24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Serba-Serbi Rasa Menjelang Wisuda dan Pascawisuda

Fatika Arum Rahmawati by Fatika Arum Rahmawati
February 14, 2019
in Esai
Serba-Serbi Rasa Menjelang Wisuda dan Pascawisuda

Foto: Mursal Buyung

Berbicara tentang wisuda bagi mahasiswa yang lazimnya dikatakan semester akhir tentunya penuh rasa, pastinya ada rasa bahagia, dan ada rasa sedihnya.

Jika kita mengulas kembali pada saat kita memasuki awal kuliah, pastinya ada rasa bangga tersendiri, karena kita merasa kita mampu dan memiliki ilmu yang lebih daripada orang yang tidak kuliah, di satu sisi lain kita memiliki tanggungjawab yang lebih untuk mengemban selama beberapa tahun.

Di awal kuliah tepatnya semester satu bisa dikatakan masih kuliah santai, karena bisa dikatakan itu masih memperkenalkan mata kuliah dasar. Kemudian beranjak menuju semester-semester selanjutnya hingga semester enam, sudah mulai ada rasa yang lebih berbeda, bisa dikatakan mulai tidak santai lagi, karena semakin naik semester maka semakin banyak juga tanggungjawab yang diemban.

Dan sampai pada akhirnya beranjak memasuki semester tujuh, semester tujuh ini sudah bisa dikatakan semester tua, karena di semester tujuh ini sudah mulai mengambil mata kuliah yang dikatakan sebagai persyaratan lulus universitas strata satu, yakni “skripsi”.

Banyak cerita yang saya dapat dari teman-teman mahasiswa di berbagai perguruan tinggi baik negeri dan swasta yang sedang mulai menggarap skripsi. Sampai pada akhirnya nama skripsi diplesetkan oleh mahasiswa, seperti ada mahasiswa yang menyebutkan dengan sebutan “skipsweet”.

Mengapa dikatakan seperti itu? Jawabannya cukup sederhana, yakni agar mahasiswa tidak seram saat mendengarnya dan agar membuat ghairah mahasiswa lebih santai ketika menggarapnya. Kemudian ada yang menyebutnya dengan istilah kasar yaitu “skripshit”, Mengapa dikatakan sekasar itu? Karena perasaan mahasiswa yang sangat kesal dengan skripsinya yang tak kunjung selesai dan membuatnya jengkel, marah, seakan seperti ingin mengakhiri tapi nanggung, dan akhirnya keluarlah kata-kata kasar dari mulut mahasiswa tersebut dengan sebutan itu.

Mahasiswa semester akhir yang sedang menggarap skripsi memang banyak sekali halangan dan rintangan yang sedang dihadapi, disatu sisi mereka mempunyai keinginan agar segera selesai dan dapat wisuda, di satu sisi lain mereka pun ada yang masih bingung dengan membuat judul skripsi yang akan diteliti, ada juga yang bingung mau mencari tempat penelitian di mana.

Kemudian ada juga yang sudah mendapatkan tempat penelitian namun bingung belum ada masalah yang harus diteliti. Ada juga yang bingung pada saat mengerjakan di bagian per babnya, ada juga yang bingung dan kesal karena susah menemui dosen pembimbing sehingga selalu menunda untuk revisi skripsi, atau bahkan ada juga yang masih malas untuk melanjutkan revisian dan ingin berleha-leha sebentar. Itu lah serba serbi rasa mahasiswa yang sedang menggarap skripsi.

Curhat sedikit deh, karena saya pun yang menulis tulisan ini sedang dalam masa menggarap skripsi tentunya banyak sekali halangan dan rintangan pada saat menggarap, saya pun juga pastinya ingin segera wisuda. Ketika saya sekarang sedang menggarap skripsi, saya tidak mau mengambil terlalu pusing bahkan sampai setres, diawal pada saat menggarap saya membuat target untuk paling lambat lulus empat tahun pas, tidak mau lebih.

Jadi keinginan dan tekad saya untuk itu selalu berusaha semampu saya untuk dapat itu tercapai, apalagi saya juga tidak hanya disibukkan dengan akademis saja, karena saya juga bisa dikatakan mahasiswa aktivis, jadi saya pun mempunyai tanggungjawab di organisasi yang saya ikuti. Jadi disini bagaimana cara saya untuk dapat membagi waktu dengan baik dan balance (seimbang) agar semuanya dapat berjalan, tetap saya prioritaskan untuk akademis, namun organisasi harus totalitas.

Jadi cara saya yaitu, yang pertama kita harus menyisihkan waktu luang beberapa jam untuk menggarap skripsi, kalau saya sih karena saya orangnya suka begadang dan itu sudah menjadi kebiasaaan saya, jadi saya memakai waktu di malam hari untuk menggarap skripsi, yang kedua yaitu lawan dan buanglah rasa malas yang ada pada diri sendiri, rasa malas itu memang selalu muncul, akan tetapi ketika kita mengingat kita harus mencapai tujuan itu pasti akan bisa kita lawan rasa malas.

