25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Betapa Ceria Anak-anak Sanggar Uyah Lengis Memainkan “I Siap Selem” di Galeri Indonesia Kaya

Yudi Laksana by Yudi Laksana
October 21, 2024
in Panggung
Betapa Ceria Anak-anak Sanggar Uyah Lengis Memainkan “I Siap Selem” di Galeri Indonesia Kaya

Anak-anak Sanggar Uyah Lengis Memainkan “I Siap Selem” di Galeri Indonesia Kaya | Foto: Galeri Indonesia Kaya

“Ngik ngak ngik nguk
Doglagan ya mekeber
Meng kuwuk nyaplok batu”

TEMBANG itu terlantun nyaring di Grand West Mall Indonesia Lt.8 .Galeri  Indonesia Kaya, Jakarta, Sabtu malam, 12 Oktober 2024. Penonton yang berada di gedung itu menyimak dengan khusuk. Mereka bengong, ada yang sedikit tersenyum, ada yang tampak menyimak dengan sangat antusias.  

Tembang itu adalah bagian dari pertunjukan drama tari berjudul I Siap Selem (Si Ayam Hitam) yang dimainkan oleh Sanggar Seni Uyah Lengis Langgo dari Desa Demulih, Kecamatan Susut, Bangli, Bali. Sanggar dari Bangli itu merupakan satu dari 11 sanggar yang dipilih untuk pentas serangkaian perayaan hari ulang tahun ke-11 Galeri Indonesia Kaya.

Sanggar Seni Uyah Lengis Langgo memilih untuk mempertunjukkan salah satu satua (cerita rakyat) Bali yang terkenal di kalangan anak-anak, terutama anak-anak generasi tahun 1970-an dan 1980-an. Oleh sanggar ini, I Siap Selem dikemas dalam bentuk seni pertunjukan drama tari. Drama ini memadukan antara seni drama, seni olah gerak, seni pedalangan dan seni desain komunikasi visual sebagai salah satu bentuk kolaborasi guna menampilkan pertunjukan drama tari yang fresh dan kekinian.

Drama tari I Siap Selem dibuka dengan wayang | Foto: Dok. Galeri Indonesia Kaya

Cerita I Siap Selem,  dulu, seringkali dituturkan orang tua sebagai cerita pengantar tidur untuk anak-anak. Anak-anak yang sering mendengar cerita itu, terutama bagi anak-anak generasi tahun 1970 hingga 1990-an, cerita itu sangat membekas di hati. Ada dua karakter  yang sangat ikonik dalam cerita itu, yakni I Meng Kuwuk dan I Doglagan. Dua tokoh itu menjadi centre point dalam cerita itu. Meng Kuwuk sebagai tokoh antagonis dan I Doglagan sebagai protagonis.

Dua tokoh itu juga menjadi center point dalam pertunjukan drama tari I Siap Selem yang dimainkan Sanggar Seni Uyah Lengis Langgo. Ringkasan ceritanya, I Siap Selem bersama anak-anaknya bermain ke huatn mencari makan. Sedang asyik mencari makan, tanpa disadari hujan lebat.

I Siap Selem harus memikirkan anak-anaknya. Apalagi anaknya yang paling kecil, I Doglagan, belum sepenuhnya tumbuh bulu. Dalam bahasa Bali, doglagan artinya tubuh ayam yang belum berisi bulu. Di seberang sungai itu I Siap Selem bersama anak-anaknya berhadapan dengan I Meng Kuwuk (sejenis kucing, mirip musang) yang memang merupakan predator dan pemangsa unggas yang ganas.

Dalam drama tari ini, Ayu Mona berperan sebagai I Doglagan dan Aswin Ananta sebagai I Meng Kuwuk. Sebagai pemeran utama, mereka berdua bermain sangat apik. Oning Sastryani yang memainkan tokoh I Siap Selem juga tampil dengan begitu prima.

Dwija Badranaya dalam pementasan itu bertindak sebagai dalang dan Koming Weda sebagai anak dalang. Sebagai anak-anak dari I Siap Selem adalah Ayu Yumi, Komang Ary, dan ⁠Pande Citra.  Yang berperan sebagai anak-anak I Meng Kuwuk adalah Esa Dananjaya, Gunayasa dan Pande Sapriawan.

Yang bertindak sebagai koreografer  Nova Jayanti dan Aswin Ananta. Penulis naskah Dwija Badranaya, penata cahaya Dedy Prabu, komposer  Putu Afry Hardyana, penata visual efect Yosa Rio danb stage kru adalah Ketut Arya.

Tokoh I Meng Kuwuk dalam drama tari I Siap Selem | Foto: Dok. Galeri Indonesia Kaya

Drama Tari I Siap Selem ini mengadopsi sistem pembabakan gaya pertunjukan drama tari traditional Bali yang terdiri dari Pepeson (awalan), pengawak (isi) dan pekaad (penutup).  Dalam pepeson diceritakan seorang kakek yang sedang bercerita kepada cucunya yang sedang menginjak remaja. Cerita yang disampaikan yaitu cerita I Siap Selem.

