6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Putu Ria Wijayanti | Tentang Kesetiaan pada Babi

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
February 8, 2021
in Persona
Putu Ria Wijayanti | Tentang Kesetiaan pada Babi

Ria Wijayanti

Dia bernama Putu Ria Wijayanti.  Nama di akun facebook, Ria Laksana Wijaya. Jangan tanya kenapa nama akun dia seperti itu. Itu tak begitu penting untuk ditanyakan. Yang penting adalah postingan foto, video dan kata-kata dia di laman itu.

Hampir semua postingan dia berkaitan dengan babi. Ya, babi. Postingan tentang anak-anak dia, kadang-kadang saja. Postingan tentang gaya hidupnya yang lain juga tak banyak. Tentang suami, jarang (mungkin tak pernah) terlihat.

Bacalah salah satu postingan dia yang cukup anyar:

“Kalau dulu babi bali keluar Bali, kini saatnya babi luar masuk ke Bali” Mungkin banyak yang berfikir, mengeluarkan ternak babi, dari Bali keluar Bali, itu mudah. Padahal tidak.

Semua ada proses dan prosedurnya. Harus melewati ijin 3 instansi, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Balai Karantina, dan Balai Besar Veteriner. Apalagi semanjak virus ASF melanda. Setiap babi yang akan dikirim harus diseleksi dan uji laboratorium. Tidak uji sampel 1 babi untuk 1 pengiriman. Tapi 1 babi 1 uji lab. Ibarat PSBB saat ini, babi juga harus di-PCR bebas virus, baru boleh terbang. Kalau dari 70 ekor babi yang akan dikirim, 1 saja dinyatakan positif, maka pengiriman tidak dapat dilakukan.

Kami peternak dan pengirim taat menjalani itu karena kami juga paham, agar virus ini tidak menyebar pada rekan-rekan peternak lainnya di wilayah lintas rute pengiriman babi. Kami tidak mau jadi pembunuh bagi rekan rekan sesama peternak.

Prinsip saling melindungi ini ternyata tidak dimiliki oleh semua pelaku usaha di bidang per-babi-an. Ketika harga melambung, banyak pula yang tutup mata terima barang antah berantah tanpa berkas, dokumen apalagi uji lab, yang penting bisnis tetap jalan.

Resiko terbesarnya adalah wabah yang mulai redup akan kembali naik daun. Dan perjuangan akan makin berat untuk membuat populasi babi di Bali jadi stabil seperti sedia kala. Gerakan bersih-bersih tidak akan bisa efektif.

Ini bukan masalah babi bali atau babi luar Bali. Tapi bagaimana kita bisa menekan penyebaran virus agar peternak babi bisa bangkit lagi.”

***

Dengan postingan semacam itu, Anda pasti menebak-nebak, Ria Wijayanti adalah seorang peternak babi. Tebakan itu tepat. Tapi ibu muda ini bukanlah peternak babi biasa.

Dia bukanlah peternak yang awal tahun beli bibit babi, lalu sehari-hari memberi makan babi, pertengahan tahun panen babi, lalu raup untung, lalu beli bibit babi lagi, jual lagi, untung lagi, begitu seterusnya. Ria bukanlah peternak yang monoton semacam itu.

Sungguh bangga dia disebut sebagai pemelihara babi. Tapi sesungguhnya, yang membuat ia menikmati kebanggaan, adalah karena dia tak melulu sebagai pemelihara, di dalamnya dia mengkombinasikan berbagai aktivitas, antara lain jadi pebisnis, pekerja sosial, penyebar edukasi, pemberi pencerahan, dan sesekali juga menulis puisi.

Semua itu dilakukan dengan niat dan tujuan yang tak semata-mata untung besar, melainkan bagaimana membuat babi di Bali tetap menjadi ternak utama, ternak yang dicintai, ternak yang memberi hidup bagi warga Bali. Itu adalah kebanggaan.

Dengan kombinasi seperti itu, dalam rangkaian gerak setiap hari, dia bisa sekaligus menjadi pengusaha, peternak, penggerak kelompok, pemerhati lingkungan, penebar inspirasi, juga sebagai seorang istri dan ibu dari tiga putri. Dia bisa melakukan semua itu dengan sukacita seakan-akan tanpa beban, bahkan masih bisa bikin postingan di media sosial.

