25 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pendidikan Transformatif untuk Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia

Ni Putu Maha Lina by Ni Putu Maha Lina
December 18, 2024
in Opini
Pendidikan Transformatif untuk Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia

Ilustrasi tatkala.co

PERNYATAAN Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti-Sainstek) tentang transformasi pendidikan tinggi di Indonesia menunjukkan komitmen yang kuat terhadap pembangunan berkelanjutan. Transformasi ini mencakup perubahan dalam pola pikir, pendekatan pembelajaran, serta sistem pendidikan yang bertujuan untuk membentuk sumber daya manusia yang lebih siap menghadapi tantangan global. Seiring dengan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), transformasi pendidikan tinggi menjadi sangat penting untuk memastikan Indonesia dapat berkontribusi secara maksimal dalam mencapai tujuan tersebut. Meskipun demikian, implementasi kebijakan ini masih menghadapi berbagai kendala yang memerlukan perhatian serius.

Salah satu tantangan utama dalam melaksanakan transformasi pendidikan tinggi adalah keterbatasan sumber daya yang tersedia. Infrastruktur pendidikan yang memadai, pendanaan, serta kapasitas institusi pendidikan dalam menyediakan fasilitas dan program yang mendukung pendekatan transformatif masih menjadi permasalahan. Selain itu, minimnya integrasi lintas sektor turut menjadi penghambat dalam pencapaian tujuan SDGs melalui pendidikan. Integrasi antara sektor pendidikan, pemerintahan, industri, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Tanpa adanya kolaborasi yang efektif, keberhasilan transformasi pendidikan tinggi akan sulit tercapai.

Lebih lanjut, kesiapan peserta didik dan institusi pendidikan dalam mengadaptasi pendekatan transformatif juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Pendekatan pendidikan transformatif yang berfokus pada perubahan pandangan dunia dan peningkatan kesadaran terhadap isu-isu global tidak dapat diterima dengan mudah oleh semua pihak. Beberapa peserta didik dan pengajar mungkin mengalami kesulitan dalam menerima atau menerapkan perubahan ini, terutama di negara berkembang seperti Indonesia, yang masih menghadapi tantangan dalam hal pemahaman dan penerimaan terhadap pendekatan baru dalam pendidikan.

Pendekatan pembelajaran transformatif yang pertama kali diperkenalkan oleh Jack Mezirow pada tahun 1970, menawarkan sebuah metode yang mampu merubah cara berpikir peserta didik secara fundamental (Mezirow, 2009). Pembelajaran transformatif berfokus pada refleksi diri dan pemahaman mendalam terhadap pengalaman, nilai-nilai, serta sistem kepercayaan yang ada. Melalui pendekatan ini, peserta didik diharapkan dapat mengkaji ulang pandangan dunia mereka, menyadari perbedaan perspektif, serta mengembangkan kesadaran tentang pentingnya isu-isu global, seperti lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Melalui transformasi pemikiran ini, peserta didik diharapkan dapat berperan aktif dalam mencari solusi terhadap permasalahan-permasalahan tersebut. Pendidikan tinggi yang mengadopsi pendekatan ini akan memfasilitasi peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, dan inovatif, serta siap untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Di sinilah peran penting pendidikan tinggi dalam menciptakan pemikir-pemikir yang tidak hanya kompeten dalam bidangnya, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan yang tinggi.

Pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam mengembangkan pengetahuan, penelitian, serta teknologi yang dapat membantu mewujudkan solusi terhadap tantangan global yang kompleks, seperti perubahan iklim, kemiskinan, ketimpangan sosial, dan ketahanan pangan. Melalui riset dan pengembangan, pendidikan tinggi dapat memberikan kontribusi nyata dalam mencari solusi yang inovatif dan berkelanjutan.

Sebagai contoh, sektor pendidikan tinggi di Indonesia dapat berperan dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan, pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pengentasan kemiskinan. Pendidikan tinggi juga dapat memfasilitasi kesadaran akan pentingnya kesetaraan gender, perlindungan hak asasi manusia, dan pembangunan sosial yang inklusif. Untuk itu, institusi pendidikan tinggi harus dapat menyediakan program studi yang relevan dengan kebutuhan global dan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi untuk memberikan solusi terhadap isu-isu tersebut.

Salah satu pendekatan penting yang mendukung transformasi pendidikan tinggi dalam konteks pembangunan berkelanjutan adalah Education for Sustainable Development (ESD) atau pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. ESD merupakan bagian dari inisiatif yang tercantum dalam Resolusi Majelis Umum PBB yang mencanangkan Dekade Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (DESD) (UNESCO, 2005). Melalui ESD, peserta didik didorong untuk mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan dalam setiap aspek kehidupan mereka, sehingga mereka dapat menjadi agen perubahan yang aktif dalam mencapai SDGs.

Pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab institusi pendidikan tinggi, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan organisasi non-pemerintah. Kolaborasi lintas sektor ini sangat penting untuk memastikan bahwa tujuan SDGs dapat tercapai secara optimal. Dalam hal ini, pendidikan tinggi berfungsi sebagai motor penggerak dalam menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan.

