17 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pasukan Taruna Menjelma Jadi Pasukan Penabuh dalam Lomba Baleganjur Ngarap SMA/SMK Se-Buleleng HUT ke-3 Pro Yowana Buleleng

Agus Suardiana Putra by Agus Suardiana Putra
March 17, 2026
in Panggung
Pasukan Taruna Menjelma Jadi Pasukan Penabuh  dalam Lomba Baleganjur Ngarap SMA/SMK Se-Buleleng HUT ke-3 Pro Yowana Buleleng

Penabuh Taruna ketika Penilaian Lomba Baleganjur Ngarap | Dok. OSIS SMA Taruna Mandara

MENDENGAR kata taruna, seakan terbayang seseorang yang tegap, tinggi, gagah, dan disiplin. Namun bagaimana jika kita membayangkan taruna memainkan instrumen gamelan yang sedang eksis belakangan ini, yaitu gamelan baleganjur? Pasti menarik dan dibuat penasaran.

Tahun ini, tepatnya pada Minggu 8 Maret 2026, penabuhtaruna SMA Taruna Mandara (TM) mengikuti Lomba Baleganjur Ngarap dalam rangka HUT ke-3 Pro Yowana Buleleng.

Hari itu, terik matahari di daerah seputaran Pantai Lovina di minggu tenang yang biasanya diisi dengan kegiatan santai oleh para taruna, mereka justru menyuguhkan ‘gempuran’ gending baleganjur ngarap di hadapan 3 juri. Sekolah yang dikenal sering meraih juara di bidang olahraga, salah satunya yang paling ikonik di Buleleng yaitu lomba Gerak Jalan 45 kilometer yang diadakan rutin setiap tahunnya, pada kesempatan ini TM mencoba hal baru mengikuti lomba di bidang seni baleganjur ngarap.

Para Taruna dan Taruni SMA Taruna Mandara | Dok. HUMAS SMA Taruna Mandara


TM, merupakan boarding school yang didirikan sekaligus dibina oleh mantan gubernur Bali 2 periode yaitu Komjen. Pol. (Prun) Dr. Drs. I Made Mangku Pastika, M.M. (dengan sapaan Mangku Pastika) bersama Yayasan Mandara Sejati yang diketuai oleh Putu Pasek Sandoz Prawirottama, anak kandung dari Mangku Pastika. Sekolah TM didirikan tahun 2018 merupakan sekolah umum dengan pendidikan berbasis asrama yang awalnya fokus mendidik murid laki-laki, di tahun 2024 di bawah pimpinan Ketut Arkama, S.Pd., Gr., TM mulai mendidik murid perempuan hingga sekarang.

Di umur TM yang ke-8 tahun ini, untuk pertamakalinya para taruna diberikan pengalaman diluar kebiasaan mereka, yaitu mengikuti lomba seni Baleganjur Ngarap. Termasuk seni yang baru taruna pelajari, yang sebelum-sebelumnya Baleganjur Ngarap belum pernah mereka pelajari di sekolah atau di asrama.

Lomba kali ini terbilang lain dari biasanya. Lomba Baleganjur Ngarap yang biasanya dinilai satu persatu dalam satu panggung namun kali ini beda. Rencana awal penilaian atau lomba dilaksanakan di Taman Bung Karno di Sukasada, namun karena ada miskomunikasi antara pengelola tempat penilaian dengan panitia lomba bahwa di hari yang sama terjadi benturan kegiatan, akhirnya diputuskan penilaian dilakukan di masing-masing sekolah peserta. Juri mandatangi setiap sekolah dari peserta lomba dengan jangka waktu 1 minggu penilaian, dan hasil penilaian akan diumuman pada hari Jumat, tanggal 20 Maret 2026.

Tiga Juri (berdiri paling depan) ketika Disuguhkan Adat Taruna | Dok. OSIS SMA Taruna Mandara

Di hari penilaian, setibanya para juri di TM, mereka dijamu di Ayodya (gedung kantor sekolah), dan hingga akhirnya diantarkan ke Gedung Asaka (tempat penilaian). Juri dibuat speechless dengan kebiasan adat di TM ketika memasuki Gedung Akasa (wantilan sekolah). Saat ketiga juri baru tiba di Akasa, salah satu taruna mengambil alih seluruh hadirin yang sudah siap menyaksikan penilaian lomba Baleganjur Ngarap.

