23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Budhi Setyawan | Mendengar Lagu Blues dan Teringat Chairil Anwar

Budhi Setyawan by Budhi Setyawan
February 17, 2024
in Puisi
Puisi-puisi Budhi Setyawan | Mendengar Lagu Blues dan Teringat Chairil Anwar

Budhi Setyawan

Menafsir Sejumput Rondo Alla Turca dan Ziarah Akor yang Samarkan Getir
: wa mozart

angin musim gugur di salzburg
seperti ratusan tahun lalu
yang gigilkan bocah 5 tahun
saat menyusun sebuah lagu

pohon linden dan maple
menyimpan himpunan nada pada setiap daunnya
menjadi partitur pagi pelancong
membaca arah untuk paket jelajah kota

tuts piano lama seperti undakan jalan
menuju bukit di seberang sungai salzach
lalu berubah menjadi tangga di gedung opera
keluarkan suara tepuk tangan
saat malam tak libur kirimkan dingin

sekilas ingatan tentang tentara ottoman berjalan
di tepi selat bosphorus
geraknya seperti kelinci melompat
melenting ke udara dan turun
lalu memantul lagi
menyusup ke kamar saat gerimis
membawa leleh yoghurt dan selai stroberi
ke roti tawar yang tak dibakar
berasa asam dan manis

remah getir waktu kiwari
hanya mengingat tentang pesta pesta
yang terus menyala di tiap malam
lupa jendela rumah ditutup
dan tersebar igauan di bawah teduh lampu

sepertinya ada seorang pemabuk miskin
yang suaranya parau dikejar putaran jam
lalu pergi tanpa diiringi nyanyian
waktu telah teramat lelah
kuyu dan lelap

Bekasi, 8 Juni 2022

Dari Soldier of Fortune Menuju Always Somewhere

“I have often told you stories
About the way I lived the life of a drifter”

apakah kita benar benar tahu
berapa jarak antara inggris dan jerman
mungkin bisa dilihat dari jejak yang berkeliaran
di antara sejarah nazi, tiang gawang lapangan bola
atau boris becker di lapangan wimbledon

kadang sejarah memilih diam
entah pura pura atau lelah pada keadaan
sementara senar senar gitar band band itu terus saja
mencari rute bagi penempuhan resonansi
tak beda dengan sepasang kekasih yang tak jemu
mencari titik evakuasi bagi darurat kangen
tapi masih belum terlihat referensi
seperti yang dijanjikan dalam pamflet
kampanye antisipasi perubahan iklim

ada skeptis tipis tipis yang butuh tips
untuk kesepakatan memasuki lirik lagu
agar lancar seperti otomasi di bilik digital
karena selalu saja ada tonjolan di jalan
yang bisa membuat pengendara terguncang
bahkan terpental keluar dari bingkai cerita
dan sulit kembali mendapatkan peran utama
hingga lembar lembar yang telah diurutkan
menjadi bagian dari episode sia sia
dan dicatat sebagai sosok sisa sisa

ada ketegangan di lingkar krusial
penyerbuan mendadak, tendangan penalti,
juga pertarungan tiga set yang gila
menguras kocek pemodal juga pengunjung
bursa taruhan yang diam diam dipelihara
sebagai pesta warna getar dunia
karena mimpi mesti diawetkan dalam berbagai jilid
bahkan dibesarkan lagi pada konstelasi lebih api
serta perubahan dengan label pembaruan edisi

lirik lagu seperti halnya riwayat seseorang
yang menyangsikan hamburan perkataan
entah menjadi pernyataan atau malah pertanyaan
yang kembali muncul untuk menebalkan tanda
ceruk ruang dan waktu yang masih bernyawa
menyampaikan pesan pesan keremajaan
bermain di antologi petikan
yang ingin menghuni bilik rahasia
sementara interlude mengepakkan sayapnya
mengajak mengapung di atas kota kecil
yang bersedia menampung gerimis malam
dengan lampu lampu jalan yang redup
dengan sesekali angin meniup jendela rumah penghuninya
seperti napas yang amat dalam
hadir saat ini dari wisatanya di masa silam

kita di sini menyaksikan fragmen yang berulir
ke dalam tumpukan kalender
dengan gambar pelabuhan di britania dan bavaria
yang mengajak ke usapan kata kata
yang mengajak ke pelukan nada nada

“Always somewhere
Miss you where I’ve been
I’ll be back to love you again”

Bekasi, 2 November 2021

Keterangan: bagian awal dan akhir puisi diambil dari lirik lagu milik Deep Purple & Scorpions

