6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mewariskan Tradisi Lisan

I Ketut Suar Adnyana by I Ketut Suar Adnyana
May 13, 2020
in Esai
Mewariskan Tradisi Lisan

Carma Citrawati, mendongeng dari rumah yang disiarkan lewat facebook, dalam program Mendongeng dari rumah yang digelar Komunitas Mahima

Tradisi lisan dapat diartikan sebagai kebiasaan atau adat yang berkembang dalam suatu komunitas masyarakat yang direkam dan diwariskan dari generasi ke generasi melalui bahasa lisan. Dalam tradisi lisan terkandung kejadian – kejadian sejarah, adat istiadat, cerita, dongeng, peribahasa, lagu, mantra, nilai moral, dan nilai keagamaan.

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan budaya dan merupakan negara yang besar apabila ditinjau dari jumlah penduduknya. Penduduk yang heterogen akan menyebabkan keheterogenan budaya. Setiap suku yang menempati wilayan Indonesia, mempertahankan tradisi dan sistem kepercayaan.

Derasnya arus globalisasi berdampak pada kehidupan tradisi lisan yang sudah kita warisi sudah berabad-abad lamanya. Kecanggihan teknologi informatika dan tersedianya smart phone telah mengubah cara generasi muda dalam berkomunikasi. Dalam hitungan detik mereka sudah mendapatkan informasi yang mereka inginkan. Para remaja begitu pula dengan game online. Setelah datang dari sekolah, beberapa remaja tidak langsung pulang tetapi mereka nongkrong di tempat game online. Hal itu tentu berdampak negatif terhadap kehidupan generasi muda.

Gejala kehidupan seperti itu sebenarnya sudah menjadi gejala umum menimpa kalangan generasi muda. Mereka lupa akan tradisi dan kebudayaannya. Para remaja terkesan meninggalkan tradisi lisan yang merupakan kebudayaan yang adi luhung. Begitu kerasnya pengaruh globalisasi, para remaja cenderung menyukai budaya-budaya kekinian yang berasal dari Barat. Hal ini yang dapat merongrong identitas para remaja.

Para pengamat mengatakan bahwa degradasi moral pada kalangan remaja diakibatkan oleh belum maksimalnya pengajaran Budi Pekerti, Agama, dan PKn. Apabila dikaji dengan cermat, kemerosotan moral generasi muda tidak bisa disimpulkan karena gagalnya pembelajaran ketiga mata pelajaran tersebut tetapi kemerosotan tersebut juga diakibatkan oleh ketidakjelasan penekanan  pendidikan karakter pada materi pelajaran yang lain.

Terlepas dari gagal dan berhasilnya pembelajaran karakter di sekolah-sekolah, yang teramat penting untuk diselamatkan adalah tradisi lisan yang merupakan budaya adi luhung para pendahulu kita. Usaha untuk menyelamatkan tradisi lisan dapat dilakukan dengan mengadakan penelitian. Tujuan dari semua penelitian tentang tradisi lisan selama ini adalah menjaga agar kekayaan budaya di Nusantara tersebut tidak musnah.

Pudentia (1999) telah mengamati fenomena dari masa ke masa yang menyiratkan sebuah “kematian” tradisi budaya yang merupakan sumber dan akar budaya nusantara. Hasil-hasil pengamatan memperlihatkan bahwa proses kematian tradisi, baik disengaja maupun tidak disengaja, akan berarti juga kematian sebuah identitas dan komunitas. Kematian sebuah identitas dan komunitas hendaknya diantisipasi dengan memperkenalkan segala bentuk tradisi lisan kepada generasi muda. Hal ini merupakan jalan yang harus ditempuh.

Dengan itu generasi muda akan mengetahui bagaimana kebudayaan mereka sendiri, adat istiadatnya, sistem kepercayaannya, berbagai bentuk folklor yang ada di masyarakat.Kita tidak perlu meragukan lagi tradisi lisan memiliki nilai pendidikan karakter. Mendongeng yang merupakan sarana untuk menanamkan nilai-nilai karakter  hampir hilang. Anak-anak tidak lagi meminta kepada orang tuanya untuk mendongeng sebelum mereka tidur. Anak-anak lebih menyukai menonton film kartun tetapi setelah anak selesai menonton, mereka tidak dapat menggali apa nilai pendidikan karakternya. Hal tersebut bisa terjadi karena para orang tuanya tidak punya waktu untuk mendampingi anaknya menonton film tersebut. Oleh karena itu, anak tidak mendapat kesempatan untuk menggali nilai pendidikan karakter dalam film tersebut.

