MANUSIA adalah makhluk yang gemar mengembara.
Tubuhnya berada di sini, tetapi pikirannya berlari ke hari esok. Atau sebaliknya, tubuhnya telah meninggalkan kemarin, tetapi batinnya masih menetap di sana. Maka ia hidup di dua tempat yang sesungguhnya tidak pernah dapat disentuh.
Masa depan hanyalah kemungkinan.
Masa lalu hanyalah gema.
Yang benar-benar ada hanyalah saat ini.
Namun justru di tempat yang sungguh ada itulah manusia paling jarang tinggal.
Kita membangun begitu banyak kecemasan atas sesuatu yang belum memiliki bentuk, sementara pada saat yang sama kita memelihara begitu banyak kenangan yang telah kehilangan kehidupannya. Kita menyebutnya harapan, ambisi, tradisi, atau nostalgia. Padahal sering kali semuanya hanyalah cara yang lebih halus untuk menghindari kenyataan.
Sebab kenyataan selalu hadir sebagai sekarang.
Tidak pernah sebagai nanti.
Tidak pernah sebagai dahulu.
Penciptaan bukanlah hadiah yang menunggu di ujung perjalanan.
Ia bukan pula peninggalan yang diwariskan oleh masa lampau.
Penciptaan adalah percikan yang muncul ketika kesadaran bersentuhan sepenuhnya dengan detik yang sedang bernapas.
“Karya agung tidak lahir dari penantian akan masa depan ataupun pemujaan terhadap masa lalu. Ia lahir ketika manusia hadir sepenuhnya di dalam saat yang sedang berlangsung.”
Saat ini tidak pernah menawarkan kenyamanan.
Ia tidak menjanjikan kepastian.
Ia hanya menghadirkan bahan mentah.
Kekacauan.
Kesunyian.
Keraguan.
Perlawanan.
Namun sebagaimana batu asahan membangunkan ketajaman sebilah pisau, demikian pula gesekan kehidupan membangunkan kreativitas.
Tanpa gesekan, gagasan hanya menjadi mimpi.
Tanpa perlawanan, potensi tetap tinggal sebagai kemungkinan.
Banyak orang mengira penciptaan dimulai oleh inspirasi.
Padahal penciptaan dimulai oleh kehadiran.
Inspirasi hanyalah tamu.
Kehadiran adalah rumahnya.
Ada geografi yang tak pernah berubah dalam kehidupan manusia.
Kita tidak dapat mengubah satu langkah yang telah dilewati.
Kita juga tidak dapat melangkah pada jalan yang belum terbentang.
Seluruh kebebasan kita hanya seluas satu tarikan napas.
Sesempit satu detik.
Dan justru karena sempit itulah ia menjadi tak terhingga.
Sebab di dalam satu detik itulah seluruh kemungkinan alam semesta sedang memilih untuk menjadi nyata.
Mereka yang hidup di masa depan akan selalu tergesa.
Mereka yang hidup di masa lalu akan selalu terlambat.
Tetapi mereka yang hidup di saat ini tidak sedang mengejar apa pun.
Mereka sedang mencipta.
Mahakarya tidak pernah lahir sekaligus.
Gunung tidak tumbuh dalam semalam.
Pohon tidak mekar dalam satu musim.
Embun tidak jatuh sekaligus memenuhi bumi.
Segala sesuatu yang agung dibangun oleh kesetiaan terhadap momen-momen kecil yang nyaris tak terlihat.
Demikian pula sebuah karya.
Ia bukan hasil dari ledakan besar, melainkan akumulasi dari ribuan detik yang dijalani dengan kesadaran penuh.
Mungkin itulah sebabnya para pertapa, penyair, pemahat batu, petani, dan para empu dalam berbagai tradisi kuno selalu tampak tenang ketika bekerja.
Mereka tidak sedang mengejar hasil.
Mereka sedang menyatu dengan proses.
Bagi mereka, bekerja adalah bentuk meditasi.
Mencipta adalah cara paling sederhana untuk hadir sepenuhnya sebagai manusia.
Seni bukanlah benda yang harus diawetkan.
Tradisi bukanlah museum.
Budaya bukanlah abu yang harus dijaga.
Semuanya adalah api.
Api hanya tetap hidup selama ia terus menyala.
Begitu pula kebudayaan.
Ia mati bukan ketika berubah.
Ia mati ketika berhenti berubah.
Maka tugas manusia bukan sekadar menghasilkan karya.
Tugasnya adalah menjaga agar kesadarannya tetap berpijak pada tanah tempat kehidupan benar-benar berlangsung.
Di sanalah segala sesuatu bermula.
Di sanalah potensi berubah menjadi bentuk.
Di sanalah yang tak terlihat memperoleh tubuhnya.
Dan di sanalah manusia, untuk sesaat, menjadi rekan pencipta bagi semesta.
Karena sesungguhnya…
keabadian tidak tersembunyi di masa depan.
Ia juga tidak bersemayam di masa lalu.
Keabadian selalu hadir diam-diam,
di dalam detik yang sedang kita hidupi.
Kubu Art Space
Penulis: Wayan Gde Yudane
Editor: Jaswanto






