Wasting Love & Wasted Years
: iron maiden

awal mula mata berkata kata

pandangan adalah tumpahnya ingin
seperti jarum jarum yang melesat ke udara
menuju sasaran menginjeksi racun adiksi afeksi
hingga melebam ruang penuh bayang bayang
adonan fantasi memikat tarian waktu
demikian lincah merasuk ke liang nadi
menyemburkan gelontoran warna seduksi

kencan memburu perangai mimpi
cumbuan yang memprovokasi pertempuran
ciuman dan pelukan mendaki ke arah puncak
sepasang sosok tak kuasa menahan gigil
dan menjelma api yang berkobar
akselerasi dramaturgi yang tak terelakkan
pelepasan yang entah dan muncratnya nonsens
dalam keletihan yang terkapar di lorong gua
tak bernama

hari hari rubuh dalam bulan lusuh
tahun tahun pun bertumbangan
menjadi onggokan serapah yang mengenaskan
berwarna kelam dan memadat melikat
serupa pagutan
kalimat tercekat tak kuasa lagi jadi pembela
atau pembeda bagi teritori suasana
yang pernah menjadi nyala
dan kini padam labas dan tersia

lalu jadilah sepasang sepi yang duduk diam
menanti keajaiban yang direka reka dalam ironi
namun tangan lunglai terjerat tali berduri
kaki terpasung di masa lalu yang membatu
hanya angan yang menggapai gapai
tapi langit telah runtuh berkeping
pengap segala arah dan susut ruang
ada kubangan getun yang teramat kenyal
lekat dan memerangkap geliat
tak ada lagi uluran kata
bahkan tak ada lagi bisik angin
semua bisu membiru
hanya ada dingin yang lebih menikam
daripada tahun kemarin

akhir kala mata berkaca kaca

Bekasi, 10 September 2022

Mendengarkan Kembali Hasta Siempre

amerika selatan adalah satu adanya
kumpulan nyanyian yang hendak bebas
dari partitur yang dibuat agen kapitalis
merambah mengalir serupa amazon
yang dingin dan membius

kemiskinan seperti asma yang mencengkeram
napas hingga tersendat kepayahan
dan nyaris sia sia untuk lari mengejar kebebasan
di ujung lorong nasib yang hitam dan pengap
seperti lemparan kutukan dewa rimba

tapi,
revolusi adalah jalan yang tak dibatasi waktu
terus menyala dan tak akan habis
bahkan meski melewati kematian
lapar dan dahaga adalah panggilan
yang menjadi minyak di keluasan benua
siap membakar segala kata kata manis
dari para pemeluk borjuis

carlos puebla pun masih ingat
seorang wajah dengan tatapan elang
di bawah baret yang menantang matahari
ia yang menyeruak ke tengah kota
setelah hutan menjadi karib setia
tapi hutan pula yang kemudian menelannya
ke jurang sunyi paling gelap
dengan letupan di mulut senapan
yang kirimkan cuaca ganjil dan asing
ke wajah orang orang yang ternganga
serupa patung kayu yang kaku dan terlunta

di santa clara
langit terang membuka tabirnya
sebuah nama terus bersinar
bintang satu yang tak pernah kehilangan pendar
sampai ke tembok tembok
dan baju anak anak muda yang terus memberontak
sebagai jalan keberadaan

ketidakadilan akan mendapat lawan sepadan
para penyaksi yang siap bertarung
mengurungnya hingga menyerah
dan terbit kebijaksanaan
seperti pagi yang memekarkan ruang
dan kirimkan cinta bagi harum udara

aquí se queda la clara,
la entrañable transparencia,
de tu querida presencia,
comandante che guevara

Bekasi, 1 Agustus 2022

Keterangan: bait akhir puisi diambil dari larik lagu Hasta Siempre karya Carlos Puebla (1965)

Menyusur Paradoks di Lagu I Hate Myself For Loving You

seperti orang orang bermimpi
tentang privasi di sudut kafe temaram
tempat bertemu seseorang
yang menyusup di jaringan hasrat
aku pun demikian sama seperti mereka

tetapi kota datang dengan segerombolan
pemabuk yang lupa dengan angka angka
pada arloji dari sebuah negara di eropa
tak ada kata kata jelas
tak berlaku lagi kamus dan tata bahasa
racauan menjadi penyampai pesan
dari dunia yang absurd dan meluber
ke seluruh pembuluh di tubuh

mencintai dan diabaikan
seperti berada di lorong legam yang lengang
hanya suara sendiri yang memantul
dari panggilan panggilan ingin
segala kesibukan adalah pelarian
yang dibuat buat untuk menjauh
dari sebuah wajah yang menjajah
menguasai wilayah ingatan dalam kepala

ribuan sialan memanggil gonggongan
untuk mengusir keparat yang betah
menjadi ikon di setiap arah pandang
kenapa mesti ia kenapa harus ia
kau pun tak punya tabungan jawaban
bahkan untuk sekadar berbelok ke alibi
dari jalan lempang yang terlihat nyata

tak pergi juga bayang bayang
seperti telah membuat patok
untuk menghuni dalam otak, jantung
dan paru paru yang diam diam merekam
segala kejadian dengan saksama
sambil mempertanyakan kemungkinan
kepada orang orang yang lewat
di trotoar dan kebingungan mencari kabar
kekasihnya yang menghilang

secangkir cokelat hangat
tak juga meredakan dingin tiupan musim
yang menyelimuti seluruh tubuhku
seperti kota yang bersalju
pintu dan jendela rumah tertutup
semua tampak memutih
seperti paham pada nasib warna
yang tak bisa terbit spektrum
karena prisma telah pecah berkeping