Permainan ini disi dengan seorang kakek membawa wayang ayam hitam (siap selem) dan sang cucu membawa wayang binatang kucing besar atau sejenis musang (meng kuwuk). Adegan ini disusul dengan sejumlah penari sebagai latar dengan membawa wayang tumbuh-tumbuhan untuk menampilkan suasana hutan.

Pada bagin pengawak diceritakan I Siap Selem sedang berada di tengah hutan sedang mencari makanan bersama anak-anaknya, Mereka bermain dan saling kejar-kejaran sambil berterbangan, sampai ketika salah satu dari anak I Siap Selem yang bernama I Doglagan terjatuh I Doglagan. Dalam adegan ini I Doglagan bersedih karena hanya dia yang belum bisa terbang, karena ia memang belum memiliki bulu. I Siap Selem menghiburnya.

Pada bagian pengawak ini juga diceritakan Meng Kuwuk bersama anak-anaknya.  Mereka adalah kucing pemburu ayam. Dan konflik kemudian bergerak ketika terjadi hujan lebat, dan ayam itu berteduh, lalu gerombolan Meng Kuwuk mengintipnya. Setelah ini terjadi adegan-adegan menarik, bagaimana Meng Kuwuk akhirnya bisa diperdaa oleh I Doglagan.

Drama tari I Siap Selem | Foto: Dok. Galeri Indonesia Kaya

Drama Tari I Siap Selem ini pertama kali dipentaskan di Titik Dua, Ubud, Bali. Pentas di Ubud, sanggar ini memainkan  alur cerita dan dialog yang  mudah dipahami audiens karena hampir 80 persen mempergunakan dialog berbahasa Bali.

Penyesuaian dialog menjadi catatan penting, karena ketika dihadirkan di panggung Galeri Indonesia Kaya tentu aduiens yang hadir dari berbagai daerah. Tentu ini harus disesuaikan kembali agar pesan yang disampaikan mudah untuk dimengerti.

Dialog-dialog yang digunakan tentunya disesuaikan menggunakan dialog berbahasa Indonesia meskipun logat Bali para pemainnya masih begitu kental.

Menjajaki panggung auditorium Galeri Indonesia Kaya tentu merupakan impian besar dan rasa bangga bagi para pemain. Sebelumnya mereka pentas dari banjar ke banjar, dan akhirnya bisa “mencicipi” panggung megah di pusat kota besar Jakarta. Para pemain mengaku lega dan terharu ketika pementasan berakhir dan audient tumpah ruah ke panggung untuk berfoto bersama para pemain.

Bergembira bersama usai pementasan | Foto: Dok. Sanggar Uyah Lengis

Para penonton ada yang bertutur mengenai pertunjukan yang mereka saksikan. Bahkan ada beberapa puisi yang mereka tulis sebagai ungkapan apresiasi mereka terhadap pertunjukan drama tari I Siap Selem ini.

“ Hening senyap, sorak sorai
Seruan yang rasanya tak cukup
Sinergi yang tertata , patut
Makna yang sarat, utuh apik yang tercipta runut “

Oleh : @dpalupiw

“ Jika Seni adalah air,,
Maka mengalirlah,,
Jika seni adalah ledakan…
Maka meledaklah
Teruskan jangan ragu
Menyaksikanmu membuatku semakin bangga pada negeriku
Indonesia

By; @aisyahmghf

  • Artikel ini adalah catatan dari Yudi Laksana, sutradara drama tari I Siap Selem
Dongeng Tantri Bumi Bajra Sandhi di Festival ke Uma: Seakan Bukan Manusia

Tubuh Tradisional + Tubuh Modern = Bukan Kelatahan Kontemporer | Dari Pentas “Tadah Asih” Bumi Bajra Sandhi
Drama Tari  “Kesempatan Kedua” ISI Denpasar di Banyuwangi Festival 2024
Tags: cerita rakyatdrama tariGaleri Indonesia KayaSanggar Uyah Lengisseni pertunjukan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mencari  Bupati  Rakyat

Next Post

Memantik Kesadaran Berbangsa Melalui Buku “Bumi Manusia”

Yudi Laksana

Yudi Laksana

I Wayan Yudi Laksana. Lahir di Desa Demulih Bangli. Lulusan SMKI / KOKAR Bali 2010. Lulusan ISI Denpasar 2014. Ketua Sanggar Uyah Lengis Langgo

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails
Next Post
Memantik Kesadaran Berbangsa Melalui Buku “Bumi Manusia”

Memantik Kesadaran Berbangsa Melalui Buku “Bumi Manusia”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co