23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wisata Sejarah: Merekonstruksi Masa Lalu

Chusmeru by Chusmeru
September 26, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

MASA lalu adalah satu keniscayaan dari setiap orang, masyarakat, bangsa, dan negara. Masing-masing memiliki kisah masa lalu yang menjadi bagian dari sejarah. Bentuknya bisa berupa peristiwa, bangunan, tempat ibadah, maupun ketokohan.

Sejarah bukan hanya berupa catatan maupun dokumentasi yang ditulis dalam buku. Sejarah juga bukan sekadar cerita dari generasi tua kepada yang muda. Orang dapat menikmati sejarah dalam bentuk perjalanan wisata.

Indonesia banyak memiliki objek wisata sejarah yang terbentang dari ujung barat hingga ke timur. Minat orang untuk mengunjungi objek wisata sejarah pun belakangan mulai meningkat. Artinya, perjalanan wisata tidak semata mengeksplorasi alam, tetapi juga merekonstruksi masa lalu.

Banyak ragam objek wisata sejarah. Paling populer dikenal dan dikunjungi wisatawan adalah candi. Borobudur merupakan candi terbesar di dunia yang dibangun pada masa Dinasti Syailendra, memiliki nilai sejarah besar bagi bangsa Indonesia. Borobudur menjadi tempat ibadah umat Budha dari berbagai negara.

Candi Prambanan merupakan objek wisata sejarah sekaligus budaya dan agama. Legenda Roro Jonggrang dan sendratari Ramayana menjadikan Prambanan menjadi incaran wisatawan. Selain bernilai sejarah, Prambanan juga merupakan tempat ritual bagi umat Hindu.

Benteng peninggalan kolonial menjadi objek wisata sejarah yang sering dikunjungi wisatawan. Indonesia banyak memiliki objek wisata sejarah berupa benteng. Sebut saja Benteng Fort Rotterdam di Makassar,  Benteng Vredeburg di Yogya, serta benteng pendem yang ada di beberapa daerah.

Kota tua banyak diminati wisatawan. Apalagi kini kota tua dikemas menjadi objek wisata sejarah yang instagramable. Kota Tua di Jakarta merupakan objek wisata sejarah yang terdiri dari berbagai spot, seperti museum, taman, dan pelabuhan. Kota Tua Semarang, Jawa Tengah memiliki bangunan kuno yang bersejarah dan ikonik.

Tempat ibadah berbagai agama di Indonesia juga menjadi tujuan wisata sejarah. Banyak masjid peninggalan Walisongo di Jawa yang ramai dikunjungi wisatawan, baik untuk kepentingan rekreasi maupun ibadah. Begitu pula dengan Pura, Kelenteng, maupun gereja yang bernilai sejarah karena dibangun ratusan tahun silam.

Motif Berwisata

Wisatawan mengunjungi objek wisata sejarah dengan berbagai alasan. Motif kognitif menjadi salah satu alasan. Wisatawan ingin mempelajari kehidupan suatu masyarakat atau bangsa di masa lalu. Ada tambahan wawasan yang diperoleh wisatawan.

Motif imajinatif juga menjadi alasan orang berwisata ke tempat-tempat bersejarah. Orang akan membayangkan heroisme tokoh yang terlibat dalam peristiwa sejarah masa lalu. Imajinasi tentang objek wisata sejarah akan membuat wisatawan seolah menjadi bagian dari pelaku sejarah.

Objek wisata sejarah mampu membangkitkan motif afektif wisatawan. Muncul perasaan bangga pada perjuangan tokoh ketika mengunjungi objek wisata. Diorama yang ada di museum maupun monumen perjuangan dapat membangkitkan rasa nasionalisme dan bangga pada sosok pahlawan.

