19 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Morbid Monke Membawa “Feel Alive” ke Seoul: Tiga Panggung, Satu Napas dari Hongdae

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
September 19, 2026
in Pop
Morbid Monke Membawa “Feel Alive” ke Seoul: Tiga Panggung, Satu Napas dari Hongdae

Morbid Monke di Strange Fruit Bar, Seoul│Dok. Morbid Monke

SEBULAN setelah pulang dari Prancis, Morbid Monke belum berniat mengendurkan langkah. Unit art punk asal Denpasar, Bali, itu kembali membawa energi ‘Feel Alive’ menyeberangi batas negara. Kali ini tujuannya Seoul, Korea Selatan.

Pada 5–7 September 2026, Morbid Monke menjalani Feel Alive Seoul Tour, kelanjutan dari Feel Alive France Tour pada Juli lalu. Seoul, kota yang kerap dijuluki sebagai “Ibu Kota Bandwidth Dunia”, menjadi persinggahan berikutnya bagi Karisma Kele (vokal), Krisna Dwipayana (gitar), Oka Sudiana alias Deoka (bass), Ari Winadinata alias Dewok (trumpet), dan Gerby Adi Setiawan (drum).

Tur ini membawa mereka menyusuri tiga panggung di kawasan Hongdae, salah satu pusat denyut musik independen Seoul. Dua di antaranya merupakan bagian dari Zandari Festa 2026, festival musik independen dan ajang showcase tahunan yang telah digelar sejak 2012. Zandari Festa mempertemukan musisi independen lokal dan internasional dengan para profesional industri musik melalui rangkaian konser serta konferensi Zandari Music Industry Summit.

Memulai dari Channel 1969

Panggung pertama Morbid Monke adalah Channel 1969, bar legendaris di Seoul yang menjadi salah satu titik pertunjukan dalam rangkaian Zandari Festa. Letaknya sekitar 20 menit berjalan kaki dari penginapan mereka.

Di sana, Morbid Monke mendapat ruang sekitar 60 menit untuk memperkenalkan musiknya kepada publik Seoul. Namun malam itu bukan hanya soal panggung. Mereka juga membawa kolaborasi whiskey bersama Alam Semesta Distillery asal Bali. Sebelum pertunjukan dimulai, para personel Morbid Monke sempat minum bersama Hongin, pemilik Channel 1969—sebuah pembuka yang membuat perjumpaan pertama mereka di Seoul terasa lebih cair.

Hari berikutnya, perjalanan berlanjut ke Prism Hall, panggung kedua Morbid Monke yang juga bagian dari Zandari Festa. Venue ini berjarak sekitar 15 menit berjalan kaki dari penginapan.

Prism Hall merupakan satu dari enam venue Zandari Festa 2026, bersama Club FF, Musinsa Garage, Free Bird, Space Brick, dan Vel. R Stage. Di sinilah Morbid Monke memainkan set berdurasi sekitar 40 menit dan harus menghadapi persoalan yang nyaris mengganggu pertunjukan. Menjelang tampil, pedalboard (efek) Dewok mati. Waktu persiapan yang mendesak tak memberi banyak pilihan. Sang pemain trumpet akhirnya naik panggung tanpa efek.

Morbid Monke di Strange Fruit Bar, Seoul│Dok. Morbid Monke

Pertunjukan terus berjalan. Alih-alih larut dalam masalah teknis, respons penonton justru menjadi cerita yang lebih menonjol malam itu. Mereka berdansa dan melompat sepanjang set, membuat gangguan sebelum pertunjukan seolah tak pernah terjadi.

Strange Fruit dan Malam Paling Intim

Jika dua panggung sebelumnya membawa Morbid Monke ke dalam atmosfer showcase, titik terakhir menawarkan pengalaman berbeda.

Strange Fruit Bar, venue musik indie populer yang berada di sebuah bar bawah tanah di Hongdae, tampil jauh lebih raw, apa adanya, tanpa sekat. Ruangannya lebih kecil dan panggungnya berada pada elevasi yang sejajar dengan penonton. Justru kondisi itulah yang menghapus jarak antara band dan audiens.

Morbid Monke mendapat jadwal terakhir. Selama sekitar 60 menit, ruangan itu berubah menjadi pertemuan yang padat dan intim. Sekitar 100 pengunjung memenuhi venue, sementara lagu-lagu seperti “Paradox”, “Schizophrenic”, “Eight Ball”, dan “Loser DogGo!” membuat ruangan bergemuruh.

