27 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Destinasi “Detour”: Tren Wisata Alternatif Menyimpang Rute Utama

Chusmeru by Chusmeru
August 27, 2026
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

BERWISATA kadang berjalan tidak sesuai dengan yang direncanakan. Di awal perjalanan sudah ditentukan destinasi wisata mana yang akan dikunjungi. Namun mendadak menyimpang dari rute utama demi menjelajahi tempat yang tersembunyi, autentik, dan tenang. Itulah detour.

Wisatawan memilih jalan menyimpang atau memutar dari tujuan awal berwisata untuk mendapatkan pengalaman lokal mendalam, seringkali di sekitar kota besar atau destinasi populer. Destinasi detour pada prinsipnya adalah  tempat yang belum banyak dijamah wisatawan dan jauh dari keramaian.

Pengalaman autentik menjadi motivasi wisatawan mengunjungi destinasi detour. Wisatawan lebih fokus pada budaya lokal, kuliner, dan interaksi dengan masyarakat setempat. Pola seperti ini menekankan bahwa perjalanan detour seringkali lebih berharga daripada sekadar mengunjungi destinasi populer.

Kota seperti Yogya, Bandung, Surabaya; atau destinasi di daerah seperti Ubud, Kuta, Borobudur, Dieng, Batu-Malang, dan Puncak-Bogor sudah dikenal wisatawan yang kadang macet dan mahal. Destinasi detour merupakan desa atau tempat kecil dari jalur wisata populer yang masih sepi, lebih murah, dan memiliki cerita lokal yang kuat. Wisatawan yang awalnya singgah sebentar untuk menghindari keramaian pada akhirnya justru menjadi betah lantaran lebih autentik.

Destinasi detour berbeda dengan hidden gem. Biasanya hidden gem memang memiliki keindahan alam yang bagus, namun letaknya jauh, aksesibilitasnya masih belum baik, belum banyak dikenal, dan perlu usaha keras menuju ke tempat itu. Sedangkan detour lokasinya dekat, mudah dilewati, dan sengaja didesain untuk persinggahan perjalanan wisata.

Banyak destinasi detour, baik di dalam negeri maupun mancanegara. Desa Wisata Candirejo, Magelang merupakan rute menyimpang bagi wisatawan yang hendak ke Borobudur. Di desa wisata ini wisatawan dapat melakukan berbagai kegiatan mengelilingi desa, naik andong, menikmati tarian tradisional, maupun belajar memasak.

Jepang memiliki kota Uji yang kerap dijadikan destinasi detour sebelum wisatawan berkunjung ke Kyoto yang dipenuhi wisata taman rekreasi. Di kota Uji wisatawan lebih merasa santai dan tenang mengunjungi pusat penghasil matcha (teh hijau), mengunjungi Kuil Byodo-in sebagai warisan Unesco, serta menikmati pemandangan indah sambil berwisata di Sungai Uji.

Alasan Memilih Detour

Sesungguhnya bukan lantaran kesasar wisatawan memilih destinasi detour. Mereka biasanya sudah merasa stres dan capai menginap di destinasi yang ramai, padat, bising, dan jalanan yang macet. Yang mereka cari adalah suasana yang sepi, santai, dapat jalan-jalan sambil mengobrol dengan warga lokal. Wisatawan mungkin memiliki tujuan utama ke Kuta atau Garuda Wisnu Kencana, tetapi mereka memilih menginap di Desa Jatiluwih atau Kelating di Kabupaten Tabanan.

Pertimbangan harga menjadi alasan wisatawan memilih detour. Destinasi utama pastinya sudah dikuasai investor, sehingga untuk menikmati kopi, spot foto, atau parkir kendaraan dengan harga tinggi. Sedangkan detour biasanya dikelola oleh warga. Dengan demikian harga homestay maupun kuliner masih murah.

Pengalaman autentik dan menghindari algoritma media sosial sering menjadi alasan wisatawan detour. Wisatawan Gen Z merasa sudah jenuh dan basi jika harus mengunjungi destinasi yang viral di TikTok. Mereka sengaja menyimpang jalur wisata ke desa sebelah yang masih sepi, memiliki view yang indah, dan warganya ramah. Dan itu dapat menjadi bahan flexing baru di media sosialnya.

Efisiensi waktu dan logistik juga jadi pertimbangan wisatawan detour. Destinasi ini memang berada di jalur utama yang akan dilewati, sehingga tidak terlalu membuang waktu banyak. Di destinasi ini wisatawan bisa berada cukup lama dengan biaya murah, sedangkan di destinasi utama cukup sebentar saja. Destinasi ini bersifat low effort, high reward.

Positif dan Negatif

Destinasi detour layaknya dosis obat. Bila sesuai akan membuat satu daerah menjadi bergairah. Akan tetapi akan menyebabkan ketergantungan pada wisatawan bila dosisnya berlebihan. Destinasi utama seperti Borobudur, Dieng, dan Ubud sudah padat pengunjung pada libur panjang.Positifnya, Detour dapat menarik 20-30% wisatawan agar tidak menumpuk di satu titik, dan warga desa kecipratan uang.

Investor besar biasanya kurang berminat membangun bisnis wisata di pinggiran yang jauh dari jalan utama. Detour memberi nilai postif bagi warga lokal untuk turut berkiprah di industri pariwisata. Dampak baiknya, uang parkir, makan, dan homestay langsung masuk kantong warga, bukan ke perusahaan dari kota besar.

Konsep detour semestinya memang tidak mengejar jumlah wisatawan. Dengan demikian destinasi itu masih tetap dapat menjaga alam dan budayanya. Infrastruktur detour juga tidak perlu dipaksakan menyedot anggaran terlalu besar, sehingga bila sepi kunjungan wisatawan tidak menimbulkan kebangkrutan.

Meski demikian, detour juga memiliki sisi negatifnya. Destinasi ini hidup seperti menumpang pada destinasi utama. Bila Borobudur atau Dieng sepi, maka destinasi detour di sekitar  juga turut sepi. Lantaran dikelola oleh warga, detour juga rawan konflik internal yang disebabkan oleh bagi hasil pendapatan. 

Keterbatasan infrastruktur menjadi hal negatif yang sering dijumpai wisatawan detour. Banyak desa yang memaksakan diri menjadi detour, tetapi mereka hanya memiliki satu toilet untuk wisatawan. itu pun dalam kondisi yang kurang bersih.

Tidak sedikit pula desa yang menjual “detour washing”. Wisatawan ditawari suasana desa yang asri dan nyaman untuk beristirahat sejenak sebelum ke destinasi utama. Namun kenyataannya, desa itu sudah tidak asri lagi. Banyak bangunan, sampah di mana-mana, wisatawan ditarik biaya tinggi, dan penduduknya tidak ramah. Tentu saja ini akan merusak citra detour yang sesungguhnya.

Destinasi detour tidak perlu terlalu muluk-muluk. Sederhana saja. Seperti warung makan di pinggir jalan tol, kecil dan sederhana; tetapi para pelanggan selalu datang kembali karena rasanya yang pas di lidah. Begitu pun detour, akan bertahan lama bila wisatawan menyimpang dari jalur utama dan selalu kembali ke detour. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Tags: detourPariwisatawisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [7]: Rezim Algoritma dan Pembubaran Standar Sastra

Next Post

BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

Read moreDetails

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

Read moreDetails

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
0
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

Read moreDetails

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails
Next Post
BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar

BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

HUJAN mengguyur Ubud ketika malam penutupan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) hendak dimulai. Namun, hujan perlahan mereda seiring berlangsungnya...

by Dede Putra Wiguna
October 27, 2026
Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co