6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sirik dan Benci, Mungkin Tanda-tanda ODGJ

Dian Suryantini by Dian Suryantini
November 19, 2019
in Esai
Sirik dan Benci, Mungkin Tanda-tanda ODGJ

Ilustrasi: Cotek

Sifat sirik dan benci mutlak dimiliki oleh setiap manusia termasuk saya. Saya pernah sirik dengan seseorang karena dia bisa melakukan hal yang tidak bisa saya lakukan. Tapi itu tidak membuat saya menyerah, namun membuat saya berpikir bagaimana caranya agar saya mampu melakukan hal seperti dia meskipun belum berhasil hingga detik ini.

Kalau masalah benci ya relatif. Kalau benci dengan hal yang benar-benar tidak bisa dimaafkan maka lakukan saja sewajarnya. Tapi jika benci tanpa sebab dan tiba-tiba berubah sikap terhadap seseorang itu merupakan hal yang sangat luar biasa. Luar biasa aneh maksudnya. Ya namanya juga manusia, sirik dan benci adalah hak semua insan di dunia. Asal jangan berlebihan.

Seseorang yang sirik dan benci terhadap orang lain biasanya cenderung menjauh. Menjaga jarak antara dirinya dengan orang itu serta orang-orang dilingkaran orang-orang yang dia benci. Kadangkala jika tak sengaja bertemu dia akan berusaha bersikap biasa meskipun batinnya tertekan dan meronta. Bukan sok tau atau berusaha meramal. Tapi itu terpancar dari pandangan matamu, Sayang. Hahaha.

Semakin berusaha menghindar dari kenyataan maka semakin tersiksalah hati itu. Tolong kondisikan diri. Jangan hanya menjaga perasaan orang lain. Tapi jagalah hatimu sendiri supaya tidak sakit hati. Selain itu, seseorang yang telah memendam rasa benci terhadap orang lain juga selalu merasa dirinya adalah korban. Semua yang dia lakukan dimasa lalu dianggapnya sebuah hal yang memposisikan dirinya selalu benar sehingga hal yang dituturkan kepada orang lain memicu rasa iba pada dirinya. Betapa menyedihkannya dia. Sungguh memprihatinkan.

Hal yang paling parah yang dilakukan seseorang yang memiliki rasa yang maha dahsyat itu (sirik dan benci) adalah menceritakan hal-hal yang dia lihat dari orang yang dia benci kepada orang lain, dan membuat orang lain percaya bahwa orang yang dia benci itu benar-benar pantas untuk dibenci. Sungguh sayang beribu sayang, Tuhan menciptakan otak dan mulutnya hanya untuk melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat. Mencari sekutu agar terlihat benar dimata orang lain.

Dia sendiri sudah memprihatinkan. Tapi yang lebih memprihatinkan lagi adalah orang yang percaya dengan cerita orang itu dan ikut membeci seseorang yang sama tanpa tahu kebenarannya dari yang bersangkutan. Oh God, betapa bodohnya. Sudah bodoh, percaya dengan hal bodoh. Jadinya…?? Silahkan bayangkan sendiri wahai pembaca yang budiman!

Terkadang pula orang dengan hati yang benci bersikap aneh jika ia berhadapan langsung dengan orang yang dia benci. Ketika berkumpul bersama dengan orang dia benci ia pun ingin disapa lebih dulu atau menyapa lebih dulu dengan terpaksa dan raut wajah tertekuk.  Misalnya, tak ada kecoa tak ada kodok, tiba-tiba melontarkan sindiran. Dengan nada dan permainan mata yang sangat kentara. Bermaksud agar yang disindir sakit hati dan marah di hadapannya. Dan ia pun terlihat seperti korban (lagi). Lebih-lebih melakukan bisik-bisik tetangga dengan suara yang keras. Waras gak sih???

Dan, di jaman teknologi yang serba canggih ini, sosmed bermunculan dengan berbagai aplikasi. Biasanya, berdasarkan pengalaman saya, seseorang yang memiliki rasa benci yang sangat besar terhadap orang lain akan meluapkannya via sosmed. Entah itu Facebook, Intagram, Line atau Twitter.

Cuitan-cuitan yang dilontarkannya pun cenderung berisi sindiran yang memojokkan orang yang dibenci dan membenarkan dirinya sendiri. Sehingga netizen (mungkin) akan percaya dengan cerita-ceritanya. Namanya juga netizen. Kurang riset, taunya setengah, ngomongnya double, otaknya nol.

Saya sungguh prihatin dengan orang-orang yang demikian. Sering saya bergumam pada diri sendiri agar saya tak terpengaruh dan ikut-ikutan seperti dia. Tapi tak dapat saya pungkiri pula, orang-orang dengan sifat yang demikian banyak sekali bermunculan disekitar kita. Fenomena-fenomena seperti yang saya ceritakan di atas mungkin bisa disebut gejala OCD (Obsessive Compulsive Disorder) yang artinya gangguan mental yang menyebabkan seseorang merasa harus melakukan suatu tindakan secara berulang-ulang.

Bila tidak dilakukan, ia akan merasa cemas atau ketakukan. Gangguan ini bisa dialami oleh siapa saja. Seseorang dengan OCD terkadang sudah menyadari bahwa pikiran dan tindakannya tersebut berlebihan, tetapi tetap merasa harus melakukannya dan tidak dapat menghindariya. Singkatnya bisa dibilang “parno atau paraniod”. Kecemasan dan ketakutan terhadap sesuatu itu sangat mirip dengan yang saya ceritakan diatas.

Sesorang yang bencinya terlalu besar akan cenderung melakukan hal sama dan takut kehilangan sesuatu atau takut tak memiliki sesuatu. Maka dari itu dia melakukan semua hal terhadap orang yang dia benci secara berlebihan agar dia terlihat paling benar dan orang-orang akan berpihak padanya.

Sesorang dengan OCD ini bisa jadi akan mengarah pada gangguan mental yang lebih parah yakni ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) alias GILA! Jadi buat kalian yang meiliki sifat sirik dan benci secara berlebihan bersiaplah menuju ODGJ. [T]

Tags: gaya hidupODGJpergaulan
Share49TweetSendShareSend
Previous Post

Kematian Misterius di Rumah Sakit

Next Post

Membongkar Produk Budaya yang Menjadi Landasan Kekerasan

Dian Suryantini

Dian Suryantini

Kuliah sambil kerja di Singaraja

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Membongkar Produk Budaya yang Menjadi Landasan Kekerasan

Membongkar Produk Budaya yang Menjadi Landasan Kekerasan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co