2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Aku, Si Raksasa Baik | Kalian Boleh Jauhi Aku, Tapi Jangan Serang Aku

Putri Wulan by Putri Wulan
January 14, 2021
in Esai
Aku, Si Raksasa Baik | Kalian Boleh Jauhi Aku, Tapi Jangan Serang Aku

Processed with VSCO with k3 preset

Percaya atau tidak, ini sebuah kisah nyata. Ya, raksasa hanya ada di dongeng tapi tidak kali ini, raksasa itu adalah seorang perempuan menjelang 30 tahun yang overweight. Di dunia tempat ia mukim, bertubuh besar dan jelek adalah sebuah kesalahan, ditanggung sendiri seumur hidup, seperti dosa perbuatan masa lalu.

Sepanjang hidupnya penuh dengan luka. Luka yang tidak dilihat orang yang membuat mereka semakin melukainya karena tak sedikit pun luka-luka itu terlihat dalam tubuh. Raksasa tidak melawan, karena apa? Karena Raksasa tahu mereka semua berkata benar. Tapi pantaskah cara mereka menyerang raksasa seperti ini? Dari luka yang dirasakan dan melihat seputar kehidupan si Raksasa ini tentu saja jawabannya adalah tidak. Kalau pun Raksasa menyerang, orang-orang akan lebih kejam terhadapnya.

Selama ini Si Raksasa hidup di ‘ruang nyaman’. Jauh dari orang-orang, bahkan jauh dari keluarga. Ayahnya dulu juga seorang raksasa, tapi karena suatu keadaan, dan mungkin Tuhan “sayang” padanya, beliau kembali menjadi manusia dengan tubuh sesuai standar kemanusiaan.

Ayahnya menuntut agar Si Raksasa bisa mengikuti jejaknya. Ayahnya bahkan tidak berkaca ketika ia menjadi seorang Raksasa, ia menjatuhkan dan mem-bully putrinya, tidak hanya putrinya, iya juga mengeluh dan mengoceh soal perilaku manusia. Karena tidak menginginkannya, tidak diturutilah saran Sang Ayah.

Tapi seperti layaknya ia melawan dunia, ia semakin dibenci. Ibunya? Problematik. Tidak perlu dibahas. Ia melukai Si Raksasa dengan cara lain.

Bagaimana cara orang menyerang? Bukan dengan pisau belati, atau senjata lainnya, melainkan mulut mereka sendiri. Ya, mulut bisa melukai lebih dalam dari hanya sekedar senjata tajam.

Tuntutan kehidupan membuat Raksasa juga harus keluar dari ‘ruang nyaman’nya, tapi di manapun Si Raksasa berada, selalu dipandang aneh, selalu di hina, bahkan orang yang baru ia temui lancang berkata tak pantas. Apabila luka-luka tersebut dapat ia perjual belikan, mungkin ia sudah menjadi raksasa yang kaya raya saat ini.

Sayangnya tidak bisa. Apakah dengan demikian membuat Si Raksasa berubah pikiran dan ingin menjadi manusia? Bisa ya, dan bisa tidak. Ya, karena jika ia menjadi manusia seutuhnya, dengan standar tubuh dan kecantikan manusia, ia akan lebih dihargai. Orang-orang akan melihatnya, ia  jadi banyak teman, disukai semua orang, dan memiliki kehidupan yang lebih layak. Dan bisa menjadi pilihannya adalah tidak, karena dipikirnya, jika ia menjadi seorang manusia, maka ia akan memiliki mulut yang sama dengan manusia pada umunya, tajam, dan suka melukai.

Pilihan tersebut, tidaklah langsung ia telan mentah-mentah. Menurutnya, pilihan ya atau tidak kembalilah pada awal karakter mereka, contoh saja Si Ayah, seperti lupa akan masa lalunya yang juga seorang Raksasa, setelah jadi manusia sifat dan karakternya tidak berubah. Di sini Si Raksasa merasa beruntung masih memiliki perasaan dan dan otak untuk berpikir. 

Lantas, Manusia bukannya juga diberkahi otak? Ya tentu, tapi jarang dipakai. Mulut mereka selalu menang dibandingkan otak mereka.

“Seandainya mereka mempergunakan otak mereka terlebih dahulu sebelum berbicara.” Benak raksasa selalu berkata demikian setiap kali manusia dan mulut mereka mencaci maki.

Apa yang dilakukan si Raksasa apabila sedih sudah tidak bisa dibendung? Menangis, seperti biasa. Apa ia membenci manusia? Tidak. Ia membenci dirinya sendiri menyalahkan mengapa ia ‘berbeda’. Kesabaran si Raksasa sering kali habis, untuk membuatnya bangkit ia hanya butuh berada di ‘ruang nyaman’nya, merenung, menghabiskan kesedihan sampai energinya kembali pulih, dan siap untuk di caci maki dilain hari, sedih tak terbendung, merenung, energy kembali, siap akan cacian lainya begitu seterusnya.

Apa tidak lelah? Sangat. Tapi apa yang bisa ia lakukan? Tidak ada. Karena semua percuma. Toh, para manusia tidak akan pernah mendengar. Melawan? Untuk apa? Tiada guna karena melawan akan menjadi boomerang untuk dirinya sendiri.

Kalian kira, Si Raksasa tidak pernah melakukan usaha untuk mencoba memiliki tubuh standar manusia? Tidak makan, pernah ia lakukan, malah sakit di kemudian hari. Hanya memkana sayur mayur, pernah. Karena tidak ada asupan protein ia menjadi lemas, dan ujung-ujungnya sakit lagi.

Berolah raga? Juga pernah tapi tak pernah bertahan lama, dan ia tak nyaman menjalaninya. “untuk apa aku melakukan semua kegiatan ini kalau hanya ingin menyenagkan hati orang lain? Apa aku harus kesampingkan perasaan dan nyamanku? Untuk membuat mereka senang?”

Si Raksasa memiliki banyak keahlian, tapi tak ia tunjukan karena minder dan merasa tak pantas. “Orang-orang saja tidak melihatku, bagaimana ia bisa menghargai karyaku?” Untuk ‘menyembuhkan’ dirinya, ia selalu membuat karangan-karangan yang iya tulis berdasarkan apa yang ia alami.

Jika ada suatu hari kelak, yang bertanya mengapa tulisan-tulisan ini begitu menyedihkan, jawabannya karena tak satupun bahagia ia rasakan selama hidup. “Bagaimana bisa aku menulis tentang kebahagiaan kalau aku tidak pernah merasakannya? Jangankan itu, membayangkannya saja sulit, karena aku tidak tahu seperti apa bahagia itu”

“Suatu hari, ketika aku tidak lagi ada di sini, jangan mencariku kalau kau hanya merasa kehilangan seorang Raksasa untuk dihina.”

“Suatu hari, dimana aku tidak lagi ada di hadapan kalian, jangan ratapi mulut kalian yang tak lagi dapat menghina.” [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengetuk Pintu dan Memasuki Suatu Komunitas || Dari Buku “Melawan Setan Bermata Runcing”

Next Post

Jarum Sudah Disuntikkan

Putri Wulan

Putri Wulan

Lahir di Denpasar, 25 Maret 1992. Seorang Mental Health Survivor, yang menjadikan menulis sebagai alat yang membantunya untuk bangkit dan kembali memiliki tujuan hidup. Menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Udayana dan lulus di tahun 2015. Suka menulis, menonton, mendengarkan musik, dan jalan-jalan.

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Jarum Sudah Disuntikkan

Jarum Sudah Disuntikkan

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co