Yang ketiga, yaitu ketika kita bingung mencari referensi pada saat menggarap, caranya yaitu kita harus mencari literasi sebanyak-banyaknya, bisa kita dapatkan dari diskusi dengan teman atau kakak tingkat yang sudah wisuda, dan lain sebagainya, karena dengan cara berkomunikasi maka semakin juga menambah wawasan kita, dan yang keempat kita juga perlu refreshing sejenak, ya yang dekat-dekat saja mungkin mencari panorama atau ke tempat-tempat wisata yang kita sukai. Itulah pengalaman saya.

Nah, sekarang kita membahas waktu menjelang wisuda, namun sebelum wisuda pastinya yudisium terlebih dahulu ya, menurut beberapa mahasiswa yang sudah mengalami yudisium mereka pun juga memiliki rasa takut, senang dan bercampur aduk bagaikan permen nano-nano, karena mereka takut ketika sidang skripsi tiba-tiba otak blank seperti orang yang tidak mengerti apa.

Kemudian mereka gugup, gerogi, keluar keringat panas dingin, takut bertatapan dengan dosen penguji, dan lain sebagainya, itu disebabkan karena kita sendiri kurang percaya diri. Dan salah satu mahasiswa mengatakan bahwa “Tingkatkan rasa percaya diri dengan kemampuanmu sendiri. Dan juga harus yakin dalam hati bahwa kamu bisa menjalaninya”.

Setelah yudisium berakhir, tiba saatnya yang dinanti yaitu acara wisuda, dimana mahasiswa sudah sibuk untuk mempersiapkan perlengkapan administrasi wisuda,  mempersiapkan pakaian wisuda dengan keluarga bahkan kekasih (bagi yang memiliki) yang akan hadir, kemudian membeli pakaian untuk wisuda, membeli tas, sandal, dan aksesoris lainnya untuk di acara wisuda. Karena sebagian mahasiswa pastinya mempersiapkan yang seperti itu. Karena wisuda yaitu hasil akhir dimana mahasiswa berjuang selama beberapa tahun untuk mendapat gelar Sarjana bagi yang menempuh strata satu, gelar Master bagi yang menempuh strata dua, dan lain sebagainya.

Namun, banyak pertanyaan muncul pasca wisuda, yakni Setelah wisuda mau kerja dimana? Setelah wisuda langsung menikah dengan si do’i kah?. Kedua pertanyaan tersebut selalu muncul dan pastinya banyak orang yang menanyakan.

Lalu bagaimanakah tanggapan orang-orang yang setelah wisuda?. Kemudian ada salah satu kakak tingkat saya yang menceritakan kepada saya tentang perasaan pascawisuda. Setelah yudisium berakhir kakak tingkat saya langsung mencari info lowongan pekerjaan baik dari sosial media maupun teman lainnya.

Dia mengatakan bahwa “ternyata, tidak segampang yang kita bayangkan mencari pekerjaan itu, kita harus sabar dan terus berusaha, harus melamar pekerjaan dibanyak instansi-instansi, jangan hanya berpatokan satu saja, karena menunggu panggilan pekerjaan juga tidak sebentar, jadi kita harus mempunyai cadangan dan target yang lebih banyak.

Saya sendiri malu ketika pasca wisuda masih menganggur, lantas apa gunanya saya dikuliahkan jika menganggur dirumah, masih minta uang dengan orang tua, itu sangat memalukan, jadi harus tetap berusaha, karena rezeki tidak akan pernah tertukar, usaha pun tidak akan mengkhianati hasil.” Begitulah pengalaman dari salah satu kakak tingkat saya.

Disamping itu, tidak sedikit mahasiswa pasca wisuda yang sudah mendapatkan pekerjaan namun tidak sesuai dengan jurusan pada saat kuliah, itu disebabkan karena mahasiswa tersebut memiliki skill dan kemampuan pengetahuan yang lebih di bidang lain daripada di jurusan yang diambil pada saat kuliah.

Kemudian juga ada mahasiswa pasca wisuda yang masih menganggur, itu bisa disebabkan karena kurangnya usaha, kemudian masih ingin bersantai sejenak pasca kuliah yang mungkin dikatakan capek selama beberapa tahun, atau alasan lain sebagainya. Bahkan, tidak sedikit juga mahasiswa pasca wisuda kemudian langsung menikah dan menjadi seorang Ibu Rumah Tangga (IRT).

Itulah serba-serbi rasa mahasiswa menjelang dan pasca wisuda, kesimpulannya yaitu selalu tetap berusaha, pantang menyerah, tetap semangat, capailah tujuan dan impian-impianmu, karena sosok seorang motivator bernama Mario Teguh mengatakan bahwa “Kalau anda malas, rajinkan diri. Kalau anda takut, beranikan diri. Kalau anda tidak tahu,bertanyalah. Kalau anda gagal, coba lagi. Kalau itu anda teruskan, sukses akan menjadi nyata, kalau tidak segera pasti nanti”.

Tags: mahasiswaSarjanaWisuda
Share22TweetSendShareSend
Previous Post

Jah Megesah Vol. 03 – Modal Manusia, Musik dan Militansi

Next Post

McDonald dan Cerita-cerita Kampungan

Fatika Arum Rahmawati

Fatika Arum Rahmawati

Lahir di Tabanan, 28 Juli 1997. Wanita karier sekaligus seorang istri.

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
McDonald dan Cerita-cerita Kampungan

McDonald dan Cerita-cerita Kampungan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co