Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para sporter sepak bola yang memberi semangat para pemainnya. Wanita asal Pupuan, Tabanan itu berhasil menerima reward berupa satu unit mobil senilai sekitar Rp 200 juta sebagai apresiasi atas pencapaiannya dalam membangun jaringan bisnis.
Itulah uasana awarding bagi para afiliator yang berhasil mengembangkan bisnis produk kesehatan herbal PT Garuda Mas Anugerah (GMA) pada acara peresmian kantor cabang perwakilan di Bali, Minggu 31 Mei 2026. Peresmian kantor ketiga yang beralamat di Jalan Suli, Kota Denpasar itu bertepatan dengan Hari Purnama Sadha, Hari Suci Waisak, sehari menjelang peringatan Hari Lahir Pancasila ditandai dengan pengguntingan pita dan potong tumpeng oleh Komisaris PT GMA, Dr. Drs. H. Ahmad Effendy Choirie, M.Ag, M.H didampingi owner PT GMA, Bobby Oetomo.
Dalam acara awarding itu, Ni Ketut Sari menerima reward berupa satu unit mobil senilai sekitar Rp200 juta sebagai apresiasi atas pencapaiannya dalam membangun jaringan bisnis GMA. “Perjalanan ini tidak selalu mudah. Saya sempat menaruh keraguan ketika pertama kali diperkenalkan dengan bisnis tersebut oleh leader GMA, Santi Legawa. Jujur, saya tidak mudah percaya dengan bisnis seperti ini,” kata Sari menyemangti para peserta yang hadir.
Walau demikian, Sari mencoba mempelajari sistem bisnis dan produk yang ditawarkan itu. Keyakinan kemudian tumbuh, sehingga memutuskan untuk bergabung dan menjalankan usaha tersebut secara serius. Keberhasilan ini tidak semata-mata karena mengejar keuntungan, tetapi juga karena menjalankan usaha dengan semangat melayani dan membantu sesame. “Saya akui, keputusan bergabung dengan GMA didorong oleh keinginan untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga sekaligus meraih kebebasan finansial,” imbuhnya.

Sari selalu berpikir positif, kunci utama kesuksesan dalam menjalankan bisnis terletak pada keyakinan dan konsistensi. Paling tidak, tiga yang mendorongnya, yaitu harus memiliki keyakinan kepada Tuhan, percaya pada kemampuan diri sendiri, serta percaya kepada sistem bisnis dan manajemen yang dijalankan. “Yakin, berani, pasti berhasil. Ingat, semua membutuhkan proses. Saya belajar untuk melayani dengan tulus dan ikhlas, sekaligus menanam karma baik kepada sesame di MegaPro Affiliate ini,” paparnya.
Selanjutnya Siddhi Jaya dan Sultan Affiliator masing-masing menerima reward mobil senilai Rp 300 juta. Lalu, Gusti Ayu Srinata, Mahabintang 88, Cinta Kaluna, Dirgantara Sukses, Made Muliarta, dan Mustika Sukses masing-masing menerima reward motor senilai Rp 30 juta. Dr. Robert Dede Bangun dan Suan BP masing-masing menerima reward akulumasi sponsor 100 affiliate sampai di 700.000 MP sebesar Rp. 23.809.552.
Sementara Chris Sebayang, Affiliator Sukses, Piesiawati, Ni Made Lastri, Sari Cantik 99, King Megapro88, Agung Megapro88, I Nyoman Parion, I Wayan Kunia, Aji Arum, RD Meli SPD, Rahmawati, dan Agdes Sitine Simbolon masing-masing menerima reward akulumasi sponsor 100 affiliate sampai di 700.000 MP sebesar 11.904.761. Sedangkan I Nyoman Parion, Rahmawati dan RD Melia SPD menerima panghargaan Top Sponsor sebesar Rp 2.500.000, Affiliator Sukses menerima Top Omset Direct sebesar 8 juta, Dr. Robert Dede Bangun, Chris Sebayang, M. Kurniadi, Dio Bimantara, I Ketut Muliana Santika dan Affliator Sukses menerima reward dengan nilai yang berbeda-beda.
