23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

80 Anak-anak Menari Rejang Shanti di Lovina – Damai Itu Sederhana

tatkala by tatkala
February 2, 2018
in Pertanian

Foto-foto: Mursal Buyung

PAGI, Purnama, 12 Maret 2017, terasa berbeda di Pantai Lovina, Kabupaten Buleleng, Bali. Sekitar 80 anak-anak menarikan Rejang Shanti di pantai rindang yang landai itu. Mereka meliuk, pelan, ritmis, dan mistis. Menyebarlah kedamaian ke segala arah.

Para penari itu adalah anak-anak SDN 1 Kaliasem. Setelah melewati sebuah upacara di Pura Taman Campuhan Shanti Lovina (sebelah Kantin 21), para penari berparade shanti, berjalan dari pura, menyeberang jalan raya, menuju Pantai Lovina.

Di Patung Dolphin, para penari berputar satu kali, lalu bergerak ke pantai di depan Sea-Breeze. Di tepi pantai anak-anak itu menari, melakukan pembersihan secara simbolis sekala-niskala, ruwat diri dan ruwat bumi.

Sebelum ditarikan di Lovina, Tari Rejang Shanti sudah ditarikan di sejumlah tempat di Indonesia. Pertama ditarikan di Di Bentara Budaya Bali 3 Februari 2017, lalu di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Anjungan Jawa Tengah, 12 Februari. Kemudian juga di TMII di depan Tugu Api Pancasila dengan formasi 60 orang, 26 Februari. Kemudian tarian itu ditarikan untuk membuka Women’s March Jakarta di depan Istana Merdeka di Monas, 4 Maret.

Rejang Shanti dikonsep oleh penari senior, Ayu Bulantrisna Djelantik, koreografer Ida Ayu Wayan Arya Satyani atau akrab dipanggil Dayu Ani dari Maha Bajra Sandhi, serta lirik oleh seniman Cok Sawitri, dan diproduksi Bengkel Tari Ayu Bulan, Februari 2017.

Sang konseptor Ayu Bulantrisna Djelantik datang langsung ke kawasan Lovina disertai tiga pelatih tari yaitu Ketut Putri Minangsari, Ida Ayu Nova Premasanti dan Ida ayu Gayatri Wulansari Mertha Jaya. Selain sejak beberapa hari melatih anak-anak, mereka juga turut menari di Lovina.

Biyang Bulan, panggilan akrab Ayu Bulantrisna Djelantik, mengatakan tari ini memiliki konsep membersihkan diri, membersihkan bumi, atau disebut pula ruwat diri dan ruwat bumi.

Tujuannya tentu saja untuk menciptakan damai yang dimulai dari diri sendiri, dimana dalam liriknya terdapat frasa “damai itu sederhana”. Jika saja semua orang memulai dan memiliki konsep ini, maka kedamaian akan tercipta dengan sederhana saja.

Seluruh konsep tari ini menunjukkan pluralisme budaya baik ditinjau dari segi kostum dan lirik yang dilagukan. Kostum rejang berupa mahkota sederhana terbuat dari daun lontar berbentuk bunga, dimana dalam pentas tari di Lovina diadaptasi dengan menggunakan canang sari tiga buah dan dupa empat buah. Kain yang digunakan adalah kain ikat (endek) yang beraneka warna, dan selendang putih.

Para penari bergerak sambil menari. Begini liriknya:

Hana kidung angraksa
Siang latri teguh rahayu
Adoh ing alara Luputing bala ing kabeh
Jim setan natan purun
Paneluhan norana wani
Luput pagawe ala Gni wong aluput
Geni atemahan tirta maling adoh
Tan hana wani ring kami
Guna dudu pan sirna **

Bumi Pertiwi memanggil hati
Putra-putri anak negeri
Warna warni rupa diri
Semerbak kasih mewangi
Bhinneka Tunggal Ika Pancasila dasar negara
Merah putih berkibarlah
Jayalah yang cinta sesama.
Dari Utara Selatan,
dari Barat hingga Timur
Seluas semesta raya
Damai itu sederhana **

Ngreronce sasolahanne
Nglilit kayun sane becik
Makenyung saking ati
Sampunang je sumanangsaye
Maideran kayun kasih
Jrijine masoca bakti Luh muani saking garba
Nenten wenten sane tegeh endep
Makesami maduwe karma
Manyame braye Baktine ken solah Tri parisudha
Langit tegeh gumi linggah
Isin jagate ceraken Makejang paican Widhi
Ngudiang tandruh manandruhin
Pejang kutang keneh inguh
Masolah nyolahang kayun
Kadi panca mahabhuta, wantah cumpu Jagadhita **

Ratu Ayu, Wusan iratu mesolah 2 x
Sepyane menunas tamba 2x
Kenakan kayune mangkin

Secara lirik, diawali oleh kidung pangraksa jiwa dan diakhiri dengan sesanghyangan, dapat dipahami bahwa tari ini mengandung konsep pluralisme dan bahwa perbedaan adalah anugerah yang harus dijaga. Sekali lagi, intinya adalah damai itu sederhana.

