3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Naik Delman Lebih Istimewa – Renungan dari Upanishad hingga Ibu Sud

Riki Dhamparan Putra by Riki Dhamparan Putra
February 2, 2018
in Opini

Sumber foto: youtube (lagu naik delman)

PEMBANGUNAN transportasi publik lazimnya menjadi urusan Dinas Perhubungan dan Pekerjaan Umum. Kecuali delman. Mungkin karena sudah menjadi kendaraan antik, delman kini hanya tampil sesekali dalam program  jawatan pemerintah bidang urusan barang antik juga, yaitu yang berada di bawah jawatan pariwisata.

Contohnya dalam parade delman, festival pusaka kraton dan yang sejenis itu. Pendek kata, walaupun belum sepenuhnya ditinggalkan publik, delman dipastikan sudah tak hadir dalam peta dan pesta pembangunan transportasi publik kontemporer kita.

Pemerintah malahan kerap mewacanakannya secara negatif. Misalnya dianggap potensial menebar virus. Sebagaimana kuda delman di kawasan Monas, sejak Maret 2016 lalu, seluruh kuda delman yang biasa beroperasi di kawasan itu dikirim ke Ragunan. Ya, dianggap potensial menebar virus.

Masuk akal mungkin alasannya. Apalah delman jika diukur dari ambisi pemerintah untuk mewujudkan sarana transportasi rel canggih berbasis komputer. Apalah delman jika dibanding lrt (light rail transit), mrt (mass rapid transit), cl (commuter line), bus transjakarta dan kereta bandara yang projeknya sedang dikeroyok pemda DKI dan pemerintah pusat itu.

Selain dipandang tidak efisien, romantik, dan membawa penyakit, delman tak mungkin pula mampu melayani kebutuhan transportasi masyarakat pekerja Jakarta hari ini. Terlebih pula, jikapun dilakukan pengadaan delman, besar anggarannya pastilah tidak semenakjubkan besaran anggaran pengadaan mega projek di atas.

Hingga cukup alasan bagi pemerintah megapolit untuk memuseumkannya. Walaupun kita juga ragu apakah betul transportasi publik berbasis mesin dan komputer yang menggantikannya itu tidak membawa virus? Jangan-jangan malah jauh lebih berbahaya.

Namun sudahlah, mitos tentang sistem hidup berbasis ilmiah – dengan mesin dan komputer sebagai  lokomotifnya – terlanjur diimani oleh masyarakat modern. Tak kecuali bidang transportasi yang dalam sejarah memang menjadi simbol hegemoni modern itu.

Dalam model ini, percepatan menjadi ide tunggal yang melandasi tindak-tanduk manusia. Dan yang bergerak untuk satu tujuan saja: mencapai target!  Sedangkan soal kenapa manusia harus mencapai target, apakah target itu dibawa mati? Percepatan tidak menyediakan jawabannya.

Delman, bukanlah kendaraan target. Dalam wujud tuanya yang sepi, letih, ditinggalkan, delman adalah sebuah nasehat. Begitulah pikiran budaya kita meyakininya. Di antara kendaraan umum lain yang pernah ada dalam sejarah manusia, hanya delman yang mengandung gagasan kehidupan sebagai sebuah “kendaraan”.

Artinya, dalam pikiran budaya kita, sebuah kendaraan tidak eksis semata karena tampilan fisiknya saja.  Melainkan juga hal-hal non fisik, yang dapat membantu kita memahami diri kita, dan memahami tujuan-tujuan hidup yang lebih jauh, lebih hakiki.

Kurang lebih seribu tahun sebelum masehi –sejak  delman masih bernama kereta kuda – kitab Upanishad sudah menyatakan hal tersebut. Dalam sloka ke 3 dan 4 Katha Upanishad diterangkan perumpamaan manusia itu laksana kereta kuda dengan kusir yang mengendalikannya.

