Adegan drama The Heirs. Foto: Google

KALIAN pasti sudah bisa menebak hari saat kalian pergi ke sebuah tempat, entah toko atau tempat belanja lainnya, dan menemukan obral berbagai jenis coklat dan berbagai tawaran harga, atau saat kalian melihat berbagai dekorasi bernuansa pink yang menyakitkan mata.

Ya, itulah hari perayaan cinta, atau istilah internasionalnya Valentine’s Day. Wow, hari perayaan untuk cinta ada juga ya? Ya iyalah, hari tanpa bra sedunia saja ada, apalagi hari perayaan cinta, ya jelas ada. Tanggal 14 Februari itulah yang menjadi hari untuk merayakan cinta.

Perayaan cinta itu sendiri bisa dilakukan dengan macam-macam, seperti dengan memberi setangkai bunga mawar yang menjadi simbol cinta, katanya. Ya, katanya, entah kata siapa itu. Depang anake ngadanin.

Nah, karena identik dengan cinta, tentu saja sebagian orang berpikir Hari Valentine itu akan berasa dan bernuansa romantis, indah, atau apapun itu yang masih mencerminkan perasaan bahagia.

Terlepas dari pro dan kontra tentang perayaan Hari Valentine, tampaknya pada setiap perayaan itu ada isu-isu tak sedap yang selalu saja muncul. Disebut isu, karena orang sering bicara tanpa tahu kebenarannya. Disebut nyata tentu juga bisa juga, karena ada beberapa yang bercerita langsung tentang pengalamannya merayakan Valentine.

Isu itu bisa saja konyol, bisa lucu, bisa juga biasa-biasa saja. Isu apakah itu?

Hadiah “Istimewa”

Seperti yang dikatakan di atas tadi, perayaan cinta itu sendiri bisa dilakukan dengan bermacam-macam. Salah satunya adalah dengan memberikan sebuah hadiah, ya anggap saja hadiah, karena tentu saja diberikan secara gratis. Hahahaha.

Hadiah yang diberikan juga bisa bermacam-macam. Parfum, boneka, baju, tas, kemeja, sepatu, boneka, dan masih banyak lagi. Tak sedikit juga salah satu dari pasangan memberi kode-kode tertentu untuk memberi petunjuk agar pasangannya membelikan sesuatu yang sesuai kode.

Namun, bagiamana jadinya jika hadiah yang diberikan adalah hadiah “istimewa”? Hadiah itu ditulis dalam tanda kutip, tau dong maksudnya apa. Ya, maksudnya adalah hadiah “bercinta”. Hari Valentine-lah yang jadi alasan jika pasangannya mau atau berkeinginan untuk melakukan hubungan intim.

Misalnya, si cowok ingin mangajak begituan dan si cewek bukannya menolak tapi akan menjawab, “Nanti saja, ketika hari Valentine”. Wah, si cowok tentu saja akan bersemangat untuk menunggu dan menahan keinginan itu sementara sampai Hari Valentine tiba.

Soal hadiah “istimewa” memang selalu jadi isu konyol pada Hari Valentine. Tentu tak semuanya seperti itu.

Penginapan Kecil Panen Besar

Setelah sama-sama sepakat untuk melakukan hubungan intim saat Hari Valentine. Tentu saja yang menjadi kendala selanjutnya adalah tempat.  Bagi yang sudah siap dengan tempat, seperti kost atau rumah yang sepi, hal tersebut tidak akan menjadi kendala.

Nah, bagi yang tidak punya, tentu saja akan bingung. “Di mana tempat aman, ya?”

Karena itu, banyak sekali penginapan kecil yang menajadi jawaban atas pertanyaan itu. Penginapan-penginapan kecil tersebut akan menyelesaikan kendala dengan program PILKADA alias “Pilih Kamar Anda” sesuai budget dan keperluan.

Penginapan-penginapan kecil akan panen besar, terutama panen short time yang hanya diperuntukkan bagi mereka yang menyewa kamar dalam waktu 1 – 3 jam. Hahaha, kan cuma untuk merayakan cinta. Karena itu juga, penginapan-penginapan kecil akan menyediakan berbagai tambahan, seperti kondom, tisu dan air mineral. Minum dulu sebelum dan setelah main ya.

Isu soal penginapan ini mungkin tak sepenuhnya benar. Tapi, cobalah sesekali mengintip ke penginapan-penginapan kecil di sekitarmu.

