2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kiai Bejo, Kiai Hoki: Dinamika Pemikiran Ulama Terhadap Situasi Kehidupan

M. Ivan Aulia Rokhman by M. Ivan Aulia Rokhman
February 8, 2018
in Ulasan
Kiai Bejo, Kiai Hoki: Dinamika Pemikiran Ulama Terhadap Situasi Kehidupan
  • Judul Buku : Kiai Bejo, Kiai Untung, Kiai Hoki
  • Penulis : Emha Ainun Najib
  • Penerbit : Kompas
  • Cetakan : 2016
  • Tebal : x + 246 Halaman
  • ISBN : 978-602-412-087-0

DEMI Allah, sesungguhnya apa yang sedang diributkan di Senayan masih belum sungguh-sungguh ada hubungannya dengan tema-tema yang secara mendasar dibutuhkan oleh kebanyakan rakyat. Rakyat yang merupakan pemilik tanah air ini belum dijadwalkan sebagai agenda utama persidangan. Urusan mayoritas penduduk negeri ini bukan sesuatu yang dicemaskan dan diperdebatkan oleh wakil-wakil mereka.

Jangankan nasib rakyat di hadapan pemerintahnya sendiri. Nasibmu dan nasib negeri ini di hadapan tangan kuat jaringan adikuasa dunia, sama sekali tidak pernah diagendakan.

Megawati menjadi orang besar dan akhirnya duduk di kursi nomor satu berkat nasibnya yang dizalimi selama Orba. Ia dibela dan diberi simpati nasional karena ketertindasan. dan kini ia bekerja sama dengan mantan-mantan penindas di depan hidung jutaan pembela-pembelanya.

Amien Rais jadi terkenal dan penting karena beberapa tahun yang lalu sepulang dari Irian Jaya ia mengecam habis Freeport. Dalam suatu forum Permadi SH menantangnya apakah ia siap menjadi presiden dan ia mengecam habis Freeport.

Satu pemimpinmu begitu, sepuluh pemimpinmu begitu, seratus pemimpinmu begitu–dan Engkau tidak tahu sampai kapan akan terus begitu. Kebetulan kalian rakyat Indonesia juga tidak mengejar kebenaran, melainkan menjebakkan diri dalam kebodohan, khayalan, kesalahpahaman, dan prasangka-prasangka. Yang baik disangka buruk, yang buruk disangka baik. Yang seharusnya dibuang malah ditelan, yang seharusnya dimakan malah dicampakkan. Itu berlangsung tak hanya di bidang politik, tapi juga terutama di bidang kebudayaan.

Rakyat Indonesia adalah janda yang sepanjang sejarah menunggu untuk digilir diperkosa. Rakyat Indonesia adalah rombongan berduyun-duyun berjalan menuju cakrawala sejarah tanpa benar-benar tahu ke mana akan pergi. Di hadapan arah berjalan menuju cakrawala sejarah tanpa benar-benar tahu ke mana akan pergi. Di menunggumu untuk melucuti pakaianmu, mengambil hartamu dan memperkosamu.

Namun, makhluk sejarah semacam itu akan ada ujungnya. Setiap yang selain Allah memiliki awal dan akhir. Cacing, matahari, pemerintahan, keculasan, semua akan ada akhirnya. Kalian rakyat indonesia tidak punya infrastruktur dan modal yang memadai untuk melakukan revolusi, tetapi kalian jagoan dalam mengamuk, bikin kerusuhan–dan saatnya akan datang lagi karena berlakunya hukum alam. Tentu tidak satu dua bulan ini, juga tidak di bawah dua tahun ke depan ini (Hal 39-42).

Kado cinta ini dipersembahkan kepada sesama manusia, sesama hamba Allah, dan sesama bangsa Indonesia. Cinta tidak membatasi kemesraannya hanya kepada siapa yang juga mencintainya. Kasih sayang tidak membatalkan rahmatnya jika pun yang ditaburinya memberikan kebencian dan prasangka.

Kami saling meneguhkan sikap dan menjernihkan pengetahuan. Bahwa reformasi adalah pekerjaan rutin kita sejak dulu, sejak jauh sebelum datang era yang bernama Orde Reformasi. Bahwa reformasi terus-menerus kita kerjakan, siapapun presiden dan menteri-menterinya apa pun nama orde sejarahnya.

Cukuplah sudah era reformasi ini dikotori oleh Brutus-Brutus yang tak terbilang jumlahnya. Cukuplah sudah Orde Baru terbaru ini dipergelikan oleh saudara-saudara kita yang sikapnya mengharuskan, yang merasa paling pahlawan sesudah tertidur sangat lama dan tiba-tiba terbangun dan “menjumpai bola perubahan sudah di kotak penalti lawan dalam situasi scrimmage sehingga sesudah terjadi gol maka ia merasa dialah yang memasukkan bola ke gawang”.

Juga karena nash Allah menentukan manusia bukan iblis dan tidak mungkin menjadi iblis karena Tuhan menyediakan tawaran permanen kepada manusia untuk bertobat dan memilih khusnul khotimah. Jika seseorang tidak menanggapi tawaran demokrasi uluhiyah itu, maka kita tidak bisa menolongnya. Namun, kalau ia mencobanya dan memasukinya, ktia wajib mengapresiasi dan menghormati keputusannya sebab Allah sendiri pun menghormati hambaNya yang bertobat dan menantinya di surga dengan hati rindu dan cahaya wajah-Nya yang siap. Ia kuakkan (Hal 65-68).

Buku ini berisi tentang pemikiran Emha Ainun Najib ini memiliki kekuatan daya ingat dan mengembangkan kalimat yang secara luas terhadap pembaca. Bahasa dalam tulisan ini cukup bermuat obrolan, cerita, lugas, detail, dan secara akurat. Jadi tulisan ini berisi kumpulan esai tentang politik, hukum, agama, pendidikan, sosial budaya, dan pandangan lainnya yang ingin dikaji. (T)

Tags: BukuIslamOrde BaruReformasiresensi
Share11TweetSendShareSend
Previous Post

Catatan Harian Sugi Lanus# Menimbang Bahasa Bali Sebagai MKDU di Perguruan Tinggi

Next Post

Film “Lucky”, Mencari Jawaban Misteri Pasca Kematian Manusia

M. Ivan Aulia Rokhman

M. Ivan Aulia Rokhman

Lahir di Jember, 21 April 1996. Alumnus SMAN 10 Surabaya. Karyanya dimuat di koran lokal dan Nasional. Beberapa puisinya juga dimuat dalam antologi Masa Depan Waktu (2017), Bukan Kita (2017), Cerita 3 Masa (2017). Bergiat di FLP Surabaya, dan Remas Al-Akbar Surabaya. Ia seorang penulis Berkebutuhan Khusus.

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Film “Lucky”, Mencari Jawaban Misteri Pasca Kematian Manusia

Film “Lucky”, Mencari Jawaban Misteri Pasca Kematian Manusia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co