24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Youtube, Instagram & Tiktok, Ladang Subur Kaum Milenial || Catatan Seorang Youtuber

Suara Perubahan by Suara Perubahan
December 23, 2020
in Esai
Youtube, Instagram & Tiktok, Ladang Subur Kaum Milenial || Catatan Seorang Youtuber

Tangkapan layar akun youtube Desy Cahyani Lari

Penulis: Desy Cahyani Lari

________

Saat saya masih duduk di bangku sekolah dasar, setiap orang bertanya tentang cita-cita saya. Dan saya selalu menjawab ingin menjadi seorang dokter.

 Di mata saya saat itu menjadi seorang dokter adalah satu-satunya pekerjaan yang hebat dan mulia, karena selain mendapat gaji yang besar yang mampu membuat saya kaya di kemudian hari. Dari profesi ini juga saya dapat membantu menyembuhkan orang sekaligus menambah amal baik saya.

Dan saya yakin jawaban yang   sama akan selalu kita temui ketika semua anak kecil ditanya tentang cita- citanya saat itu.

Saya berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang tidak tinggi, jadi pandangan saya saat itu menjadi seorang dokter adalah jalan pintas saya untuk mengangkat kondisi perekonomian keluarga saya.

Namun, pandangan saya ini berubah ketika mendengar kata-kata guru ekonomi saya saat saya sudah berada di akhir tahun masa SMA.  Guru itu mengatakan bahwa “Kalau mau mendapatkan uang banyak, kamu harus pandai berjualan”.

Kalimat ini selalu terngiang-ngiang di telinga dan bahkan tertanam di alam bawah sadar saya sehingga kalimat ini mengubah keinginan saya dari kecil yang awalnya ingin menjadi seorang dokter sekarang ingin menjadi seorang entrepreneur.

Menjadi seorang entrepreneur bukanlah hal yang mudah. Selama saya menjadi seorang mahasiswa S1, saya telah mencoba menjalani kegiatan sebagai entrepreneur sebanyak dua kali, namun keduanya gagal. Penyebabnya, saya sering merasa tidak enak sama teman. Saat menawarkan sesuatu sang teman sering meminta “harga teman”, dan saya tak tahu bagaimana menghadapi teman semacam itu. Akhirnya saya memutuskan untuk rehat sejenak.

Tahun 2018, dunia digital sedang naik daun di mana kemunculan Atta Hallilintar dan Ria Ricis yang saat itu masih berusia 20 tahunan membuat heboh satu Indonesia karena memiliki penghasilan milyaran dari video-video yang dibuat dan diupload di kanal youtube. Saya sangat kagum dengan kedua anak muda ini karena di saat usia mereka yang masih 20 tahun sudah bisa mengumpulkan pundi rupiah dan memenuhi keinginan mereka sehingga hal ini memicu saya dan beberapa anak muda untuk ingin seperti mereka.

Paltform youtube merupakan platform digital yang sangat besar dan seluruh masyarakat dunia meggunakannya serta bisa mengaksesnya. Jadi, ini adalah peluang yang besar untuk mendapatkan pundi rupiah. Setiap orang tentu bisa mendapatkan penghasilan dari youtube hanya dengan membuat video sesuai dengan hobi mereka, kemampuan dan ciri khas mereka.

 Akan tetapi memutuskan menjadi seorang content creator bukanlah hal yang mudah seperti yang  dianggap oleh beberapa orang. Seorang content creator dituntut untuk kreatif dan edukatif disetiap video yang dibuat serta harus mampu untuk konsisten dalam membuat content. Tidak hanya itu saja, agar dapat termonetisasinya chanel youtube, seorang content creator diwajibkan untuk memenuhi syarat yaitu, tembus 4000 jam tayang dan 1000 subscriber dalam waktu 1 tahun.

Melihat cara kerja di dunia youtube yang sesuai dengan karakteristik kaum milenials yaitu adanya keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan, bekerja sesuai dengan hobi, dan pendapatan yang besar membuat saya dan anak milenials lainnya sangat tertarik merambah karir ke dunia youtube.

Langkah awal saya memulai karir di dunia youtube yaitu membuat akun youtube, mendaftarkan diri di google adsense, dan mulai mengupload video yang telah saya buat dan itu saya lakukan setiap hari. Alhasil, satu tahun pertama bergabung saya merasakan gaji pertama saya dan saya sangat senang karena bisa merasakan yang namanya “hobi yang dibayar”. Dua tahun berlalu, dan saya masih konsisten bekerja di Youtube hingga akhirnya saya berhasil menembus 100.000 subscriber dan saya mendapatkan pernghargaan dari youtube yaitu “Silver Play Button”.

