17 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Aku, Si Raksasa Baik | Kalian Boleh Jauhi Aku, Tapi Jangan Serang Aku

Putri Wulan by Putri Wulan
January 14, 2021
in Esai
Aku, Si Raksasa Baik | Kalian Boleh Jauhi Aku, Tapi Jangan Serang Aku

Processed with VSCO with k3 preset

Percaya atau tidak, ini sebuah kisah nyata. Ya, raksasa hanya ada di dongeng tapi tidak kali ini, raksasa itu adalah seorang perempuan menjelang 30 tahun yang overweight. Di dunia tempat ia mukim, bertubuh besar dan jelek adalah sebuah kesalahan, ditanggung sendiri seumur hidup, seperti dosa perbuatan masa lalu.

Sepanjang hidupnya penuh dengan luka. Luka yang tidak dilihat orang yang membuat mereka semakin melukainya karena tak sedikit pun luka-luka itu terlihat dalam tubuh. Raksasa tidak melawan, karena apa? Karena Raksasa tahu mereka semua berkata benar. Tapi pantaskah cara mereka menyerang raksasa seperti ini? Dari luka yang dirasakan dan melihat seputar kehidupan si Raksasa ini tentu saja jawabannya adalah tidak. Kalau pun Raksasa menyerang, orang-orang akan lebih kejam terhadapnya.

Selama ini Si Raksasa hidup di ‘ruang nyaman’. Jauh dari orang-orang, bahkan jauh dari keluarga. Ayahnya dulu juga seorang raksasa, tapi karena suatu keadaan, dan mungkin Tuhan “sayang” padanya, beliau kembali menjadi manusia dengan tubuh sesuai standar kemanusiaan.

Ayahnya menuntut agar Si Raksasa bisa mengikuti jejaknya. Ayahnya bahkan tidak berkaca ketika ia menjadi seorang Raksasa, ia menjatuhkan dan mem-bully putrinya, tidak hanya putrinya, iya juga mengeluh dan mengoceh soal perilaku manusia. Karena tidak menginginkannya, tidak diturutilah saran Sang Ayah.

Tapi seperti layaknya ia melawan dunia, ia semakin dibenci. Ibunya? Problematik. Tidak perlu dibahas. Ia melukai Si Raksasa dengan cara lain.

Bagaimana cara orang menyerang? Bukan dengan pisau belati, atau senjata lainnya, melainkan mulut mereka sendiri. Ya, mulut bisa melukai lebih dalam dari hanya sekedar senjata tajam.

Tuntutan kehidupan membuat Raksasa juga harus keluar dari ‘ruang nyaman’nya, tapi di manapun Si Raksasa berada, selalu dipandang aneh, selalu di hina, bahkan orang yang baru ia temui lancang berkata tak pantas. Apabila luka-luka tersebut dapat ia perjual belikan, mungkin ia sudah menjadi raksasa yang kaya raya saat ini.

Sayangnya tidak bisa. Apakah dengan demikian membuat Si Raksasa berubah pikiran dan ingin menjadi manusia? Bisa ya, dan bisa tidak. Ya, karena jika ia menjadi manusia seutuhnya, dengan standar tubuh dan kecantikan manusia, ia akan lebih dihargai. Orang-orang akan melihatnya, ia  jadi banyak teman, disukai semua orang, dan memiliki kehidupan yang lebih layak. Dan bisa menjadi pilihannya adalah tidak, karena dipikirnya, jika ia menjadi seorang manusia, maka ia akan memiliki mulut yang sama dengan manusia pada umunya, tajam, dan suka melukai.

Pilihan tersebut, tidaklah langsung ia telan mentah-mentah. Menurutnya, pilihan ya atau tidak kembalilah pada awal karakter mereka, contoh saja Si Ayah, seperti lupa akan masa lalunya yang juga seorang Raksasa, setelah jadi manusia sifat dan karakternya tidak berubah. Di sini Si Raksasa merasa beruntung masih memiliki perasaan dan dan otak untuk berpikir. 

Lantas, Manusia bukannya juga diberkahi otak? Ya tentu, tapi jarang dipakai. Mulut mereka selalu menang dibandingkan otak mereka.

“Seandainya mereka mempergunakan otak mereka terlebih dahulu sebelum berbicara.” Benak raksasa selalu berkata demikian setiap kali manusia dan mulut mereka mencaci maki.

Apa yang dilakukan si Raksasa apabila sedih sudah tidak bisa dibendung? Menangis, seperti biasa. Apa ia membenci manusia? Tidak. Ia membenci dirinya sendiri menyalahkan mengapa ia ‘berbeda’. Kesabaran si Raksasa sering kali habis, untuk membuatnya bangkit ia hanya butuh berada di ‘ruang nyaman’nya, merenung, menghabiskan kesedihan sampai energinya kembali pulih, dan siap untuk di caci maki dilain hari, sedih tak terbendung, merenung, energy kembali, siap akan cacian lainya begitu seterusnya.

