30 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Seperti di Tampaksiring, Pura Mengening Ada juga di Payangan – Apakah itu Berhubungan?

Gde Nyana Kesuma by Gde Nyana Kesuma
February 2, 2018
in Esai

Foto: koleksi penulis

JIKA ditanya kepada wisatawan manacanegara atau lokal tempat-tempat pelancongan bernuansa spiritual yang bagus di wilayah Gianyar, pastilah sebagian besar menjawab Tirta Empul dan Pura Mengening di Tampaksiring.

Apalagi jika warga Gianyar pada khususnya ditanya, “Anda tahu Pura Mengening?”

Sebagian besar pasti menjawab, “Pura Mengening di Tampaksiring itu ya. Itu saya tahu!”

Tetapi jika ditanyakan kepada warga Gianyar di sekitaran Desa Kelusa, Payangan. Tepatnya di Desa Pakraman Yehtengah, tentu saja mereka akan menjawab Pura Mengening di Ten Kangin atau Beten Kangin, yang artinya di wilayah timur bagian bawah.

Ya, tentu saja, karena di wilayah itu memang terdapat juga Pura Mengening, sebuah pura dengan fungsi dan pemandangan yang mirip dengan Pura Mengening di Tampaksiring.

Pura Mengening di Tampaksiring menjadi salah satu Pura Kahyangan Jagat di Desa Seraseda Tampaksiring dan menjadi salah satu bagian dari Cagar Budaya yang ditetapkan Pemprov Bali berdasarkan UU No.5/1985.

Di Desa Pakraman Yehtengah, Kelusa, Payangan, juga ada Pura Mengening yang juag ditemukannya sekitar abad ke-11. Dengan nama yang sama “Mengening”, yang artinya berasal dari kata ening yang artinya bersih tanpa kotoran sedikit pun. Biasanya kata ening erat dihubungkan hanya dengan air. “Yeh ening sajan”, artinya air jernis sekali.

Baiklah, bukan bermaksud membanding-bandingkan atau menyamakan Pura Mengening Tampaksiring dan Pura Mengening Yehtengah. Saya hanya ingin menuangkan sebuah kisah dari Pura Mengening Yehtengah yang sekarang ini sudah dikenal oleh warga sebagai salah satu tempat melukat atau melebur mala.

Pura ini diempon oleh Desa Pakraman Yehtengah. Banyak mitos atau ujaran yang pernah saya dengar terkait dengan Pura Mengening Yehtengah.  Karena sehari-harinya  sebagai pengempon Pura Mengening adalah kakek saya I Made Dana (alm) dan nenek saya Ni Ketut Pakil (alm). Sekarang digantikan adalah orang tua saya sendiri I Made Terima (48) dan Ni Nyoman Aristini (47).

Mitos dan ujaran itu lebih sering saya dengan dari almarhum kakek dan nenek saya. Terutama terkait dengan sebuah telaga yang berada di areal pura yang berisikan lubang di dekatnya.

Mereka pernah mengatakan, “Bolonge ento (lubang itu) tembus ke Tampaksiring”. Dalam benak saya Tampaksiring itu luas dan saya tidak diberitahukan lubang itu tepatnya akan tembus ke daerah Tampaksiring yang mana.

Waktu itu saya masih sangat kecil untuk bisa tahu nama-nama daerah di Tampaksiring karena umur saya baru sekitar 7 tahun. Seiring dengan berjalannya waktu akhirnya saya mulai mengetahui dengan jelas bahwa di wilayah Tampaksiring juga ada Pura dengan sebutan yang sama yaitu Pura Mengening.

Apakah lubang di dekat telaga Pura Mengening Yehtengah bisa tembus ke lubang di Pura Mengening Tampaksiring? Saya hanya bisa membayangkan. Karena sampai sekarang tak pernah ada yang pernah membuktikan akan tembus ke mana lubang di dekat telaga Pura Mengening Yehtengah itu.

