14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Naik Delman Lebih Istimewa – Renungan dari Upanishad hingga Ibu Sud

Riki Dhamparan Putra by Riki Dhamparan Putra
February 2, 2018
in Opini

Sumber foto: youtube (lagu naik delman)

PEMBANGUNAN transportasi publik lazimnya menjadi urusan Dinas Perhubungan dan Pekerjaan Umum. Kecuali delman. Mungkin karena sudah menjadi kendaraan antik, delman kini hanya tampil sesekali dalam program  jawatan pemerintah bidang urusan barang antik juga, yaitu yang berada di bawah jawatan pariwisata.

Contohnya dalam parade delman, festival pusaka kraton dan yang sejenis itu. Pendek kata, walaupun belum sepenuhnya ditinggalkan publik, delman dipastikan sudah tak hadir dalam peta dan pesta pembangunan transportasi publik kontemporer kita.

Pemerintah malahan kerap mewacanakannya secara negatif. Misalnya dianggap potensial menebar virus. Sebagaimana kuda delman di kawasan Monas, sejak Maret 2016 lalu, seluruh kuda delman yang biasa beroperasi di kawasan itu dikirim ke Ragunan. Ya, dianggap potensial menebar virus.

Masuk akal mungkin alasannya. Apalah delman jika diukur dari ambisi pemerintah untuk mewujudkan sarana transportasi rel canggih berbasis komputer. Apalah delman jika dibanding lrt (light rail transit), mrt (mass rapid transit), cl (commuter line), bus transjakarta dan kereta bandara yang projeknya sedang dikeroyok pemda DKI dan pemerintah pusat itu.

Selain dipandang tidak efisien, romantik, dan membawa penyakit, delman tak mungkin pula mampu melayani kebutuhan transportasi masyarakat pekerja Jakarta hari ini. Terlebih pula, jikapun dilakukan pengadaan delman, besar anggarannya pastilah tidak semenakjubkan besaran anggaran pengadaan mega projek di atas.

Hingga cukup alasan bagi pemerintah megapolit untuk memuseumkannya. Walaupun kita juga ragu apakah betul transportasi publik berbasis mesin dan komputer yang menggantikannya itu tidak membawa virus? Jangan-jangan malah jauh lebih berbahaya.

Namun sudahlah, mitos tentang sistem hidup berbasis ilmiah – dengan mesin dan komputer sebagai  lokomotifnya – terlanjur diimani oleh masyarakat modern. Tak kecuali bidang transportasi yang dalam sejarah memang menjadi simbol hegemoni modern itu.

Dalam model ini, percepatan menjadi ide tunggal yang melandasi tindak-tanduk manusia. Dan yang bergerak untuk satu tujuan saja: mencapai target!  Sedangkan soal kenapa manusia harus mencapai target, apakah target itu dibawa mati? Percepatan tidak menyediakan jawabannya.

Delman, bukanlah kendaraan target. Dalam wujud tuanya yang sepi, letih, ditinggalkan, delman adalah sebuah nasehat. Begitulah pikiran budaya kita meyakininya. Di antara kendaraan umum lain yang pernah ada dalam sejarah manusia, hanya delman yang mengandung gagasan kehidupan sebagai sebuah “kendaraan”.

Artinya, dalam pikiran budaya kita, sebuah kendaraan tidak eksis semata karena tampilan fisiknya saja.  Melainkan juga hal-hal non fisik, yang dapat membantu kita memahami diri kita, dan memahami tujuan-tujuan hidup yang lebih jauh, lebih hakiki.

Kurang lebih seribu tahun sebelum masehi –sejak  delman masih bernama kereta kuda – kitab Upanishad sudah menyatakan hal tersebut. Dalam sloka ke 3 dan 4 Katha Upanishad diterangkan perumpamaan manusia itu laksana kereta kuda dengan kusir yang mengendalikannya.

“Ketahuilah Atman adalah sebagai tuannya kereta, jasmani adalah badan kereta. Ketahuilah bahwa Budhi itu adalah kusirnya kereta, sedangkan pikiran adalah tali kekang. Indria disebut kudanya kereta, sasaran indria adalah jalan. Atman dihubungkan dengan badan, indria dan pikiran…”( terjemahan I Ketut Wiana,  Bali Post, 31 Oktober 2009)

Untuk memahami konteks ayat ini dalam budaya transportasi kita, marilah kita ingat lagu “Naik Delman” gubahan Ibu Sud. Sebuah lagu bersahaja yang membungkus ajaran senada Upanishad itu dalam sebuah kejadian kecil yang gembira: naik delman.

Kisahnya terjadi… pada hari Minggu/ kuturut ayah ke kota/  naik delman istimewa/  kududuk di muka/…

Fokus ceritanya jelas: penumpang dan kereta tumpangannya. Yang di dalamnya ada aku si bocah, ayah, dan delman istimewa. Mengapa disebut delman istimewa?

Jawabnya karena dalam sebuah delman terkandung tiga subjek sekaligus. Mereka adalah kuda, kereta, dan Pak Kusir (3in1). Mengingat sistem lalu lintas jalan protokol ibukota baru mengenal sistem 3in1 pada tahun 2003, patut kita puji, lagu Naik Delman yang diciptakan pada era 80-an itu memang sebuah terobosan. Dengan kata lain, sebutan delman istimewa itu adalah sebuah gagasan.

Apa kaitannya dengan Upanishad? Pertama, karena sama seperti Upanishad, ia mengumpamakan manusia seperti kereta dan tumpangannya. Ada pergerakan, wajib ada pengendalian yang dalam eksistensi seorang manusia diperankan oleh daya yang dinamai Budhi.

