6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mantap, 4 “Tukang Gebeg Lontar” Mengajar Nulis Lontar di Perpusnas RI

tatkala by tatkala
April 24, 2019
in Lingkungan
Mantap, 4 “Tukang Gebeg Lontar” Mengajar Nulis Lontar di Perpusnas RI

Empat  sekawan sepenanggungan yang selama ini dikenal sebagai tukang gebeg lontar (tukang gosok lontar): Ida Bagus Ari Wijaya, I Nyoman Suka Ardiyasa serta pasutri I Gede Gita Purnama Arsa Putra & Dewa Ayu Carma Citrawati, di tengah hiruk-pikuk pascapemilu, berangkat ke ibukota, tepatnya ke Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI).

Apa mereka mau gebeg lontar di Perpusnas RI? Tentu bukan. Jika hanya gebeg lontar ke ibukota, ah, itu bikin malu saja. Mereka menjadi pemateri dalam Workshop Penulisan Lontar yang diselenggarakan Perpusnas RI bekerjasama dengan Manassa dan Hanacaraka Society.

Acaranya Kamis, 25 April 2019. Pukul 13.00 – 16.00 WIB. Tempatnya di Ruang Diskusi Lantai 9. Perpustakaan Nasional RI, Jalan Medan Merdeka Selatan. Nomor 11. Jakarta Pusat. Gratis dan terbuka untuk umum. Kuota Peserta 25 Orang.

Kenapa Perpusnas mau capek-capek mendatangkan empat tukang gebeg lontar itu ke Jakarta? Nah, ini keterangan rilis acara dari pantia yang cukup serius, penting dan perlu:

Lontar adalah salah satu media tulis yang dikenal dalam dunia literasi masyarakat Nusantara sejak ratusan tahun silam. Lebih jauh, lontar memiliki fungsi media dokumentasi berbagai pengetahuan dan informasi peradaban Nusantara yang masih berkembang hingga saat ini.

Dewasa kini, menulis di atas daun lontar menggunakan alat tulis khusus–yang namanya berbeda di setiap daerah–memiliki sensasi tersendiri. Saat menorehkan sebuah informasi di atas daun lontar, kita seolah dibawa kembali ke masa silam, ke masa para leluhur menyiarkan ilmu pengetahuan.

Memang, menulis di atas lontar pada era digital saat ini bukan menjadi pilihan utama, terutama ketika setiap orang memiliki ponsel pintar. Namun, bukan itu semangat yang dibawa dalam workshop penulis lontar kali ini. Melainkan menjadi upaya menjaga tradisi, yang pada akhirnya merawat Nusantara.

Sebelum memberi workshop menulis lontar, berbagai sajian penting akan mewarnai acara itu. Seperti pelantunan Tembang Lontar Arjuna Wiwaha, pengantar proses pembuatan lontar dari daun mentah sampai siap jadi media tulis serta penjelasan isi manuskrip lontar Kawi, Merapi-Merbabu, Sunda dan Bali. Setelah empat sekawanan, eh, sekawan ini memberi bimbingan menulis aksara di atas daun lontar, acara akan ditutup dengan pelantunan Tembang Kakawin Sutasoma.

Yang menarik, peserta akan mendapat alat penulis dan daun lontar. Bisa dibawa oleh peserta dijadikan kenang-kenangan. Yang berminat bisa daftar lewat Retta +6282297728957.


BACA JUGA:

  • Waspada, Terjadi Euforia Lontar di Bali – “Tukang Gebeg Lontar” Terus Beraksi…
  • “Manual Book” Berkesusasteraan dari Puri Kauhan: Cermin Kehidupan para Cendikia di Ubud
  • Ada Lontar “Lelanang” & “Pangrapet”, Memperbesar & Mempersempit – Catatan Penyuluh Bahasa Bali 2017

Siapa sesungguhnya empat sekawan itu kok berani-beraninya ngasi workshop menulis lontar di Perpusnas? Eh, ternyata mereka bukan orang sembarangan.

Dewa Ayu Carma Citrawati

Dia adalah Progam Manager Hanacaraka Society, penerima Penghargaan Sastera Rancage (2016) atas karya Kumpulan Cerpen Kutang Sayang Gemel Madui oleh Yayasan Rancage, Bandung.

Lahir di Getakan, Bali, 24 Februari 1990. Tamat S1 Bahasa dan Sastra Daerah Bali Universitas Udayana; S2 Linguistik, Program Studi Linguistik Murni, Universitas Udayana.

