25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pura Semuhu: Ia yang Tak Pernah Meminta untuk Dipermanenkan

Made Chandra by Made Chandra
April 24, 2025
in Khas
Pura Semuhu: Ia yang Tak Pernah Meminta untuk Dipermanenkan

Upacara di Pura Semuhu

BELAKANGAN ini kita sering mendengar perdebatan mengenai banyaknya pura yang mengalami renovasi besar-besaran, dengan mudahnya diruntuhkan lalu di bangun ulang, tanpa memikirkan aspek historical yang telah pura itu lalui. Catatan-catatan yang tergurat melalui pahatan para sangging (tukang pahat) di masa itu seakan terhapus dan tergantikan oleh blok hitam yang sering kali tampak membosankan.

Sementara para pemimpin adat berlomba-lomba merenovasi ulang pura-pura bersejarah yang ada di Bali, terdapat satu pura di ujung bukit Pulau Nusa Penida yang menolak untuk dipermanenkan, bukan tanpa alasan. Jejak sejarahnya mengakar melalui penuturan lisan dari generasi ke generasi membentuk satu tradisi yang kini diamini oleh para pengempon (pengelola pura).

Pura Semuhu

Pura tersebut bernama Semuhu, tak diketahui jelas makna dari kata Semuhu tersebut, catatan mengenai pura ini pun hampir nihil. Namun keunikan pura tersebut seakan tak ada duanya di Bali. Dari fasad hingga tata cara untuk bersembahyang di pura ini sangatlah terperinci dan khas. Pura yang terletak di Desa Kutampi ini diampu oleh dua banjar adat, yaitu Banjar Jurangaya dan Banjar Pulagan, dua banjar ini secara bergantian membagi tugas untuk membantu pelaksaan upacara di Pura Semuhu.

Tak seperti kebanyakan pura yang berdinding batu padas, sebaliknya fasad dan struktur pura ini hanya bermaterialkan bambu saja, yang tiap tahun diganti secara berkala untuk menjaga ketahanan pura tersebut. Uniknya pura ini terletak di tengah hutan yang jauh dari pemukiman, dengan jalan setapak pura ini dapat diakses melalui tepi jalan menuju arah rimbunan hutan Nusa Penida.

Upacara di Pura Semuhu

Pada awal terbentuknya pura ini bermula dari seorang petani yang berbulan-bulan tak kunjung mendapat hujan untuk membasahi kebunnya. Mengingat daerah di perbukitan Nusa Penida yang tak memungkinkan untuk membuat sumur air akibat jenis kontur tanahnya yang sebagian besar tersusun dari lapisan batu karang, sehingga untuk menyiasati itu masyarakat hanya bisa mengandalkan air hujan untuk kemudian ditampung.

Atas dasar kegundahan tersebut, sang petani pun mesesangi (berjanji)jika dewa menurunkan hujan maka ia akan membangun sebuah pura di tengah hutan, dengan menggunakan material bambu, dan beberapa sesajen persembahan sederhana.

Upacara di Pura Semuhu

Setelah janji tersebut diutarakan, beberapa hari kemudian turunlah hujan yang sangat lebat membasahi seluruh kebun yang ia tanami. Hal itu membuat dirinya sangat bahagia. Mulai saat itulah tradisi untuk mengupacarai Pura Semuhu dimulai dan dijalani oleh penduduk sekitar yang akhirnya terbagi menjadi dua banjar yaitu Jurangaya dan Pulagan.

Tak seperti kebanyakan pura yang berada di Bali, Pura Semuhu hanya boleh dibangun dan diperbaiki dengan material berbahan dasar bambu. Selain itu, Pura Semuhu memiliki  dua jenis pura yang terbagi atas jenis kelamin yaitu laki-laki dan perempuan. Hal ini menjadi satu pembeda yang cukup jelas di antara pura-pura lainnya.

Upacara di Pura Semuhu

Begitupun dengan sarana yang ditujukan kepada pura ini, sangatlah tak biasa, canang dan bebantenan yang biasa menghiasi seluruh isi upacara digantikan dengan sesaji khas. Sesaji tersebut terdiri atas beberapa komponen yang berasal dari tiap rumah, seperti pisang, ayam, daun, dan nasi timbungan sebagai salah satu sarana khusus bagi pura laki-laki, dimana nasi timbungan ini merupakan beras yang diletakan di dalam bambu dan kemudian dibakar untuk dipersembahkan bersama sarana lainnya.

