14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menakar Kadar Ke-Bali-an* Orang Bali

Sugi Lanus by Sugi Lanus
February 24, 2021
in Esai

Foto: Istimewa

— Catatan Harian Sugi Lanus 5 Maret 2017

MENGAKU orang Bali?

Masihkah kualitas kehidupan orang Bali bermutu?

Persoalan kualitas kehidupan manusia dan dan ‘kadar kebalian’ kita, bisa kita takar dengan salah satunya jujur menjawab berapa banyak kita paham ungkapan dan seberapa sering kita memakai ‘bladbadan’ di bawah ini:

– Macarang nyuh (papah-ngepah)
– Madamar di langit (bulan-bulanan-bulanan)
– Medon jaka (ron- makaronan, makurenan)
– Togog kretain (kusir-usir)
– Macermen jawa (anggur-nganggur)
– Mabuaya di tegal (alu-nglalu)
– Masarin tanah (buk-ibuk)
– Matalin radio (antenna-nganten)
– Medon klentang (kelor-lelor)
– Masaung pleting (tundak-tundak-tundik)
– Odak susu (buat-buatang)
– Nelung dasa lima (pasasur-ngangsur)
– Kubur Bali (sema-semaya)
– Makunyit di alas (temu-matemu)
– Madasar meka (rasa-rasain)
– Melalawar gerang (sager-menyanggerang)
– Mesok gedenan (bodang-ngodag-ngodag)
– Majaring bukal (tepis-nepis)
– Mablauk ngindang (capung-ngapung)
– Makutun lambang (seksek-ngaseksek)
– Matalin kendang (jangat-jengat)
– Matulang nyuh (kau-tau)
– Maraab umah (genteng – genting)
– Maraab umah (lalang-alangan)
– Muwat pandan (bagu-ngagu)
– Mabukun tiing (lawas-lawas=lama)
– Matabia cenik ( tabia krinyi-krinyi)
– Mauwat gedebong (otot-ngotot)
– Matelu patpat (pitu-mapitungan)
– Mauled jaka (ancruk-nguncrukang)
– Matapis jaka ( duk-duk=tatkala)
– Matembok di abian (pagehan-pageh)
– Matulang api (areng-bareng)
– Matalin prau (panyangcangan-cangcanga)
– Matuwak tape (berem-ngerem)
– Matumbak adegan (sunduk-unduk)
– Matumbak kamben (jaum-majauman)
– Matanah jalikan (aon-kaon)
– Matumbak lesung (lu, nglalu, nglulu)
– Matekep kuskusan ( kekeb-mengkeb)
– Matembok di carik (pundukan-unduk)
– Megambar bumi (peta-mapeta)
– Masuunan payuk (lekeh-nglekeh)
– Macarang uga ( sambilan-masambilan)
– Majeron Pura ( pura-ampura)
– Masepat kayu (garisan-rarisang)
– Mataluh nyuh (tombong-sombong)
– Majoan pancing (pales-males)
– Masiap alas (keker-ceker-ceker)
– Mabais bebek (gempel-ngempelin)
– Mapanak udang (katetes-ketes)
– Maboreh tangkah (buat-buatang)
– Mamunyin siap (makruyuk-ngruyukang)
– Mabuah wayah (jebug-jebug)
– Makutun kamben (tuma-tuman)
– Makranjang bebek (gaangan-magaang)
– Mabunga layu (mayang –sayang)
– Mapatin kadutan (danganan-dangan=gampang)
– Makalung sampi (kroncong-ngrocong)
– Mabuah kelor (klentang-klentangin)
– Majaum jaring (pangecoban-nyoba)
– Mainan blauk (capung-ngapung)
– Maadin kuud (klungah-jengah)
– Madakin Kuping (tilu-ilu=dahulu)
– Madamar bangke (angenan-mapangenan)
– Madamar di carik (kunang-kunang-matunangan)
– Madasar nasi (entip-ngintip)
– Maberuk tanah (caratan-manyaratang)
– Mawayang gadang (kresna-tresna)
– Mabaju tan palima (kutang-kutang)
– Mabungan buah (bangsah-blangsah)
– Mabawang putih (kesuna-misuna)
– Madanyuh biu (kraras-raras)
– Jaja uli-magula (abug-jebuh)
– Blulang maukir (wayang-sayang)
– Ental magulung (subeng-nyebeng)
– Gedebong tuh (kupas-upas)
– Panak cicing (kuluk-nguluk-nguluk)
– Prau gede (kapal-apal)
– Lelintah gunung (pacet-macet)
– Lelawah gedenan (bukal-ngakal)
– Tali papah (guntung-untung)
– Umah sampi (kandang-ngandang-andang)
– Gunting buah (caket-raket)
– Arjuna durian (tualen-ngelen-ngelen)
– Sibuh gedah (lumur-umur)
– Bubuh sagu (ongol-ongol-nyengongolang)
– Kertas batu (paras-raras)

