7 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Masabatan Endut”, Keteguhan Hati Daha Tenganan Pegringsingan

I Nengah Juliawan by I Nengah Juliawan
September 14, 2019
in Khas
“Masabatan Endut”,  Keteguhan Hati Daha Tenganan Pegringsingan

Daha di Tenganan Pegringsingan

13 September 2019, Di Desa Adat Tenganan Pegringsingan.

DAHA, mendengar kata tersebut terbesit dalam benak, bahwa sesosok wanita anggun bagaikan Dahadari (baca; bidadari) yang berasal dari tanah Bali Aga, salah satunya adalah Desa Adat Tenganan Pegringsingan yang berada di Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem.

Tenganan Pegringsingan merupakan salah satu desa representatif Bali Aga yang masih memegang teguh adat istiadat serta budayanya yang adi luhung dan tentunya tak lekang oleh perubahan zaman. Tradisi-tradisi di desa adat Tenganan Pegringsingan masih terjaga originalitasnya yang mampu mengikuti perubahan zaman, serta relevan dengan adaptasi kekinian, hal tersebut dikarenakan tetuek (makna/isi) yang terkadung didalamnya mengisyaratkan pembentukan karakter yang mencerminkan keteguhan hati yang kuat, kokoh. Salah satunya Masabatan Endut.

Masabatan Endut merupakan rangkaian dari prosesi Padewasan atau Kagedong dalam Tradisi Materuna Nyoman, yaitu salah satu tradisi terkait pembentukan karakter teruna (pemuda) di Tenganan Pegringsingan yang berproses dalam pembentukan karakter dengan sistem pendidikan informal dalam balutan Tradisi adat. Tradisi Materuna Nyoman diibaratkan layaknya proses metamorphosis kupu-kupu, pada bagian padewasan atau kagedong saat ini, calon teruna nyoman telah memasuki fase kepompong.

Masabatan Endut, secara harfiah kata dapat dikonotasikan dengan arti dalam bahasa Indonesia adalah “masabatan” yakni proses melempar, dan “endut” yakni lumpur, namun yang dimaksud dalam “endut” dalam prosesi ini adalah lumpur yang telah dicampur dengan buah nangka yang sudah busuk dan kotoran kerbau (tain kebo), olahan endut ini hanya boleh dibuat oleh Teruna Pengawin (teruna yang telah melalui proses Materuna Nyoman serta posisi kedudukannya 1 tingkat diatas dari teruna nyoman yang baru selesai/lulus dalam proses Materuna Nyoman).

Mesabatan Endut dilakukan dimasing-masing Gantih (asrama) Daha, yang pertama di Gantih Wayah, selanjutnya di Gantih Nengah, terakhir di Gantih Nyoman dengan prosesi yang sama. Masabatan endut ini terus berlangsung sampai tiga kali dimasing-masing Gantih Daha selama tiga hari sekali yakni saat penanggalan Tri Wara, Beteng (sesuai dengan sistem penanggalan kalender Desa Adat Tenganan Pegringsingan).


Masabatan Endut

Mesabatan Endut, dimulai dengan Masamodana (mengucapkan mantra) oleh Teruna Bani (teruna yang telah melalui proses Materuna Nyoman serta posisi kedudukannya 2 tingkat atau lebih, diatas dari teruna nyoman yang baru selesai/lulus dalam proses Materuna Nyoman), untuk memohon izin kepada sesuhunan serta sebagai pertanda akan dimulainya prosesi Mesabatan Endut. Saat Teruna Bani mengucapkan Samodana, tepat pada saat yang bersamaan juga dilemparlah olahan endut tersebut oleh Teruna Pengawin. Saat para Teruna Pengawin melempar endut kepada Daha, Daha tersebut tidak diperbolehkan menghindar, marah ataupun berbicara kasar (mengumpat). Para Daha hanya boleh menutupi dirinya dengan kain hingga kepala tanpa menutupi wajahnya.

Namun dalam pelemparan endut juga memiliki aturan dan tidak boleh sembarangan dalam pelemparannya. Pelemparan dilakukan dengan tangan seperti meminta (posisi telapak tangan di atas) lalu hempaskan endut tersebut, tidak seperti halnya melempar batu. Melempar endut ini dilakukan terus menurus hingga Teruna Bani selesai mengucapkan Samodana (mantra).

Mesabatan endut memiliki makna mendalam dimana Daha hendaknya memilki ketetapan hati yang teguh dalam menjalani kehidupan kelak nanti, apapun bentuk cobaan dan halangan yang dihadapi, janganlah bertindak ceroboh dan emosi, selalu syukuri yang terjadi karena segala sesuatunya memiliki makna yang berarti dalam kehidupan. Dapat dibayangkan bahwasanya endut yang dilempar adalah lumpur yang dicampur dengan nangka yang busuk disertai dengan kotoran kerbau, sudah dapat dipastikan jika orang yang dilempar akan marah, namun dalam prosesi ini para Daha tidak  boleh marah,.

