22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dialog Publik HMI Cabang Singaraja: Revisi UU Pilkada Dinilai Dapat Geser Mandat Rakyat ke Elit

Rusdy Ulu by Rusdy Ulu
February 1, 2026
in Politik
Dialog Publik HMI Cabang Singaraja: Revisi UU Pilkada Dinilai Dapat Geser Mandat Rakyat ke Elit

Dialog Publik HMI Cabang Singaraja

Wacana revisi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada) kembali mengemuka di tengah publik. Isu ini menjadi perbincangan hangat dalam Dialog Publik yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Singaraja di Kedai Umah Pradja, Singaraja, Minggu sore, 1 Februari 2026. Mahasiswa, akademisi, politisi, dan penyelenggara pemilu membahas secara terbuka arah perubahan regulasi tersebut, terkait apakah akan memperkuat kedaulatan rakyat atau justru menambah beban demokrasi.

Dialog bertajuk “Kupas Tuntas Revisi UU Pilkada: Penguatan Kedaulatan Rakyat atau Beban Demokrasi” itu dimulai pukul 16.00 Wita dan dipandu oleh Fikih Fathul Rohman. Diskusi berlangsung di halaman belakang kedai yang dipenuhi para peserta diskusi yang terdiri dari ahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan, GMNI Cabang Buleleng, IMM Cabang Buleleng dan PMII Cabang Singaraja, BEM Rema Undiksha, BEM Institut MPU Kuturan Undiksha. Mereka turut hadir dan aktif menyampaikan pandangan, sehingga suasana diskusi berlangsung cair dan kritis.

Akademisi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) I Wayan Budiarta memaparkan materi

Akademisi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), I Wayan Budiarta, membuka diskusi dengan menekankan pentingnya mengevaluasi revisi UU Pilkada dari aspek hukum secara menyeluruh. Menurutnya, setiap produk hukum harus diuji dari berbagai sisi. “Harus dicek apakah bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, serta apakah memenuhi unsur filosofis, yuridis, dan sosiologis,” kata Budiarta.

Ia menambahkan, demokrasi memang dipayungi oleh hukum, namun dalam praktiknya hukum tidak bisa dilepaskan dari kepentingan politik. Karena itu, perubahan regulasi pemilihan kepala daerah tidak bisa dilihat semata-mata sebagai soal teknis, melainkan juga sebagai keputusan politik yang berdampak langsung pada kualitas demokrasi.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Buleleng Gede Ganesha memaparkan materi dalam diskusi

Komisioner Bawaslu Kabupaten Buleleng, Gede Ganesha, menilai diskursus publik terkait revisi UU Pilkada menjadi penting, terutama ketika wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD kembali mencuat. “Kalau DPRD yang memilih, pertanyaannya sederhananya adalah kepada siapa kepala daerah terpilih akan bertanggung jawab?” ujarnya.

Ganesha juga menepis anggapan bahwa Pilkada langsung selalu menjadi beban anggaran daerah. Ia mencontohkan pelaksanaan Pilkada di Kab. Buleleng. “Biaya Pilkada Buleleng waktu itu hanya sekitar setengah dari biaya pembangunan Pasar Banyuasri,” katanya. Menurutnya, Pilkada langsung memang menuntut pengawasan yang lebih luas dan berat, namun partisipasi publik juga jauh lebih tinggi. “Pengawasan lebih terbuka, masyarakat bisa ikut mengontrol,” ujarnya.

Pandangan lebih tegas disampaikan anggota Komisi II DPRD Buleleng, Dewa Komang Yudi Astara. Ia mengajak peserta diskusi mengajukan pertanyaan paling mendasar terkait arah demokrasi lokal. “Kepada siapa legitimasi demokrasi ini diserahkan?” katanya.

Menurut Dewa Komang Yudi Astara, pemilihan kepala daerah merupakan mandat politik yang bersumber dari rakyat. “Kalau pemilihan dilakukan melalui DPRD, mandat itu bergeser dari rakyat ke elit politik,” ujarnya. Ia menilai alasan efisiensi biaya tidak cukup kuat untuk mengubah sistem Pilkada. “Soal politik uang, saya kira tidak akan berubah. Yang berubah hanya polanya, dari transaksi terbuka ke transaksi tertutup dan lobi elit,” katanya.

