9 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

Chusmeru by Chusmeru
September 9, 2026
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan. Zaman berubah. Kini Haornas serupa dengan reels atlet menangis haru mendapat medali emas dan live TikTok pejabat bagi-bagi jersey. Haornas berpindah arena: dari gelanggang olahraga ke ponsel. 

Haornas saat ini dimaknai sebagai komunikasi untuk menyampaikan prestasi. Keberhasilan di salah satu cabang olahraga dapat menjadi konten yang membuat masyarakat satu negara menangis tersedu. Hal itu terlihat dari efek pemain bulu tangkis ganda putri Indonesia Greysia Polii -Apriyani Rahayu yang menyabet medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 yang digelar pada Agustus 2021.

Sontak saja kemenangan itu menjadi viral di berbagai media sosial. Greysia dan Apriyani mengalahkan pasangan Tiongkok, Chen Qing Chen dan Jia Yi Fan di partai final. Kemenangan itu menjadi sejarah pertama  sektor ganda putri Indonesia meraih medali emas olimpiade. Bukan hanya itu, mereka juga mendapatkan gelontoran bonus uang tunai dari pemerintah, sponsor, dan tokoh publik hingga miliaran rupiah serta memperoleh hadiah rumah mewah.

Prestasi olahraga sejatinya adalah bentuk komunikasi yang mampu menjangkau jutaan orang. Kekalahan Timnas U23 melawan Irak tahun 2024 juga menimbulkan efek komunikasi yang luar biasa. Meski kalah, namun tetap viral, banjir dukungan, dan masuk FYP media sosial di Indonesia. Algoritma media sosial seperti TikTok dan Instagram dibanjiri konten apresiasi, analisis laga, hingga rasa penasaran suporter.

Atlet panjat tebing Veddriq Leonardo yang berhasil menyabet medali emas di Olimpiade Paris 2024 juga berdampak besar dalam perkembangan olahraga tersebut. Kemenangan itu memecahkan tradisi emas  tim olimpiade Indonesia yang sebelumnya selalu berasal dari cabang bulu tangkis. Veddriq Leonardo pun seolah menjadi influencer yang mengkampanyekan olahraga baru, karena anak-anak mulai tertarik dengan panjat tebing.

Tentu saja itu semua berdampak positif dalam perkembangan olahraga Tanah Air. Masalah muncul ketika hanya yang menang saja yang viral. Sementara cabang olahraga yang kurang berprestasi kurang mendapat atensi publik. Hal ini akan menyebabkan komunikasi olahraga yang hanya berorientasi medali. Tapi begitulah adanya, gelanggang dan lapangan olahraga kini ada di tangan netizen.

Politik dan Ekonomisasi Olahraga 

Olahraga selalu tak luput dari sentuhan politik. Bukan hanya berkaitan dengan kebijakan pemerintah tentang olahraga, tapi menjadikan olahraga sebagai panggung politik maupun panggung kampanye. Olahraga acapkali menjadi bagian dari impression management. Pejabat rajin lari pagi atau main futsal menjelang pemilu, dengan harapan muncul kesan sehat dan merakyat.

Kadang olahraga juga menjadi sarana politik, bukan hanya di Indonesia, tetapi hampir di semua negara. Kasus Piala Dunia 2026 lalu diwarnai drama politik yang dialami kesebelasan Iran. Penolakan Tim Nasional Israel di ajang Piala Dunia U20 tahun 2023 oleh Indonesia juga menjadikan olahraga tak pernah steril dari politik. Bahkan olahraga kadang dijadikan media pengalihan isu ketika suhu politik dalam negeri meningkat.

Ekonomisasi olahraga terjadi ketika keringat atlet bernilai cuan. Jika dulu atlet berpretasi hanya mendapatkan bonus, maka kini medali emas atlet layaknya “centang biru” yang lantas akan masuk DM Instagram untuk endorse produk. Kekinian, atlet yang mendapat medali emas akan menjadi brand ambassador  air mineral,mi instan, sepatu, sepeda motor,parfum, maupun skincare.

Berbagai event olahraga pun menjadi bernilai ekonomis. Acara marathon, fun bike, dan pertandingan sepak bola Liga 1 menjadi momentum menggali uang. Satu event olahraga diselenggarakan; kamar hotel penuh, UMKM meraup untung, dan ojek online laris manis. Setiap daerah pun berlomba menggelar event olahraga.

Medali emas menjadi social proof paling kuat dari seorang atlet. Di dunia komunikasi dan marketing biasa disebut credibility. Logikanya adalah logika brand. Atlet yang meraih medali di olimpiade atau Asian Games dianggap orang yang teruji, disiplin, juara, dan ratusan juta orang melihatnya. Brand akan berpikir: “Kalau atlet bisa dipercaya membawa nama negara, berarti bisa dipercaya membawa nama produk juga”.

Secara ekonomis, medali itu adalah momentum emas untuk menjual produk; ini adalah momen marketing. Atlet yang meraih medali emas akan mengikuti alur ekonomi. Atlet yang juara akan trending. Nama, wajah, dan cerita mereka masuk FYP semua orang. Brand akan segera masuk sebelum diambil oleh pesaing.

Sebenarnya endorse kepada atlet bukan berarti brand membeli atlet, tetapi membeli nilai di balik medali itu. Nilai dari sebuah medali adalah disiplin, pantang menyerah, nasionalisme, sehat, dan kuat. Oleh karenanya, setelah olimpiade atau event olahraga lain, iklan vitamin, susu, sabun, shampo, sepatu, mobil, dan produk lain langsung dibanjiri wajah atlet.

