6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ironi Surga Dunia: Dominasi Bali Selatan dan Ketimpangan Sosial

I Komang Adi Muliana by I Komang Adi Muliana
February 26, 2026
in Esai
Ironi Surga Dunia: Dominasi Bali Selatan dan Ketimpangan Sosial

Ilustrasi tatkala.co | Canva

BALI sering dijuluki sebagai “surga dunia”, julukan yang bagi saya overrated (dipuji secara berlebihan). Bila wilayahnya disebut sebagai surga dunia, maka seharusnya penduduknya adalah penghuni surga. Namun, sangat ironis ketika “penghuni surga” justru (terpaksa) harus meninggalkan tanah kelahirannya—merantau, demi mengupayakan hidup yang lebih layak. Mereka merantau bukan karena pilihan, melainkan karena ruang hidup mereka dikepung oleh ketimpangan sosial.

SARBAGITA—Sentris

Pembangunan ekonomi Bali terfokus di Wilayah Bali Selatan: Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan (SARBAGITA), terutama sektor pariwisata. Hampir 80% infrastruktur pariwisata (hotel berbintang, bandara internasional, jalan tol, kawasan hiburan, hingga pelabuhan) terfokus di Bali Selatan (Brida Kabupaten Buleleng, 2026). Wilayah Bali Utara, Barat, dan Timur mencakup: Buleleng, Jembrana, Karangasem, Klungkung, dan Bangli. Pembangunannya relatif tertinggal dikarenakan akses transportasi, investasi, dan infrastruktur pariwisata kurang berkembang.

Pembangunan wilayah sejatinya musti didesain bukan sekadar untuk mengejar pertumbuhan ekonomi dan kemudahan akses di pusat kota, melainkan untuk distribusi keadilan—kesempatan sama yang dapat dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat di wilayah tersebut. Sayangnya, di Bali, pemerataan pembangunan sering kali hanya menjadi komoditas politik atau slogan musiman menjelang pemilu.

“SARBAGITA—Sentris”—frasa yang mengacu pada fenomena pemusatan pembangunan di daerah Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan—masih relevan hingga saat ini. Jika kita berkendara di sepanjang jalan Kota Denpasar dan Badung, kita akan disuguhi pemandangan infrastruktur yang relatif mapan. Namun, ketika kita melipir ke wilayah pelosok, misalnya, Jembrana ataupun Karangasem, yang jauh dari pusat kota Denpasar. Kita akan menemukan fakta pahit bahwa ketimpangan pembangunan di Bali itu sangatlah nyata.

Secara historis, dominasi wilayah Bali Selatan memang telah terjadi sejak lama, mulai dari akhir masa kerajaan, kolonial, hingga kemerdekaan Indonesia saat ini. Wilayah ini tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga menjadi pusat pariwisata, ekonomi, kebudayaan, pendidikan, hingga politik di Bali.

Persebaran pembangunan yang tidak merata antara Bali Selatan dan non-Bali Selatan ini kemudian “memaksa” masyarakat untuk bekerja, beraktivitas, hingga berekreasi terpusat di Bali Selatan. Bahkan tidak sedikit yang “terpaksa” harus bekerja di luar negeri: misalnya kapal pesiar, tanker, maupun di darat (kebun/peternakan) untuk bisa mengupayakan hidup yang lebih layak.

Fenomena Merantau Sebagai Produk Ketimpangan Sosial

Dulunya saya beranggapan bahwa merantau adalah tindakan yang sungguh heroik. Pemuda-pemudi yang lahir di wilayah non-Bali Selatan, mencoba mengadu nasib, mengais rezeki, untuk bisa secara perlahan terbebas dari kemiskinan struktural dan menaikkan derajat keluarga di kampung. Namun, seiring berjalannya waktu, ditemani hirup pikuk kota Denpasar dan Yogyakarta—tempat saya merantau saat ini, saya mulai sadar bahwa ini adalah romantisme semu. Realitasnya, merantau adalah bentuk nyata dari kegagalan sistem dalam menghadirkan keadilan yang akhirnya melahirkan ketimpangan sosial.