Menjadi guru Bahasa Bali di SMP N 3 Denpasar (2011-2018); Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Klungkung (2016-2017); Dosen di Universitas Dwijendra (2017-sekarang). Selain di Hanacaraka Society, aktif sebagai koordinator Aliansi Peduli Bahasa Bali

Organisasi Nirlaba yang mendukung pengembangan Bahasa Bali (2014 – sampai sekarang); mulai 2019 berkecimpung di         Wikipedia Bahasa Bali, proyek ensiklopedia multibahasa dalam jaringan yang bebas dan terbuka, yang dijalankan oleh Wikimedia Foundation.

Aktif menggelar pameran lontar dan pelatihan menulis lontar. Narasumber berbagai seminar internasional dan nasional,  pelatih tembang di RRI dan berbagai institusi lainnya. Mengerjakan digitaliasasi lontar dan penyalinan lontar dengan berbagai lembaga nasional dan internasional.

I Gede Gita Purnama Arsa Putra

Entah kenapa ia lebih sering dipanggil Bayu. Ia adalah pengajar di Program  Studi Pendidikan Agama dan Bahasa Bali, Institut Hindu Dharma Denpasar (IHDN) dan Dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Bali, Program Studi Sastra Bali Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Denpasar, 29 Oktober 1985. Tulisannya berupa krtik sastra dan persoalan bahasa/sastra Bali bisa ditemukan di Pos Bali, Suara Saking Bali dan Bali Post. Tentu juga di tatkala.co. Menjadi editor berbagai buku dan aktif dalam berbagai organisasi seperti di Aliansi Peduli bahasa Bali dan Hanacaraka Society.  

Soal di acara apa saja ia pernah jadi pembicara, jangan ditanya lagi. Pokoknya di banyak acara dan di banyak tempat. (Capek nulisnya).

Oh ya, tahun 2016 ia menerima penghargaan Sastra Rancage di bidang jasa sebagai penggerak pengembangan Sastra Bali Modern.

Suka Ardiyasa

Banyuatis, 24 April 1988. Nama lengkapnya I Nyoman Suka Ardiyasa., S.Pd.B., M.Fil.H., M.Pd. Selain sebagai tukang gebeg lontar, dia adalah intelektual yang juga dikenal sebagai tukang demo. Ia adalah Ketua Aliansi Peduli Bahasa Bali. Jika ada yang macam-macam dengan Bahasa Bali, dia akan mengerahkan massa untuk berdemo, tentu saja bukan seperti demonstrasi politik. Demonya, ya, demo seperti layaknya intelektual. Tujuannya, agar Bahasa Bali tetap lestari. Demonya sudah membuahkan hasil, di mana pemerintah daerah sudah memperhatikan Bahasa Bali dengan sungguh-sungguh, meski kesungguhan itu tetap harus diuji lagi.  

Ia adalah Dosen di Fakultas Brahmawidya IHDN Denpasar  dan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja.

Ida Bagus Ari Wijaya

Biasa dipanggil Gus Ari. Lahir di Gianyar, 3 Apri 1985. Kini tinggal di Selat, Karangasem. Pendidikannya S1 Bahasa dan Sastra Jawa Kuna Universitas Udayana dan S2 Program Studi Ilmu Agama dan Kebudayaan, UNHI.

Ia adalah petugas Penyuluh Bahasa Bali untuk Kabupaten Buleleng yang amat aktif. Ia adalah pembaca lontar sejak remaja, dan sejak jadi Penyuluh Bahasa Bali mengkoordinasi pemetaan dan perawatan ribuan lontar di masyarakat Buleleng khususnya, dan beberapa daerah di Bali lainnya.

11 Februari 2019 ia melakukan  Pameran Project Digital Repository of Endangered and Affected Manuscripts in Southeast Asia (DREAMSEA) Menjaga kekayaan dan variasi masyarakat kuno Bali diadakan di Denpasar Bali.

Laporan mengenai kegiatan ini dapat dilihat di https://www.dream-sea.org/preserving-the-wealth-and-the-variety-of-balinese-ancient-society/.

Jadi, ya, mantaaap. [T]

Tags: BahasaBahasa Balilontarperpustakaansastra
Share201TweetSendShareSend
Previous Post

Pemilu Cepatlah Berlalu, Bu Tut Ariyani Sudah Ditunggu Ibu-ibu di Taman Kota Singaraja

Next Post

Diabetes yang Menghentikan Kita, Atau Kita yang Menghentikan Diabetes

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Ni Luh Djelantik dan Ribuan Bibit Pohon: Dari Rumah Aspirasi ke Hutan Desa

by Radha Dwi Pradnyani
February 22, 2026
0
Ni Luh Djelantik dan Ribuan Bibit Pohon: Dari Rumah Aspirasi ke Hutan Desa

RUMAH kecil bernomor 76 di pinggir Jalan Sudirman, Singaraja, tepatnya di Kelurahan Banyuasri, Kabupaten Buleleng, Bali, siang itu mendadak ramai....