Postingannya pun bukan postingan ecek-ecek. Bukan keluh-kesah untung-rugi, bukan juga pamer gagal dan sukses. Secara gamblang, dia biasanya menulis tentang bagaimana babi harus diperjuangkan terus-menerus.

Semua ini dilakukan dengan kesadaran bahwa sebagai peternak babi, dia sangat sadar bahwa dia tak bisa asyik-asyik sendiri. Ia harus “membagi diri”, sekaligus berbagi kepada orang. Maka dari itu, ia membangun komunitas bersama peternak babi yang lain.

Adalah Kelompok Ternak Babi Antoya Sari Alam yang dia dirikan beberapa tahun lalu. Awalnya, anggotanya sedikit. Banyak yang tanya-tanya; Eh, ngapain ikut komunitas semacam itu? Tapi kini, ketika para peternak tahu manfaat berkomunitas yang benar, komunitas ini kini beranggotakan peternak babi dari berbagai tipe. Ada peternak besar, peternak rumah tangga, peternak kecil, peternak muda, peternak tua, dan sebagai-sebagainya.

Komunitas ini penting. Ini bukan menghimpun kekuatan agar satu kelompok peternak bisa mengalahkan kolompok peternak lain. Bukan. Komunitas ini adalah ajang saling berbagi pengetahuan, terutama pengetahuan tentang ternak babi, penyakitnya, pakannya, perawatannya dan lain-lain.

“Jika babi diserang penyait, kita tak bisa menanggulangi sendirian. Tak akan berhasil. Peternak lain, juga harus diperhataikan. Jika babi kita sehat, babi lain sakit, babi yang sehat bisa ikut ditulari sakit. Artinya, penanggulangan harus dilakukan bersama-sama,” kata Ria.

Memelihara babi memang susah-susah gampang. Air, limbah, kotoran, adalah sumber penyakit. Sehingga, penyebaran pengetahuan soal pengelolaan air dan limbah juga penting dilakukan secara bersama-sama.

“Jika kandang kita sendiri saja yang bersih, sementara yang lain tidak, maka yang bersih pun bisa kena penyakit!” kata Ria.

Untuk itulah, sesama peternak babi harus peduli yang lain juga. Seberapa kuat pun seorang peternak menjaga peternakan sendiri, tapi tak peduli peternak lain, peternak itu juga akan kena akibatnya.

“Kenapa kita (peternak babi) bisa jatuh dan bangkrut, ya karena kita bergerak sendiri,” tegas Ria.

Pengetahuan bersama tentang proses penjualan juga harus disebarkan. Kalau peternak-peternak kecil, misalnya peternak rumah tangga yang beternak sendrian, tidak mendapatkan informasi soal harga yang benar, maka mereka mudah dibohongi.

Pembeli atau pengepul bilang harga babi sekian-sekian, peternak akan ikut saja. “Bahkan ada juga orang yang tega-teganya membohongi peternak tua. Dibilang harga 18 ribu per kilogram, padahal harga masih 25 ribu perkilogram,” cerita Ria.

Di tengah-tengah kesibukan dia memelihara babi, dan juga menjadi Ketua KSU  Pudak Sabe di Desa Patemon, Seririt, Buleleng, dan juga memimpin CV ASA yang memroduksi pakan ternak, dan juga sibuk lain-lain sebagai ibu rumah tangga, Ria Wijayanti ternyata juga aktif sebagai sekretaris dalam organisasi PHMI, yakni Perhimpunan Peternak Monogastrik Indonesia.

PHMI jauh-jauh dari urusan politik praktis dan sama sekali tak bermuatan politik. Organisasi ini lebih banyak bergerak dalam bidang pembinaan peternak babi yang menjadi anggota PHMI yang tersebar di seluruh Bali. Ada di Tabanan, Kintamni, Negara, dan desa-desa lain.