“Seorang taruna yang menjabat sebagai ketua polisi taruna memimpin instruksi dengan menyebutkan ‘SMA Taruna Mandara!’, dijawab ‘Leader, Spirit Skill Stamina!’, dan disambung dengan mengucapkan ‘Janji Taruna’ seperti adat di TM biasanya,” tutur I Gede Beni Aprisma Yasa, S.Pd., Gr. (Mr. Beni/Wakil Kepala Sekolah Urusan Sarana Prasarana).

Proses penilaian di Gedung Akasa dihadiri oleh Kepala Sekolah Ketut Arkama, S.Pd., Gr. atau Mr. Arkama, Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan I Gusti Ayu Agung Darma Pertiwi, S.Pd., Gr. atau Ms. Agung, Wakil Kepala Sekolah Urusan Humas Putu Agus, S.Pd., Gr. atau Mr. Agus, dan Wakil Kepala Sekolah Urusan Sarana dan Prasarana I Gede Beni Aprisma Yasa, S.Pd., Gr. atau Mr. Beni, dan juga dihadiri oleh para taruna dan taruni TM.

Mr. Arkama Ketika Memberi Sambutan dalam Penilaian Lomba | Dok. OSIS SMA Taruna Mandara

Tiga juri menilai dengan teliti. Garapan Balagenjur Ngarap SEITAMA mengusung tema garapan Baleganjur Ngarap ‘Nugtug Bangke’, dengan komposer sekaligus pembina yaitu Kadek Teddy Mertayasa, S.Sn., Gr., dengan sapaan Mr. Teddy. Nugtug (Bahasa Bali) berarti ‘mengikuti’ dan ‘bangke’ sendiri merupakan kata dalam Bahasa Bali yang berarti mayat atau jenazah. Itu adalah prosesi pengantaran jenazah atau layon atau lelayu menuju setra (pemakaman) dalam rangkaian upacara pengabenan, dan dalam prosesi itu baleganjur ngarap sebagai pengiring upacara.

Tetabuhan baleganjur yang keras, ritmis dan dinamis dirancang sebagai pemantik bangunnya semangat secara fisik maupun secara spiritual para pengarap atau penyandang bade. Dari prosesi upacara pitra yadnya itulah Mr. Teddy mencoba menuangkan idenya ke dalam bentuk garapan baleganjur ngarap dalam Lomba Baleganjur Ngarap HUT ke-3 Pro Yowana Buleleng.

Berbagai Ekspresi Penabuh Taruna ketika Penilaian | Dok. OSIS SMA Taruna Mandara

Penampilan penabuh taruna SEITAMA dalam penilaian itu tampil sangat atraktif. Gending yang disajikan di atas rata-rata, terlihat profesional layaknya penabuh yang sudah terbiasa memainkan baleganjur ngarap. Penilaian berlangsung lancar, penampilannya pun bersih tanpa adanya kekeliruan dalam memainkan gending materi lomba.

Ms. Agung setelah menyaksikan penampilan para tarunanya, “Kesan saya sangat bangga terhadap para taruna yang mengikuti lomba Baleganjur Ngarap dengan proses yang singkat. Pemanfaatan waktu yang sangat baik, mereka mampu menyajikan karya dengan maksimal dan garapan yang apik yang dihasilkan setiap bagian-bagian lagu Baleganjur,” katanya.

Ms. Agung menyebutkan bahwa, para taruna sebelumnya belum pernah mengikuti lomba Baleganjur Ngarap, Ia terpukau dan kagum dengan para tarunanya di era moderen saat ini, para taruna masih peduli dengan musik tradisi yang mereka miliki.

Para Juri Ketika Menilai penampilan SEITAMA | Dok. OSIS SMA Taruna Mandara

Di balik penampilan yang apik, ada jerih payah Mr. Teddy membina penabuh taruna. Para taruna dilatih memainkan Baleganjur Ngarap dengan tekun dan rutin setiap hari.

“Saya latih tarunanya setiap sore pulang sekolah kurang lebih selama dua jam dari jam 3 sampai jam 5 sore. Sabtu dari jam 9 pagi sampai jam 4 sore, dan Minggu dari jam 8 pagi hingga jam 3 sore kurang lebih selama 2 bulan. Menjelang lomba, H-2 minggu para taruna diberikan dispensasi untuk fokus Latihan Baleganjur Ngarap untuk persiapan lomba tersebut,” kata Mr. Teddy.