Bait selanjutnya dari lagu Naik Delman menegaskan fungsi dan peran Budhi yang dilambangkan dengan Pak Kusir :” Kududuk samping Pak Kusir/ yang sedang bekerja/ mengendali kuda/ supaya baik jalannya/…

Jelas di situ bahwa peran Pak Kusir yang terutama rupanya bukan untuk sekadar mengantar penumpang ke Monas. Melainkan untuk mengendali kuda supaya baik jalannya.

Kalau dikaitkan dengan ayat Upanishad di atas, mengendali kuda sama artinya dengan mengendalikan indria. Artinya Pak Kusir itu adalah seorang pembimbing, seorang guru dalam melatih indria. Tanpa bimbingan, tanpa pengendalian, kereta kehidupan dalam bahaya.

Maka orang Minangkabau mengatakan kita wajib bertongkat batang Budhi. Ada badan hidup saja, tapi tak ada budi, kita sama dengan kuda liar. Apakah seekor kuda liar mengenal target dengan betul? Itulah pertanyaan yang patut kita ajukan. Baik kepada diri sendiri, maupun kepada budaya target yang tengah membawa kita dengan mimpi-mimpi mengenai kereta-kereta canggih bertenaga listrik dan  navigasi komputer itu.

Kalau kita tidak bertanya, saya mencemaskan satu hal: bukan hanya kita yang tidak tau akan kemana dan darimana. Jangan-jangan navigator kita juga tidak tau, mengapa dia harus membawa kita kepada targetnya. Halo projek…. (T)

Jakarta, 24-11-2016

Tags: anak-anakDKI Jakartalagutransportasi
Share70TweetSendShareSend
Previous Post

Lingga

Next Post

Pahlawan Hari ini: Menjadi Relawan untuk Kedaulatan Bangsa

Riki Dhamparan Putra

Riki Dhamparan Putra

Lahir di Padang, pernah tinggal di Bali, kini di Jakarta. Dikenal sebagai sastrawan petualang yang banyak penggemar

Related Posts

MKN Bukan Tameng Impunitas: Notaris Berintegritas, Penegak Hukum  Taati Prosedur

by I Made Pria Dharsana
May 9, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MAHKAMAH Konstitusi melalui Putusan Nomor 65/PUU-XXIV/2026 menegaskan bahwa persetujuan Majelis Kehormatan Notaris (MKN) sebagaimana diatur dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor...

Read moreDetails

Menguji Batas Tanggung Jawab Terbatas:  ‘Piercing the Corporate Veil’ dalam Sengketa Kepemilikan dan Pengalihan Saham

by I Made Pria Dharsana
May 7, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM rezim hukum Perseroan Terbatas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, prinsip tanggung jawab terbatas...

Read moreDetails

Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

by KH Ketut Imaduddin Jamal
May 2, 2026
0
Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

ADA satu penyakit lama dalam kebijakan publik kita: negara sering merasa telah bekerja hanya karena program sudah diumumkan, anggaran sudah...

Read moreDetails

Problem Keadilan dalam Pembagian Harta Bersama: Dari Norma ke Uji Konstitusi

by I Made Pria Dharsana
April 30, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Dia luka yang tidak pernah benar-benar terlihat dalam putusan pengadilan berkaitan dengan pembagian harta gono gini dalam perpisah/pecahnya perkawinan  karena...

Read moreDetails

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

Read moreDetails

Tanah Dijual, Adat Ditinggal —Alarm Krisis Tanah Bali di Tengah Arus Investasi

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MASYARAKAT Bali sejatinya tidak kekurangan aturan untuk menjaga tanahnya yang kerap diuji , justru adalah keteguhan untuk mempertahankannya. Di tengah...

Read moreDetails

BALI: ANAK EMAS ATAU ANAK TIRI? —Sepotong Paradoks Bali di Pusat Kekuasaan Republik

by I Gede Joni Suhartawan
April 13, 2026
0
BALI: ANAK EMAS ATAU ANAK TIRI? —Sepotong Paradoks Bali di Pusat Kekuasaan Republik

BEGINILAH sebuah paradoks yang dilakoni Bali ketika berada di jagat politik anggaran Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta: Bali adalah si...

Read moreDetails

BALI DALAM JEPITAN —Membaca Skenario di Balik Tekanan Terhadap Koster

by I Gede Joni Suhartawan
April 12, 2026
0
BALI DALAM JEPITAN —Membaca Skenario di Balik Tekanan Terhadap Koster

BELAKANGAN ini, wajah politik di Bali tampak tidak sedang baik-baik saja. Jika kita jeli membaca arah angin dari Jakarta, ada...

Read moreDetails

Singkong dan Dosa Orde Baru

by Jaswanto
April 9, 2026
0
Singkong dan Dosa Orde Baru

RASANYA gurih, meski hanya dibubuhi garam. Teksturnya lembut sekaligus sedikit lengket di lidah. Tampilannya sederhana saja, mencerminkan masyarakat yang mengolah...

Read moreDetails

Rekonstruksi Status Tanah ‘Ex Eigendom Verponding’: Antara Legalitas Formal dan Penguasaan Fisik dalam Perspektif Keadilan Agraria

by I Made Pria Dharsana
April 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH bekas hak barat berupa eigendom verponding menyisakan persoalan hukum yang tidak pernah sepenuhnya selesai sejak berlakunya Undang-Undang Pokok Agraria....

Read moreDetails
Next Post

Pahlawan Hari ini: Menjadi Relawan untuk Kedaulatan Bangsa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co