23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sehari Menjadi Wayang di Pekan Budaya Cigaru, Majenang, Cilacap

tatkala by tatkala
February 2, 2018
in Pertanian

 

DALAM desain pembangunan nasional, perdesaan ditempatkan sebagai pinggiran dalam hampir semua hal: politik, ekonomi, sosial dan kultural. Konsekwensinya adalah kawasan perkotaan menjadi pusat-pusat kemajuan yang terus meluas hingga wilayah perdesaan semakin berkurang dan terus mengalami pelenyapan secara sistematis terutama ekonomi dan budaya. Dampak terjauhnya adalah terjadi ketidakselarasan antara orientasi budaya dan basis ekonomi masyarakat: ekonomi masyrakat desa berbasis pada pertanian dan perdagangan mikro, kulturnya mengacu pada budaya di perkotaan yang berbasis pada ekonomi skala besar.

Sebagai respons terhadap desain pembangunan tersebut, pesantren sebagai pusat keagamaan, pendidikan dan budaya masyarakat dapat mengambil langkah demi menyembangkan tatanan sosial. Dengan tatatan yang lebih seimbang, perdesaan dapat menggapai kemajuan dengan tetap menjadi desa yang selaras antara orientasi budaya, basis ekonomi, sumber daya manusia dan jumlah populasinya. Dengan itu pula perdesaan dapat lebih mandiri dan otentik sehingga mampu menjadi supporting partner (bukan rival dan korban) dari wilayah perkotaan.

Pekan Budaya Cigaru (PBC) merupakan bentuk dari respons tersebut. Kegiatan ini diselenggarakan pada Senin 17 sampai Kamis 21 Desember 2017 atas inisiatif dari Pondok Pesantren Pembangunan Miftahul Huda, Cigaru, Majenang, Cilacap. Selain untuk mengembangkan perdesaan, Pekan Budaya Cigaru diselengggarakan sebagai bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan haul para pendiri Pondok Pesantren Cigaru. Dengan cara tersebut, PBC dapat menjadi festival sekaligus ritual sehingga dapat lebih cepat diterima dan menyatu dengan struktur nilai masyarakat setempat sekaligus dapat menghadirkan semangat Islam yang mencerahkan dan penuh kedamaian.

Selama berlangsungnya PBC, masyarakat dapat belajar satu sama lain, berkonsultasi dengan para ahli dan pemerintah setempat terkait persolan-persoalan yang dihadapi, sekaligus menjalin kerjasama antar komunitas dan lembaga yang ikut serta di dalamnya. Dengan cara itu, arus informasi, komunikasi dan pengetahuan antar pihak dapat mengalir lebih lancar, dinamis dan menyenangkan sehingga lebih berdaya dalam melakukan proses transformasi sosial.

Pekan Budaya Cigaru akan dibuka dengan karnaval Sedina Dadi Wayang atau ‘Sehari Menjadi Wayang’. Tema wayang dipilih karena merupakan bentuk kesenian paling populer dan atraktif di mata masyarakat desa, di samping mengandung unsur transformasi moral dan spiritual. Agar dapat tampil lebih menarik, wayang ditampilkan sesuai selera visual dan pertunjukan masa kini yang lebih bebas dan luwes dalam berkespresi namun dengan tetap menjaga semangat intinya.

Karnaval tersebut diikuti oleh para peserta yang terdiri dari para santri, warga desa, komunitas minat-bakat dan antar iman. Mereka akan mengenakan kostum wayang, adat dan pakaian eksprimental sebagai manifestasi rasa syukur dan kreativitas. Karnaval akan berlangsung dari makam pahlawan di alun-alun kota Majenang menuju lokasi pondok pesantren di dusun Cigaru, Desa Cibeunying, sebagai refleksi terhadap perjuangan KH Sufyan Tsauri sebagai pengasuh pesantren sekaligus tokoh kharismatis masyarakat Majenang dalam memimpin gerilya kemerdekaan.

Selain karnaval Sedina Dadi Wayang, selama Pekan Budaya Cigaru akan diselenggarakan berbagai kegiatan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan, wawasan dan semangat warga desa dan para santri. Berbagai kegiatan tersebut meliputi pelatihan membuat batik oleh seniman batik dan serat Abdul Syukur, lokakarya pengobatan herbal, kemudian bimbingan menulis kreatif oleh sastrawan Raudal Tanjung Banua dan Eko Triono, pelatihan menggambar oleh perupa Bambang Heras serta pelatihan tentang etika, aturan hukum dan keamanan dalam menggunakan internet oleh George Bratadijaja dari GEN Indonesia. Peserta pelatihan terdiri dari warga desa, para santri dari beberapa pondok pesantren, perwakilan sekolah dan antar iman, serta para mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Karesidenan Banyumas.

Di samping kegiatan pelatihan, dalam PBC juga diselenggrakan forum diskusi tentang Pemuda dan Masa Depan Bangsa oleh Achmad Munjid, Ph.D. (CRCS UGM), Dr. Tony Doludea (Abdurrahman Wahid Centre Universitas Indonesia) dan Dr. Fathul Aminudin Aziz (Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Purwokerto) dengan modertaor Muhammad Idris Hasan, Ph.D. (Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Sufyan Tsauri Majenang). Forum diskusi berikutnya adalah tentang Pesantren dan Pengembangan Masyrakaat oleh KH. Sholahuddin (Pengasuh Pesantren An-Nuqayyah, Sumenep, Madura) dan KH Sofwan Yahya (Pesantren As-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta).