Mengunjungi objek wisata sejarah juga dapat membangkitkan motif aktualisasi diri. Wisatawan merekonstruksi sejarah melalui tempat, peristiwa, maupun tokoh di masa lalu. Melalui heroisme tokoh yang disaksikan di satu monumen atau museum, wisatawan terinspirasi untuk menjadi seperti tokoh itu. Wisatawan kemudian ingin mengaktualisasikan diri dengan membuat sejarah baru; misalnya ingin menjadi tokoh atau pahlawan di bidang keahlian yang dimilikinya.

Do’s and Don’ts

Wisata sejarah sangat sensitif terhadap kerusakan benda-benda bersejarah serta perilaku negatif wisatawan selama berkunjung. Oleh karena itu perlu langkah-langkah pemajuan dan pelestarian wisata sejarah, baik oleh pengelola maupun wisatawan.

Pengelola objek wisata sejarah perlu menjaga keaslian benda-benda peninggalan sejarah. Jangan sampai, lantaran tergoda oleh tren wisatawan yang ingin swafoto di objek wisata, tampilan bangunan bersejarah dipugar atau ditambahi spot foto yang justru mengurangi nilai keasliannya.

Peningkatan angka kunjungan objek wisata sejarah juga perlu diupayakan pihak pengelola. Hal itu bermanfaat untuk mengenalkan warisan sejarah kepada wisatawan. Selain itu, retribusi yang diperoleh dari wisatawan dapat memberi kontribusi pada perawatan benda-benda bersejarah.

Do’s and Don’ts berupa aturan atau larangan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh wisatawan perlu dinformasikan. Wisatawan wajib menjaga kebersihan di objek wisata sejarah, agar tidak menimbulkan kesan kotor dan kumuh.

Perilaku negatif wisatawan dapat dicegah dengan adanya Do’s and Don’ts. Kadang terjadi vandalisme yang dilakukan wisatawan di objek wisata sejarah. Vandalisme bisa dalam bentuk corat-coret di objek wisata, merusak benda bersejarah, maupun mencuri.

Tata tertib berkunjung perlu dilakukan secara ketat kepada wisatawan. Objek wisata sejarah biasanya memiliki waktu operasional yang berbeda dengan objek wisata lain. Begitu pula dengan benda-benda yang boleh dan tidak boleh dibawa ke dalam objek wisata.

Objek wisata sejarah biasanya mewajibkan wisatawan untuk bersikap, berkata, dan berperilaku yang sopan. Apalagi banyak objek wisata sejarah yang disakralkan oleh masyarakat. Begitu pun wisata sejarah yang bernilai agama, perlu adab yang baik dari wisatawan. Melalui wisata sejarah wisatawan bukan hanya menyaksikan warisan sejarah yang tak ternilai harganya, tetapi juga dapat mempelajari jati diri suatu bangsa. Sejarawan Amerika David McCullough menyebutkan, sejarah adalah siapa kita, dan mengapa kita seperti ini.[T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Moratorium Hotel di Bali: Seberapa Penting?
Membedah Problematika Pariwisata Daerah
Digitalisasi Pariwisata: Tantangan dan Keniscayaan
Kasino di Bali: Perjudian dengan Aroma Pariwisata
Tags: ilmu pariwisataPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Di Pancoran Desa Les, Dulu, Orang-Orang dan Kuda Biasa Mandi Bersama

Next Post

Menggurat Ratu Kompyang, Memaknai Ida Ratu Lingsir: Catatan Pertalian Spiritual Melalui Media Pelawatan Barong Desa Adat Padangtegal dengan Desa Adat Kebon

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Menggurat Ratu Kompyang, Memaknai Ida Ratu Lingsir: Catatan Pertalian Spiritual Melalui Media Pelawatan Barong Desa Adat Padangtegal dengan Desa Adat Kebon

Menggurat Ratu Kompyang, Memaknai Ida Ratu Lingsir: Catatan Pertalian Spiritual Melalui Media Pelawatan Barong Desa Adat Padangtegal dengan Desa Adat Kebon

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co