Anggota Komisi II DPRD Buleleng Dewa Komang Yudi Astara memaparkan materi dalam diskusi

Ia menambahkan, perubahan tersebut berpotensi menjauhkan kebijakan publik dari kepentingan masyarakat. “Kalau kebijakan bersumber dari elit, itu kemunduran demokrasi,” ujar Komang Yudi Astara. Ia juga menekankan pentingnya partisipasi publik yang bermakna. “Partisipasi bukan sekadar datang dan memilih, tetapi tahu siapa yang dipilih, memahami rekam jejaknya, dan sadar konsekuensi politik ke depan,” katanya.

Dalam sesi tanya jawab, mahasiswa menyampaikan kritik terhadap rencana perubahan sistem Pilkada. Ketua BEM Rema Undiksha, I Wayan Reka Ningcaya Bawa, mempertanyakan efektivitas perubahan sistem tersebut. “Kalau masalahnya ongkos politik, kenapa yang diperbaiki bukan praktik politik uangnya?” ujarnya. Pertanyaan serupa disampaikan kader HMI Singaraja, Muhammad Yoga Ramadhan, yang mempertanyakan apakah revisi UU Pilkada akan menjadi solusi atau justru membuka ruang lebih besar bagi elit politik daerah.

Sementara itu, anggota BEM Institut MPU Kuturan Undiksha, Komang Trisna Jaya Andika Putra, menyoroti beban biaya Pilkada selama ini dan mempertanyakan langkah konkret untuk menurunkannya.

Menanggapi pertanyaan tersebut, I Wayan Budiarta menegaskan bahwa kualitas politik sangat ditentukan oleh karakteristik pemilih. Sementara Gede Ganesha menambahkan pentingnya literasi politik masyarakat. “Di Buleleng, hanya sekitar 60 persen pemilih yang menggunakan hak pilihnya. Ini sangat menentukan masa depan politik kita,” katanya.

Komang Yudi Astara menyatakan perlunya merevisi biaya politik yang membengkak dan memperketat regulasi transaksi politik, termasuk di tingkat penyelenggara. Ia juga mendorong pendidikan politik yang dilakukan secara masif. “Mahasiswa punya privilese untuk bertemu langsung dengan pembuat kebijakan atau pejabat. Dorongan eksternal dari mahasiswa tetap diperlukan,” ujarnya.

Suasana diskusi

Ketua Umum HMI Cabang Singaraja, Didit Kurniadin, menegaskan dialog ini menjadi ruang kritis untuk merespons kebijakan publik. “Kami menentang kebijakan yang tidak pro terhadap masyarakat. Ada intrik politis dalam revisi UU Pemilu yang berpotensi menguntungkan elit,” katanya.

Diskusi di Kedai Umah Pradja itu berakhir menjelang malam. Namun pertanyaan yang mengemuka masih menggantung apakah revisi UU Pilkada akan membawa demokrasi lebih dekat ke rakyat, atau justru menjauhkannya ke ruang-ruang elit politik. [T]

Reporter/Penulis: Rusdy Ulu
Editor: Jaswanto

Tags: HMIHMI Cabang SingarajaPolitikundang-undang pilkada
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Penggunaan Aksara Bali Harus Jadi Gerakan Kolektif di Ruang Publik

Next Post

Sentimen Negatif terhadap Pariwisata Bali: Tantangan Citra, Identitas, dan Keberlanjutan Pariwisata

Rusdy Ulu

Rusdy Ulu

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

by Dede Putra Wiguna
September 23, 2026
0
Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

PEMILIHAN Perbekel Desa Guwang 2026 telah usai. I Ketut Karben Wardana meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada...

Read moreDetails

Dua Belas Manifesto Aliansi Cipayung Plus untuk Dewan Perwakilan Rakyat

by Jaswanto
July 1, 2026
0
Dua Belas Manifesto Aliansi Cipayung Plus untuk Dewan Perwakilan Rakyat

DERU puluhan sepeda motor bergema dari arah utara Kota Singaraja pada Senin, 29 Juni 2026. Satu per satu kendaraan itu...