Selain kegiatan pelatihan dan diskusi yang bertujuan edukatif, Pekan Budaya Cigaru juga menyelenggarakan beberapa kegiatan yang menghibur meliputi pertunjukan wayang kontemporer oleh seniman Indonesia terkemuka Heri Dono, Nasirun dan Samuel Indratma, atraksi Barongsai oleh komunitas Tionghoa Purwokerto, pertunjukan biola solo oleh Sagaf Faozata Adzkia dan Arum Rindu Sekar Kasih, musikalisasi puisi oleh Alfiyan Harfi, Kedung Dharma Romansha, Badruddin Emce dan para penyair muda lainnya. Pekan Budaya Cigaru akan ditutup dengan parade musik hadrah dari beberapa pesantren di Kecamatan Majenang.

Tak ketinggalan, selama pekan budaya juga berlangsung bazar makanan tradisional dan bursa buku serta pameran seni rupa yang menampilkan karya para pelukis terkemuka dari Cilacap dan Jogjakarta seperti Samuel Indratma, Bob Sick Yudhita, Daryono Yunani, Ismanto Wahyudi, Yaksa Agus, Fatoni Makturodi, Titus Garu, Taufik Hidayat dan beberapa seniman lainnya.

Pada setiap pertunjukan akan diserahkan Anugerah Punokawan Award untuk para santri yang memenangkan lomba menulis puisi, prosa, esei dan melukis. Para pemenang akan menerima medali Golden Semar, Silver Gareng, Bronze Petruk serta Metal Bagong. Kompleks pesantren sebagai arena festival akan dirias dengan instalasi lampion dan wayang terbang sebagai lambang harapan di mana warna-warni cahaya menjadi simbol dari pancaran rahmat dan berkah untuk kehidupan yang lebih baik. (T/Rilis)

Tags: festivalJawa Baratwayang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sekar Sumawur: Dialog Kosong tentang Jalan Seribu Tanda Tanya

Next Post

Mahasiswa Bidikmisi: Mutiara Harapan Bangsa – Kadang Nangis Nunggu Dana Cair

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

by tatkala
August 3, 2025
0
Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

KABUPATEN Buleleng, Bali, menorehkan tonggak baru dalam ketahanan pangan dengan menyelenggarakan panen perdana varietas padi unggulan lokal, Semeton Buleleng, pada...

Read moreDetails

Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

by Redaksi Tatkala Denpasar
May 15, 2024
0
Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

DENPASAR | TATKALA.CO – Limbah tandusan (proses pembuatan minyak kelapa secara tradisional ternyata bisa difermentasi untuk makanan ternak. Inovasi itu...

Read moreDetails

Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

by Redaksi Tatkala Buleleng
April 3, 2024
0
Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

SORGUM tampaknya makin populer di Buleleng. Banyak petani yang mulai menanamnya, dan makanan berbahan sorgum sudah mulai dikenal. Di Desa...

Read moreDetails

Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

by Redaksi Tatkala Denpasar
February 6, 2024
0
Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

DENPASAR | TATKALA.CO --- Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana Prof. Dr. I Wayan Budiasa, S.P., M.P., IPU, ASEAN Eng....

Read moreDetails

Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

by Redaksi Tatkala Tabanan
January 24, 2024
0
Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

TABANAN | TATKALA.CO -- Untuk keempat kali Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM FP Unud) menyelenggarakan Agricamp di Desa Marga...

Read moreDetails

Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

by Redaksi Tatkala Buleleng
November 8, 2023
0
Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

KINI ada asuransi untuk petani. Jika panen gagal, petani bisa tenang. Teorinya sesederhana itu. Tapia pa itu asuransi pertanian? Program...

Read moreDetails

Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

by tatkala
October 16, 2023
0
Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

PEPAYA termasuk buah tropis yang memiliki kepentingan komersial karena nilai nutrisi dan pengobatannya yang tinggi. Biji dan kulit pepaya yang...

Read moreDetails

Wine dari Jeruk Siam Kintamani

by tatkala
October 13, 2023
0
Wine dari Jeruk Siam Kintamani

WINE bukan hanya dari buah anggur. Kini terdapat upaya pengembangan minuman wine yang diolah dari buah jeruk siam. Pengolahan jeruk...

Read moreDetails

Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

by tatkala
September 20, 2023
0
Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

BAGAIMANA bisa subak sampai kekeringan? Itu pertanyaan yang aneh. Tapi ada yang lebih aneh, sudah tahu subak mengalami kekeringan, tapi...

Read moreDetails

Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

by tatkala
September 5, 2023
0
Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

DI JEPANG tidak ada subak. Itu sudah jelas. Oleh karenanya, saat pengabdian masyarakat di Subak Jatiluwih, Tabanan, mahasiswa Universitas Meiji,...

Read moreDetails
Next Post

Mahasiswa Bidikmisi: Mutiara Harapan Bangsa - Kadang Nangis Nunggu Dana Cair

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co