Apa tidak lelah? Sangat. Tapi apa yang bisa ia lakukan? Tidak ada. Karena semua percuma. Toh, para manusia tidak akan pernah mendengar. Melawan? Untuk apa? Tiada guna karena melawan akan menjadi boomerang untuk dirinya sendiri.

Kalian kira, Si Raksasa tidak pernah melakukan usaha untuk mencoba memiliki tubuh standar manusia? Tidak makan, pernah ia lakukan, malah sakit di kemudian hari. Hanya memkana sayur mayur, pernah. Karena tidak ada asupan protein ia menjadi lemas, dan ujung-ujungnya sakit lagi.

Berolah raga? Juga pernah tapi tak pernah bertahan lama, dan ia tak nyaman menjalaninya. “untuk apa aku melakukan semua kegiatan ini kalau hanya ingin menyenagkan hati orang lain? Apa aku harus kesampingkan perasaan dan nyamanku? Untuk membuat mereka senang?”

Si Raksasa memiliki banyak keahlian, tapi tak ia tunjukan karena minder dan merasa tak pantas. “Orang-orang saja tidak melihatku, bagaimana ia bisa menghargai karyaku?” Untuk ‘menyembuhkan’ dirinya, ia selalu membuat karangan-karangan yang iya tulis berdasarkan apa yang ia alami.

Jika ada suatu hari kelak, yang bertanya mengapa tulisan-tulisan ini begitu menyedihkan, jawabannya karena tak satupun bahagia ia rasakan selama hidup. “Bagaimana bisa aku menulis tentang kebahagiaan kalau aku tidak pernah merasakannya? Jangankan itu, membayangkannya saja sulit, karena aku tidak tahu seperti apa bahagia itu”

“Suatu hari, ketika aku tidak lagi ada di sini, jangan mencariku kalau kau hanya merasa kehilangan seorang Raksasa untuk dihina.”

“Suatu hari, dimana aku tidak lagi ada di hadapan kalian, jangan ratapi mulut kalian yang tak lagi dapat menghina.” [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengetuk Pintu dan Memasuki Suatu Komunitas || Dari Buku “Melawan Setan Bermata Runcing”

Next Post

Jarum Sudah Disuntikkan

Putri Wulan

Putri Wulan

Lahir di Denpasar, 25 Maret 1992. Seorang Mental Health Survivor, yang menjadikan menulis sebagai alat yang membantunya untuk bangkit dan kembali memiliki tujuan hidup. Menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Udayana dan lulus di tahun 2015. Suka menulis, menonton, mendengarkan musik, dan jalan-jalan.

Related Posts

Tupai Makan Durian? ——Catatan Kecil Keresahan Petani Durian di Desa Pucaksari, Busungbiu Buleleng

by I Ketut Suar Adnyana
August 17, 2026
0
Tupai Makan Durian? ——Catatan Kecil Keresahan Petani Durian di Desa Pucaksari, Busungbiu Buleleng

BAGI petani durian di Desa Pucaksari, masa panen seharusnya menjadi waktu yang paling dinanti. Setelah berbulan-bulan merawat pohon, menjaga kesuburan...

Read moreDetails

Toko Modern sebagai “Terminal” Urban

by Angga Wijaya
August 17, 2026
0
Toko Modern sebagai “Terminal” Urban

KEHADIRAN berbagai toko modern di banyak kota di Indonesia, tidak melulu negatif. Saya kini melihat toko modern menjelma sebagai sebuah...

Read moreDetails

Bangunan Tinggi di Bali: Kritik terhadap Solusi yang Terlalu Sederhana

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 17, 2026
0
Bangunan Tinggi di Bali: Kritik terhadap Solusi yang Terlalu Sederhana

KONVERSI lahan pertanian di Bali telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Dalam beberapa dekade terakhir, tekanan pembangunan semakin kuat, terutama di...

Read moreDetails

Mengejar Embun Upas ——Saat Manusia Memburu Keajaiban yang Hanya Bertahan Sebentar di Dieng

by Tri Nugroho Adi
August 16, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Bagaimana mungkin satu fenomena alam yang sama dapat menjadi keajaiban bagi seseorang dan penderitaan bagi orang lain? Kita menunggu embun...

Read moreDetails

Bercakap-cakap tentang Sabung Ayam bersama Clifford Geertz

by Angga Wijaya
August 15, 2026
0
Bercakap-cakap tentang Sabung Ayam bersama Clifford Geertz

SAYA kembali membuka buku The Interpretation of Cultures karya Clifford Geertz setelah membaca sebuah berita tentang seorang lelaki yang tewas...

Read moreDetails

Dari Duta SMA ke Duta Besar

by I Nyoman Tingkat
August 15, 2026
0
Dari Duta SMA ke Duta Besar

SEJAK Nadiem Makarim menjadi Mendikbud Ristekdikti, Program Duta SMA sudah diluncurkan tepatnya pada 2022 melalui  Direktorat SMA dan terus dilanjutkan...