Read moreDetails

Pemimpin Desa Luang Barat dan Timur, Maluku Barat Daya, Belajar Konservasi Penyu di TCEC Bali Bersama WWF

by tatkala
September 1, 2025
0
Pemimpin Desa Luang Barat dan Timur, Maluku Barat Daya, Belajar Konservasi Penyu di TCEC Bali Bersama WWF

TIGA orang perwakilan pemimpin Desa Luang Barat dan Desa Luang  Timur, Maluku Barat Daya, mengikuti kegiatan Sekolah Lapang di Turtle...

Read moreDetails

Minimalkan Sampah, Ini 5 “Pangeling-eling” untuk Umat saat “Ngusaba Kadasa” di Pura Batur

by tatkala
March 23, 2025
0
Minimalkan Sampah, Ini 5 “Pangeling-eling” untuk Umat saat “Ngusaba Kadasa” di Pura Batur

NGUSABA Kadasa Pura Ulun Danu Batur tahun Saka 1947 (tahun 2025) akan dimulai pada Tilem Kasanga, 28 Maret 2025. Selama...

Read moreDetails

Kolaborasi Internasional Tanam Pohon di Pedawa: PBJ Undiksha, Universitas Iwate Jepang dan Kayoman

by tatkala
March 19, 2025
0
Kolaborasi Internasional Tanam Pohon di Pedawa: PBJ Undiksha, Universitas Iwate Jepang dan Kayoman

INI benar-benar kolaborasi internasional antara mahasiswa dan komunitas di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng-Bali. Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang (PBJ)...

Read moreDetails

12.000 Pohon untuk Kurangi Emisi Karbon – Ini Program HUT ke-12 AirNav Indonesia

by tatkala
September 3, 2024
0
12.000 Pohon untuk Kurangi Emisi Karbon – Ini Program HUT ke-12 AirNav Indonesia

PERUBAHAN iklim semakin mendesak perhatian global, didorong oleh emisi karbon yang kian meningkat. Hal ini tak hanya mengancam lingkungan, tetapi...

Read moreDetails

Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih di Jembrana Kini Menjaga Penyu dengan “Adopt Nest Technology”

by tatkala
July 27, 2024
0
Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih di Jembrana Kini Menjaga Penyu dengan “Adopt Nest Technology”

“Adopt Nest Technology (ANT), sebuah program ekoeduwisata pionir berbasis sains dan Internet of Things (IOT), diluncurkan untuk memantau dan memitigasi...

Read moreDetails

Menebar Ikan dan Tanam Pohon di Kawasan Danau Buyan — Konsos PMM 4 Inbound Unud

by Redaksi Tatkala Buleleng
June 16, 2024
0
Menebar Ikan dan Tanam Pohon di Kawasan Danau Buyan — Konsos PMM 4 Inbound Unud

BULELENG | TATKALA.CO -- Sebanyak 91 mahasiswa yang mengikuti program mahasiswa merdeka (PMM) 4 inbound Universitas Udayana pada semester genap...

Read moreDetails

Alor Marine Protected Area Center of Excellence, Bentuk Generasi Unggul dalam Konservasi Laut

by tatkala
May 22, 2024
0
Alor Marine Protected Area Center of Excellence, Bentuk Generasi Unggul dalam Konservasi Laut

NTT  | TATKALA.CO – Sebanyak 25 peserta mengikuti pelatihan pengelolaan kawasan konservasi yang dilaksanakan Pusat Unggulan Pembelajaran Terpadu Kawasan Konservasi...

Read moreDetails

Simposium Hiu dan Pari: Butuh Ide Segar Untuk Konservasi Spesies Terancam Punah

by tatkala
May 21, 2024
0
Simposium Hiu dan Pari: Butuh Ide Segar Untuk Konservasi Spesies Terancam Punah

JAKARTA – TATKALA.CO --  Konsumsi dan perdagangan hiu dan pari di Indonesia masih marak terjadi. Pola konsumsi dan perdagangan spesies...

Read moreDetails

“Asuh Kayuan”, Program Mengasuh Mata Air di Desa Pedawa

by tatkala
May 5, 2024
0
“Asuh Kayuan”, Program Mengasuh Mata Air di Desa Pedawa

KOMUNITAS Kayoman di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali, punya program bernama Asuh Kayuan. Program ini berisi kegiatan-kegiatan penting dan...

Read moreDetails
Next Post
Nyepi: Terapi Kesehatan, Terapi Kita, Bumi dan Peradaban

Diabetes yang Menghentikan Kita, Atau Kita yang Menghentikan Diabetes

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co