14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dialog Publik HMI Cabang Singaraja: Revisi UU Pilkada Dinilai Dapat Geser Mandat Rakyat ke Elit

Rusdy Ulu by Rusdy Ulu
February 1, 2026
in Politik
Dialog Publik HMI Cabang Singaraja: Revisi UU Pilkada Dinilai Dapat Geser Mandat Rakyat ke Elit

Dialog Publik HMI Cabang Singaraja

Wacana revisi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada) kembali mengemuka di tengah publik. Isu ini menjadi perbincangan hangat dalam Dialog Publik yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Singaraja di Kedai Umah Pradja, Singaraja, Minggu sore, 1 Februari 2026. Mahasiswa, akademisi, politisi, dan penyelenggara pemilu membahas secara terbuka arah perubahan regulasi tersebut, terkait apakah akan memperkuat kedaulatan rakyat atau justru menambah beban demokrasi.

Dialog bertajuk “Kupas Tuntas Revisi UU Pilkada: Penguatan Kedaulatan Rakyat atau Beban Demokrasi” itu dimulai pukul 16.00 Wita dan dipandu oleh Fikih Fathul Rohman. Diskusi berlangsung di halaman belakang kedai yang dipenuhi para peserta diskusi yang terdiri dari ahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan, GMNI Cabang Buleleng, IMM Cabang Buleleng dan PMII Cabang Singaraja, BEM Rema Undiksha, BEM Institut MPU Kuturan Undiksha. Mereka turut hadir dan aktif menyampaikan pandangan, sehingga suasana diskusi berlangsung cair dan kritis.

Akademisi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) I Wayan Budiarta memaparkan materi

Akademisi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), I Wayan Budiarta, membuka diskusi dengan menekankan pentingnya mengevaluasi revisi UU Pilkada dari aspek hukum secara menyeluruh. Menurutnya, setiap produk hukum harus diuji dari berbagai sisi. “Harus dicek apakah bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, serta apakah memenuhi unsur filosofis, yuridis, dan sosiologis,” kata Budiarta.

Ia menambahkan, demokrasi memang dipayungi oleh hukum, namun dalam praktiknya hukum tidak bisa dilepaskan dari kepentingan politik. Karena itu, perubahan regulasi pemilihan kepala daerah tidak bisa dilihat semata-mata sebagai soal teknis, melainkan juga sebagai keputusan politik yang berdampak langsung pada kualitas demokrasi.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Buleleng Gede Ganesha memaparkan materi dalam diskusi

Komisioner Bawaslu Kabupaten Buleleng, Gede Ganesha, menilai diskursus publik terkait revisi UU Pilkada menjadi penting, terutama ketika wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD kembali mencuat. “Kalau DPRD yang memilih, pertanyaannya sederhananya adalah kepada siapa kepala daerah terpilih akan bertanggung jawab?” ujarnya.

Ganesha juga menepis anggapan bahwa Pilkada langsung selalu menjadi beban anggaran daerah. Ia mencontohkan pelaksanaan Pilkada di Kab. Buleleng. “Biaya Pilkada Buleleng waktu itu hanya sekitar setengah dari biaya pembangunan Pasar Banyuasri,” katanya. Menurutnya, Pilkada langsung memang menuntut pengawasan yang lebih luas dan berat, namun partisipasi publik juga jauh lebih tinggi. “Pengawasan lebih terbuka, masyarakat bisa ikut mengontrol,” ujarnya.

Pandangan lebih tegas disampaikan anggota Komisi II DPRD Buleleng, Dewa Komang Yudi Astara. Ia mengajak peserta diskusi mengajukan pertanyaan paling mendasar terkait arah demokrasi lokal. “Kepada siapa legitimasi demokrasi ini diserahkan?” katanya.

Menurut Dewa Komang Yudi Astara, pemilihan kepala daerah merupakan mandat politik yang bersumber dari rakyat. “Kalau pemilihan dilakukan melalui DPRD, mandat itu bergeser dari rakyat ke elit politik,” ujarnya. Ia menilai alasan efisiensi biaya tidak cukup kuat untuk mengubah sistem Pilkada. “Soal politik uang, saya kira tidak akan berubah. Yang berubah hanya polanya, dari transaksi terbuka ke transaksi tertutup dan lobi elit,” katanya.

Anggota Komisi II DPRD Buleleng Dewa Komang Yudi Astara memaparkan materi dalam diskusi

Ia menambahkan, perubahan tersebut berpotensi menjauhkan kebijakan publik dari kepentingan masyarakat. “Kalau kebijakan bersumber dari elit, itu kemunduran demokrasi,” ujar Komang Yudi Astara. Ia juga menekankan pentingnya partisipasi publik yang bermakna. “Partisipasi bukan sekadar datang dan memilih, tetapi tahu siapa yang dipilih, memahami rekam jejaknya, dan sadar konsekuensi politik ke depan,” katanya.

