PROGRAM Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menggelar workshop “UMKM Naik Kelas: Bicara, Jual, Cuan!” bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) se-Tangerang Raya, Kamis (13/8/2026), di Lantai 4 Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30–15.00 WIB ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Terapan UPNVJ tahun 2026, yang diselenggarakan bekerja sama dengan komunitas UMKM Tangerang Raya.
Kolaborasi ini lahir dari kebutuhan nyata para pelaku usaha di Tangerang Raya yang kerap memiliki produk berkualitas, namun masih kesulitan mengomunikasikan nilai produknya secara menarik dan meyakinkan kepada calon pembeli maupun mitra usaha. Di tengah persaingan pasar digital yang kian ketat, kemampuan menulis konten promosi yang menjual serta tampil percaya diri saat berinteraksi dengan pelanggan menjadi keterampilan yang tidak kalah penting dibandingkan kualitas produk itu sendiri.
Babe Azdin, yang mewakili UMKM Tangerang Raya dalam kerja sama ini, menyambut baik kolaborasi tersebut. “Kolaborasi perdana ini sangat kami sambut sejak awal karena materi komunikasi pemasaran yang ditawarkan sangat relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM, terutama saat mereka harus memperkenalkan dan menawarkan produk kepada konsumen ataupun mitra,” ujarnya.
Acara dibuka dengan doa, dilanjutkan dengan sambutan dari Kumala Hayati, S.I.Kom., M.Med.Kom. selaku Ketua Tim PKM. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Babe Azdin, yang hadir mewakili UMKM Tangerang Raya sebagai mitra kerja sama, serta oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang, Drs. H. Engkos Zarkasyi A., M.Si. Rangkaian pembukaan ditutup dengan penyerahan sertifikat penghargaan dan suvenir dari UPNVJ kepada kedua mitra, sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kontribusinya, sebelum peserta memasuki sesi inti workshop.
Sesi Pertama: Copywriting dan Digital Storytelling
Sesi pertama workshop ini berfokus pada dua kemampuan yang saling melengkapi dalam membangun konten pemasaran, yaitu copywriting dan digital storytelling. Materi copywriting disampaikan oleh Kumala Hayati, S.I.Kom., M.Med.Kom., yang membekali peserta dengan formula AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) sebagai kerangka sederhana namun efektif untuk menyusun caption dan materi promosi. Melalui formula ini, peserta diajarkan cara menulis kalimat pembuka yang mampu menghentikan calon pembeli dari kebiasaan menggulir layar (scroll), menjelaskan manfaat produk secara meyakinkan, membangun rasa butuh, hingga menutup tulisan dengan ajakan bertindak yang tegas namun tetap terasa personal dan tidak berlebihan.
Materi tersebut kemudian dilengkapi oleh sesi digital storytelling yang dibawakan oleh Agnes Monica Marpaung, S.I.Kom., M.I.Kom. Pada sesi ini, peserta diajak memahami bahwa pelanggan tidak hanya tertarik pada apa yang dijual, tetapi juga pada cerita di balik produk tersebut. Peserta dipandu untuk menggali sumber cerita dari usaha mereka sendiri, mulai dari kisah awal mula usaha dirintis, proses di balik pembuatan produk, hingga pengalaman nyata para pelanggan, kemudian merangkainya ke dalam kerangka cerita sederhana yang terdiri dari hook, konteks atau masalah, solusi melalui produk, hasil yang dirasakan, dan diakhiri dengan ajakan bertindak. Dengan menggabungkan struktur AIDA dan kerangka cerita ini, peserta diharapkan mampu menghasilkan satu caption utuh yang tidak hanya persuasif, tetapi juga terasa jujur dan dekat dengan pembaca.
Sesi Kedua: Public Speaking dan Self Performance
Memasuki sesi kedua, fokus materi berpindah pada public speaking. Materi yang bertajuk “Menjadi Pembicara Hebat” disampaikan oleh Ade Indriani Siagian, S.I.Kom., S.E., M.I.Kom. Pada bagian ini, peserta diperkenalkan pada tiga pilar komunikasi, yaitu kata-kata, suara, dan bahasa tubuh, yang harus selaras agar pesan dapat diterima dengan baik oleh pendengar. Selanjutnya, peserta diajak menyusun pesan bisnis yang runtut melalui formula OPA (Opening, Point, Action), yang dicontohkan lewat studi kasus seorang pelaku UMKM kuliner dalam memperkenalkan produknya secara singkat namun meyakinkan. Materi ini juga membahas seni memengaruhi melalui lima langkah membangun koneksi yang tulus dengan pelanggan, yaitu mengenali latar belakang target (KYC), membangun kedekatan (rapport), menunjukkan kredibilitas, memberikan penawaran yang saling menguntungkan (offer), hingga menjembatani percakapan menuju keputusan (bridge).
Sesi ini kemudian ditutup dengan materi self-performance yang dibawakan oleh Deanda Dewindaru, S.Sos., M.Ikom., yang menekankan bahwa penampilan profesional merupakan bentuk investasi kepercayaan, bukan sekadar soal gengsi. Peserta diajak memahami bahwa kesan pertama terbentuk hanya dalam hitungan detik, sehingga kerapian berpakaian, postur tubuh yang tegak, kontak mata yang baik, gerakan tangan yang terbuka, hingga hal-hal kecil seperti kebersihan kuku dan penggunaan parfum secukupnya, semuanya turut membentuk sinyal keseriusan dan profesionalisme seorang pelaku usaha di hadapan mitra maupun pelanggannya.

Fasilitas dan Dampak bagi Peserta
Sebagai bagian dari dukungan penuh terhadap peserta, panitia menyediakan sejumlah fasilitas selama kegiatan berlangsung, mulai dari e-modul pelatihan yang dapat digunakan peserta sebagai bahan belajar mandiri setelah workshop selesai, konsumsi berupa snack dan makan siang, hingga doorprize yang diundi di akhir acara.
Di penghujung sesi, seluruh peserta juga diajak untuk langsung mempraktikkan materi yang telah diperoleh dengan menulis satu caption lengkap untuk produk usaha masing-masing menggunakan alur hook, cerita, solusi, hasil, dan ajakan bertindak, dipandu oleh worksheet praktik yang telah dibagikan sebelumnya. Melalui sesi praktik ini, peserta tidak hanya memahami teori secara konseptual, tetapi juga pulang dengan draf konten promosi yang siap disesuaikan dan digunakan untuk usaha mereka sendiri.
Antusiasme ini turut dirasakan langsung oleh peserta, salah satunya Purwanti Puji Lestari, pemilik usaha Sambal Bawang Prajna. “Pelatihan ini bermanfaat banget buat kami, apalagi kami masih suka grogi, susah kalau harus ngomong di depan orang-orang. Semoga bisa ada kelas lanjutannya,” ujarnya.
Testimoni tersebut mencerminkan dampak langsung workshop ini bagi warga Tangerang: peningkatan rasa percaya diri dan kemampuan komunikasi pemasaran yang diharapkan turut mendorong naiknya daya saing dan omzet usaha para peserta ke depannya, sekaligus memperkuat ekosistem UMKM di wilayah Tangerang Raya secara berkelanjutan.
Kegiatan ini terbuka bagi pelaku UMKM di wilayah Kabupaten dan Kota Tangerang, dan diselenggarakan berkat dukungan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang sebagai penyedia lokasi kegiatan, serta jaringan komunitas Tangerang Raya. [T]































