26 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Paskah untuk Semua: Kebangkitan Kasih dalam Kesadaran Universal

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
April 5, 2026
in Esai
Paskah untuk Semua: Kebangkitan Kasih dalam Kesadaran Universal

PERAYAAN Easter atau Paskah sering kali dipahami secara eksklusif sebagai peristiwa keagamaan dalam tradisi Kristen. Ia dikaitkan dengan kebangkitan Yesus Kristus setelah penyaliban—sebuah peristiwa sakral yang menjadi fondasi iman. Namun, jika kita menyelami lebih dalam, Paskah sesungguhnya melampaui batas agama, budaya, bahkan zaman. Ia adalah simbol universal tentang kebangkitan kesadaran, kemenangan kasih atas kebencian, dan kehidupan atas kematian.

Dalam terang pemahaman ini, Paskah bukan hanya milik umat Kristen, tetapi milik seluruh umat manusia.

Dari Salib ke Kebangkitan: Transformasi Kesadaran

Kisah penyaliban dan kebangkitan Yesus bukan sekadar sejarah, tetapi juga metafora spiritual. Salib melambangkan penderitaan, ego, keterikatan, dan segala bentuk keterbatasan manusia. Sementara kebangkitan adalah simbol pembebasan, kesadaran baru, dan kelahiran kembali dalam cinta.

Dalam perspektif ini, setiap manusia mengalami “penyaliban” dalam hidupnya—saat menghadapi penderitaan, kehilangan, atau krisis makna. Namun Paskah mengingatkan bahwa di balik setiap “kematian” selalu ada potensi kebangkitan. Bukan kebangkitan fisik semata, melainkan kebangkitan batin—kesadaran yang lebih luas, lebih dalam, dan lebih penuh kasih.

Sumber foto: FB Satu Bumi

Kasih sebagai Jalan Universal

Ajaran utama Yesus sangat sederhana namun revolusioner: kasih. “Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.” Bahkan lebih radikal lagi, “Kasihilah musuhmu.” Ajaran ini menembus batas logika biasa dan mengarah pada kesadaran yang lebih tinggi.

Kasih dalam konteks ini bukan sekadar emosi, tetapi kesadaran. Ia adalah cara melihat dunia tanpa pemisahan, tanpa penghakiman. Dalam bahasa spiritual universal, kasih adalah energi yang menyatukan seluruh kehidupan.

Di sinilah kita dapat melihat resonansi ajaran Yesus dengan berbagai tradisi lain. Dalam Hindu dikenal konsep ahimsa (tanpa kekerasan) dan prema (cinta kasih). Dalam Buddhisme ada metta (cinta kasih universal). Semua menunjuk pada satu realitas yang sama: bahwa inti dari kehidupan adalah kasih.

Paskah dalam Perspektif Kesadaran Holistik

Jika dikaitkan dengan konsep Pancamaya Kosha, manusia terdiri dari lima lapisan kesadaran—fisik, energi, mental, intelektual, dan kebahagiaan sejati. Paskah dapat dipahami sebagai perjalanan menembus lapisan-lapisan tersebut menuju inti terdalam: kesadaran murni.

Penyaliban terjadi ketika kita terjebak pada lapisan luar—tubuh dan pikiran yang penuh konflik. Kebangkitan terjadi ketika kita menyadari dimensi terdalam diri kita, yaitu Anandamaya Kosha—lapisan kebahagiaan dan kesatuan.

Demikian pula dalam sistem chakra, kebangkitan dapat dilihat sebagai pergerakan energi dari pusat-pusat bawah menuju pusat tertinggi, Sahasrara, yang melambangkan pencerahan dan kesatuan dengan Yang Ilahi.

Doa, Syukur, dan Kehidupan Sehari-hari

Dalam kutipan Anand Krishna disebutkan:

“Seorang yang penuh kasih adalah Ilahi, hidup dalam doa, dan senantiasa bersyukur.”

Ini adalah esensi Paskah yang paling praktis. Kebangkitan bukan hanya peristiwa sekali setahun, tetapi harus menjadi pengalaman sehari-hari.

Hidup dalam doa bukan berarti selalu melafalkan kata-kata suci, tetapi hidup dalam kesadaran. Setiap tindakan menjadi doa ketika dilakukan dengan penuh perhatian dan kasih.

