7 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tingkah dan Alasan-alasan Konyol Orang Bertato – Cerita Kecil Seniman Tato

Gede Dedy Arya Sandy by Gede Dedy Arya Sandy
February 2, 2018
in Esai

Foto: koleksi penulis

TATO masih dianggap hal tabu, buduh, dan menjijikkan, bagi sebagian orang. Bahkan dianggap pelanggaran dalam kehidupan satu lembaga. Buktinya, banyak pekerjaan menutup diri dari tato. Antara lain, kerja PNS.

Padahal tato atau biasa disebut rajah pada tubuh sudah ada sejak beribu-ribu tahun lalu. Kata Wikipedia, kebiasaan rajah atau tato ditemukan hampir di semua tempat dengan fungsi sesuai dengan adat setempat. Rajah dahulu sering dipakai oleh kalangan suku-suku terasing di suatu wilayah di dunia sebagai penandaan wilayah, derajat, pangkat, bahkan menandakan kesehatan seseorang.

Tato dibuat sebagai suatu simbol atau penanda, dapat memberikan suatu kebanggaan tersendiri bagi si empunya dan simbol keberanian dari si pemilik tato. Sejak masa pertama tato dibuat juga memiliki tujuan demikian. Tato dipercaya sebagai simbol keberuntungan, status sosial, kecantikan, kedewasaan, dan harga diri.

Kini sebagaian orang juga menggunakan alasan-alasan seperti itu kenapa mereka bertato. Sebagian lagi memang ikut-ikutan. Nah, yang ikut-ikutan ini biasanya punya juga alasan-alasan tertentu yang meski masuk akal tapi bisa dibilang lucu bin konyol.

Suka Nato Orang

Saya, orang gila dari utara, selain suka bertato, juga suka nato orang lain. Saya buka studio di sebuah desa di Bali Utara, tepatnya di Padangbulia. Banyak pengalaman lucu yang saya temukan saat membuat tato di tubuh orang lain.

Saya suka dengan hal-hal yang berbau tato sejak kecil, sejak saya senang menggambar.

Suka nato karena saya pribadi menganggap tato itu adalah lambang kesetiaan tertinggi dalam hidup. Gawat bukan? Ah, tidak.

Orang boleh punya harta, mobil, istri yang cantik, tetapi ketika mereka mati hanya tato yang menemani sampai busuk di dalam tanah, ha ha ha ha ha…

Selain itu, saya suka melihat orang merasa senang atas apa yang telah saya berikan kepada orang itu. Saya memberikan tato yang melekat di tubuh. Mereka senang, karena seperti saya, tato bagi mereka juga menambah pesona.

Pelanggan saya dari anak SMA sampai kakek-kakek usia 60 tahun. Selain karena ingin tampak mempesona, banyak juga orang ingin punya tato dengan alasan-alasan yang lucu bahkan kadang konyol. Tingkah mereka pun aneh-aneh.

Cita-cita Kakek yang Terpendam

Suatu hari ada seorang kakek kira-kira berumur 60 tahun. Dia minta ditato. Saya kira kakek itu bercanda. Setelah dia menyerahkan gambar, baru saya tahu bahwa kakek itu serius seken dot metato.

Alasan kakek itu cukup unik. Katanya sejak remaja, ia  pengen membuat tato mawar di kakinya. Selain karena takut sakit, pada masa remaja itu ia takut diculik dan jadi korban petrus pada zaman Orde Baru.

Dari cerita orang-orang tua, sekitar tahun 1980-an memang banyak orang bertato jadi korban penembakan misterius yang dikenal dengan Petrus. Orang-orang yang punya tato tertentu di tubuhnya biasa ditemukan menjadi mayat di tempat-tempat tertentu, seperti di pinggir kali. Bahkan ada yang mengapung di sungai.

Mungkin itulah yang menyebabkan kakek itu menyimpan cita-citanya hingga tua, hingga umurnya sampai sekitar 60 tahun. Tapi tak apa-apa, namanya juga cita-cita, bisa terwujud dengan cepat, bisa juga amat telat.

Tingkah Unik Para Cewek

Nah, pelanggan saya juga banyak cewek-cewek. Tapi kebanyakan cewek pekerja hiburan malam, cewek kafe. Sebagian besar dari mereka tak punya alasan kuat kenapa suka berato. Mereka hanya bilang seneng aja ama tato.

Tapi, meski begitu ada cewek kafe yang minta dibuatkan tato tulisan nama anaknya. Bayangkan betapa cinta dan kangen cewek itu sama anaknya yang ditinggal di kampung, sementara ia cari nafkah di tempat yang tak diketahui oleh anaknya. Miris kan?

Selain nama anak, kebanyakan cewek kafe  ingin ditato dengan tulisan nama pacarnya dan nama suaminya. Yang lucu, cewek yang mentato nama pacarnya sering juga datang lagi dengan permintaan yang mengagetkan. Tatonya ingin diblok atau di-cover, atau dihapus. Alasannya karena sudah putus, hahahaha…

Yang paling lucu, ada cewek yang datang diantar suaminya. Cewek itu ingin ditato di bagian tertentu di tubuhnya. Tato apa yang dia inginkan? Tato dengan tulisan nama selingkuhannya. Astaganaga. Apa suami yang mengantarnya itu tak cemburu dan marah-marah? He he he, dengan bisik-bisik ia jawab: “suamiku tak bisa baca”.