Awalnya, memang kelompok lebih fokus pada kegiatan jual beli babi. Namun bagaimana bisa melakukan jual-beli jika peternak gagal panen karena edukasi tentang peternakan babi tak bisa didapat dengan benar?

Maka itu, organisasi ini pun gencar melakukan edukasi, terutama soal penanggulangan virus dan penyakit yang belakangan kerap menghantui peternak. Kalau satu peternak babinya kena virus atau penyakit, infonya akan disebarkan di grup media sosial, lalu secara organisasi mereka akan saling bekerjasama untuk menanggulanginya.

“Kami kerjasama dengan beberapa pihak, termasuk doker hewan. Itu free. Peternak tak usah bayar,” tegasnya.

Ngomong-ngomong, Ria sendiri pelihara babi berapa?

“Saya pelihara babi sampai 500 ekor,” katanya.

Wah banyak juga ya.

Tunggu dulu. Babi sebanyak itu tidak dia pelihara sendiri. Sebelumnya memang babi milik dia ditempatkan dalam satu peternakan, namun sejak akhir 2020 beberapa induk dan babi dalam fase penggemukan “dilemparkan” kepada teman-temannya sesama peternak..

Artinya, babi dia lebih banyak dipelihara peternak lain. Sistemnya bisa bagi hasil, bisa juga dengan sistem lain yang sama-sama menguntungkan. Selain karena ia ingin lebih fokus mengurus bisnis, juga karena banyak peternak pada akhir tahun lalu bangkrut karena babi mereka mati terdampak virus.  

“Dalam kondisi seperti ini, cari keuntungan sendiri, saya enggak!” ujarnya.

Prinsipnya, jika peternak tak punya modal sendiri, sessama peternak harus membantu. Ada juga yang punya modal, tapi masih trauma dan takut membeli bibit. Mereka itu harus dibantu. Mereka tak perlu keluar modal, tapi tetap bisa beternak babi. Maka, peternak yang punya babi banyak, diberikan ke peternak lain dengan sistem ngadas atau bagi hasil.

“Mereka, para peternak babi, harus bangkit. Kalau tak ada yang peduli, babi bisa punh di Bali. Jika babi di Bali punah, itu aneh!” katanya.

Kalau babi para peternak sudah besar, Ria juga kerap membantu distribusi agar mereka bisa mendapatkan harga yang layak dan benar. Namun jika peternak mendapatkan harga yang lebih tinggi, misalnya dari pedagang babi guling di suatu daerah, maka dia akan membiarkan peternak itu menjual ke pembeli yang bersedia mengambil babi dengan harga yang lebih tinggi.

“Jadi, tak ada monopoli. Yang dibngun kepercayaan. Peternak harus mendapatkan untung, dan semakin banyak untungnya, mereka semakin suka pelihara babi!” kata dia.

Bisnis babi itu unik. Tentu saja. Permintaan babi tak bisa dikelola sendiri karena semua proses harus berjalan kontinyu, terus-menerus. Tak bisa juga distribusi terjadi antara orang perorang, misalnya antara pedagang babi guling dengan peternak babi, yang itu-itu saja. Semua harus dilakukan secara bersama-sama, berjaringan, saling membagi info, saling membantu penyaluran.

Dan semua itu memerlukan kesetiaan. Kesetiaan seorang peternak babi, buakn sekadar kesetiaan dalam berjualan, namun kesetiaan untuk membuat babi tetap menjadi tuan rumah di Bali, tidak ada “babi tamu” dari luar, misalnya karena stok babi di Bali menipis, atau bahkan punah.

