27 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
April 27, 2026
in Esai
Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

Ilustrasi tatkala.co | Canva

DUNIA mengakui1 April adalah tanggal olok-olok. Orang boleh berbohong pada 1 April yang disebut dengan April Mop. Tidak demikian dengan Indonesia, melalui release beritanya, Kemendikdasmen Abdul Mu’ti pada 1 April 2026, menetapkan April sebagai  Bulan  Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan. Dalam release-nya, Kemendikdasmen menyebutkan Bulan Pemberdayaan Perempuan adalah gerakan kolaboratif yang dicanangkan dengan mengambil semangat perjuangan Kartini berfokus pada penguatan kesetaraan gender, pendidikan, dan peningkatan literasi untuk membekali perempuan agar mampu berpartisipasi penuh dalam berbagai bidang pembangunan.

Dengan menjadikan April sebagai Bulan Pemberdayaan Perempuan, makin lengkaplah jejak Menteri sebelumnya yang menetapkan Mei sebagai Bulan Pendidikan oleh Anies Baswedan dan Bulan Merdeka Belajar oleh Nadiem Makarim. Sebelumnya, pada zaman Orde Baru, Mei juga ditetapkan sebagai Bulan Buku Nasional. Makin banyak pula ritual kebangsaan dari April menuju Mei. Kita membentangkan karpet merah untuk para pejabat melakukan serimonial. Kadang-kadang serimonial yang formalitas sering menutup substansi yang sesungguhnya. Serimonial menjadi panggung para pejabat, sedangkan substansi ada di ruang sunyi sepi tanpa tepi. Kadang-kadang tidak terlihat, lebih-lebih di dunia Pendidikan yang tidak menjanjikan rujak yang pedasnya langsung dirasakan begitu digigit. Pendidikan adalah investasi jangka panjang, bukan investasi lalah tabia.

Dalam konteks Pendidikan, menjadikan April sebagai Bulan Pemberdayaan Perempuan adalah strategi literasi yang perlu terus diasah dan digemakan. Karpet merah untuk mendorong penerbitan buku karya perempuan atau tema perempuan adalah sebuah kebutuhan. Target keterwakilan 30 % perempuan di lembaga pemerintah perlu terus didorong.

Dalam konteks Bali, peran strategis perempuan sudah mulai sejak dulu. Indikatornya, peran laki-laki sudah banyak diambil alih perempuan Bali, misalnya Sekaa Gong dan Sekaa Shanti. Kini, urusan  ngelawar, mencari bahan, membuat banten, ngaturang banten, ngayah mangigel juga sudah biasa dilakukan perempuan Bali. Pidan mapayas ? Tidak pernah terlewatkan dalam setiap momen. Perempuan Bali kini tetap tampil modis merawat tubuh, di tengah kesibukannya. Tanda mereka cerdas berbudaya di tengah tekanan dan himpitan hidup.

Semua itu mengingatkan saya pada puisi, “Perempuan-Perempuan Perkasa” karya Hartoyo Andangjaya. Bait terakhir dari tiga bait puisinya, ia menulis : “…Perempuan-perempuan perkasa yang membawa bakul di pagi buta/siapakah mereka…/Mereka ialah ibu-ibu berhati baja, perempuan-perempuan perkasa/akar-akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota…/Mereka cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa…//

Jika melihat dari posisi Hartojo Andangdjaya sebagai tokoh Angkatan 66 dalam Sastra Indonesia, maka Bulan Pemberdayaan Perempuan yang dicanangkan Abdul Mu’ti pada 1 April 2026 terasa hambar. Tanpa diformalkan dengan nama Bulan Pemberdayaan Perempuan, perempuan-perempuan desa sudah memberdayakan diri untuk anak dan keluarga, demi sesuap nasi. Perempuan-perempuan desa tidak perlu karpet merah untuk bisa bergerak. Badan otomatisnya bergerak mengeja hidup yang berakar di tanah tandus. Namun, cinta kasihnya bergerak melampaui desanya sendiri. Cinta kasihnya tak terhingga merawat anak negeri di tengah segala keterbatasan.