Mr. Teddy menceritakan hal menarik selama proses latihan. “Cukup memutar otak melatih murid yang sebagian besar belum pernah memainkan gamelan, walaupun beberapa sudah ada yang pernah memainkan gamelan dan ikut sanggar seni di rumah. Menyiasati taruna yang belum pernah memainkan gamelan, saya menggunakan teknik menghitung untuk menyesuaikan dan mudah diterima oleh para taruna dari apa yang saya ajarkan dan tuangkan dalam karya Baleganjur Ngarap ini,” kata Mr. Teddy.

Ia bersama sekolah berupaya memberikan pengalaman baru untuk mengembangkan bakat taruna dan taruninya. Khusus di bidang seni, Mr. Teddy akan terus mengembangkan bakat seni taruna dengan mengikuti lomba di tingkat yang lebih tinggi, di samping melestarikan seni dengan ngayah di masyarakat. [T]

Penulis: Agus Suardiana Putra
Editor: Adnyana Ole

Tags: baleganjurbaleganjur ngarapkarawitan baliSMA Taruna Mandara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Maestro Tjokot, Gus Tilem, dan Gus Nyana Pulang ke Tugu Mayang Ubud

Next Post

Konsep Keseimbangan dalam Bhuta Wiru, Ogoh-Ogoh Banjar Wanayu, Gianyar

Agus Suardiana Putra

Agus Suardiana Putra

I Wayan Agus Suardiana Putra, S.Pd., M.Pd. Instagram @suardianaputra Facebook @Wayan Muncul

Related Posts

Konsep Keseimbangan dalam Bhuta Wiru, Ogoh-Ogoh Banjar Wanayu, Gianyar

by Wahyu Mahaputra
March 17, 2026
0
Konsep Keseimbangan dalam Bhuta Wiru, Ogoh-Ogoh Banjar Wanayu, Gianyar

Tubuh abu-abu besar, kalung benang menjuntai-juntai, rambut jabrik, dan juluran lidah perlambang ekspresi yang mengerikan tergambar dari ogoh-ogoh Bhuta Wiru,...

Read moreDetails

ANTRABEZ Rilis Single ‘Bali Menyepi’ di Lapas Kerobokan: Merayakan Nyepi Sebagai Ruang Refleksi dan Memaknai Kembali Hubungan antara Manusia, Alam dan Spiritualitas

by Nyoman Budarsana
March 16, 2026
0
ANTRABEZ Rilis Single ‘Bali Menyepi’ di Lapas Kerobokan: Merayakan Nyepi Sebagai Ruang Refleksi dan Memaknai Kembali Hubungan antara Manusia, Alam dan Spiritualitas

MENJELANG Nyepi, kemeriahaan anak-anak muda dalam menggarap atau menggotong ogoh-ogoh sering kali diekspresikan lewat lagu oleh grup band local di...

Read moreDetails

Kritik Sosial dan Wajah Bhuta Kala Hari Ini pada Ogoh-Ogoh Barbar

by Satria Aditya
March 14, 2026
0
Kritik Sosial dan Wajah Bhuta Kala Hari Ini pada Ogoh-Ogoh Barbar

SIANG itu, jalanan Kota Negara penuh oleh lautan manusia. Dentuman gambelan baleganjur bertalu-talu, sorot matahari memantul pada wajah para penonton...

Read moreDetails

Ogar-Ogar Ogoh-Ogoh Ketika Rock, Gamelan, dan Energi Banjar Menemukan Suaranya dalam Musik TRABASENJA

by Pranita Dewi
March 12, 2026
0
Ogar-Ogar Ogoh-Ogoh Ketika Rock, Gamelan, dan Energi Banjar Menemukan Suaranya dalam Musik TRABASENJA

ADA sesuatu yang selalu terasa menjelang malam pengerupukan di Bali. Jalan-jalan desa mulai ramai, anak-anak muda berkumpul di bale banjar,...

Read moreDetails

Tak Disangka Tak Terduga, Dari Kisah Gowaksa, “Wit Kawit” Antar ST Taruna Dharma Castra Juara I Kasanga Fest 2026

by Dede Putra Wiguna
March 10, 2026
0
Tak Disangka Tak Terduga, Dari Kisah Gowaksa, “Wit Kawit” Antar ST Taruna Dharma Castra Juara I Kasanga Fest 2026

PENILAIAN seni memang subjektif. Namun pada akhirnya, karya yang mampu menyatukan gagasan, visual, dan pementasan sering kali menonjol dengan sendirinya....