Dari nenek saya pernah mendapat cerita bahwa di pancoran belakang bale gong dan perantenan terdapat due be julit. “Yen Ida yedun yeh pancoranne pasti lakar nyat (kalau beliau menampakkan diri, air pancoran pasti kering)”.

Cerita nenek membuat saya ingin tahu apa itu be julit. Akhirnya saya diajak oleh orang tua saya ke Pura Tirta Empul, Tampaksiring. Di sanalah saya dapat melihat yang namanya be julit, yakni ikan julit sejenis ikan sidat.

Namun dengan rasa penasaran sampai sekarang saya tidak pernah dapat melihat be julit di daerah pancoran Pura Mengening yang dimaksud oleh mendiang nenek saya. Akan tetapi para orang tua (lingsir-lingsir) di sekitar wilayah desa saya banyak yang membenarkan cerita nenek.

Tempat “Melukat”

Sejak kecil saya tahu Pura Mengening Yehtengah adalah tempat melukat. Di situ ada Pancatirta dan Sadtirta yang lokasinya berdampingan. Pancoran Pancatirta bisa digunakan untuk membasuh muka atau membersihkan diri (mandi). Sementara Pancoran Sadtirta hanya boleh digunakan untuk nunas tirta atau untuk ppacara yadnya di Pura Mengening. Di situ juga ada tirta sudamala yang terletak di belakang bale gong dan perantenan.

Piodalan di Pura Mengening Yehtengah pada Saniscara Kliwon, Watugunung (Hari Raya Saraswati).  Seperti pura di Bali pada umumnya, palemahan Pura Mengening Yehtengah terbagi menjadi tiga bagian (Tri Mandala).

Pada bagian Nista Mandala terdapat taman yang tertata rapi dan pancoran yang dimanfaatkan untuk air suci atau ada yang digunakan untuk membasuh muka dan membersihkan diri. Pada bagian Madya Mandala terdapat bale gong, pancoran Sudamala serta perantenan. Dan pada Utama Mandala terdapat paruman pelinggih Ida Betara dan  Pura Taman di dekat telaga.

Dua tahun lalu Prajuru Desa Pakraman Yehtengah mempermudah akses jalan ke Pura Mengening dan mempercantik wajah Pura. Mulai dari mendak Ida Tjokorda Raka Kerthyasa dari Puri Ubud untuk macecingak keberadaan Pura Mengening.

Dan pada akhirnya dengan dengan saran dari Ida Tjokorda beserta kehendak krama Desa Pakraman Yehtengah, Bendesa Desa Pakraman Yehtengah Drs. I Made Sukadana beserta prajuru yang lain akhirnya memutuskan untuk membuat jalan baru menuju ke Pura Mengening sekaligus merancang ulang posisi pancoran Pancatirta dan Sadtirta menjadi pancoran solas (sebelas).

Dulu, Pura Mengening Yehtengah yang tepatnya bertempat di timur laut Desa Pakraman Yehtengah ditempuh dengan cara jalan kaki sekitar satu kilometer dari pusat desa dan harus melewati hamparan sawah yang panjang.

Kini sudah dapat diakses dengan baik menggunakan kendaraan dengan baik. Dan jika sudah sampai di Pura Mengening pasti akan merasa tenang karena hawa dan gemericik air pancoran yang menghanyutkan dihiasi oleh julangan tinggi pohon kayu pala.

Setelah perbaikan akses dan proses mempercantik Pura, sudah banyak warga yang melukat atau melebur mala di Pura Mengening. Di antaranya ada satu organisasi yang bergerak di bidang yoga dan meditasi yaitu Markandya Yoga Teacher Training Course And Yoga Healing Bali Workshop yang nunas penglukatan bersama pada tanggal 12 Januari 2017.