Bulan Pemberdayaan Perempuan sesungguhnya terhubung dengan Bulan  Pendidikan/Bulan Merdeka Belajar sepanjang bulan Mei. Jika diandaikan Raden Ajeng Kartini sebagai seorang ibu bagi anak negeri, ialah pendidik pertama dan utama dalam pemerolehan bahasa sebagai jembatan komunikasi. Dalam konteks ini, komunikasi tidak saja terhubung secara sosial (fungsi fatik Bahasa), tetapi juga dengan asupan spirit individu untuk mengisi diri secara memadai membangun kepekaan rasa. Tugas ibu negara dengan inspirasi Kartini sudah diperkuat oleh Chairil Anwar yang wafatnya pada 28 April 1949. Kita tak bisa melupakan Chairil Anwar ketika Bulan Pemberdayaan Perempuan digelar. Chairil Anwar menyiapkan sarana komunikasi dengan puisi-puisi berjiwa untuk penyemangat perjuangan perempuan tetapi tidak lupa mohon restu pada Tuhan, “Di pintu-Mu aku mengetuk”.

Chairil Anwar memuliakan kaum perempuan melalui puisi-puisinya, antara lain Sajak Putih : Buat Tunanganku Mirat, Dengan Mirat, Mirat Muda, Chairil Muda, Hampa (kepada Sri yang selalu sangsi), Senja di Pelabuhan Kecil (buat Sri Ayati),  Ida, Kenangan (untuk Karinah Moordjono), Dari Dia (buat K), Cerita Buat Dian Tamaela, Tuti Artic, Ina Mia, Buat Gadis Rasyid, Buat Nyonya N.

Puisi sebagai alat perjuangan bagi Chairil Anwar telah memberikan asupan kosa kata yang memadai bagi kaum perempuan. Perempuan pembaca puisi Chairil Anwar dapat merenungkan bagai mana cinta berlabuh sebagai laut yang tidak mudah ditaklukkan. Ada permainan, keceriaan, tetapi juga ada ketakutan dan bahaya ombak yang menggulung. Kepada Chairil Anwar, perempuan berguru bagaimana kata-kata liar dijinakkan lalu diringkas menjadi puisi. Namun, kaum laki bisa berguru kepada Kartini menemukan titik terang di goa gelap (dark continent) sebagaimana dicetuskan Sigmund Freud terhadap perempuan.

Dengan menjadikan puisi-puisi Chairil Anwar sebagai penyemangat bagi perjuangan perempuan, sesungguhnya Bulan Pemberdayaan Perempuan sepanjang April dapat diperkuat kembali melalui  Bulan Pendidikan/Bulan Merdeka Belajar/Bulan Buku Nasional sepanjang Mei. Beranalogi pada pendekatan pembelajaran mendalam, pemanggungan perempuan sepanjang April adalah hal yang menyenangkan dilakukan dengan penuh kesadaran dan bermakna. Pada Bulan Pendidikan dengan Merdeka Belajar diperdalam melalui kajian sesuai dengan semangat Bulan Buku Nasional, dengan puncaknya pada Hari Buku Nasional setiap 17 Mei. Penguatan literasi tiada henti walaupun pemimpin berubah. Program Literasi tidak boleh goyah karena dari situlah cikal bakal kecerdasan disemaikan.

Dengan hadirnya Bulan Pemberdayaan Perempuan dilanjutkan dengan Bulan Pendidikan, seyogyanya pemahaman arti Pendidikan dalam memanusiakan manusia makin bermutu, dengan pondasi kuat di keluarga berkat didikan cinta kasih ibu ditopang kekuatan sang ayah. Di sekolah, pendidikan bermutu untuk semua dilakukan secara berkelanjutan. Ki Hadjar Dewantara menyebut kontinuitas dalam ajaran Trikonnya. [T]

Tags: PendidikanPerempuan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Masalahnya Bukan Hanya Anggaran

Next Post

Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya

by Asep Kurnia
April 27, 2026
0
Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya

TAK dapat dipungkiri lagi bahwa Seba Baduy bukan lagi dimaknai hanya sebagai acara ritual sakral semata, tapi sudah melebihi dari...