Morbid Monke

Energi malam itu tidak berhenti ketika set selesai. Antusiasme audiens lokal juga terlihat dari merchandise Morbid Monke yang cukup banyak terjual. Bagi sebuah band independen yang datang ribuan kilometer dari Bali, respons semacam itu menjadi salah satu ukuran paling konkret bahwa musik mereka menemukan pendengarnya di tempat baru.

Tur Mandiri dan Jejaring yang Meluas

Seluruh perencanaan perjalanan Feel Alive Seoul Tour dibantu oleh SRM Booking Agent & Services. Namun untuk pendanaan, Morbid Monke menjalankan perjalanan ini sepenuhnya dengan dana sendiri, 100 persen biaya tur Seoul berasal dari Morbid Monke.

Kolaborasi whiskey bersama Alam Semesta Distillery ikut menemani perjalanan mereka di Hongdae. Di antara satu panggung dan panggung lainnya, tur ini juga menjadi ruang untuk bertemu kembali dengan kawan lama sekaligus membangun jejaring baru. Musik, pertemanan, dan perjumpaan dengan orang-orang baru akhirnya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan tersebut.

Namun perjalanan itu sempat ditutup dengan kecemasan. Menjelang kepulangan ke Indonesia, erupsi Anak Gunung Krakatau menyebabkan Bandara Soekarno-Hatta (CGK) sempat tutup selama sehari. Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap jadwal kepulangan Morbid Monke.

Pada akhirnya, perjalanan mereka tidak terganggu. Seluruh jadwal penerbangan berjalan sebagaimana mestinya, dan Morbid Monke dapat menutup rangkaian Seoul tanpa perubahan pada perjalanan pulang.

Dari Channel 1969 yang membuka perjalanan, gangguan pedalboard di Prism Hall, hingga kerumunan yang berdesakan dan bergerak bersama di Strange Fruit, Feel Alive Seoul Tour memperpanjang perjalanan EP Feel Alive sekaligus membawa Morbid Monke masuk lebih jauh ke jejaring musik independen di luar Indonesia.

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: Morbid Monkemusik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ramai Penulis Menjadi Pelukis

Next Post

Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Dari Kehilangan hingga Memulai Kembali, Dialog Dini Hari Hadirkan “Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi”

by Dede Putra Wiguna
September 18, 2026
0
Dari Kehilangan hingga Memulai Kembali, Dialog Dini Hari Hadirkan “Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi”

RUMAH tidak selalu berupa tempat. Ia bisa menjadi ruang untuk beristirahat, menjadi diri sendiri, atau sekadar merasa aman. Namun, rumah...

Read moreDetails

Jangar Kembali Bersuara Melawan Represi Lewat “Air Keras”

by Dede Putra Wiguna
September 18, 2026
0
Jangar Kembali Bersuara Melawan Represi Lewat “Air Keras”

KATA-kata bisa lebih menggentarkan kekuasaan ketimbang pedang atau senjata api. Gagasan itulah yang menjadi denyut utama “Air Keras”, single terbaru...

Read moreDetails

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
0
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

Read moreDetails

Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”

by Dede Putra Wiguna
September 9, 2026
0
Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”

BELANTIKA musik Bali kembali mendapat warna baru. Kali ini datang dari Satria N Band, grup musik yang mencoba membawa pop-punk...

Read moreDetails

“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
0
“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...

Read moreDetails

‘Bajang Care Adine’, Debut Rejuna Koplo di Belantika Musik Bali

by Dede Putra Wiguna
August 11, 2026
0
‘Bajang Care Adine’, Debut Rejuna Koplo di Belantika Musik Bali

Sube tawang, bajang care adine Mepayas seksi, ngalih bapak medasi Dini ditu setate ngaku perawan Nanging mare cobak, hey… jeg...

Read moreDetails

Wikan Satya, Musisi Cilik Kelas 6 SD Rilis Karya Terbaru Berjudul ‘Galungan’

by Dede Putra Wiguna
June 18, 2026
0
Wikan Satya, Musisi Cilik Kelas 6 SD Rilis Karya Terbaru Berjudul ‘Galungan’

KESERIUSAN Wikan Satya terhadap musik rupanya tidak berhenti pada “Anacaraka”. Setelah karya itu mendapat banyak sorotan sebagai lagu anak-anak yang...