Tradisi lisan merupakan kearifan lokal. Secara umum makna kearifan lokal (local wisdom) adalah gagasan-gagasan setempat (local) yang bersifat bijaksana, penuh kearifan,bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya. Dalam disiplin antropologi dikenal istilah local genius. Pemahaman mengenai nilai-nilai kehidupan yang terdapat pada kearifan lokal perlu disampaikan kepada generasi muda. Hal ini untuk memberikan pemahaman yang jelas mengenai nilai-nilai dan tatanan kehidupan masyarakat. Mempertahankan jati diri sangat urgen dilakukan agar kuat menghadapi gempuran arus globalisasi.

Tradisi lisan juga merupakan kekuatan kultural. Persamaan kultur akan membentuk suatu persatuan untuk mempertahankan kultur yang merupakan warisan dari leluhur.  Penguatan kultur sangat bergantung generasi muda. Jika diperhatikan secara umum ada pergeseran gaya hidup dari yang tradisional menjadi generasi yang moderen. Gaya hidup yang seperti itu tentu akan berdampak pada keberlangsungan tradisi lisan.

Contohnya, jika diamati terutama di daerah perkotaan, terjadi pergeseran fungsi bahasa Bali. Anak-anak dan remaja  tidak  menggunakan bahasa Bali sebagai pengantar komunikasi di rumah maupun di sekolah. Hal ini merupakan ancaman bagi kekuatan kultural. Penggunaan suatu bahasa untuk berkomunikasi secara otomatis penutur  tersebut dituntut memahami kebudayaannya di mana bahasa itu dipakai. Budaya yang menjadi penciri sebuah identitas perlu dipertahankan bagimanapun derasnya pengaruh dari budaya lain akibat perkembangan teknologi.

Usaha penyelamatan dan upaya pemertahanan tradisi lisan dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya dengan mengajarkan tradisi lisan di sekolah melalui pembelajaran bahasa Indonesia. Pembelajaran bahasa Indonesia pada Kurikulum 2013 menekankan pada pembelajaran berbasis teks.

Pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks dilaksanakan dengan menerapkan prinsip bahwa (1) bahasa dipandang sebagai teks, bukan kumpulan kata-kata atau kaidah kebahasaan, (2) penggunaan bahasa merupakan proses pemilihan bentuk-bentuk kebahasaan untuk mengungkapkan makna, (3) bahasa bersifat fungsional, yaitu penggunaan bahasa tidak dapat dilepaskan dari konteks karena dalam bentuk bahasa yang digunakan tercermin ide, sikap, nilai, dan ideologi penggunanya, dan (4) bahasa merupakan sarana pembentukan kemampuan berpikir manusia.

Sehubungan dengan prinsip-prinsip tersebut, perlu disadari bahwa di dalam setiap teks terdapat struktur tersendiri yang satu dengan yang lainnya berbeda. Sementara itu, dalam struktur teks tercermin struktur berpikir. Dengan demikian makin banyak teks yang dikuasai siswa, makin banyak pula struktur berpikir yang dapat digunakan dalam kehidupan sosial dan akademiknya.

Langkah lain yang bisa dilakukan untuk memertahankan tradisi lisan adalah melalui pengemasan tradisi lisan dalam hal ini dongeng dalam bentuk film kartun, film animasi, dan berbagai macam bentuk game online serta dalam bentuk komik. Itu merupakan langkah penyelamatan tradisi lisan dengan mengadaptasikan dengan teknologi kekinian.  

Dengan cara ini generasi muda (anak-anak) mulai mengenal tokoh atau hero dalam cerita tradisionalnya. Dengan moderenisasi penyampaian dongeng dalam bentuk film kartun, film animasi, dan berbagai macam bentuk game online serta dalam bentuk komik generasi muda akan mengetahui dan mencintai tradisinya sehingga tidak tercerabut dari akar budaya dan kehidupan sosialnya. [T]

Tags: dongengPendidikanpendidikan karakter
Share29TweetSendShareSend
Previous Post

Catur Wiphala

Next Post

Edukasi Agraria dari Kasus Tanah Laba Pura di Tengah Laju Pariwisata Nusa Penida

I Ketut Suar Adnyana

I Ketut Suar Adnyana

Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. adalah Wakil Rektor I Universitas Dwijendra, Denpasar

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Edukasi Agraria dari Kasus Tanah Laba Pura di Tengah Laju Pariwisata Nusa Penida

Edukasi Agraria dari Kasus Tanah Laba Pura di Tengah Laju Pariwisata Nusa Penida

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co