“Ketahuilah Atman adalah sebagai tuannya kereta, jasmani adalah badan kereta. Ketahuilah bahwa Budhi itu adalah kusirnya kereta, sedangkan pikiran adalah tali kekang. Indria disebut kudanya kereta, sasaran indria adalah jalan. Atman dihubungkan dengan badan, indria dan pikiran…”( terjemahan I Ketut Wiana,  Bali Post, 31 Oktober 2009)

Untuk memahami konteks ayat ini dalam budaya transportasi kita, marilah kita ingat lagu “Naik Delman” gubahan Ibu Sud. Sebuah lagu bersahaja yang membungkus ajaran senada Upanishad itu dalam sebuah kejadian kecil yang gembira: naik delman.

Kisahnya terjadi… pada hari Minggu/ kuturut ayah ke kota/  naik delman istimewa/  kududuk di muka/…

Fokus ceritanya jelas: penumpang dan kereta tumpangannya. Yang di dalamnya ada aku si bocah, ayah, dan delman istimewa. Mengapa disebut delman istimewa?

Jawabnya karena dalam sebuah delman terkandung tiga subjek sekaligus. Mereka adalah kuda, kereta, dan Pak Kusir (3in1). Mengingat sistem lalu lintas jalan protokol ibukota baru mengenal sistem 3in1 pada tahun 2003, patut kita puji, lagu Naik Delman yang diciptakan pada era 80-an itu memang sebuah terobosan. Dengan kata lain, sebutan delman istimewa itu adalah sebuah gagasan.

Apa kaitannya dengan Upanishad? Pertama, karena sama seperti Upanishad, ia mengumpamakan manusia seperti kereta dan tumpangannya. Ada pergerakan, wajib ada pengendalian yang dalam eksistensi seorang manusia diperankan oleh daya yang dinamai Budhi.

Bait selanjutnya dari lagu Naik Delman menegaskan fungsi dan peran Budhi yang dilambangkan dengan Pak Kusir :” Kududuk samping Pak Kusir/ yang sedang bekerja/ mengendali kuda/ supaya baik jalannya/…

Jelas di situ bahwa peran Pak Kusir yang terutama rupanya bukan untuk sekadar mengantar penumpang ke Monas. Melainkan untuk mengendali kuda supaya baik jalannya.

Kalau dikaitkan dengan ayat Upanishad di atas, mengendali kuda sama artinya dengan mengendalikan indria. Artinya Pak Kusir itu adalah seorang pembimbing, seorang guru dalam melatih indria. Tanpa bimbingan, tanpa pengendalian, kereta kehidupan dalam bahaya.

Maka orang Minangkabau mengatakan kita wajib bertongkat batang Budhi. Ada badan hidup saja, tapi tak ada budi, kita sama dengan kuda liar. Apakah seekor kuda liar mengenal target dengan betul? Itulah pertanyaan yang patut kita ajukan. Baik kepada diri sendiri, maupun kepada budaya target yang tengah membawa kita dengan mimpi-mimpi mengenai kereta-kereta canggih bertenaga listrik dan  navigasi komputer itu.

Kalau kita tidak bertanya, saya mencemaskan satu hal: bukan hanya kita yang tidak tau akan kemana dan darimana. Jangan-jangan navigator kita juga tidak tau, mengapa dia harus membawa kita kepada targetnya. Halo projek…. (T)

Jakarta, 24-11-2016

Tags: anak-anakDKI Jakartalagutransportasi
Share70TweetSendShareSend
Previous Post

Lingga

Next Post

Pahlawan Hari ini: Menjadi Relawan untuk Kedaulatan Bangsa

Riki Dhamparan Putra

Riki Dhamparan Putra

Lahir di Padang, pernah tinggal di Bali, kini di Jakarta. Dikenal sebagai sastrawan petualang yang banyak penggemar

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post

Pahlawan Hari ini: Menjadi Relawan untuk Kedaulatan Bangsa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co