Perluas jangkauan pelayanan ke Indonesia Timur
Usai peresmian kantor baru itu, Ahmad Effendy Choirie atau yang akrab disapa Gus Choi menegaskan, pembukaan kantor cabang di Bali menjadi bukti keseriusan perusahaan dalam mengembangkan usaha perdagangan produk kesehatan tradisional berbahan alami sekaligus memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di Bali dan kawasan Indonesia Timur.
GMA hadir tidak hanya untuk menyediakan produk kesehatan tradisional berbahan baku alam Indonesia, tetapi juga berupaya membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. “Selain menyehatkan masyarakat, kami juga ingin menjadi bagian dari upaya menyejahterakan rakyat melalui pembukaan peluang usaha. Produk yang kami jual halal, cara bisnisnya halal, dan seluruh aktivitas perusahaan dijalankan secara profesional,” katanya.

GMA ini lahir pada 22 Februari 2022, berawal dari kegelisahan sejumlah pendirinya terhadap mahalnya biaya pengobatan yang harus ditanggung masyarakat. Mereka kemudian melihat besarnya potensi tanaman obat yang tumbuh di Indonesia dan memiliki khasiat bagi kesehatan. Dari pemikiran itu lahirlah PT GMA yang fokus mengembangkan produk kesehatan herbal berbasis bahan alam Nusantara. “Sumber daya alam Indonesia sangat kaya. Banyak tanaman yang memiliki manfaat kesehatan. Kami ingin menghadirkan produk yang bisa membantu masyarakat menjaga kesehatan dengan biaya yang lebih terjangkau,” sebutnya.
Saat ini PT GMA memiliki lebih dari 30 produk kesehatan tradisional yang seluruhnya telah mengantongi izin BPOM dan sertifikasi halal. Dalam pemasarannya, GMA menerapkan konsep ekonomi berjamaah atau afiliasi, GMA Affiliate Megapro, yang mengedepankan hubungan kemitraan antara perusahaan dan konsumen. “Kalau membeli di toko, hubungan selesai setelah transaksi. Di GMA berbeda. Konsumen menjadi bagian dari keluarga besar perusahaan. Ada konsep gotong royong, kebersamaan, dan saling menguntungkan,” jelas Gus Choi.
Keberadaan kantor cabang Bali juga diharapkan mampu mendukung sektor ekonomi dan pariwisata daerah. Adanya pusat distribusi dan pelatihan di Bali, masyarakat dari Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga wilayah Indonesia Timur tidak perlu lagi datang ke Jakarta untuk memperoleh produk maupun mengikuti pelatihan. “Orang bisa datang ke Bali untuk mendapatkan produk dan ilmu. Mereka menginap, makan, dan beraktivitas di Bali. Secara tidak langsung ini juga mendukung ekonomi daerah dan sektor pariwisata,” ucapnya.
Pelopor Leader GMA Bali, I Made Sugiarta, S.Sos, M.M, menyebutkan seluruh produk GMA memanfaatkan bahan-bahan alami yang tumbuh di Indonesia. Salah satunya bunga teleng yang juga sangat dekat dengan tradisi masyarakat Bali. Teleng memiliki nilai yang sangat tinggi. Selain menyehatkan, tumbuhan ini juga menjadi bagian dari budaya dan tradisi masyarakat Bali.
Lalu, pembukaan kantor cabang Bali merupakan momentum penting bagi perkembangan usaha kesehatan tradisional berbasis jaringan di Pulau Dewata. Saat ini jumlah anggota atau member GMA di Bali telah mencapai sekitar 24.000 orang, sementara secara nasional jumlah member telah berkembang hingga sekitar 1,2 juta orang. “Ini menjadi tonggak sejarah penting karena Bali kini memiliki kantor cabang distrik GMA yang akan menjadi pusat edukasi dan pengembangan jaringan bagi Bali dan kawasan Indonesia Timur,” sebut mantan Sekretaris DPRD (Sekwan) Kabupaten Tabanan ini. [T]
Reporter/Penulis: Budarsana
Editor: Adnyana Ole





