Selain itu banyak juga warga yang berasal dari luar daerah atau wilayah Desa Pakraman Yehtengah yang nunas penglukatan atau nunas tirta untuk tamba (obat) bagi yang memilki sakit nonmedis. (T)

Tags: baliGianyarPura Mengeningupacara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

In Memoriam Sastrawan Gerson Poyk: “Kita Terasing di Bumi Subur Laut Kaya”

Next Post

“Singaraja Movement”, Kebangkitan Skena Musik Bawah Tanah Singaraja?

Gde Nyana Kesuma

Gde Nyana Kesuma

Lahir di Denpasar 19 Maret 1994. Tinggal di Banjar Yehtengah, Kelusa, Payangan, Gianyar. Lulusan Undiksha jurusan Pendidikan Bahasa Bali ini punya hobi main voli, namun kini merasa senang belajar menulis.

Related Posts

Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat

by Agung Sudarsa
April 30, 2026
0
Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat

Ilmuwan di Persimpangan Zaman Nama J. Robert Oppenheimer selalu menghadirkan paradoks: seorang ilmuwan jenius yang sekaligus menjadi simbol kegelisahan moral...

Read moreDetails

BALI SEDANG KRISIS KEBERANIAN? —‘Cari Aman’, ‘Koh Ngomong’ dan ‘Sing Nyak Uyut’ yang Menghancurkan Bali

by Sugi Lanus
April 30, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 29 April 2026 Di permukaan dan kasat mata: Bali sedang menghadapi darurat sampah. Pengerusakan hutan...

Read moreDetails

Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles

by T.H. Hari Sucahyo
April 29, 2026
0
Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles

DI tengah dunia yang begitu bising oleh standar dan penilaian, banyak orang tumbuh dengan keyakinan bahwa daya tarik ditentukan oleh...

Read moreDetails

Annam Brahman: Makanan adalah Tuhan

by Agung Sudarsa
April 28, 2026
0
Annam Brahman: Makanan adalah Tuhan

Dari Dapur Menuju Kesadaran Ungkapan Annam Brahman dari Taittiriya Upanishad sering terdengar sederhana, bahkan terasa “terlalu duniawi” untuk ukuran nilai-nilai...

Read moreDetails

Buku Terbit, Lalu Terlalu Banyak Selebrasi

by Angga Wijaya
April 28, 2026
0
Buku Terbit, Lalu Terlalu Banyak Selebrasi

BUKU terus lahir, hampir setiap waktu. Dari penulis lama, penulis baru; dari yang sudah punya nama, sampai yang masih mencari...

Read moreDetails

Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya

by Asep Kurnia
April 27, 2026
0
Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya

TAK dapat dipungkiri lagi bahwa Seba Baduy bukan lagi dimaknai hanya sebagai acara ritual sakral semata, tapi sudah melebihi dari...

Read moreDetails

Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

by I Nyoman Tingkat
April 27, 2026
0
Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

DUNIA mengakui1 April adalah tanggal olok-olok. Orang boleh berbohong pada 1 April yang disebut dengan April Mop. Tidak demikian dengan...

Read moreDetails

Masalahnya Bukan Hanya Anggaran

by Isran Kamal
April 27, 2026
0
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

SETIAP kali angka besar muncul di ruang publik, reaksi yang mengikuti hampir selalu serupa, yakni cepat, emosional, dan penuh kecurigaan....

Read moreDetails

Ketika Orang Bali Terpapar Jadi Pasukan Payuk Jakan & Cicing Borosan

by Sugi Lanus
April 27, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 27 April 2027 Lihatlah berbagai kejadian orang Bali cekcok, adu mulut terbuka, saling berhadapan-hadapan, berkelahi...

Read moreDetails

Teatrikal Politik Lingkungan di Bali

by Teddy Chrisprimanata Putra
April 26, 2026
0
Menghitung Kekuatan Politik Giri Prasta

BALI sedang tidak baik-baik saja. Setidaknya pernyataan tersebut valid dalam perspektif lingkungan. Telah menjadi diskursus publik bahwa Bali saat ini...