Read moreDetails

Merawat “Briuk Siu”: Menghidupkan Kembali Wajah Solidaritas Kolektif di Bali

by Nur Kamilia
August 14, 2026
0
Merawat “Briuk Siu”: Menghidupkan Kembali Wajah Solidaritas Kolektif di Bali

MASYARAKAT Bali sejak lama dikenal memiliki fondasi sosial yang sangat kuat, yang hidup dan bernapas melalui nilai-nilai gotong royong tradisional....

Read moreDetails

Kalau Kecerdasan Bukan dari Sekolah, Buat Apa Bangun Sekolah?

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 14, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

ADA kalimat Presiden Prabowo Subianto yang menarik perhatian saya. Bukan karena saya hendak meributkan atau memperdebatkan benar-salahnya. Jauh dari soal...

Read moreDetails

Merdeka: Dari Pekik ke Pengabdian

by Ahmad Sihabudin
August 14, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

TUJUH Belas Agustus selalu datang dengan warna merah putih, upacara, lomba, pidato, lagu-lagu perjuangan, dan pekik Merdeka! Tahun ini kita...

Read moreDetails

Duta SMA, Pelantang Sebaya Perkuat Peradaban Bangsa   

by I Nyoman Tingkat
August 13, 2026
0
Duta SMA, Pelantang Sebaya Perkuat Peradaban Bangsa   

PROGRAM Duta SMA pada 2026 telah memasuki Angkatan ke-5 sejak dimulai pada 2022. Program ini menjadi program prioritas Kemendikdasmen  yang...

Read moreDetails
Next Post
Jarum Sudah Disuntikkan

Jarum Sudah Disuntikkan

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika
Panggung

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
Tupai Makan Durian? ——Catatan Kecil Keresahan Petani Durian di Desa Pucaksari, Busungbiu Buleleng
Esai

Tupai Makan Durian? ——Catatan Kecil Keresahan Petani Durian di Desa Pucaksari, Busungbiu Buleleng

BAGI petani durian di Desa Pucaksari, masa panen seharusnya menjadi waktu yang paling dinanti. Setelah berbulan-bulan merawat pohon, menjaga kesuburan...

by I Ketut Suar Adnyana
August 17, 2026
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan
Panggung

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari
Panggung

Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

ANAK-ANAK bergerak mengikuti irama. Ada yang mengepakkan tangan seperti burung, melangkah dalam barisan, memainkan properti, hingga berpindah formasi bersama teman-temannya....

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
Toko Modern sebagai “Terminal” Urban
Esai

Toko Modern sebagai “Terminal” Urban

KEHADIRAN berbagai toko modern di banyak kota di Indonesia, tidak melulu negatif. Saya kini melihat toko modern menjelma sebagai sebuah...

by Angga Wijaya
August 17, 2026
UMKM Naik Kelas: Bicara, Jual, Cuan!
Ekonomi

UMKM Naik Kelas: Bicara, Jual, Cuan!

PROGRAM Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menggelar workshop “UMKM...

by Deanda Dewindaru
August 17, 2026
Bangunan Tinggi di Bali: Kritik terhadap Solusi yang Terlalu Sederhana
Esai

Bangunan Tinggi di Bali: Kritik terhadap Solusi yang Terlalu Sederhana

KONVERSI lahan pertanian di Bali telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Dalam beberapa dekade terakhir, tekanan pembangunan semakin kuat, terutama di...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 17, 2026
Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati
Pameran

Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

TIGA perupa asal Sukawati, I Made Mahendra Mangku, I Wayan Arnata, dan Made Galung Wiratmaja, mempertemukan karya mereka dalam pameran...

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian
Panggung

Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

ANAK-ANAK itu menebar senyum ceria. Di tengah halaman hijau yang teduh, mereka berlari, bermain, bernyanyi, dan berinteraksi bersama teman-temannya. Ruang...

by Nyoman Budarsana
August 16, 2026
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani
Cerpen

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

by Asmaran Dani
August 16, 2026
Psikodinamika Perubahan Bahasa Visual Sutjipto Adi  ——Dari Dunia yang Dilihat ke Dunia yang Dirasakan
Ulas Rupa

Psikodinamika Perubahan Bahasa Visual Sutjipto Adi  ——Dari Dunia yang Dilihat ke Dunia yang Dirasakan

SAYA berkesempatan menyaksikan pameran tunggal Sutjipto Adi (Mas Adi) yang dibuka pada malam 14 Agustus 2026, di Maya Sanur, Denpasar....

by I Wayan Sujana Suklu
August 16, 2026
Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu
Ulas Musik

Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

GONG Gede memiliki karakter bunyi yang kuat. Kesan agung, monumental, dan berwibawa menjadi salah satu cirinya. Namun, di balik karakter...

by I Made Kartawan
August 16, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co