25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Naik Delman Lebih Istimewa – Renungan dari Upanishad hingga Ibu Sud

Riki Dhamparan Putra by Riki Dhamparan Putra
February 2, 2018
in Opini

Sumber foto: youtube (lagu naik delman)

PEMBANGUNAN transportasi publik lazimnya menjadi urusan Dinas Perhubungan dan Pekerjaan Umum. Kecuali delman. Mungkin karena sudah menjadi kendaraan antik, delman kini hanya tampil sesekali dalam program  jawatan pemerintah bidang urusan barang antik juga, yaitu yang berada di bawah jawatan pariwisata.

Contohnya dalam parade delman, festival pusaka kraton dan yang sejenis itu. Pendek kata, walaupun belum sepenuhnya ditinggalkan publik, delman dipastikan sudah tak hadir dalam peta dan pesta pembangunan transportasi publik kontemporer kita.

Pemerintah malahan kerap mewacanakannya secara negatif. Misalnya dianggap potensial menebar virus. Sebagaimana kuda delman di kawasan Monas, sejak Maret 2016 lalu, seluruh kuda delman yang biasa beroperasi di kawasan itu dikirim ke Ragunan. Ya, dianggap potensial menebar virus.

Masuk akal mungkin alasannya. Apalah delman jika diukur dari ambisi pemerintah untuk mewujudkan sarana transportasi rel canggih berbasis komputer. Apalah delman jika dibanding lrt (light rail transit), mrt (mass rapid transit), cl (commuter line), bus transjakarta dan kereta bandara yang projeknya sedang dikeroyok pemda DKI dan pemerintah pusat itu.

Selain dipandang tidak efisien, romantik, dan membawa penyakit, delman tak mungkin pula mampu melayani kebutuhan transportasi masyarakat pekerja Jakarta hari ini. Terlebih pula, jikapun dilakukan pengadaan delman, besar anggarannya pastilah tidak semenakjubkan besaran anggaran pengadaan mega projek di atas.

Hingga cukup alasan bagi pemerintah megapolit untuk memuseumkannya. Walaupun kita juga ragu apakah betul transportasi publik berbasis mesin dan komputer yang menggantikannya itu tidak membawa virus? Jangan-jangan malah jauh lebih berbahaya.

Namun sudahlah, mitos tentang sistem hidup berbasis ilmiah – dengan mesin dan komputer sebagai  lokomotifnya – terlanjur diimani oleh masyarakat modern. Tak kecuali bidang transportasi yang dalam sejarah memang menjadi simbol hegemoni modern itu.

Dalam model ini, percepatan menjadi ide tunggal yang melandasi tindak-tanduk manusia. Dan yang bergerak untuk satu tujuan saja: mencapai target!  Sedangkan soal kenapa manusia harus mencapai target, apakah target itu dibawa mati? Percepatan tidak menyediakan jawabannya.

Delman, bukanlah kendaraan target. Dalam wujud tuanya yang sepi, letih, ditinggalkan, delman adalah sebuah nasehat. Begitulah pikiran budaya kita meyakininya. Di antara kendaraan umum lain yang pernah ada dalam sejarah manusia, hanya delman yang mengandung gagasan kehidupan sebagai sebuah “kendaraan”.

Artinya, dalam pikiran budaya kita, sebuah kendaraan tidak eksis semata karena tampilan fisiknya saja.  Melainkan juga hal-hal non fisik, yang dapat membantu kita memahami diri kita, dan memahami tujuan-tujuan hidup yang lebih jauh, lebih hakiki.

Kurang lebih seribu tahun sebelum masehi –sejak  delman masih bernama kereta kuda – kitab Upanishad sudah menyatakan hal tersebut. Dalam sloka ke 3 dan 4 Katha Upanishad diterangkan perumpamaan manusia itu laksana kereta kuda dengan kusir yang mengendalikannya.