DATA PUTU RIA WIJAYANTI

  • Tempat, Tanggal Lahir : Denpasar, 21 Februari 1987
  • Ketua KSU. PUDAK SABE, Desa Patemon – Seririt
  • Pimpinan CV. ASA (Antoya Sari Alam), Produksi Pakan Ternak
  • Founder Kelompok Ternak Babi Antoya Sari Alam
  • Sekretaris di PHMI, Perkumpulan Peternak Hewan Monogastrik Indonesia
  • Owner Babiasa Kuliner, Produksi kuliner olahan babi
  • Owner PT. Berkah Abadi Baliagro Indonesia [Peternakan Babi]
  • Owner PT. Maha Jnana Medika Nusantara [pengobatan dan treatmen kesehatan babi]
  • Pendidikan S1 Ekonomi Manajemen Pemasaran
  • Suami: Didin Lukas Cahyono, ST(Cukup 1 saja 😁)
  • Anak 3 perempuan (Jangan tanya apa mau buat 1 lagi, siapa tahu yg terakhir laki-laki 😆)
  • Orang Tua: Ida Pandita Nabe Rsi Agung Dwija Bharadwaja
  • Alamat : Griya Taman Tunjung Mekar, Desa Patemon, Kec. Seririt Kab. Buleleng Bali

Tags: babibabi balibalipeternakanternak
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Terpapar Umbu Landu Paranggi | Kisah Aliran Kepenyairan di Bali

Next Post

Sastra Indonesia di Bali | Sebelum dan Semasa Umbu Landu Paranggi

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails

Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

by Made Adnyana Ole
February 28, 2026
0
Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu,...

Read moreDetails

Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

ANA seorang siswi yang tidak disebutkan secara jelas sekolahanya tidak menyukai bahasa Bali, bahkan tidak pernah memakai Bahasa itu dalam...

Read moreDetails

I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

I Made Sunaryana terpilih sebagai Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali dalam ajang Bulan Bahasa Bali VIII. Itu artinya, karya...

Read moreDetails

Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

by Made Adnyana Ole
February 27, 2026
0
Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

Sakewala, ada ané makleteg di tangkahné. “Bagus Sutedja sané nuwé panjak akéh, tur sugih, prasida  kamatiang, apa buin kulawargan tiangé, rumasuk Ngurah, pasti sing...

Read moreDetails

Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

by I Nyoman Darma Putra
February 26, 2026
0
Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Di tengah inisiatif repatriasi artefak atau warisan budaya Indonesia dari Belanda, ada usaha personal seorang peneliti Bali yang tinggal di...

Read moreDetails

Maya Menulis Tantra  —Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

by Angga Wijaya
February 22, 2026
0
Maya Menulis Tantra  —Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

SAYA datang lebih dulu, seperti kebiasaan lama yang sulit hilang sejak menjadi wartawan. Duduk sendirian memberi waktu untuk mengamati orang-orang,...

Read moreDetails

Kevin dan Panggung yang Ia Tafsir —Dari SMAN 1 Kuta Selatan, Lahir Dalang Muda Berbakat

by Angga Wijaya
February 16, 2026
0
Kevin dan Panggung yang Ia Tafsir —Dari SMAN 1 Kuta Selatan, Lahir Dalang Muda Berbakat

DI sebuah pementasan karya guru dan siswa SMAN 1 Kuta Selatan, Sanghyang Dedari Tunjung Biru Prabawan Dewi Saraswati, pada Sabtu...

Read moreDetails

Dari Kebun ke Mimbar Guru Besar: Prof. I Wayan Suanda dan Ilmu yang Tetap Membumi

by Dede Putra Wiguna
January 10, 2026
0
Dari Kebun ke Mimbar Guru Besar: Prof. I Wayan Suanda dan Ilmu yang Tetap Membumi

TAHUN 2026 baru berjalan beberapa hari ketika Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mencatat peristiwa penting dalam sejarah akademiknya. Rabu,...

Read moreDetails

Konsisten Merawat Lingkungan, Nyoman Wirayuni Berhasil Raih Penghargaan Gender Champion dari Pemkot Denpasar

by Dede Putra Wiguna
December 29, 2025
0
Konsisten Merawat Lingkungan, Nyoman Wirayuni Berhasil Raih Penghargaan Gender Champion dari Pemkot Denpasar

BERTEPATAN dengan Peringatan Hari Ibu Tahun 2025, Senin, 22 Desember 2025, di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar, Nyoman Wirayuni, SH.,...

Read moreDetails
Next Post
Sastra Indonesia di Bali | Sebelum dan Semasa Umbu Landu Paranggi

Sastra Indonesia di Bali | Sebelum dan Semasa Umbu Landu Paranggi

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co