Read moreDetails

‘Gangga Maya’ Antar Garas Prahmantara Juara 1 Lomba Sketsa Ogoh-Ogoh Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 9, 2026
0
‘Gangga Maya’ Antar Garas Prahmantara Juara 1 Lomba Sketsa Ogoh-Ogoh Kasanga Festival 2026

DI antara deretan karya dalam Lomba Sketsa Ogoh-ogoh pada Kasanga Festival 2026, sebuah gambar berjudul “Gangga Maya” menarik perhatian dewan...

Read moreDetails

Di Balik Meriahnya Kasanga Festival 2026, Ada Sampah yang Dipilah

by Dede Putra Wiguna
March 9, 2026
0
Di Balik Meriahnya Kasanga Festival 2026, Ada Sampah yang Dipilah

DI tengah riuh pengunjung dan hiruk-pikuk festival, sekelompok pemuda-pemudi justru sibuk memilah sampah. Di Kasanga Festival 2026, pengelolaan sampah bukan...

Read moreDetails

Ketika Para Bocah Mengarak Ogoh-Ogoh di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 9, 2026
0
Ketika Para Bocah Mengarak Ogoh-Ogoh di Kasanga Festival 2026

HARI itu, Minggu pagi, 8 Maret 2026, langkah-langkah kecil berbaris rapi. Lapangan Puputan Badung, Denpasar berubah menjadi arena budaya yang...

Read moreDetails

Dari Sketsa, Tapel, hingga Ogoh-Ogoh Mini: Ketika Generasi Muda Denpasar Adu Kreativitas di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 9, 2026
0
Dari Sketsa, Tapel, hingga Ogoh-Ogoh Mini: Ketika Generasi Muda Denpasar Adu Kreativitas di Kasanga Festival 2026

PULUHAN sketsa, tapel, dan ogoh-ogoh mini berjajar di dalam tenda pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar. Di...

Read moreDetails

Dari Senja di Kawasan Catur Muka, 16 Ogoh-Ogoh Terbaik Denpasar Buka ‘Kasanga Festival 2026’

by Dede Putra Wiguna
March 8, 2026
0
Dari Senja di Kawasan Catur Muka, 16 Ogoh-Ogoh Terbaik Denpasar Buka ‘Kasanga Festival 2026’

KETIKA kulkul dipukul, Kasanga Festival 2026 pun resmi dibuka di jantung Kota Denpasar. Hari itu, Jumat, 6 Maret 2026, tepat...

Read moreDetails
Next Post
Konsep Keseimbangan dalam Bhuta Wiru, Ogoh-Ogoh Banjar Wanayu, Gianyar

Konsep Keseimbangan dalam Bhuta Wiru, Ogoh-Ogoh Banjar Wanayu, Gianyar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Konsep Keseimbangan dalam Bhuta Wiru, Ogoh-Ogoh Banjar Wanayu, Gianyar
Panggung

Konsep Keseimbangan dalam Bhuta Wiru, Ogoh-Ogoh Banjar Wanayu, Gianyar

Tubuh abu-abu besar, kalung benang menjuntai-juntai, rambut jabrik, dan juluran lidah perlambang ekspresi yang mengerikan tergambar dari ogoh-ogoh Bhuta Wiru,...

by Wahyu Mahaputra
March 17, 2026
Pasukan Taruna Menjelma Jadi Pasukan Penabuh  dalam Lomba Baleganjur Ngarap SMA/SMK Se-Buleleng HUT ke-3 Pro Yowana Buleleng
Panggung

Pasukan Taruna Menjelma Jadi Pasukan Penabuh dalam Lomba Baleganjur Ngarap SMA/SMK Se-Buleleng HUT ke-3 Pro Yowana Buleleng

MENDENGAR kata taruna, seakan terbayang seseorang yang tegap, tinggi, gagah, dan disiplin. Namun bagaimana jika kita membayangkan taruna memainkan instrumen...

by Agus Suardiana Putra
March 17, 2026
Maestro Tjokot, Gus Tilem, dan Gus Nyana Pulang ke Tugu Mayang Ubud
Ulas Rupa

Maestro Tjokot, Gus Tilem, dan Gus Nyana Pulang ke Tugu Mayang Ubud

Karya ogoh-ogoh berjudul “Tugu Mayang” dari ST. Pandawa Banjar Tarukan, Desa Adat Mas, Ubud, Gianyar, menguatkan sebuah kecenderungan estetika yang...