Tidak hanya saya saja yang mencoba peruntungan di dunia youtube, banyak kaum milenials mencobanya juga dan beberapa dari mereka bahkan akhirnya menjadi tulang punggung keluarga dari hasil youtubenya. Dengan adanya fenomena ini, cita-cita anak kecil yang dulunya sama seperti saya ingin menjadi dokter telah berubah yaitu ingin menjadi seorang YOUTUBER.

Karena di youtube bekerja sesuai dengan hobi, maka banyak bermunculan content creator sesuai dengan passion mereka masing- masing, ada yang menjadi beauty vlogger, food vlogger, education vlogger, tutorial, dan masih banyak lagi. Jumlah subscriber yang dimiliki oleh seorang content creator dan views yang diperoleh di setiap videonya di manfaatkan oleh perusahaan sebagai alat marketing untuk memperkenalkan produk mereka ke masyarakat dari sinilah mulai tercipta pekerjaan baru dengan nama “endorsment”.

“Endorsment” tidak hanya menguntungkan pihak perusahaan karena produk mereka lebih mudah dan cepat diketahui public melainkan menguntungkan content creator juga karena mendapat fee tambahan dari promosi yang telah dilakukan dan tentunya ini menambah pundi-pundi rupiah lagi. Sehingga semakin banyak kaum milenials menunjukkan kekreatifitasannya di youtube agar mendapatkan Kerjasama produk serta pemasukan lebih selain dari gaji utama youtube.

Tidak hanya Youtube, platform digital lain yang bisa dijadikan ladang pundi rupiah kaum milenials adalah Instagram. Awal mula Instagram diciptakan tujuannya adalah untuk berbagi kenangan foto namun karena pertumbuhan digital yang sangat cepat, pekerjaan “endorsement” pun masuk ke Instagram, menyasar content creator yang memiliki jumlah pengikut yang sangat banyak dan interaktif yang kuat.

Pekerja kreator di platform ini biasa disebut dengan “SelebGram”. Para Youtuber yang telah sukses di youtube pun tak mau kalah cepat memanfaatkan peluang ini. Jadi setiap video yang mereka buat, mereka selalu mengarahkan subscribernya untuk mengikutinya di Instagram sehingga secara otomatis jumlah pengikutnya pun meningkat dan “endorsement” pun semakin kuat.

Masuk ke tahun 2020, tahun dimana semua negara di dunia perekonomiannya lumpuh karena pandemic yang terjadi, semua orang bekerja dari rumah, PHK besar-besaran terjadi, dan banyak orang bingung mendapatkan penghasilan tambahan dari mana. Hal ini tidak terjadi pada kaum milenials yang kreatif, malahan ini dijadikan peluang untuk mereka menghibur orang yang dirumah saja dan membesarkan nama mereka di platform digital terbaru yaitu TIKTOK.

Tiktok merupakan platform hiburan dengan menyajikan video kreatif, edukatif, tutorial dan masih banyak lagi dengan durasi 15 hingga 60 detik. Platform ini awalnya dinilai tidak baik bagi generasi bangsa, karena isinya joget-joget tidak jelas, tapi seiring perkembangan system yang dibuat, platform ini berubah total, platform yang awalnya dinilai “Alay” berubah menjadi platform “Penghasil uang dengan dampak tercepat”. Banyak content creator tiktok atau yang lebih dikenal “SelebTok” memanfaatkan kekratifitasan mereka untuk menghibur orang dan menarik perhatian orang untuk mengikutinya di platform ini. Ketika mereka telah memiliki interaksi yang kuat antar selebtok dan pengikutnya, brand-brand pun akan menjadikan ini peluang untuk mempromosikan produk mereka, dan lagi-lagi pekerjaan “endorsement” masuk ke platform ini, dan membuat pundi rupiah content creator semakin bertambah.

Hal inilah yang membuat banyak kaum milenials saat ini berlomba-lomba menunjukkan kekreatifitasan mereka di platform tersebut, karena sesuai dengan hobi, bayaran yang didapat juga lumayan, dan fleksibel. Namun perlu di ingat dibutuhkan konsisten dan kreatifitas yang tinggi agar dapat bertahan di platform ini. Saya sendiri hanya memfokuskan diri platform youtube dan Instagram, bagaimana dengan anda? Apakah anda ingin mencoba peruntungan di ladang subur ini juga? [T]

Desy Cahyani Lari, youtuber, mahasiswa S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Otewe Gym Otewe Body Goal

Next Post

Cerdas Berinvestasi di Masa Pandemi

Suara Perubahan

Suara Perubahan

Suara Perubahan berisi esai-esai tugas mata kuliah "Change Management" Program S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja yang diampu oleh dosen Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si.

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Cerdas Berinvestasi di Masa Pandemi

Cerdas Berinvestasi di Masa Pandemi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co