Ironi tentunya, jika menengok nasib atlet-atlet berprestasi di masa lalu yang kini hidupnya tak menentu. Mantan juara dunia tinju IBF kelas bantam yunior Ellyas Pical mengalami pasang surut kehidupan yang memilukan. Peraih medali emas SEA Games 1979 dari cabang olahraga balap sepeda, Suharto harus menjalani kehidupan sebagai tukan becak setelah pensiun dari atlet. Leni Haini, atlet perahu naga peraih medali emas pada pada SEA Games 1997 dan 1999 kini menjadi buruh cuci. Dunia olahraga mereka tak semeriah FYP dan endorse  atlet-atlet masa kini.

Komunikasi Digital sebagai Arena Baru

Perbedaan hiruk-pikuk Haornas kini dengan puluhan tahun silam adalah makin maraknya ruang komunikasi digital. Jika dulu stadion adalah tempat merayakan dan mengomentari event olahraga, maka komentar suporter sekarang bukan di tribun, tapi di kolom komentar. Instagram, Facebook, TikTok, dan X menjadi stadion baru bagi netizen.

Bila berhasil, atlet akan disanjung puji. Tapi bila gagal akan melahirkan jutaan meme. Ketika komunikasi digital menjadi arena baru dalam olahraga, maka atlet akan sangat menjaga kredibilitasnya. Cancel culture dalam dunia olahraga dapat saja terjadi. Atlet yang salah bicara di depan kamera wartawan akan langsung “dirujak” netizen. Atlet peraih medali emas yang berperilaku buruk juga akan diboikot oleh sponsor.

Arena baru dalam olahraga ini dapat menjadi dilema, baik bagi atlet maupun bagi perkembangan dunia olahraga. Hanya atlet yang meraih medali saja yang dilirik. Sementara atlet yang tidak mendapat medali maupun atlet dari cabang olahraga kecil sepi dari endorse. Hal ini dapat memunculkan kecemburuan, bahwa masyarakat dan negara hanya menghargai mereka yang menang.

Ruang digital membuka lebar ekonomisasi olahraga. Atlet atau cabang olahraga yang meraih juara akan “dijual” habis-habisan. Setelah atlet memenangi pertandingan, ia akan langsung syuting 5 iklan, 10 podcast, dan 20 event. Bila punya wajah lumayan ganteng atau cantik akan ditawari main sinetron. Atlet mengalami celebrification, sehingga dapat membuat program latihan menjadi terbengkelai.

Haornas tahun ini memang akan berbeda dengan puluhan tahun lalu. Bukan lagi hanya tentang siapa yang paling berprestasi, tetapi juga tentang siapa yang paling dicari brand: perhatian publik, kepercayaan, dan cerita. Jika hanya ini yang diandalkan, suatu ketika nanti, orang bukan lagi merayakan olahraga, tetapi selebrasi like di ruang digital. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Tags: haornashari olahraga nasionalolahraga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

Next Post

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails

Tumpek Uye dan Pendidikan Menghormati Kehidupan

by I Wayan Yudana
September 5, 2026
0
Tumpek Uye dan Pendidikan Menghormati Kehidupan

Kita mengajarkan anak mencintai lingkungan. Tetapi, berapa banyak sekolah yang benar-benar memberi anak pengalaman mencintai lingkungan? PERTANYAAN sederhana itu patut...

Read moreDetails

Ketika Kotak Makan Menjadi Jalan Pulang

by Ahmad Fatoni
September 4, 2026
0
Ketika Kotak Makan Menjadi Jalan Pulang

 “Mau diberikan ke mama. Karena di rumah tidak ada nasi.” Muhammad Suleman Datau mengatakannya ketika teman-temannya mulai membuka kotak makanan...

Read moreDetails

AI Membuat Musik Semakin Mudah, Bukan Semakin Gampang

by Nanoq da Kansas
September 4, 2026
0
AI Membuat Musik Semakin Mudah, Bukan Semakin Gampang

PHIL COLLINS pernah melakukan sesuatu yang pada zamannya terasa luar biasa. Dalam album Both Sides yang dirilis tahun 1993, ia...

Read moreDetails

Nusa Dua Memang Tiada Satunya

by I Nyoman Tingkat
September 4, 2026
0
Nusa Dua Memang Tiada Satunya

NUSA DUA lebih dikenal daripada Desa Adat Bualu yang menaunginya.  Sebelum akhir tahun 1950-an, Nusa Dua berada di bawah naungan...

Read moreDetails
Next Post
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

490 Mahasiswa Baru UPMI Bali Memulai Kehidupan Kampus lewat Malam Kreativitas
Pendidikan

490 Mahasiswa Baru UPMI Bali Memulai Kehidupan Kampus lewat Malam Kreativitas

SEBANYAK 490 mahasiswa baru Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali memulai kehidupan kampus melalui Malam Kreativitas Kampus dan Pembukaan Pengenalan...

by Dede Putra Wiguna
September 9, 2026
Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”
Pop

Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”

BELANTIKA musik Bali kembali mendapat warna baru. Kali ini datang dari Satria N Band, grup musik yang mencoba membawa pop-punk...

by Dede Putra Wiguna
September 9, 2026
Tubuh yang Saya Suruh Begadang
Esai

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

by Angga Wijaya
September 9, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

by Chusmeru
September 9, 2026
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional
Khas

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”
Esai

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?
Khas

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

by tatkala
September 7, 2026
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten
Tualang

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia
Cerpen

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

by Nur Kamilia
September 6, 2026
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian
Puisi

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

by Salman Alade
September 6, 2026
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot
Esai

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

by Adwan SA
September 6, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co