Tari ini mewakili kedamaian itu dengan segenap gerak, makna dan totalitas pementasannya. Para penari biasanya digolongkan menjadi Rejang Niyang, Rejang Biyang, Rejang Jegeg dan Rejang Alit. Yang di Lovina masuk dalam golongan campuran yang didominasi Rejang Alit.

Parade dan pergelaran Rejang Shanti di Lovina itu merupakan rangkaian dari piodalan di Pura Taman Campuhan Shanti. Menurut Jro Campuhan, sebagai penjaga Pura Taman Campuhan Shanti, di kawasan pura terdapat sebelas mata air. Mata air sebelas ini adalah simbol sebelas arah mata angin yang menjadi sumber kedamaian dan kesucian. Beliau selalu mengawali ritual suci dengan gayatri mantra ke sebelas penjuru mata angin sebagai simbol doa kedamaian bagi bumi.

Perempuan ini mengakui bahwa air adalah penyembuh dan pendamai jiwa. Sebagai penjaga dan pemelihara mata air, beliau selalu mengajak siapapun untuk menjaga lingkungan, termasuk menjaga pikiran dan hati agar senantiasa damai (Shanti).

Sebagai sebuah proses perjalanan ritual Shanti yang sangat penting didokumentasikan, ritual ini juga melibatkan fotografer Mursal Buyung, dosen Seni Rupa Universitas Pendidikan Ganesha dan mahasiswanya, juga fotografer Danny Tumbelaka. (T/Laporan:Sonia)

Tags: anak-anakbulelengLovinaseni taritari bali
Share14TweetSendShareSend
Previous Post

Bondres Citta Usadhi: Anak-anak “Busul Mincid” di Zaman Teknologi

Next Post

Kisah dari Sebuah Desa: Tiga Bocah Yatim-Piatu, Kerupuk dan Cita-Cita…

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

by tatkala
August 3, 2025
0
Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

KABUPATEN Buleleng, Bali, menorehkan tonggak baru dalam ketahanan pangan dengan menyelenggarakan panen perdana varietas padi unggulan lokal, Semeton Buleleng, pada...

Read moreDetails

Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

by Redaksi Tatkala Denpasar
May 15, 2024
0
Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

DENPASAR | TATKALA.CO – Limbah tandusan (proses pembuatan minyak kelapa secara tradisional ternyata bisa difermentasi untuk makanan ternak. Inovasi itu...

Read moreDetails

Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

by Redaksi Tatkala Buleleng
April 3, 2024
0
Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

SORGUM tampaknya makin populer di Buleleng. Banyak petani yang mulai menanamnya, dan makanan berbahan sorgum sudah mulai dikenal. Di Desa...

Read moreDetails

Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

by Redaksi Tatkala Denpasar
February 6, 2024
0
Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

DENPASAR | TATKALA.CO --- Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana Prof. Dr. I Wayan Budiasa, S.P., M.P., IPU, ASEAN Eng....

Read moreDetails

Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

by Redaksi Tatkala Tabanan
January 24, 2024
0
Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

TABANAN | TATKALA.CO -- Untuk keempat kali Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM FP Unud) menyelenggarakan Agricamp di Desa Marga...

Read moreDetails

Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

by Redaksi Tatkala Buleleng
November 8, 2023
0
Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

KINI ada asuransi untuk petani. Jika panen gagal, petani bisa tenang. Teorinya sesederhana itu. Tapia pa itu asuransi pertanian? Program...

Read moreDetails

Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

by tatkala
October 16, 2023
0
Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

PEPAYA termasuk buah tropis yang memiliki kepentingan komersial karena nilai nutrisi dan pengobatannya yang tinggi. Biji dan kulit pepaya yang...

Read moreDetails

Wine dari Jeruk Siam Kintamani

by tatkala
October 13, 2023
0
Wine dari Jeruk Siam Kintamani

WINE bukan hanya dari buah anggur. Kini terdapat upaya pengembangan minuman wine yang diolah dari buah jeruk siam. Pengolahan jeruk...

Read moreDetails

Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

by tatkala
September 20, 2023
0
Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

BAGAIMANA bisa subak sampai kekeringan? Itu pertanyaan yang aneh. Tapi ada yang lebih aneh, sudah tahu subak mengalami kekeringan, tapi...

Read moreDetails

Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

by tatkala
September 5, 2023
0
Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

DI JEPANG tidak ada subak. Itu sudah jelas. Oleh karenanya, saat pengabdian masyarakat di Subak Jatiluwih, Tabanan, mahasiswa Universitas Meiji,...

Read moreDetails
Next Post

Kisah dari Sebuah Desa: Tiga Bocah Yatim-Piatu, Kerupuk dan Cita-Cita…

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co