TERRA
(dari tanah kau dititipkan pada api)
mestinya kamu tahu
magma
tak pernah ingin membatu
di antara retak aquifer
tapi lempeng memaksanya
bergerak ke arah litosfer
dan membatu di antara retak pipa aquifer
tanah di sini serupa api
wanginya amorf pekat
yang cuma padam pada suhu ruang
pada suhu, saat kau tidur
tanpa serat fiber
yang elastis sempurna
semakin kau dewasa
kau akan semakin akrab
dengan tanah
jika kau bersahabat dengannya
petiklah sumbunya,
celup ke dalam air minummu, yakinlah
ia tak akan penah membakarmu
ia cuma akan menggantikan bintang
untuk makan malammu yang kesepian
2024
JUNIPER
saat dilahirkan,
langit tak punya warna
saat itu
aku tengah mengandung
anak pertamaku
dari perkawinan perdu yang rasis
anakku lahir berdarah biru
dan
aku memberi tanda
di antara biji matanya
lalu
mengirimkannya ke langit
sebab Dameter,
istri raja bumi
mulai cemburu
sejak saat itu
bumi menjadi biru keunguan
bahkan para hujan pun
menjadi tak lagi bening
saat jatuh ke laut
aku Juniper
perempuan perdu
yang melahirkan warna langit
2024
CAERULEUM
(biru itu dimulai dari titik lahirmu)
dan kamu
yang kupanggil anak
adakah waktumu
untuk menoleh
saat aku
menyebut namamu?
pada titik
ke lima puluh lima persen
kamu akan mencium
suhu tanah lempung
jika tersedak
oleh buih surfactant
yang latent
segera angkat wajahmu
menghadap matahari
kadang manusia
cuma takut
pada aroma bayangan
bukan pada warna tubuhmu
2024
BARNARD
bergeraklah, kekasih
karena tiga puluh tiga hari
kita telah menahan sumbu bumi
mari kita buka lagi rotasi ini
kita temani tanah asin
yang ratak permanen ini
untuk menua tanpa mengeluh
hingga nanti
kita tiba
di titik
yang dibentuk Regulus
dari lintasannya
yang secantik calon istrimu
2024
FIDUS
(aku yang setia padamu)
perempuan tanahku
tarian apa
yang kau bawakan
bagi tubuhmu
yang basah
sebelum memasuki ruh api
yang setia?
tahukah kamu,
seorang perajin tembikar
telah menerima harga bayar
untuk tubuh tanahmu
yang sedang terbakar?
hai
lantas
apa yang kamu bayangkan
tentang tubuh barumu?
menjelma porselin mungil
bercorak emas?
menghiasi tiara para raja
saat perjamuan
musim gugur?
perempuan tanah,
tidakkah asap jerami mengajarimu
tanah adalah tanah
bahkan
api kremasi nanti mati
2024
CENTUM TRIGINTA UNUM
nak,
apa yang tak kau dapati dari laut?
dari tubuh yang melahirkan matahari
dan rasa lapar
jangan terlalu terikat pada pena,
aksara tak membuatmu
kehilangan rasa hambar
nak, kau terlalu tersiksa
oleh lembar-lembar angka
padahal
pada titik peruntunganmu nanti
tak sesenti pun kau pantas
memilih dimensi pelangi
nak,
celupkan saja sisa belulangmu
yang kau kutip sendiri
dari api daun segi delapan
celupkan pada air laut
rasakan nikmatnya
saat tulang purimu
sedikit mengembang
saat itu masih cerdaskah kau
menulis rumus berat jenis air basa?
2025
Penulis: IAO Suwati Sideman
Editor: Adnyana Ole
[][] Klik untuk BACA puisi-puisi lain