Read moreDetails

Masalahnya Bukan Hanya Anggaran

by Isran Kamal
April 27, 2026
0
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

SETIAP kali angka besar muncul di ruang publik, reaksi yang mengikuti hampir selalu serupa, yakni cepat, emosional, dan penuh kecurigaan....

Read moreDetails

Ketika Orang Bali Terpapar Jadi Pasukan Payuk Jakan & Cicing Borosan

by Sugi Lanus
April 27, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 27 April 2027 Lihatlah berbagai kejadian orang Bali cekcok, adu mulut terbuka, saling berhadapan-hadapan, berkelahi...

Read moreDetails

Teatrikal Politik Lingkungan di Bali

by Teddy Chrisprimanata Putra
April 26, 2026
0
Menghitung Kekuatan Politik Giri Prasta

BALI sedang tidak baik-baik saja. Setidaknya pernyataan tersebut valid dalam perspektif lingkungan. Telah menjadi diskursus publik bahwa Bali saat ini...

Read moreDetails

Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

by Nyoman Mariyana
April 26, 2026
0
Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

KEDATANGAN wisatawan ke Bali pada dasarnya bukan semata-mata karena hotel mewah, pusat hiburan, atau tempat belanja. Mereka datang karena ingin...

Read moreDetails

Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?

by I Nyoman Tingkat
April 26, 2026
0
Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?

SEKOLAH selalu menjadi objek sosialisasi bagi kesuksesan program pemerintah, baik pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Gaungnya makin kencang setelah reformasi...

Read moreDetails

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
0
Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

Read moreDetails

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
0
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

Read moreDetails

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails
Next Post
Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya
Esai

Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya

TAK dapat dipungkiri lagi bahwa Seba Baduy bukan lagi dimaknai hanya sebagai acara ritual sakral semata, tapi sudah melebihi dari...

by Asep Kurnia
April 27, 2026
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali
Persona

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi
Panggung

Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

LOMBA Tari Bali yang digelar pada 25–26 April 2026 di Auditorium Redha Gunawan, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali), menjadi...

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan
Esai

Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

DUNIA mengakui1 April adalah tanggal olok-olok. Orang boleh berbohong pada 1 April yang disebut dengan April Mop. Tidak demikian dengan...

by I Nyoman Tingkat
April 27, 2026
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram
Esai

Masalahnya Bukan Hanya Anggaran

SETIAP kali angka besar muncul di ruang publik, reaksi yang mengikuti hampir selalu serupa, yakni cepat, emosional, dan penuh kecurigaan....

by Isran Kamal
April 27, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

Ketika Orang Bali Terpapar Jadi Pasukan Payuk Jakan & Cicing Borosan

— Catatan Harian Sugi Lanus, 27 April 2027 Lihatlah berbagai kejadian orang Bali cekcok, adu mulut terbuka, saling berhadapan-hadapan, berkelahi...

by Sugi Lanus
April 27, 2026
Menghitung Kekuatan Politik Giri Prasta
Esai

Teatrikal Politik Lingkungan di Bali

BALI sedang tidak baik-baik saja. Setidaknya pernyataan tersebut valid dalam perspektif lingkungan. Telah menjadi diskursus publik bahwa Bali saat ini...

by Teddy Chrisprimanata Putra
April 26, 2026
Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali
Esai

Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

KEDATANGAN wisatawan ke Bali pada dasarnya bukan semata-mata karena hotel mewah, pusat hiburan, atau tempat belanja. Mereka datang karena ingin...

by Nyoman Mariyana
April 26, 2026
Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?
Esai

Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?

SEKOLAH selalu menjadi objek sosialisasi bagi kesuksesan program pemerintah, baik pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Gaungnya makin kencang setelah reformasi...

by I Nyoman Tingkat
April 26, 2026
Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali
Berita

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-9 dengan menggelar serangkaian kegiatan sosial yang menyentuh langsung...

by tatkala
April 25, 2026
Serangga dalam Piring Makan Kita
Kuliner

Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

by Jaswanto
April 25, 2026
Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan
Cerpen

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

by Depri Ajopan
April 25, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co