
0
12.000 Pohon untuk Kurangi Emisi Karbon – Ini Program HUT ke-12 AirNav Indonesia

PERUBAHAN iklim semakin mendesak perhatian global, didorong oleh emisi karbon yang kian meningkat. Hal ini tak hanya mengancam lingkungan, tetapi...

Read moreDetails

Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih di Jembrana Kini Menjaga Penyu dengan “Adopt Nest Technology”

by tatkala
July 27, 2024
0
Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih di Jembrana Kini Menjaga Penyu dengan “Adopt Nest Technology”

“Adopt Nest Technology (ANT), sebuah program ekoeduwisata pionir berbasis sains dan Internet of Things (IOT), diluncurkan untuk memantau dan memitigasi...

Read moreDetails

Menebar Ikan dan Tanam Pohon di Kawasan Danau Buyan — Konsos PMM 4 Inbound Unud

by Redaksi Tatkala Buleleng
June 16, 2024
0
Menebar Ikan dan Tanam Pohon di Kawasan Danau Buyan — Konsos PMM 4 Inbound Unud

BULELENG | TATKALA.CO -- Sebanyak 91 mahasiswa yang mengikuti program mahasiswa merdeka (PMM) 4 inbound Universitas Udayana pada semester genap...

Read moreDetails

Alor Marine Protected Area Center of Excellence, Bentuk Generasi Unggul dalam Konservasi Laut

by tatkala
May 22, 2024
0
Alor Marine Protected Area Center of Excellence, Bentuk Generasi Unggul dalam Konservasi Laut

NTT  | TATKALA.CO – Sebanyak 25 peserta mengikuti pelatihan pengelolaan kawasan konservasi yang dilaksanakan Pusat Unggulan Pembelajaran Terpadu Kawasan Konservasi...

Read moreDetails
Next Post
Kebencian, Joker dan Indonesia

Kebencian, Joker dan Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co