by Agung Bawantara
March 17, 2026
‘Mull of Kintyre’: Pulang sebagai Doa yang Diam
Ulas Musik

‘Mull of Kintyre’: Pulang sebagai Doa yang Diam

Lagu “Mull of Kintyre” dari Wings (1977), yang ditulis oleh Paul McCartney bersama Denny Laine, kerap dibaca sebagai balada pastoral...

by Ahmad Sihabudin
March 17, 2026
Di Hati Kami Orang Indonesia —Perempuan Swiss di Sumatra dan Jawa Selama 25 tahun: 1920-1945
Ulas Buku

Di Hati Kami Orang Indonesia —Perempuan Swiss di Sumatra dan Jawa Selama 25 tahun: 1920-1945

Judul: Im Herzen waren wir Indonesier Penulis: Gret Surbeck Penerbit: Limmat Verag, 2007 Tebal: 508 Bahasa : Jerman Christa Miranda, menemukan...

by Sigit Susanto
March 17, 2026
2 April, Puncak Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur Tahun 2026 —Nyejer 11 Hari
Budaya

2 April, Puncak Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur Tahun 2026 —Nyejer 11 Hari

Pujawali Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur tahun Saka 1948/tahun 2026 dilaksanakan dari tanggal 20 Maret 2026 sampai dengan...

by tatkala
March 17, 2026
ANTRABEZ Rilis Single ‘Bali Menyepi’ di Lapas Kerobokan: Merayakan Nyepi Sebagai Ruang Refleksi dan Memaknai Kembali Hubungan antara Manusia, Alam dan Spiritualitas
Panggung

ANTRABEZ Rilis Single ‘Bali Menyepi’ di Lapas Kerobokan: Merayakan Nyepi Sebagai Ruang Refleksi dan Memaknai Kembali Hubungan antara Manusia, Alam dan Spiritualitas

MENJELANG Nyepi, kemeriahaan anak-anak muda dalam menggarap atau menggotong ogoh-ogoh sering kali diekspresikan lewat lagu oleh grup band local di...

by Nyoman Budarsana
March 16, 2026
Ogoh-Ogoh Bali Mengambil Inspirasi dari Cerita-cerita Tiongkok, Boleh Kan?
Esai

Ogoh-Ogoh Bali Mengambil Inspirasi dari Cerita-cerita Tiongkok, Boleh Kan?

Sebuah video melintas begitu saja di beranda For You Page (FYP) TikTok yang iseng saya buka pada suatu sore yang...

by Julio Saputra
March 16, 2026
Manacika dalam Modernitas : Menavigasi Soft Burnout Melalui Lensa Sarasamuscaya
Esai

Manacika dalam Modernitas : Menavigasi Soft Burnout Melalui Lensa Sarasamuscaya

​Di panggung kehidupan yang menuntut produktivitas tanpa jeda, sering kali kita terjebak dalam sebuah ironi : tubuh yang tetap bergerak,...

by Ida Ayu Made Dwi Antari
March 16, 2026
Efek Monyet Keseratus dan Kesadaran Kolektif
Esai

Efek Monyet Keseratus dan Kesadaran Kolektif

FENOMENA “monyet keseratus” yang diperkenalkan oleh Lyall Watson (1979) dalam buku Lifetide, kerap dijadikan metafora untuk menjelaskan bagaimana transformasi perilaku...

by Agung Sudarsa
March 16, 2026
Laporan Survey Program Desa Binaan FBS Undiksha di Desa Pedawa: Membangun Desain Pembangunan Desa Berbasis Komunitas
Khas

Laporan Survey Program Desa Binaan FBS Undiksha di Desa Pedawa: Membangun Desain Pembangunan Desa Berbasis Komunitas

PROGRAM Desa Binaan yang dikembangkan oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Pendidikan Ganesha merupakan bagian dari upaya menghadirkan perguruan...

by I Wayan Artika
March 16, 2026
Cuaca Makin Panas, Bagaimana Nasib Ginjal Kita?
Esai

Cuaca Makin Panas, Bagaimana Nasib Ginjal Kita?

Coba ingat kembali, berapa gelas air putih yang sudah Anda habiskan hari ini? Di tengah cuaca yang semakin panas, segelas...

by Gede Made Cahya Trisna Pratama
March 15, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co