Tetuek dari proses ini sujatinya adalah Daha diajarkan bahwa segala sesuatu cobaan yang dihadapi mestilah tidak ditanggapi dengan emosi, karena kelak Daha akan menjalani kehidupan berkeluarga, dimana dikehidupan tersebut banyak masalah yang akan muncul, dan seperti apapun masalahnya hadapilah masalah tersebut jangan pernah menghindar dan tanggapi dengan kepala dingin. Jangan sekali-kali menjadi pribadi yang manja dan tetaplah teguh dengan hati sebagai seorang wanita yang kuat, serta menumbuhkan/menguatkan karakter moral dan etika. .[T]

Tags: baliDesa TengananMesabatan EndutritualTenganan PegringsinganTradisi
Share65TweetSendShareSend
Previous Post

“Buku Merah” KONI Tabanan: Porprov Disiapkan 3 Tahun, Awalnya Banyak Pesimis

Next Post

“Saru Gremeng” Intelektual Muda Hindu

I Nengah Juliawan

I Nengah Juliawan

Lahir di Denpasar. Kini dosen di STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Dari Ruang Komunitas, Masa Depan Sastra Jakarta Bertumbuh — Membaca Festival Sastra Jakarta 2026 sebagai Gerakan Pembinaan dan Regenerasi Kebudayaan

by Emi Suy
November 7, 2026
0
Dari Ruang Komunitas, Masa Depan Sastra Jakarta Bertumbuh — Membaca Festival Sastra Jakarta 2026 sebagai Gerakan Pembinaan dan Regenerasi Kebudayaan

SEBUAH kota tidak cukup hanya memiliki sejarah sastra, nama-nama besar, atau gedung-gedung yang sesekali menjadi tempat berlangsungnya perhelatan kebudayaan. Kota...

Read moreDetails

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
0
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

Read moreDetails

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

by Emi Suy
November 1, 2026
0
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

Read moreDetails

Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

by Wahyu Mahaputra
October 30, 2026
0
Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

SETIDAKNYA 7,05 juta wisatawan mancanegara melintasi pintu gerbang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai setiap tahunnya. Bali telah lama...

Read moreDetails

Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

by Nyoman Budarsana
October 30, 2026
0
Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

WAJAH-wajah polos penuh semangat memenuhi Jimbaran Hub, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Kamis pagi, 29 Oktober 2026. Sisa air hujan...

Read moreDetails

Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
0
Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

ALUNAN lembut gamelan gangsa dan moncong reong berpadu dengan tembang-tembang klasik nan sakral, menghadirkan suasana khidmat yang sarat nuansa spiritual....

Read moreDetails

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
0
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

Read moreDetails

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails
Next Post
Demam Peraturan dan Kooptasi Ruang Publik Kita

"Saru Gremeng" Intelektual Muda Hindu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tari Pertiwi: Ketika Maskot Museum Menolak Menjadi Artefak
Ulas Pentas

Tari Pertiwi: Ketika Maskot Museum Menolak Menjadi Artefak

Dari maskot Museum Bali menuju tari persembahan: kisah tentang karya yang sempat berhenti menari, komposisi musik yang diselamatkan, dan tubuh...

by I Gede Tilem Pastika
November 7, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Moderasi Beragama: Belajar Berbeda, Bertumbuh sebagai Manusia

KITA hidup di zaman ketika manusia semakin mudah terhubung, tetapi belum tentu semakin mampu memahami satu sama lain. Teknologi mendekatkan...

by Hairunnisa Br. Sagala
November 7, 2026
Dari Ruang Komunitas, Masa Depan Sastra Jakarta Bertumbuh — Membaca Festival Sastra Jakarta 2026 sebagai Gerakan Pembinaan dan Regenerasi Kebudayaan
Khas

Dari Ruang Komunitas, Masa Depan Sastra Jakarta Bertumbuh — Membaca Festival Sastra Jakarta 2026 sebagai Gerakan Pembinaan dan Regenerasi Kebudayaan

SEBUAH kota tidak cukup hanya memiliki sejarah sastra, nama-nama besar, atau gedung-gedung yang sesekali menjadi tempat berlangsungnya perhelatan kebudayaan. Kota...

by Emi Suy
November 7, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

SARASWATI DI INDIA

— Catatan Harian Sugi Lanus, 31 Oktober 2026 * SEMINGGU menjelang Hari Saraswati, Sabtu, 31 Oktober 2026, saya masih keluyuran...

by Sugi Lanus
November 6, 2026
“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti
Ulas Musik

“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti

ADA masa ketika kita merasa hidup sudah berjalan terlalu jauh, tetapi kita sendiri belum sampai ke mana-mana. Waktu terus bergerak,...

by Ahmad Sihabudin
November 6, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung

SELAMA dua hari, Taman Pecangakan, Negara, menjelma menjadi ruang perjumpaan bagi ribuan orang dengan beragam gagasan dan karya kreatif. Musik...

by tatkala
November 6, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Karman dan Wajah di Balik Gorden

Ada orang yang berkeliaran di jalanan  dan  kita sebut “gila”, tetapi mungkin hanya terlalu lama sendirian. PAGI itu seorang ibu...

by Tri Nugroho Adi
November 6, 2026
Harmoni dan Ironi Pendidikan
Buku Tatkala

Harmoni dan Ironi Pendidikan

Judul: Harmoni dan Ironi Pendidikan Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. ISBN: Masih dalam...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India
Panggung

Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India

DI atas panggung di Bengaluru, dua tradisi pewayangan bertemu dalam satu cerita. Wayang boneka India membuka kisah, sementara wayang kulit...

by Nyoman Budarsana
November 5, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Daftar Hadir Terakhir Reuni

GEDUNG SMP negeri di kota Cilacap itu masih belum berubah. Bangunan tua dengan pintu dan jendela kayu jati yang besar...

by Chusmeru
November 5, 2026
Dari Sadap Nira ke Sadap Data
Bahasa

Dari Sadap Nira ke Sadap Data

DALAM beberapa kali kunjungan dan penelitian kebahasaan di Desa Pedawa, Buleleng, saya kagum pada kekayaan tradisi desa Bali Aga yang unik ini. Salah...

by I Made Sudiana
November 5, 2026
Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya
Buku Tatkala

Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya

Judul: Wacana Manggala Pewayangan - Dalang dan Kegelisahannya Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Gusti Made Darma Putra,...

by Buku Tatkala
November 5, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co