“Ketahuilah Atman adalah sebagai tuannya kereta, jasmani adalah badan kereta. Ketahuilah bahwa Budhi itu adalah kusirnya kereta, sedangkan pikiran adalah tali kekang. Indria disebut kudanya kereta, sasaran indria adalah jalan. Atman dihubungkan dengan badan, indria dan pikiran…”( terjemahan I Ketut Wiana,  Bali Post, 31 Oktober 2009)

Untuk memahami konteks ayat ini dalam budaya transportasi kita, marilah kita ingat lagu “Naik Delman” gubahan Ibu Sud. Sebuah lagu bersahaja yang membungkus ajaran senada Upanishad itu dalam sebuah kejadian kecil yang gembira: naik delman.

Kisahnya terjadi… pada hari Minggu/ kuturut ayah ke kota/  naik delman istimewa/  kududuk di muka/…

Fokus ceritanya jelas: penumpang dan kereta tumpangannya. Yang di dalamnya ada aku si bocah, ayah, dan delman istimewa. Mengapa disebut delman istimewa?

Jawabnya karena dalam sebuah delman terkandung tiga subjek sekaligus. Mereka adalah kuda, kereta, dan Pak Kusir (3in1). Mengingat sistem lalu lintas jalan protokol ibukota baru mengenal sistem 3in1 pada tahun 2003, patut kita puji, lagu Naik Delman yang diciptakan pada era 80-an itu memang sebuah terobosan. Dengan kata lain, sebutan delman istimewa itu adalah sebuah gagasan.

Apa kaitannya dengan Upanishad? Pertama, karena sama seperti Upanishad, ia mengumpamakan manusia seperti kereta dan tumpangannya. Ada pergerakan, wajib ada pengendalian yang dalam eksistensi seorang manusia diperankan oleh daya yang dinamai Budhi.

Bait selanjutnya dari lagu Naik Delman menegaskan fungsi dan peran Budhi yang dilambangkan dengan Pak Kusir :” Kududuk samping Pak Kusir/ yang sedang bekerja/ mengendali kuda/ supaya baik jalannya/…

Jelas di situ bahwa peran Pak Kusir yang terutama rupanya bukan untuk sekadar mengantar penumpang ke Monas. Melainkan untuk mengendali kuda supaya baik jalannya.

Kalau dikaitkan dengan ayat Upanishad di atas, mengendali kuda sama artinya dengan mengendalikan indria. Artinya Pak Kusir itu adalah seorang pembimbing, seorang guru dalam melatih indria. Tanpa bimbingan, tanpa pengendalian, kereta kehidupan dalam bahaya.

Maka orang Minangkabau mengatakan kita wajib bertongkat batang Budhi. Ada badan hidup saja, tapi tak ada budi, kita sama dengan kuda liar. Apakah seekor kuda liar mengenal target dengan betul? Itulah pertanyaan yang patut kita ajukan. Baik kepada diri sendiri, maupun kepada budaya target yang tengah membawa kita dengan mimpi-mimpi mengenai kereta-kereta canggih bertenaga listrik dan  navigasi komputer itu.

Kalau kita tidak bertanya, saya mencemaskan satu hal: bukan hanya kita yang tidak tau akan kemana dan darimana. Jangan-jangan navigator kita juga tidak tau, mengapa dia harus membawa kita kepada targetnya. Halo projek…. (T)

Jakarta, 24-11-2016

Tags: anak-anakDKI Jakartalagutransportasi
Share70TweetSendShareSend
Previous Post

Lingga

Next Post

Pahlawan Hari ini: Menjadi Relawan untuk Kedaulatan Bangsa

Riki Dhamparan Putra

Riki Dhamparan Putra

Lahir di Padang, pernah tinggal di Bali, kini di Jakarta. Dikenal sebagai sastrawan petualang yang banyak penggemar

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post

Pahlawan Hari ini: Menjadi Relawan untuk Kedaulatan Bangsa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co