Transformasi pendidikan tinggi merupakan langkah strategis yang sangat penting untuk memastikan bahwa Indonesia dapat berkontribusi dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Meskipun pelaksanaan kebijakan ini dihadapkan pada berbagai kendala, seperti keterbatasan sumber daya dan kesiapan peserta didik, pendidikan tinggi tetap memegang peranan penting dalam menciptakan solusi inovatif untuk pembangunan berkelanjutan. Pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan (ESD) menjadi salah satu pendekatan yang dapat menghubungkan pendidikan tinggi dengan tujuan SDGs, dan membentuk generasi yang mampu menghadapi tantangan global dengan penuh tanggung jawab.

Daftar Pustaka:

Mezirow, J. (2009). An Overview of Transformative Leaning. Contemporary Theories of Learning: Learning Theorists in Their Own Words, 90–105.

UNESCO. (2005). International Implementation Scheme. United Nations Decade of Education for Sustainable Development (2005-2014), 1–31. http://unesdoc.unesco.org/images/0014/001486/148654E.pdf

Dinasti dalam Pendidikan Tinggi
Menepis Simplifikasi MBKM di Perguruan Tinggi
Pendidikan Inklusi : Realitas dan Problematikanya
Tags: PendidikanPendidikan Tinggi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pande Made Iron Digjaya, Berenang Bersama Ayah Sejak Kecil, Kini Juara PON

Next Post

Tantangan Pers Bebas dan Bertanggung Jawab di Era Disrupsi Digital

Ni Putu Maha Lina

Ni Putu Maha Lina

Penulis adalah Dosen Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Bali

Related Posts

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
0
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

Read moreDetails

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
0
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

Read moreDetails

Pewarisan di Persimpangan Konstitusi: Tantangan Hukum Waris Indonesia Pasca Putusan MK

by I Made Pria Dharsana
August 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

KEMATIAN seseorang seharusnya mengakhiri kehidupan, bukan memulai ketidakpastian hukum bagi keluarganya. Namun dalam praktik hukum Indonesia, kematian justru kerap menjadi...

Read moreDetails

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026
0
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

Read moreDetails

Larangan Alih Fungsi Sawah: Tegas di Atas Kertas, Longgar di Lapangan?

by I Made Pria Dharsana
August 12, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PEMERINTAH sedang berada di persimpangan yang tidak sederhana. Pembangunan tanpa merusak alam. Di satu sisi, negara harus menjaga lahan sawah...

Read moreDetails

BENEFICIAL OWNERSHIP (BO) ——Ketika Perseroan Menjadi Topeng Kepemilikan

by I Made Pria Dharsana
August 5, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

"Di atas kertas, pemegang saham dapat berganti. Namun kendali sesungguhnya sering kali tetap berada di tangan orang yang tidak pernah...

Read moreDetails

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

Read moreDetails

Ketika Warisan Baru Dianggap Sah Setelah Dicatat Negara —Membongkar Distorsi Administrasi dalam Peralihan Hak Waris di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
July 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Kematian seseorang tidak hanya mengakhiri eksistensi biologis, tetapi sekaligus memicu konsekuensi hukum yang kompleks dalam sistem hukum perdata. Salah satu...

Read moreDetails

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

by I Gede Sena Putrawan
July 20, 2026
0
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

PADA awal tahun 2026, sebuah proyek bernilai fantastis menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Buleleng. Nama proyek itu sebenarnya...

Read moreDetails
Next Post
Tantangan Pers Bebas dan Bertanggung Jawab di Era Disrupsi Digital

Tantangan Pers Bebas dan Bertanggung Jawab di Era Disrupsi Digital

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ibu Memasak di Kota
Esai

Ibu Memasak di Kota

MEMASAK, aktivitas yang sering diidentikkan dengan para ibu, baik yang usianya muda ataupun juga tua. Di kota, saya tidak tahu...

by Angga Wijaya
August 25, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PROFESOR BAHASA BALI TERBAIK DARI JEPANG  — Kiprah Profesor Mayuko Hara dalam Riset Bahasa Bali Aga Pedawa dan Bahasa Indonesia

— Catatan Harian Sugi Lanus, 25 Agustus 2027 Siapa pakar terbaik Bahasa Bali di Jepang? Jika pertanyaan itu ditujukan ke...

by Sugi Lanus
August 25, 2026
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?
Opini

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan
Panggung

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda
Budaya

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]
Tualang

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan
Panggung

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
Karnaval dan Kemacetan Sosial
Esai

Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [6]: Algoritma sebagai Kurator yang Tak Pernah Membaca

ADA satu paradoks yang jarang diucapkan dalam diskusi tentang ekosistem sastra digital, bahwa kurator terbesar sastra Indonesia hari ini adalah...

by Andre Syahreza
August 24, 2026
105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih
Ekonomi

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

PELAKSANAAN Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan...

by tatkala
August 24, 2026
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas
Opini

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co