Bagi mereka yang lahir dan tumbuh di Bali Selatan pun, terkadang musti pintar-pintar menyusun strategi agar bisa tetap bertahan. Sebab persaingan kerja yang ketat, biaya hidup tinggi, kemacetan, dan kini diperparah dengan banjir—yang nyaris selalu terjadi tiap kali hujan lebat. Sungguh sangat jauh dari fantasi “Surga Dunia”.

Mengapa semua orang harus menumpuk di SARBAGITA?

Sebab gravitasi kesejahteraan dan peluang hanya beredar di sekitar sana saja. Apabila bertahan di kampung, ijazah pendidikan yang kita perjuangkan sebelumnya (mungkin) hanya akan menjadi tumpukan kertas di dalam laci saja—karena lapangan kerja yang tersedia tidak mampu menampung kualifikasi yang kita usahakan selama duduk di bangku kuliah.

Tak heran apabila banyak anak muda yang mulai tercabut dari akar kulturalnya, sebab harus mengejar pundi-pundi rezeki di kota/luar negeri. Kita bekerja—meninggalkan kenyamanan di rumah, masakan ibu, dan waktu nongkrong dengan teman lama—demi bisa mencicipi kemakmuran yang terpusat di satu wilayah. Terkadang ada rindu—membuat sesak dada—yang harus ditahan, hanya untuk memastikan bahwa hari esok keluarga di kampung bisa tetap bertahan hidup dan kalau beruntung dapat kualitas yang lebih baik.

Fenomena Merantau ini sejatinya adalah potret implikasi dari dominasi kota dalam suatu daerah yang dipelihara. Kita didorong untuk dapat mandiri dan bertahan di tengah kondisi yang tidak ideal, sementara “sistem” yang ada justru terus-menerus memusatkan segalanya di satu titik.

Sampai Kapan Kita Akan Merantau?

Apakah “pemerataan pembangunan antarwilayah” sebagaimana yang diprioritaskan dalam RPJMN dan RPJMD (perencanaan lima tahunan) itu hanya sekadar wacana belaka? Upaya nyata dari harapan ini masih belum tampak dari langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah.

Memang benar ada upaya pemerataan pembangunan di luar Bali Selatan, misalnya: Kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Klungkung, Rencana Pembangunan Bandara Bali Utara di Buleleng, Rencana Pembangunan Tol Denpasar—Gilimanuk, hingga Rencana Pembangunan Taman Kerti Bali Semesta di Jembrana. Namun, kini progres dan realisasinya masih meninggalkan tanda tanya besar. Bali butuh adanya komitmen dan keseriusan yang berkelanjutan dalam upaya menuntaskan persoalan ini.

Ketimpangan ini bukanlah sekadar takdir geografi, melainkan produk dari kebijakan yang tidak mampu menghadirkan keadilan sosial bagi masyarakat. Bali butuh adanya komitmen dan keseriusan yang berkelanjutan dalam upaya menuntaskan persoalan ini. [T]

Penulis: I Komang Adi Muliana
Editor: Adnyana Ole


Tags: baliBali Selatanperantau
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Teater Tari ‘Swarga Rohana Parwa’ dari IHDN Mpu Kuturan: Teks-teks Kuno yang Digerakkan, Ditarikan dan Disuarakan

Next Post

‘Malajah Sambil Mapalianan’ di Bulan Bahasa Bali 2026: Anak-anak Ceria Belajar dan Bermain

I Komang Adi Muliana

I Komang Adi Muliana

Mahasiswa Magister Ilmu Hukum di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada. Sebelumnya menuntaskan pendidikan S1 di Fakultas Hukum Universitas Udayana. Memiliki ketertarikan pada isu-isu publik, khususnya yang berkaitan dengan hukum, sosial, dan pendidikan. Saat ini sedang aktif mengelola komunitas pemuda di Kabupaten Jembrana bernama Lokal Perspektif. IG: adimuliana999

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
‘Malajah Sambil Mapalianan’ di Bulan Bahasa Bali 2026: Anak-anak Ceria Belajar dan Bermain

'Malajah Sambil Mapalianan' di Bulan Bahasa Bali 2026: Anak-anak Ceria Belajar dan Bermain

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co