Bekasi, 16 Maret 2022

Tak Ada Pesta Halloween

dari berbagai buku ekonomi pembangunan dan inovasi
nano teknologi, kau teramat antusias bercerita mengenai
future world. segala kemajuan akan menyusun peradaban
canggih, seperti mimpi atau film fiksi ilmiah yang piawai
menjala pemirsa. kau sepertinya lupa, bahwa aku tak
butuh kalimatmu yang sebagian tak kumengerti. bukankah
aku takut pada ketinggian, dan kau hanya senang pada
kerumitan penafsiran. sementara aku menduga bahwa
lampu lampu jalan bukan bagian dari dunia masa depan.
kerlipnya yang kerap melayang di tikungan kisah dan
kesenyapan.

kau berteriak seperti di lagu forever and one, seperti
sedang menebalkan kalimat yang dulu kau tuliskan di
halaman belakang buku tulis. buku catatan yang kau
pinjam dariku sebagai alat bantu bagi kata katamu yang
macet saat bertemu. ya memang selalu ada residu sangsi
karena tak ada yang benar benar pasti, selain prakiraan
yang sering dikemas dengan begitu rapi. hujan deras kerap
menggigilkan percakapan kita yang terlalu penuh dengan
rencana. hanya bisikan yang tetap menyala, semacam
mengingatkan tentang jarak dan pesan, seperti sajak dan
perulangan.

setiap malam kini dijejali boneka dengan wajah kusut.
seperti topeng yang gagal membagikan keseraman,
karena nasib telah memainkan lakon lebih rumit daripada
beraneka wajah horor. aku hanya butuh cuaca jernih tanpa
distorsi, juga tanpa penundaan ataupun gaung yang tak
perlu. kau pun tak usah mati matian menjadi gemuruh
yang menderu, yang menjenuhkan waktu. yang penting
cukup bisa kudapati sepoi, darimu yang telah paham
tentang windmill. kurasa kita telah membuat pesta paling
meriah. dan halloween mungkin ada di era yang lain.

Bekasi, 25 Januari 2022

Mendengar Lagu Blues dan Teringat Chairil Anwar

1/
janis joplin di kamarnya
seperti tak nafsu makan
lagu cry baby mengalun sendiri
kalimat jadi sungai
mengalir ke jantung hari esok
seperti ingatan pada analogi
bahwa keterpisahan seseorang dari kekasihnya
perulangan ketersapihan bayi dari puting susu ibunya

2/
terkisahkan seorang penyair dari seberang laut
datang ke jawa seperti dapat pintu masuk
menempuh halaman halaman buku
dan sajak dari benua biru

seribu tahun puisi dan lagu terus menyayat
hari hari jadi kian menipis
dengan warna cecer darah
menyimpan luka dan bisa

bukan tuberkulosis sedu sedan itu
tapi metafora yang menjadi refrein
bagi sepi yang tak bisa mati

bahasa adalah rangka putih
bagi imajinasi yang menderai sampai jauh
lalu yang terdengar hanya deru angin

3/
diam diam joss stone menyimpan
lirik lagu i put a spell on you
di dalam kepalanya
barangkali ia kangen pada penyair
yang rajin jaga malam
memburu sebuah kata di belantara diam
sampai mata memerah
terbakar sekujur cakrawala
asap bergulung di bait bait perlawanan

Jakarta, 11 Juli 2022

  • BACA puisi-puisi tatkala.co yang lain
Puisi-Puisi Muhammad Daffa | Dari Sungai Kepada Batu
Noorca M. Massardi | 7 Puisi Sapta dan 5 Puisi Panca
Puisi-puisi Ketut Yuliarsa | Air Danau Gunung
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mendekap dan Menimang Mental Kita

Next Post

Galungan | Cerpen Mas Ruscitadewi

Budhi Setyawan

Budhi Setyawan

Biasa dipanggil Buset, lahir di Purworejo, 9 Agustus1969. Buku puisinya terbaru Kembali ke Puisi (2023). Mengelola komunitas Forum Sastra Bekasi (FSB) dan Kelas Puisi Bekasi (KPB). Instagram: busetpurworejo. Bekerja sebagai dosen. Saat ini tinggal di Bekasi, Jawa Barat, Indonesia. Instagram: busetpurworejo

Related Posts

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails
Next Post
Galungan | Cerpen Mas Ruscitadewi

Galungan | Cerpen Mas Ruscitadewi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co