25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Meraba Arah Pariwisata Indonesia 2026

Chusmeru by Chusmeru
December 14, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

AKAN seperti apa pariwisata Indonesia di tahun 2026 dapat diraba dari capaian yang telah ditoreh dan permasalahan yang mencoreng selama tahun 2025. Torehan postif barangkali dari angka kunjungan wisatawan selama 2025, baik wisatawan mancanegara maupun nusantara.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengeklaim bahwa Indonesia telah dikunjungi 8,5 juta wisatawan mancanegara hingga Juli 2025. Angka ini mengalami peningkatan sekitar 10 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya. Jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Januari-Agustus 2025 mencapai 807,55 juta perjalanan, meningkat 19,71% dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Capaian positif lain terkait dengan upaya promosi pariwisata. Secara internasional, pemerintah terus mempromosikan “Wonderful Indonesia” secara global, fokus pada keunikan budaya dan alam, serta menjajaki pasar baru seperti Eropa dan Amerika. Sedangkan di dalam negeri, Karisma Event Nusantara (KEN) 2025 meningkatkan citra pariwisata Indonesia dan membantu pemerintah daerah mempromosikan event unggulan.

Akan tetapi, meraba arah pariwisata Indonesia tahun 2026 bukan semata berdasar torehan prestasinya. Sederet masalah juga akan menganjal perkembangan dan pertumbuhan pariwisata Tanah Air. Masalah-masalah itu datang mulai dari hulu hingga hilir.

Kebijakan pemerintah terkait efisiensi anggaran sempat menguncang industri pariwisata dalam negeri. Sektor perhotelan, restoran, dan transportasi terkena imbasnya. Bisnis pariwisata mengalami tekanan pada okupansi dan pendapatan, terutama karena realokasi anggaran pemerintah yang mengurangi kegiatan pertemuan dan acara.

 Di bagian hilir, operasionalisasi dan pelayanan pariwisata masih kerap menjadi kendala pengembangan. Beberapa kali terjadi insiden negatif yang melibatkan oknum masyarakat terhadap wisatawan maupun ulah wisatawan yang berdampak pada citra pariwisata. Insiden di Raja Ampat pada pertengahan 2025 menjadi sorotan tentang pengelolaan pariwisata bahari di Indonesia, yang berdampak pada citra dan sektor wisata di Indonesia.

Belanja Masalah

Menyambut pariwisata Indonesia 2026, selayaknya pemerintah secepatnya melakukan belanja masalah agar dapat menjadi pertimbangan arah kebijakan. Masalah dapat diraba dan diurai dari hulu hingga ke hilir; mulai perencanaan, kebijakan, pengembangan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, pengelolaan dan konservasi lingkungan. Pada hilirnya, masalah yang perlu diurai berkaitan dengan akomodasi, transportasi, objek dan daya tarik wisata, serta layanan pendukung.

Pembangunan infrastruktur pariwisata masih menjadi masalah besar dalam pengembangan pariwisata Indonesia hingga saat ini. Pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata masih belum optimal, terutama di daerah terpencil dan antarpulau, yang menghambat konektivitas dan akses ke destinasi wisata.

Persoalan regulasi dan  tata kelola pariwisata di bagian hulu acapkali menimbulkan masalah dan konflik. Di satu sisi, perizinan yang rumit dan mahal dapat menghambat investasi sektor pariwisata. Namun di lain sisi, ada pula daerah yang begitu longgar membuka pintu investasi dengan mengabaikan regulasi dan menerabas tata ruang. Banyak daerah yang kehilangan sawah produktif demi pembangunan infrastuktur pariwisata.

Koordinasi antarinstansi dalam pengembangan pariwisata juga sangat lemah. Banyak peraturan yang tumpang tindih antarinstansi sehingga menghambat implementasi kebijakan yang efektif dan investasi di sektor pariwisata. Belum lagi masalah buruknya perencanaan. Pengembangan pariwisata di daerah kerap tergesa-gesa dengan alasan peningkatan pendapatan. Dampaknya, muncul persoalan berkaitan dengan kerusakan lingkungan, seperti abrasi pantai, tanah longsor, dan banjir bandang.

Sektor hilir pariwisata ditandai lemahnya promosi dan publikasi. Meskipun potensi wisata Indonesia melimpah, publikasi dan promosi seringkali masih kurang optimal dibandingkan dengan negara lain. Apalagi di daerah,minimnya anggaran promosi sering menjadi masalah klasik. Akibatnya, destinasi wisata di daerah harus bersaing dengan destinasi wisata yang telah mapan dengan promosi yang lebih baik.

Pelayanan menjadi kunci dalam pengembangan pariwisata di tahun 2026 nanti. Sayangnya, hingga saat ini kualitas pelayanan di sektor pariwisata masih jauh dari memuaskan. Kualitas layanan bukan sekadar hospitality, tapi juga standar keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan. Masih saja terjadi kasus kecelakaan yang menimpa wisatawan dengan antisipasi pertolongan yang terlambat.

Dampak negatif pariwisata yang mengarah pada overtourism, masalah sampah, kemacetan lalu lintas, dan ketidaknyamanan penduduk lokal belum direspons secara optimal oleh pemerintah. Orientasi pemerintah dalam sektor pariwisata masih pada jumlah kunjungan dan perolehan devisa. Upaya serius untuk mengatasi dampak negatif belum sepenuhnya dilakukan.

Beruntung Indonesia tidak masuk dalam “No List 2026” yang dikeluarkan Fodor’s Travel. Beberapa negara seperti Spanyol, Italia, Swiss, Meksiko, Kenya, dan Prancis masuk dalam daftar negara yang destinasi wisatanya disarankan untuk tidak dikunjungi tahun 2026. Alasannya, destinasi di negara-negara tersebut mengalami kerusakan lingkungan dan mengarah pada overtourism.

Masyarakat setempat yang ada di hilir kurang mendapat perhatian serius.  Manfaat ekonomi dari pariwisata seringkali tidak sepenuhnya menyentuh masyarakat lokal, menyebabkan ketimpangan ekonomi di daerah wisata. Apalagi dalam banyak kasus, pemerintah daerah lebih berpihak kepada investor ketimbang masyarakat lokal ketika terjadi sengketa pariwisata. Maka, pungutan liar kerap muncul di objek wisata sebagai bentuk perlawanan masyarakat lantaran tidak merasa memiliki objek wisata itu.

Pembenahan 4A Pariwisata

Terlepas dari segala permasalahan yang ada di sektor pariwisata, tahun 2026 pemerintah sangat perlu untuk melakukan pembenahan pada faktor 4A, yaitu Atraksi, Amenitas, Aksesibilitas, dan Ansilari. Kuatnya persaingan di sektor pariwisata menuntut adanya inovasi dan diversifikasi atraksi wisata. Sayangnya, Indonesia termasuk negara yang lemah dalam hal inovasi produk wisata dibanding negara-negara lain di kawasan Asia.

Semestinya setiap daerah di Indonesia melakukan inovasi produk wisata disesuaikan profil wisatawan yang selalu berubah. Pasar wisata dunia, termasuk Indonesia kini didominasi oleh wisatawan dari generasi milenial, Z, dan Alpha yang memiliki preferensi wisata tertentu. Tidak sedikit daerah yang terlalu fokus pada satu jenis daya tarik, sehingga kurang mampu menarik segmen pasar yang beragam.

Amenitas atau fasilitas pendukung pariwisata perlu dibenahi demi kenyamanan wisatawan. Masih banyak daerah yang memiliki objek wisata, namun kurang mempertimbangkan amenitas seperti akomodasi, rumah makan, layanan parkir, kebersihan toilet, serta penerapan teknologi digital dalam pelayanan dan promosi destinasi yang belum merata.

Pembenahan amenitas ini juga perlu dibarengi dengan mentalitas pengelola dan masyarakat setempat dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan. Kasus pungutan liar yang terjadi di beberapa destinasi wisata tentu saja mencoreng citra pariwisata dan mengurangi kenyamanan wisatawan.

Aksisibilitas merupakan kemudahan akses ke destinasi wisata yang patut dibenahi, meliputi infrastruktur jalan, transportasi, dan akses teknologi komunikasi. Di hulu pemerintah memang telah menetapkan kembali beberapa bandara internasional yang sempat dicabut statusnya. Namun tidak dibarengi dengan konektivitas transportasi di hilirnya, sehingga wisatawan masih kesulitan untuk mencapai destinasi wisata yang ada di daerah.

Masalah yang berkaitan dengan ansilari di daerah juga masih sering dijumpai. Layanan pendukung pariwisata belum optimal diterapkan. Masih banyak ditemui kurangnya layanan pendukung pariwisata daerah, seperti pusat informasi pariwisata, layanan kesehatan, standar keamanan yang kurang memadai. Kasus kecelakaan yang merenggut nyawa wisatawan masih saja terjadi. Hal ini membuat wisatawan merasa tidak nyaman dan aman berkunjung ke destinasi.

Layanan pendukung kelembagaan pariwisata yang belum tertata baik serta regulasi yang tumpang tindih juga mengakibatkan arah perkembangan pariwisata di daerah menjadi tidak jelas. Konflik kepentingan masih sering terjadi antara asosiasi pariwisata, UMKM, Pokdarwis, BumDes, dan lembaga-lembaga lain yang terlibat dalam pariwisata.

Arah pariwisata Indonesia tahun 2026 memang tak lepas dari timbunan masalah di tahun sebelumnya. Namun yang paling mendasar untuk diperbaiki adalah paradigma berpikir pemerintah tentang pariwisata. Bahwa pariwisata bukan semata untuk mengejar devisa negara, tetapi juga berkeadilan, menyejahterakan rakyat, dan melestarikan semesta. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Tags: ilmu pariwisataPariwisatapariwisata indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menggarap Dekorasi, Melampaui Batas Generasi –-Catatan Persiapan Calonarang di Desa Demulih, Bangli

Next Post

Puisi-puisi Rizan Panda | Air Mata Api

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Rizan Panda | Air Mata Api

Puisi-puisi Rizan Panda | Air Mata Api

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co