Pura yang diupacarai satu tahun sekali ini jatuh pada purnama sasih kasa (bulan pertama menurut pertanggalan tradisional Bali), dengan catatan jika tidak terdapat kematian yang dialami oleh pengempon pura. Upacara di pura ini berlangsung selama kurang lebih 18 hari. Oleh karena itu, selama satu tahun itulah hutan di mana tempat Pura Semuhu berada tidak diperkenankan untuk dijamah, sehingga memberi ruang untuk hutan dapat tumbuh dengan alami.

Upacara di Pura Semuhu

Prosesi upacara lalu dimulai dengan mengambil air suci di salah satu mata air yang ada di pesisir, lalu di lanjutkan dengan membersihkan kembali jalan setapak yang telah tertutup rimbunan semak belukar, karena tak terjamah dalam kurun waktu setahun.

Selama 18 hari itulah masyarakat tidak diperbolehkan untuk mempersembahkan canang seperti biasanya, agar bisa memfokuskan dirinya pada upacara yang sedang berlangsung. Selain itu ada satu aturan yang melarang para pengempon untuk meninggalkan atau mengambil barang apapun yang ada di dalam hutan sekitar pura tersebut, bahkan jika itu hanya selembar daun sekalipun.

Upacara di Pura Semuhu

Kompleksitas dan kesakralan dalam rangkaian upacara serta larangan teritorial yang dilakukan di Pura Semuhu, justru memberikan dampak signifikan terhadap pelestarian hutan di mana pura tersebut dibangun.

Bahan-bahan organik yang dipakai dalam membangun pura ini seakan menjadi antitesis terhadap trend pembangunan ulang pura-pura yang dilakukan secara masif hanya atas dasar ego semata. Mengingatkan bahawa satu pemujaan dapat dilakukan dengan hal yang sederhana sekalipun, yang tentu menjadi sebuah mekanisme pelestarian terhadap alam yang berkelanjutan, satu hal yang sering kali kita abai dengannya.

Oleh karena itu adat dan tradisi yang berakar pada pengetahuan vernakular tentu akan selalu kontekstual dengan tempat di mana tradisi itu berjalan. Di sinilah aturan serta sanksi adat sangat berperan aktif sebagai garda terdepan dalam mengkonservasi hutan-hutan kita.

Pura Semuhu dari masa lalu dan tak berubah hingga kini

Pada akhirnya kita harus sadar bahwa hutan bukanlah tanah kosong yang dapat dieksploitasi tanpa batasan, ia rumah bagi sebuah ekosistem raksasa, baik yang terlihat maupun tak terlihat. Sebuah biodiversitas yang tentu memberikan kontribusi nyata pada kestabilan alam di bumi kita berpijak. [T]

Penulis: Made Chandra
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis MADE CHANDRA

  • BACA JUGA:
Pura Segara Giri Simora Perekat 13 KK Warga Hindu Bali di Kabupaten Kaimana, Papua Barat
Pura di Tengah Hiruk-Pikuk Hotel Kawasan ITDC Nusa Dua   
Meresapi Kedamaian dari Pura Bukit Mentik di Punggung Gunung Batur
Tags: hinduNusa PenidaPura Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketiadaan Wayang Legendaris di Pesta Kesenian Bali: Sebuah Kekosongan dalam Pelestarian Budaya

Next Post

Trimatra Galung Wiratmaja

Made Chandra

Made Chandra

Lahir di Baturaja, Sumatera Selatan, kini menetap di Denpasar. Merupakan seorang perupa muda yang suka mengeksplor wayang Kamasan sebagai titik temu antara kompleksitas sureal dan realitas dunia. Kadang kala ia suka menulis—mencatatkan berbagai hal yang menurutnya menarik dan layak mendapat intensi lebih, terutama perihal seni dan budaya visual.

Related Posts

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails
Next Post
Trimatra Galung Wiratmaja

Trimatra Galung Wiratmaja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co