Kelahiran Besar-besaran di Bulan November

Nah, mari kita bahas hal ini sedikit saja. Hari Valentine dan dua hal di atas menjadi alasan kenapa banyak anak lahir di bulan November. Hahaha, karena dibuat di bulan Februari, dan jika perjuangan pasangan-pasangan yang merayakan cinta tersebut gagal entah kerana kondom bocor atau apalah itu, maka hasilnya akan bisa dilihat langsung setelah 9 bulan, tepatnya di bulan November.

Isu inilah yang membuat munculnya sejumlah meme lucu di media sosial. Meme itu menggambar laki-laki mengejar perempuan pada bulan Februari. Lalu bulan November digambarkan perempuan dengan perut besar mengejar laki-laki.

Coklat

Bagi sebagian besar orang, coklat tentu menjadi salah satu ikon perayaan Hari Valentine di belahan dunia manapun. Berbagai coklat diproduksi besar-besaran menjelang Hari Valentine. Bukan hanya coklat dengan rasa coklat, tapi juga coklat dengan rasa-rasa lain, seperti rasa strawberry, greentea dan lain-lain, kecuali rasa yang dulu pernah ada atau rasa yang dulu pernah tertinggal.

Ups, jangan baper. Berbagai promo ditawarkan kepada masyarakat. Beli satu gratis satu, beli dua gratis dua, beli tiga gratis tiga, dan masih banyak lagi. Orang-orang pun banyak yang mendadak menjadi penjual atau reseller coklat untuk meraup keuntungan.

Tapi sejak kapan Hari Valentine dirayakan dengan coklat? Hhh Valentine apanya, menyebalkan.

Semua cuma akal-akalan perusahaan pembuat kue. Kenapa permainan cinta memakai coklat. Mereka tidak tahu kalau Saint Valentine yang menajadi asal-usul Hari Valentine dibunuh diakhir penyiksaannya. (Kata-kata tersebut dikutip dari komik Detective Conan, lupa episode berapa, hehehe).

Mendadak Ingin Punya Pacar

Seperti yang kita ketahui bersama, banyak pasangan menunjukan kemesraan dan kebahagian di Hari Valentine. Ada yang jalan-jalan bersama, bermain bersama, makan malam bersama, bahkan tidur mesra bersama juga ada. Lalu bagaimana nasib para jomblo ketika Hari Valentine?

Hahaha, tentu saja aka ada yang mendadak ingin punya pacar, baik yang cowok ataupun yang cewek. Mendadak si cowok akan melakukan pendekataan super kepada si cewek sebelum valentine tiba dengan menjadi orang yang menjanjikan untuk si cewek tersebut.

Alasannya mungkin karena gengsi dengan teman-teman yang lain. Masak iya Hari Valentine mereka wifi-an sendirian di plaza Telkom atau di mana pun wifi corner berada.

Nah, bagi yang cewek, tentu saja mereka akan baper, masak iya teman-teman mereka akan mendapat hadiah yang istimewa dan diperlakukan secara romantis oleh pasangannya. Masak iya si cewek cuma bengong sambil nonton drama korea malam-malam sendirian, kalau nonton sama pasangan wah itu bisa disebut romantis juga kok. Karena itu, seketika para jomblo ingin punya pacar.

Bagi mereka, Hari Valentine bukan menjadi hari untuk terima kasih (kasih sayang), tapi menjadi tempat untuk terima nasib. Hhhh.

Nah, bagi para jomblo, jangan khawatir, tahun depan, mari kita adakan aksi bela jomblo atau jombi (jomblo yang sudah jadi zombie, jomblo seumur hidup. Kita namai gerakan tersebut gerakan 142, kan buat nama pakai angka-angka memang lagi ngetrend. Hahahaha.

Nanti tidak aka nada pembagian nasi bungkus, yang ada kita bagi-bagi kasih sayang dan cinta, tak perlu bagi-bagi pacar. Cukup bagi kasih sayang dan cinta saja, seperti yang dilakukan teman-teman kita yang menggalang dana ketika Hari Valentine untuk korban bencana alam, anak-anak atau keluarga kurang mampu, dan sebagainya, nah mana yang lebih baik, gerakan 142 atau melakukan hal-hal seperti isu-isu konyol yang disebutkan di atas? (T)

 

BACA JUGA ARTIKEL LAIN SEPUTAR VALENTINE:

Jomblo di Hari Valentine: Merdeka atau Meratap?

Khayal Pilu Hari Valentine dari Pekerja Pemula di Restoran Romantis

Status Galau Jelang Valentine Day: Teman Rasa Pacar

Valentine dan Kenangan Cinta yang Tak Seperti Coklat

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY