KATA-kata bisa lebih menggentarkan kekuasaan ketimbang pedang atau senjata api. Gagasan itulah yang menjadi denyut utama “Air Keras”, single terbaru Jangar yang resmi dirilis Minggu, 6 September 2026.
Kuartet rock asal Denpasar, Bali, itu menjadikan “Air Keras” sebagai single pertama menuju Raja Pasir, album penuh kedua mereka yang dijadwalkan rilis pada 6 Oktober 2026.
Lewat lagu ini, Jangar yang gawangi Pasek Darmawaysya (drum), Dewa Adi Sanjaya (gitar), Rai Biomantara (bass), dan Gusten Keniten (vokal) berbicara tentang tindakan represif pemilik kuasa terhadap mereka yang berani bersuara.
“Tindakan-tindakan represif bukanlah hal baru. Dalam sejarah umat manusia, berbagai kejadian telah menunjukkan bagaimana kekuasaan memusnahkan peradaban. Kuasa adalah kontrol, kontrol berarti meniadakan kebebasan, penyaringan informasi, dan mempersempit ruang diskusi,” ungkap Pasek.
Menurutnya, kata-kata justru menjadi salah satu hal yang paling ditakuti oleh mereka yang memiliki kekuasaan.
“Itulah hal yang paling ditakuti oleh kekuasaan, bukan pedang atau senjata api, melainkan kata-kata. Kata-kata bisa menggerakkan massa, kata-kata bisa membalikkan fakta, bahkan bisa menjatuhkan satu negara,” lanjutnya.
Judul “Air Keras” kemudian digunakan Jangar sebagai gambaran atas tekanan yang diberikan kepada masyarakat yang berani menyuarakan kekecewaan terhadap pemilik kuasa dan aparatnya. Namun, perlawanan yang mereka serukan bukan melalui kekerasan, melainkan dengan akal dan kata-kata.
“‘Air Keras’ adalah ajakan untuk sadar, ajakan untuk mengangkat senjata dan melawan sistem yang cacat, tidak dengan kekerasan, tapi dengan senjata yang kita miliki sejak bisa menulis dan membaca, yaitu akal dan kata-kata,” ujar Pasek.
“Air Keras” sekaligus menjadi perkenalan awal menuju Raja Pasir, album penuh kedua Jangar setelah Jelang Malam yang dirilis pada 2019, sekaligus rilisan panjang terbaru mereka setelah album mini Malam dilepas pada 2024.

Bersamaan dengan perilisan “Air Keras”, Jangar juga mulai memperkenalkan wajah Raja Pasir melalui sampul albumnya. Mereka kembali bekerja sama dengan Morrgth, seniman visual sekaligus pemain bass Rajasinga yang sebelumnya mengerjakan sampul Jelang Malam.
Untuk Raja Pasir, Jangar menginginkan visual gurun yang sunyi dan misterius, tetapi tetap memberikan sensasi gerah dan panas terik. Di tengah gempuran kecerdasan buatan, mereka memilih kembali pada sentuhan tangan dalam menerjemahkan gagasan tersebut menjadi karya visual.
“Di era gempuran kecerdasan buatan, kami merindukan sentuhan tangan dan kepiawaian Morgan, yang menerjemahkan desain sampul kami menjadi pernyataan. Goresan cat air pada kertas bertekstur, tumpahnya isi kepala menjadi sketsa dan warna, adalah sebuah fetish yang tidak bisa kita dapatkan dengan prompt. Bukan anti kemajuan, tapi apakah menumpulkan kemampuan manusia juga disebut kemajuan?” ungkap Pasek.
Setelah “Air Keras”, Jangar akan melepas dua lagu dalam format maxi single pada 16 September, sebelum Raja Pasir dirilis secara penuh pada 6 Oktober 2026.
Dirilis melalui Silver Records, single “Air Keras” kini sudah dapat dinikmati di berbagai layanan musik streaming seperti Apple Music, YouTube Music, Deezer, dan lain sebagainya. [T]
Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole































