6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Manusia, Kelahiran dan Subha Karma

IGA Darma Putra by IGA Darma Putra
June 2, 2020
in Esai
Atat Yang Bijaksana #1

ILustari tatkala.co | Nana Partha

Wararuci dan Waisampayana adalah dua nama Bhagawan, dalam dua teks berbeda tapi punya satu hubungan. Kedua nama Bhagawan itu dihubungkan oleh aliran sungai sastra. Sebut saja sastra Sarasamuccaya. Sara artinya wisesa. Kata wisesa sering dihubungkan dengan kesaktian atau kemampuan mistik semisal mengubah air liur menjadi obat, mengubah terang jadi hujan atau sebaliknya, dan seterusnya. Sehingga muncullah nama-nama lontar yang dibumbui dengan kawisesan.

Wisesa menurut kamus, tidak berarti demikian melainkan utama, tertinggi, unggul, terpenting. Bisa jadi karena keutamaannya, sebuah teks dianggap memiliki kekuatan tertentu. Atau barangkali karena dalam satu bagian dari teks Calon Arang, lontar yang dibawa oleh Calon Arang dan berhasil dicuri oleh Bahula disebut juga teks yang mawisesa. Meskipun belakangan, teks itu disebut dengan nama Lipyakara. Kata wisesa memang dalam beberapa kasus sangat sering dikaitkan dengan nama Calon Arang. Pengkaitan itu dilakukan oleh banyak orang karena Calon Arang dianggap sakti dan suka menyakiti manusia dengan ilmu mistik. Saya sendiri curiga, pengkaitan itu diwarisi turun temurun secara lisan dan terus diyakini bahkan oleh orang yang tidak pernah baca teks Calon Arang sama sekali. Teksnya sendiri tidak saja bernama Calon Arang, tapi ada yang menyebutnya Baradah Carita, ada juga yang menyebutnya Tattwa Mpu Baradah.

Tidak hanya Calon Arang yang saya pandang menjadi korban penilaian buruk orang-orang karena belajar lebih banyak dari orang kebanyakan. Begitu pula Basur, Balian Batur, Dukuh Jumpungan, dan lain sebagainya yang sudah terlanjur dikaitkan dengan kemampuan mistik nan ajaib. Semua nama-nama tokoh itu berada dalam garis hitam dalam pemikiran banyak orang. Orang banyak itu menggaris demikian karena memang tahu, paham, atau hanya sekadar ikut-ikutan. Percayalah, penilaian semacam itu masih hidup di tengah masyarakat yang menganggap dirinya modern sekarang ini.

Samuccaya artinya papupulanya, maksudnya ‘perkumpulannya’. Jadi Sarasamuccaya berarti perkumpulan dari segala hal yang utama, yang penting, yang tinggi. Tidak mengherankan, jika Bhagawan Waisampayana mengatakan pada raja Janamejaya bahwa ‘Segala penjelasan yang ada disini, pasti ada di tempat lain. Jika tidak ada disini, tidak akan ada di tempat lain’. Maksudnya, segala yang tidak ada dalam Sarasamuccaya tidak akan ada di dalam sumber lain. Saya pikir, inilah cara pembuatnya menunjukkan keutamaan dari Sarasamuccaya. Pernyataan tadi, tidak sepenuhnya benar. Karena tidak mungkin dalam Sarasamuccaya akan memuat cara-cara bersanggama sebagaimana dimuat dalam teks Tingkahing Pasanggaman, atau cara-cara memperbesar kelamin pria ala teks Aji Montong.

Lalu apa isi Sarasamuccaya? Kalau kita lihat mulai dari Sloka nomor 10, kita akan menemukan spirit agar semua manusia selalu optimis. Jangan bersedih! Demikian kata Sarasamuccaya. Kesedihan mesti dihilangkan agar kebahagiaan dapat dicapai. Pada gilirannya, kebahagiaan pun mesti dilampaui. Untuk sekarang ini, berbahagialah menjadi manusia meskipun terlahir dalam kelahiran yang paling buruk sekali pun. Karena konon tidak mudah untuk lahir menjadi manusia. Kelahiran menjadi manusia adalah utama.

Keutamaan lahir sebagai manusia adalah karena bisa menolong diri sendiri dari kesengsaraan. Dengan kata lain, lahir menjadi manusia tetaplah sebuah penderitaan. Bedanya, karena lahir menjadi manusia, kita bisa menolong diri sendiri dari penderitaan tak berujung itu. Bagaimana caranya?

Caranya adalah dengan subha karma. Subha karma berarti berperilaku baik. Perilaku yang baik, dimulai dari pikiran, menjadi kata-kata, terakhir menjadi tindakan. Baik dari dalam pikiran saja belum cukup, tapi juga harus baik dalam kata-kata. Tapi baik kata-kata juga tidak cukup, harus dilajutkan sampai baik pada tindakan. Kesinambungan antar ketiganya itulah yang disebut Subha Karma. Bagi orang yang tidak bersungguh-sungguh melakukan Subha Karma, tidak akan bisa lepas dari lautan penderitaan. Subha Karma seperti anak tangga untuk sampai ke Swarga. Maka sebaiknya selalu diusahakan melakukan Subha Karma. Lebih lagi melakukan segala hal yang menyebabkan kita tidak lagi lahir ke dunia yang dipenuhi penderitaan serta kematian ini.

Hidup di dunia ini, pada saat ini, adalah kesempatan untuk mengikis segala sisa-sisa karma. Sebelum mati, segerakan Subha Karma itu. Karena konon di alam sana, segala macam perbuatan tidak ada hasilnya lagi. Hanya di dunia inilah segala perbuatan mendapatkan hasil. Karena itulah, sudah saatnya kembali menyusun jalan setapak ini perlahan. Sudah waktunya, sudah saatnya, dalam hidup yang hanya sekejap ini segera kita lakukan Subha Karma. Tidak ada banyak waktu lagi. Tolonglah dirimu oleh dirimu.

Membicarakan tentang Sarasamuccaya, kita akan dihadapkan pada suatu teks yang berisi berbagai macam hal. Hal-hal itu seperti aturan etik sampai pengetahuan mistik. Pembicaraan sejenis ini, seringkali berhenti atau terpaksa dihentikan dengan sama-sama diam karena tidak menemukan jawaban dengan hanya bicara. Semua berhenti pada jejak-jejak yang samar. Karena samar, sangat sering menyebabkan keraguan dan kebingungan. Sangat sulitlah menemukan kelanjutan dari jejak yang samar-samar itu. Sama seperti mencari sisa kilatan petir di langit. Seperti memilah jejak ikan di dalam air. Kita yang berulangkali berebut kebenaran, tidak ada bedanya dengan orang yang berebut sisa petir dan jejak ikan. Kita diam tersungut-sungut tidak kemana-mana, saat keduanya terus berlalu. [T]

Tags: filosofifilsafatfilsafat balirenungan
Share11TweetSendShareSend
Previous Post

Sop Kaki Kambing

Next Post

Gigi Berlubang, Jangan Tunggu Sakit!

IGA Darma Putra

IGA Darma Putra

Penulis, tinggal di Bangli

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Gigi Berlubang, Jangan Tunggu Sakit!

Gigi Berlubang, Jangan Tunggu Sakit!

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co