Syukur adalah tanda bahwa kita telah bangkit dari keluhan menuju penerimaan. Dalam syukur, tidak ada kekurangan—yang ada hanya kelimpahan.

Paskah dan Dunia Modern: Krisis dan Harapan

Di tengah dunia yang penuh konflik, polarisasi, dan krisis ekologis, pesan Paskah menjadi semakin relevan. Manusia modern sering kali terjebak dalam ego kolektif—identitas, ideologi, dan kepentingan sempit.

Paskah mengajak kita untuk “mati” terhadap ego tersebut dan “bangkit” dalam kesadaran universal. Ini bukan sekadar idealisme, tetapi kebutuhan mendesak bagi keberlangsungan umat manusia.

Tanpa kasih, teknologi hanya mempercepat kehancuran. Tanpa kesadaran, kemajuan hanya menjadi ilusi.

Paskah sebagai Jalan Bersama

Jika kita berani melihat lebih dalam, Paskah adalah undangan. Undangan untuk semua—tanpa memandang agama, suku, atau latar belakang—untuk mengalami transformasi batin.

Yesus tidak mengajarkan agama dalam arti sempit, tetapi jalan hidup. Jalan kasih, pengampunan, dan kesadaran.

Dalam semangat ini, Paskah menjadi perayaan universal. Ia bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi tentang menghidupi nilai-nilai abadi dalam kehidupan sehari-hari.

Kebangkitan dalam Diri Kita

Paskah sejati terjadi bukan di luar, tetapi di dalam diri. Setiap kali kita memilih kasih daripada kebencian, kita mengalami kebangkitan. Setiap kali kita memaafkan, kita bangkit. Setiap kali kita bersyukur, kita hidup kembali.

Maka, Paskah bukan hanya perayaan satu hari. Ia adalah perjalanan seumur hidup—menuju kesadaran yang lebih tinggi, menuju cinta yang lebih luas, menuju kemanusiaan yang lebih utuh.

Dan dalam perjalanan itu, kita menyadari satu hal sederhana namun mendalam: bahwa kasih adalah hakikat kita yang sejati. [T]

Tags: KristenKristianipaskah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Indonesia Tidak Sedang ‘Frugal Living’

Next Post

Notaris di Ujung Integritas: Ketika Etika Gagal Menyelamatkan Moral

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

by Nyoman Mariyana
April 26, 2026
0
Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

KEDATANGAN wisatawan ke Bali pada dasarnya bukan semata-mata karena hotel mewah, pusat hiburan, atau tempat belanja. Mereka datang karena ingin...

Read moreDetails

Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?

by I Nyoman Tingkat
April 26, 2026
0
Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?

SEKOLAH selalu menjadi objek sosialisasi bagi kesuksesan program pemerintah, baik pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Gaungnya makin kencang setelah reformasi...

Read moreDetails

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
0
Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

Read moreDetails

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
0
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

Read moreDetails

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails
Next Post
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Notaris di Ujung Integritas: Ketika Etika Gagal Menyelamatkan Moral

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali
Esai

Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

KEDATANGAN wisatawan ke Bali pada dasarnya bukan semata-mata karena hotel mewah, pusat hiburan, atau tempat belanja. Mereka datang karena ingin...

by Nyoman Mariyana
April 26, 2026
Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?
Esai

Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?

SEKOLAH selalu menjadi objek sosialisasi bagi kesuksesan program pemerintah, baik pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Gaungnya makin kencang setelah reformasi...

by I Nyoman Tingkat
April 26, 2026
Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali
Berita

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-9 dengan menggelar serangkaian kegiatan sosial yang menyentuh langsung...

by tatkala
April 25, 2026
Serangga dalam Piring Makan Kita
Kuliner

Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

by Jaswanto
April 25, 2026
Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan
Cerpen

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

by Depri Ajopan
April 25, 2026
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani
Puisi

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu
Esai

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’
Ulas Musik

Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’

DALAM tradisi hermeneutika, teks tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu lahir dari horison sejarah, budaya, dan kesadaran penuturnya. Apa yang...

by Ahmad Sihabudin
April 25, 2026
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co