Read moreDetails

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

by tatkala
May 14, 2026
0
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

Read moreDetails

Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single

by Dede Putra Wiguna
May 8, 2026
0
Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single

SETELAH mencuri perhatian sebagai unit rock tunanetra asal Bali lewat single “Keidela”, “I’m a Fire”, dan “3”, kini Filla memasuki...

Read moreDetails

SWR Bali Kembali dari Istirahat Panjang, “Palas” Jadi Penanda Babak Baru

by Dede Putra Wiguna
May 1, 2026
0
SWR Bali Kembali dari Istirahat Panjang, “Palas” Jadi Penanda Babak Baru

SETELAH hampir satu dekade tenggelam dalam kesibukan masing-masing, SWR Bali akhirnya kembali menyapa pendengar dengan karya terbaru bertajuk “Palas”. Band...

Read moreDetails
Next Post
Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño
Esai

Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

Di antara pepohonan kopi yang tumbuh di lereng dan kebun-kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, terdapat sebuah pengetahuan...

by I Ketut Suar Adnyana
September 19, 2026
Morbid Monke Membawa “Feel Alive” ke Seoul: Tiga Panggung, Satu Napas dari Hongdae
Pop

Morbid Monke Membawa “Feel Alive” ke Seoul: Tiga Panggung, Satu Napas dari Hongdae

SEBULAN setelah pulang dari Prancis, Morbid Monke belum berniat mengendurkan langkah. Unit art punk asal Denpasar, Bali, itu kembali membawa...

by Dede Putra Wiguna
September 19, 2026
Ramai Penulis Menjadi Pelukis
Esai

Ramai Penulis Menjadi Pelukis

SAYA mulai curiga ketika beberapa nama penulis yang biasa saya temui di halaman buku, koran, dan media sosial tiba-tiba muncul...

by Angga Wijaya
September 19, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Tato: Menjadikan Tubuh Tempat Ingatan

Kita melihat tato seseorang, tetapi kita tidak pernah benar-benar melihat cerita yang membuatnya memilih tato itu. ADA sesuatu yang menarik...

by Tri Nugroho Adi
September 19, 2026
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram
Esai

“Mindfulness, Privilege”, dan LPDP: Ketika “Self-Care” Bertemu Realitas Sosial

Beberapa waktu terakhir, nama Maudy Ayunda kembali ramai diperbincangkan. Kali ini bukan karena film, musik, atau pendidikan di luar negeri,...

by Isran Kamal
September 18, 2026
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha
Khas

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
Dari Kehilangan hingga Memulai Kembali, Dialog Dini Hari Hadirkan “Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi”
Pop

Dari Kehilangan hingga Memulai Kembali, Dialog Dini Hari Hadirkan “Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi”

RUMAH tidak selalu berupa tempat. Ia bisa menjadi ruang untuk beristirahat, menjadi diri sendiri, atau sekadar merasa aman. Namun, rumah...

by Dede Putra Wiguna
September 18, 2026
Jangar Kembali Bersuara Melawan Represi Lewat “Air Keras”
Pop

Jangar Kembali Bersuara Melawan Represi Lewat “Air Keras”

KATA-kata bisa lebih menggentarkan kekuasaan ketimbang pedang atau senjata api. Gagasan itulah yang menjadi denyut utama “Air Keras”, single terbaru...

by Dede Putra Wiguna
September 18, 2026
Menulis Kok Seperti Muntah?
Esai

Menulis Kok Seperti Muntah?

SEJAK kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) masuk semakin jauh ke dalam kehidupan sehari-hari, semua orang tampaknya bisa menulis. Tidak...

by Angga Wijaya
September 18, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Lalat Pengganggu Kebijakan MBG

SIDANG pembaca yang budiman, pernahkah singgah ke kedai makanan sederhana di pinggir jalan atau pojok pasar? Kadang banyak lalat ya?...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 18, 2026
Teater Bali dan Kehidupan Orang Bali —Catatan Pengalaman Kecil Saya di Teater Bali
Esai

Teater Bali dan Kehidupan Orang Bali —Catatan Pengalaman Kecil Saya di Teater Bali

TEATER Bali adalah pertunjukan kesenian-kesenian, tempat para penjual es ganefo, kacang rebus, rokok eceran, serta permen pedas cap Semar tetap...

by Nanoq da Kansas
September 18, 2026
“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara
Pameran

“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

JAKARTA | TATKALA.CO -- Lukisan berjudul The Wings of the Sanghyang Dance (2026) karya Putu Fajar Arcana, berhasil mengalahkan ribuan...

by tatkala
September 17, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co