BAGAIMANA jika perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar ruang sunyi berisi rak buku, tetapi tempat yang “hidup” dan ada di genggaman setiap siswa? Di tengah generasi yang akrab dengan layar gawai, tantangan terbesar literasi bukan lagi soal ketiadaan bacaan, melainkan bagaimana membuat membaca terasa dekat dan menyenangkan. Itulah yang dijawab tim dosen UPN “Veteran” Jakarta (UPNVJ) bersama para Duta Pustaka SMAN 7 Kota Bengkulu.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta menyelenggarakan Workshop dan Sosialisasi Literasi Sekolah dan Perpustakaan Digital di SMAN 7 Kota Bengkulu, Jl. Jenggalu, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu, pada Senin hingga Rabu, 27–29 Juli 2026, pukul 08.00–12.00 WIB. Kegiatan ini mengusung tema “Duta Pustaka: Menggerakkan Budaya Membaca Gen-Z Melalui Modernisasi Perpustakaan Sekolah”.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh lima dosen FISIP UPNVJ, yaitu Lusi Puspasari, S.S.I., M.A.; Rani Shabtelasari, S.Kom., M.Sc.; Dyah Ayu Dewandaru, S.Tr.S.I., M.A.; Fitria Hani Aprina, S.I.Kom., M.I.Kom.; dan Dr. Radita Gora Tayibnapis, S.Sos., M.M. Pesertanya adalah para pendidik, pustakawan dan pengelola perpustakaan, serta siswa SMAN 7 Kota Bengkulu, termasuk para Duta Pustaka sekolah.
Mengapa Perpustakaan Perlu Bertransformasi?
PKM ini berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan. Pihak perpustakaan sekolah menghadapi tantangan dalam digitalisasi katalog serta keterbatasan akses terhadap buku fisik. Di sisi lain, siswa Gen-Z terbiasa mencari referensi melalui perangkat digital. Modernisasi perpustakaan menjadi langkah penting agar layanan perpustakaan tetap relevan dan mampu meningkatkan minat kunjung siswa.
Apa yang Dilakukan Selama Tiga Hari?
Selama tiga hari, workshop dan sosialisasi berlangsung interaktif. Materi mencakup tata kelola pengelolaan perpustakaan digital, pemanfaatan platform literasi modern, serta pendampingan bagi Duta Pustaka SMAN 7 Kota Bengkulu dalam mengoperasikan sistem perpustakaan digital. Pendekatan ini dipilih agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga langsung mampu menerapkannya di sekolah.

Hasilnya, kapasitas literasi digital para pendidik, staf perpustakaan, dan siswa meningkat secara signifikan, khususnya dalam kemudahan mengakses referensi belajar berbasis teknologi. Para Duta Pustaka pun lebih percaya diri untuk mengajak teman-temannya membaca melalui platform digital.
Lusi Puspasari, S.S.I., M.A., dari tim PKM UPNVJ, menyampaikan apresiasinya atas sambutan sekolah mitra. “Kami sangat mengapresiasi antusiasme dan keterbukaan SMAN 7 Kota Bengkulu. Semangat para siswa, terutama Duta Pustaka, serta kegigihan para pustakawan dalam menyambut transformasi digital menjadi energi positif bagi kami. Harapan kami, perpustakaan digital ini benar-benar menjadi ruang belajar yang hidup, menyenangkan, dan makin dekat dengan keseharian seluruh siswa,” ujarnya.
Dari pihak mitra, Lovita Oktami, S.S.I., menilai kegiatan ini memberi manfaat langsung bagi sekolah. “Program workshop ini sangat membantu kami memodernisasi layanan perpustakaan. Hadirnya tim PKM UPNVJ tidak hanya memberi wawasan, tetapi juga solusi praktis yang bisa langsung kami terapkan untuk meningkatkan minat kunjung siswa ke perpustakaan digital,” tuturnya.
Harapan ke Depan
Sekolah diharapkan terus memperluas koleksi bahan ajar digital, seperti e-book, jurnal, dan modul interaktif, yang dapat diakses seluruh civitas academica kapan saja dan di mana saja. Duta Pustaka juga diharapkan menjadi agen perubahan yang mengampanyekan budaya literasi digital, baik di lingkungan sekolah maupun di komunitas remaja Bengkulu. Melalui kegiatan ini, UPNVJ menegaskan komitmennya menghadirkan karya akademik yang berdampak langsung bagi dunia pendidikan di daerah.[T]





