Tapi tetap saja ia waspada kalau-kalau suaminya tahu. Untuk itu, ia minta agar huruf-hurufnya tak terlalu menonjol, tatonya diminta diisi variasi tribal.

Kebanyakan cewek minta ditato di bagian susu, atau di bawah susu. Atau di pinggul. Ada juga di bawah pusar, tepat di atas alat vital. Bahkan ada pelanggan ingin ada tulisan LOVE di bawah pusarnya. Memang ada-ada saja.

Kenapa mereka suka ditato di wilayah-wilayah yang bikin “panas dingin” itu? Tak ada yang memberi alasan yang jelas. Mereka hanya bilang biar seksi saja. Tapi sepertinya mereka terpengaruh dan ingin meniru model-model di majalah tato.

Pertanyaannya, bagaimana rasanya menato cewek di wilayah seksi itu? Ha ha ha, sebagai lelaki normal, kadang terangsang juga. Namun itu terjadi awal-awalnya saja. Setelah konsentrasi pada gambar tato, seluruh “rasa merinding” dan “tegang” itu jadi kabur entah ke mana.

Mulut Besar tapi Takuuuut…

Jangan dipikir cowok selalu lebih berani daripada cewek saat ditato. Sejumlah cowok bahkan banyak yang lebih besar mulutnya (omongannya) daripada nyalinya. Ketika ditato mereka takut. Yang lucu, ada yang datang dengan gaya yang gagah berani, lalu saat ditato tak kuat menahan sakit ditusuk jarum. Nah, baru setengah gambar dia minta ditunda, dan hingga kini tatonya gak selesai-selesai.

Ada juga cowok yang pingsan saat ditato. Saat itu saya menato di bagian punggung. Saya tinggal ganti jarum eh ternyata tamunya sudah bah, pingsan. Untungnya dia ngajak teman, dan temannya berusaha untuk membangunkan dan menyadarkannya.

Nah, orang yang paling berani menghadapi tato adalah anak-anak yang masih SMA. Mereka bukan hanya mempertaruhkan tubuhnya untuk digambari, tapi juga mempertaruhkan masa depannya. Hampir dipastikan peluangnya untuk bekerja di tempat-tempat tertentu pasti langsung sirna.

Entah apa yang ada di pikiran anak-anak SMA itu ketika memutuskan untuk menato tubuhnya. Mungkin seneng tato atau sudah tak punya cita cita jadi PNS. Tapi saya yakin anak anak SMA yang ditato itu kebanyakan calon-calon tukang tato atau jenis seniman lain. Intinya mereka akan menjadi orang yang membuat hidup ini jadi indahlah. (T)

Tags: Seni Rupaseni tattoTubuh
Share495TweetSendShareSend
Previous Post

Cara Hidup dan Pola Pikir Seorang Introvert – Catatan dari Sekitar

Next Post

Maaf, Bu Guru, Kami Tak Ikut Upacara Bendera – Jalan ke Sekolah Begitu Terjal…

Gede Dedy Arya Sandy

Gede Dedy Arya Sandy

Kerap dijuluki "Orang Gila dari Utara". Pelukis dan seniman tato. Tinggal di desanya di Padangbulia sembali membuka studio melukis sekaligus studio tato. Jika datang ke studionya, ia banyak punya cerita menarik bukan hanya soal tato, tapi juga soal kehidupan

Related Posts

Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

by Agung Sudarsa
March 6, 2026
0
Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

“I am not a man of religion, but religion alone cannot solve all our problem.” (Beyond Religion: Ethics for a...

Read moreDetails

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails
Next Post

Maaf, Bu Guru, Kami Tak Ikut Upacara Bendera - Jalan ke Sekolah Begitu Terjal…

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra
Cerpen

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra

SUARA pintu diketuk membangunkanku dari tidur siang. Dengan lemas aku berdiri menuju arah pintu untuk membukakan seseorang yang ada di...

by Kadek Indra Putra
March 6, 2026
Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat
Puisi

Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat

Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat : umbu landu paranggi tubuhku mencatat dingindengan huruf-huruf kaburdi halaman kulit tipis gembur. bubuhkan sepenggal kalimatsebagai...

by Syeftyan Afat
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Edit Foto Profesional dengan CapCut: Hilangkan Latar Belakang Foto dan Ubah Background Foto dengan Mudah

Di era digital saat ini, kemampuan mengedit foto telah menjadi kebutuhan penting. Baik untuk keperluan media sosial, konten kreatif, maupun...

by tatkala
March 6, 2026
‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu
Ulas Musik

‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu

Dunia seakan berhenti sejenak, bukan karena damai, tetapi karena ngeri oleh ledakan mesiu yang tiba-tiba memekakkan dan menyengat. Saat itu,...

by Nyoman Sukaya Sukawati
March 6, 2026
Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global
Esai

Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

“I am not a man of religion, but religion alone cannot solve all our problem.” (Beyond Religion: Ethics for a...

by Agung Sudarsa
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto

Di era digital saat ini, kemampuan untuk membuat foto terlihat profesional menjadi sangat penting, terutama bagi pembuat konten dan pebisnis...

by tatkala
March 6, 2026
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co