Read moreDetails
Next Post

“Singaraja Movement”, Kebangkitan Skena Musik Bawah Tanah Singaraja?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Problem Keadilan dalam Pembagian Harta Bersama: Dari Norma ke Uji Konstitusi

Dia luka yang tidak pernah benar-benar terlihat dalam putusan pengadilan berkaitan dengan pembagian harta gono gini dalam perpisah/pecahnya perkawinan  karena...

by I Made Pria Dharsana
April 30, 2026
Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat
Esai

Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat

Ilmuwan di Persimpangan Zaman Nama J. Robert Oppenheimer selalu menghadirkan paradoks: seorang ilmuwan jenius yang sekaligus menjadi simbol kegelisahan moral...

by Agung Sudarsa
April 30, 2026
Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  
Panggung

Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

SEJAK dibentuk pada 2008 di Bali, Dialog Dini Hari konsisten mempertahankan pendekatan musik yang tenang dan reflektif. Kini, band indie...

by Dede Putra Wiguna
April 30, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

BALI SEDANG KRISIS KEBERANIAN? —‘Cari Aman’, ‘Koh Ngomong’ dan ‘Sing Nyak Uyut’ yang Menghancurkan Bali

— Catatan Harian Sugi Lanus, 29 April 2026 Di permukaan dan kasat mata: Bali sedang menghadapi darurat sampah. Pengerusakan hutan...

by Sugi Lanus
April 30, 2026
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik
Tualang

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

by Chusmeru
April 30, 2026
Resistensi Penutur: antara “Mempunyai” dan “Memunyai” dalam Bahasa Indonesia
Bahasa

Resistensi Penutur: antara “Mempunyai” dan “Memunyai” dalam Bahasa Indonesia

BARU-BARU ini, dalam perhelatan Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Sandibasa) IV, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, saya mempresentasikan sebuah makalah...

by I Made Sudiana
April 29, 2026
Sambeng Agung, Perang Hama dari Canggu di Pesta Kesenian Bali 2025
Budaya

Pesta Kesenian Bali 2026 Angkat Isu-isu Sosial Aktual Lewat Panggung dan Seminar Seni

Pesona Pesta Kesenian Bali (PKB) masih memukau, dinamis dan relevan. Buktinya, pesta seni milik masyarakat Bali ini berhasil mempertahankan tradisi,...

by Nyoman Budarsana
April 29, 2026
Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles
Esai

Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles

DI tengah dunia yang begitu bising oleh standar dan penilaian, banyak orang tumbuh dengan keyakinan bahwa daya tarik ditentukan oleh...

by T.H. Hari Sucahyo
April 29, 2026
“Sing Nyidang Ngomong”, Saat Mr. Rayen Bicara tentang Luka Rumah Tangga dari Sudut Pandang Anak
Pop

“Sing Nyidang Ngomong”, Saat Mr. Rayen Bicara tentang Luka Rumah Tangga dari Sudut Pandang Anak

PADA banyak lagu tentang perselingkuhan, yang kita dengar biasanya hanya dua suara, mereka yang terlibat, mereka yang saling menyakiti. Jarang...

by Angga Wijaya
April 29, 2026
Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro
Panggung

Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro

CINEPOLIS Plaza Renon menjadi titik temu antara ingatan, penghormatan, dan refleksi. Di sanalah BALIDOC menggelar diseminasi sekaligus penayangan perdana film...

by Dede Putra Wiguna
April 29, 2026
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026
Khas

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
Annam Brahman: Makanan adalah Tuhan
Esai

Annam Brahman: Makanan adalah Tuhan

Dari Dapur Menuju Kesadaran Ungkapan Annam Brahman dari Taittiriya Upanishad sering terdengar sederhana, bahkan terasa “terlalu duniawi” untuk ukuran nilai-nilai...

by Agung Sudarsa
April 28, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co