MINGGU sore, 21 Februari 2026, langit Denpasar sempat berawan. Namun di Amphitheater Living World Denpasar, semangat justru menyala terang. Di panggung terbuka itu, Grand Final Pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe) UNHI 2026 digelar dengan khidmat sekaligus meriah. Satu per satu rangkaian acara berlangsung, mengantar lahirnya para duta yang diharapkan menjadi wajah generasi unggul dan berencana.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIK-M) Kula Jana Nuraga, Universitas Hindu Indonesia (UNHI). Mengusung tema “Mewujudkan Generasi Muda Unggul, Sadar, dan Berencana”, ajang ini bukan sekadar kompetisi penampilan dan intelektualitas. Tema tersebut dipilih sebagai refleksi bahwa kebahagiaan dan kesuksesan hanya dapat dicapai melalui perencanaan yang matang, kesadaran diri, serta langkah yang bertanggung jawab dalam menjalani transisi kehidupan.

Proses panjang telah dimulai jauh sebelum malam puncak. Sebanyak 15 peserta mengikuti tahap awal seleksi. Rangkaian kegiatan diawali dengan pendaftaran, dilanjutkan technical meeting, pembekalan I dan II, hingga seleksi lima besar. Dari sana, para finalis kembali diuji untuk menembus tiga besar yang akan tampil di Living World Denpasar, sebelum akhirnya ditentukan para pemenang pada malam grand final.
“Sebagai Ketua Panitia, saya merasa sangat senang dan bangga karena pada akhirnya kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar serta berhasil menemukan penerus Duta GenRe yang bertalenta dan berpotensi besar,” ujar Niluh Ray Ariasih, Ketua Panitia Pemilihan Duta GenRe UNHI 2026.
Acara grand final dibuka dengan doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta Mars BKKBN/Kemendukbangga. Sambutan-sambutan juga mengawali suasana resmi. Setelah itu, panggung berubah lebih dinamis lewat opening dance dan opening number yang ditampilkan para finalis. Mereka tampak percaya diri, memadukan kekompakan, ekspresi, dan energi yang mengundang riuh tepuk tangan penonton.

Suasana kian menegang ketika nama-nama tiga besar diumumkan. Para finalis yang terpilih harus melewati tahap tanya jawab, sebuah sesi yang kerap menjadi penentu. Di sinilah kapasitas berpikir kritis, kepekaan sosial, dan pemahaman tentang peran Duta GenRe benar-benar diuji. Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan dewan juri untuk memastikan bahwa yang terpilih bukan hanya unggul dalam penampilan, tetapi juga matang dalam gagasan dan komitmen.
Namun perjalanan menuju puncak tidak sepenuhnya mulus. Di balik gemerlap panggung, panitia sempat menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah gangguan di ruang tunggu karena toilet mengalami kebocoran. Kondisi itu sempat mengganggu persiapan peserta yang tengah menata mental dan penampilan sebelum tampil di hadapan publik.

Belum usai dengan kendala teknis, hujan turun di pertengahan acara. Karena kegiatan dilaksanakan secara outdoor, peserta, dewan juri, dan tamu undangan sempat kehujanan. Meski demikian, hujan tak menyurutkan semangat. Seperti disampaikan Niluh Ray Ariasih, gangguan tersebut tidak mengurangi tekad seluruh pihak yang terlibat hingga acara tetap berjalan dengan baik.
Menurut Ray Ariasih, momen-momen tak terduga itu justru menjadi pembelajaran. Ajang ini bukan hanya tentang seleksi, tetapi juga tentang ketangguhan menghadapi situasi di luar rencana ─ sebuah nilai yang sejalan dengan semangat generasi berencana itu sendiri.
Setelah dewan juri menyelesaikan penilaian, tibalah saat yang dinanti. Nama-nama pemenang akhirnya ditegaskan. Untuk kategori Winner Duta GenRe UNHI 2026, terpilih Ida Bagus Gede Yonanda Surya Putra Manuaba dan Kadek Febry Rahma Putry. Runner Up I diraih oleh Kadek Yudi Pratama dan Ni Putu Epi Pariani. Sementara Runner Up II jatuh kepada Komang Arie Mahaputra Sanjaya dan Ni Komang Cintya Sekaryanti.

Tepuk tangan membahana. Raut haru, bangga, dan bahagia menyatu di atas panggung. Bagi para pemenang, momen itu menjadi penanda dimulainya tanggung jawab baru. Mereka bukan hanya menyandang selempang dan gelar, tetapi juga amanah untuk menjadi representasi mahasiswa UNHI dalam menyuarakan pentingnya perencanaan kehidupan, kesehatan reproduksi, serta kesadaran akan masa depan.
Niluh Ray Ariasih menaruh harapan besar kepada para Duta GenRe terpilih. Ia berharap mereka dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik, menjaga kekompakan tanpa adanya perpecahan, serta mampu membawa nama baik kampus. Lebih jauh lagi, ia juga berharap para Duta GenRe UNHI dapat melangkah lebih jauh dan bergabung dengan Duta GenRe Kota Denpasar.
Harapan itu bukan tanpa alasan. Sebagai bagian dari PIK-M Kula Jana Nuraga, Duta GenRe UNHI diharapkan menjadi perpanjangan tangan kampus dalam mengedukasi mahasiswa mengenai pentingnya perencanaan hidup yang matang. Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, peran generasi muda sebagai agen perubahan menjadi semakin strategis.

Malam itu, di bawah langit yang sempat diguyur hujan, semangat tetap berdiri tegak. Para finalis telah melalui proses panjang ─ dari seleksi awal hingga panggung grand final. Mereka telah membuktikan bahwa generasi muda UNHI tak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kesadaran untuk merencanakan masa depan dengan penuh tanggung jawab. Grand Final Pemilihan Duta GenRe UNHI tentu bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menjadi panggung pembuktian bahwa dari kampus, lahir generasi yang siap melangkah dengan rencana, kesadaran, dan komitmen untuk berdampak. [T]
Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Budarsana



