Read moreDetails

Malam Manis Galungan di Desa Alasangker, Hiburan Rakyat dan Aspirasi untuk Sang Calon Bupati

by Son Lomri
September 27, 2024
0
Malam Manis Galungan di Desa Alasangker, Hiburan Rakyat dan Aspirasi untuk Sang Calon Bupati

TIRAI merah itu dibuka oleh orang-orang. Anak muda, anak-anak, bahkan sampai orang tua sambil gendong anak. Konser mini, hiburan rakyat....

Read moreDetails

Anak Muda Bisa Buat Petisi Agar Politikus Tinggalkan Gaya Kampanye dengan Baliho

by Gede Agus Eka Pratama
June 10, 2024
0
Anak Muda Bisa Buat Petisi Agar Politikus Tinggalkan Gaya Kampanye dengan Baliho

BULELENG | TATKALA.CO -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan menantang anak muda agar mau...

Read moreDetails

Tokoh-tokoh Buleleng Bertemu, Apa yang Mereka Bicarakan?

by Redaksi Tatkala Buleleng
April 16, 2024
0
Tokoh-tokoh Buleleng Bertemu, Apa yang Mereka Bicarakan?

SEJUMLAH tokoh yang beberapa namanya disebut-sebut sebagai kandidat kuat calon Bupati Buleleng bertemu di  Sekretariat Kantor SMA Taruna Mandara, Kaliasem,...

Read moreDetails

Pilkada Buleleng 2024: Relawan Bilang Joss, Sutjidra Bilang Siap

by Redaksi Tatkala Buleleng
April 8, 2024
0
Pilkada Buleleng 2024: Relawan Bilang Joss, Sutjidra Bilang Siap

NYOMAN Sutjidra, kader PDI Perjuangan, akhirnya mengatakan diri siap untuk bertarung dalam perebutan kursi Bupati Buleleng pada Pemilihan Kepala Daerah...

Read moreDetails

Pengamat: Golkar Memiliki Kualitas SDM Paling Baik

by tatkala
July 19, 2023
0
Pengamat: Golkar Memiliki Kualitas SDM Paling Baik

JAKARTA  | Citra Nasional  Network (CNN)  membeberkan hasil penelitian terkait latar belakang tokoh politik yang paling disukai masyarakat untuk menjadi...

Read moreDetails

Kurangi Sampah Baliho Pemilu Serentak 2024 di Bali

by Redaksi Tatkala Denpasar
May 9, 2023
0
Kurangi Sampah Baliho Pemilu Serentak 2024 di Bali

DENPASAR | TATKALA.CO -- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali sebagai salah satu asosiasi media online di Bali berkontribusi dalam...

Read moreDetails

Diunggulkan Pemilih Muda, Pengamat: Airlangga dan Partai Golkar Harus Percaya Diri

by tatkala
May 9, 2023
0
Diunggulkan Pemilih Muda, Pengamat: Airlangga dan Partai Golkar Harus Percaya Diri

Ketua Umum dan Partai Golkar akah lebih percaya diri karena dukungan pemilih milenial  yang tercermin dalam survei Lembaga Penelitian Masyarakat...

Read moreDetails

Sejak Awal Harus Dilakukan Mitigasi Potensi Hoaks Pemilu 2024

by Redaksi Tatkala Buleleng
April 24, 2023
0
Sejak Awal Harus Dilakukan Mitigasi Potensi Hoaks Pemilu 2024

BULELENG | TATKALA.CO -- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali menyerukan kepada penyelenggara pemilu dan komponen masyarakat di Bali untuk...

Read moreDetails
Next Post
Sentimen Negatif terhadap Pariwisata Bali: Tantangan Citra, Identitas, dan Keberlanjutan Pariwisata

Sentimen Negatif terhadap Pariwisata Bali: Tantangan Citra, Identitas, dan Keberlanjutan Pariwisata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional
Pendidikan

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

by Rusdy Ulu
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co