Sekarang akan diurai kisi-kisi mengurainya:

– masampian pesel
Arti sejati: lis
Arti paribasa: gelisin

– matekep botol
Arti sujati: sengseng
Arti paribasa: nyrengseng

– maketel tanah
Arti sujati: caratan
Arti paribasa: manyaratang

Apa relevansinya bercermin ‘kadar kebalian’ kita dengan membaca dan melakukan rechecking ingatan dan pemahaman kita lewat ‘bladbadan’?

1. ‘Badbadan’ adalah urusan kemampuan berbahasa Bali kita. Bali-kah kita jika kehilangan kedalaman berbahasa Bali?
2. ‘Bladbadan’ terkait dengan pemahaman lingkungan, pengetahuan, konsepsi berpikir dan keterampilan bertahan hidup manusia Bali.

Tentang poin nomor 2 ini begini sekiranya penjelasannya:

Coba kembali baca ‘bladbadan’ di atas. Apa saja ‘khasanah ilmu’ yang terungkap? Apa saja yang telah susut dan menurun kualitasnya dalam kehidupan manusia Bali?

Daftar ‘bladbadan’ di atas menyangkut persoalan dan topik pertanian, seperti ‘nyuh’ (papah-ngepah), ‘damar langit’ (bulan-pedoman menghitung kalender Bali), ‘jaka’ (ron dan tuak serta sumber gula), ‘sarin tanah’, ‘kelor’ dan ‘temu’ (khasanah tumbuhan dan pangan lainnya), ‘pasasur’ (berhitung cara Bali), ‘bodang’ (jenis anyaman), ‘tepis’ (jaring penangkap ‘bukal’ jenis kelelawar sumber pangan dan skill bertahan hidup), ‘bukal’, ‘blauk’ dll (khasanah fauna dan habitat binatang di dunia petani dan orang desa), dan seterusnya.

Masihkah kita faham semesta yang dirujuk kata-kata dalam ‘bladbadan di atas itu?

Jangankan skill mengulat ‘tepis’ dan ‘nyaring bukal’ bahkan ‘bubur sagu’ (ongol-ongol) kita sulit kita cari sekarang di Bali. Artinya, bercermin dari ungkapan-ungkapan di atas, bukan hanya kadar kebahasaan kita yang melemah dan susut, kadar kebalian dan kualitas kehidupan manusia Bali pun bisa kita takar dan uji dengan membaca ‘bladbadan’ di atas.

Kualitas-kualitas kehidupan manusia Bali banyak tersembunyi dalam ‘bladbadan’ dan berbagai ‘paribasa’ kita. Diperlukan uluran tangan kita untuk menahan dan merawat generasi kedepan agar tidak ‘majempong bebek’ dan tidak ‘metanah jalikan’ semangatnya merengkuh kedalaman ‘kebalian’ mereka masing-masing.

*Kebalian = kualitas hidup dan pemahaman konsepsi kehidupan orang Bali. (T)

Tags: Bahasa Balibaligaya hidupPeribahasa
Share16TweetSendShareSend
Previous Post

Bekas Tamparan Bapak

Next Post

Orasi Putu Wijaya: Kekalahan Sekali pun adalah Peluang Terbaik untuk Menang

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post

Orasi Putu Wijaya: Kekalahan Sekali pun adalah Peluang Terbaik untuk Menang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co