Dalam sesi tanya jawab, mahasiswa menyampaikan kritik terhadap rencana perubahan sistem Pilkada. Ketua BEM Rema Undiksha, I Wayan Reka Ningcaya Bawa, mempertanyakan efektivitas perubahan sistem tersebut. “Kalau masalahnya ongkos politik, kenapa yang diperbaiki bukan praktik politik uangnya?” ujarnya. Pertanyaan serupa disampaikan kader HMI Singaraja, Muhammad Yoga Ramadhan, yang mempertanyakan apakah revisi UU Pilkada akan menjadi solusi atau justru membuka ruang lebih besar bagi elit politik daerah.

Sementara itu, anggota BEM Institut MPU Kuturan Undiksha, Komang Trisna Jaya Andika Putra, menyoroti beban biaya Pilkada selama ini dan mempertanyakan langkah konkret untuk menurunkannya.

Menanggapi pertanyaan tersebut, I Wayan Budiarta menegaskan bahwa kualitas politik sangat ditentukan oleh karakteristik pemilih. Sementara Gede Ganesha menambahkan pentingnya literasi politik masyarakat. “Di Buleleng, hanya sekitar 60 persen pemilih yang menggunakan hak pilihnya. Ini sangat menentukan masa depan politik kita,” katanya.

Komang Yudi Astara menyatakan perlunya merevisi biaya politik yang membengkak dan memperketat regulasi transaksi politik, termasuk di tingkat penyelenggara. Ia juga mendorong pendidikan politik yang dilakukan secara masif. “Mahasiswa punya privilese untuk bertemu langsung dengan pembuat kebijakan atau pejabat. Dorongan eksternal dari mahasiswa tetap diperlukan,” ujarnya.

Suasana diskusi

Ketua Umum HMI Cabang Singaraja, Didit Kurniadin, menegaskan dialog ini menjadi ruang kritis untuk merespons kebijakan publik. “Kami menentang kebijakan yang tidak pro terhadap masyarakat. Ada intrik politis dalam revisi UU Pemilu yang berpotensi menguntungkan elit,” katanya.

Diskusi di Kedai Umah Pradja itu berakhir menjelang malam. Namun pertanyaan yang mengemuka masih menggantung apakah revisi UU Pilkada akan membawa demokrasi lebih dekat ke rakyat, atau justru menjauhkannya ke ruang-ruang elit politik. [T]

Reporter/Penulis: Rusdy Ulu
Editor: Jaswanto

Tags: HMIHMI Cabang SingarajaPolitikundang-undang pilkada
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Penggunaan Aksara Bali Harus Jadi Gerakan Kolektif di Ruang Publik

Next Post

Sentimen Negatif terhadap Pariwisata Bali: Tantangan Citra, Identitas, dan Keberlanjutan Pariwisata

Rusdy Ulu

Rusdy Ulu

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Malam Manis Galungan di Desa Alasangker, Hiburan Rakyat dan Aspirasi untuk Sang Calon Bupati

by Son Lomri
September 27, 2024
0
Malam Manis Galungan di Desa Alasangker, Hiburan Rakyat dan Aspirasi untuk Sang Calon Bupati

TIRAI merah itu dibuka oleh orang-orang. Anak muda, anak-anak, bahkan sampai orang tua sambil gendong anak. Konser mini, hiburan rakyat....

Read moreDetails

Anak Muda Bisa Buat Petisi Agar Politikus Tinggalkan Gaya Kampanye dengan Baliho

by Gede Agus Eka Pratama
June 10, 2024
0
Anak Muda Bisa Buat Petisi Agar Politikus Tinggalkan Gaya Kampanye dengan Baliho

BULELENG | TATKALA.CO -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan menantang anak muda agar mau...

Read moreDetails

Tokoh-tokoh Buleleng Bertemu, Apa yang Mereka Bicarakan?

by Redaksi Tatkala Buleleng
April 16, 2024
0
Tokoh-tokoh Buleleng Bertemu, Apa yang Mereka Bicarakan?

SEJUMLAH tokoh yang beberapa namanya disebut-sebut sebagai kandidat kuat calon Bupati Buleleng bertemu di  Sekretariat Kantor SMA Taruna Mandara, Kaliasem,...

Read moreDetails

Pilkada Buleleng 2024: Relawan Bilang Joss, Sutjidra Bilang Siap

by Redaksi Tatkala Buleleng
April 8, 2024
0
Pilkada Buleleng 2024: Relawan Bilang Joss, Sutjidra Bilang Siap

NYOMAN Sutjidra, kader PDI Perjuangan, akhirnya mengatakan diri siap untuk bertarung dalam perebutan kursi Bupati Buleleng pada Pemilihan Kepala Daerah...

Read moreDetails

Pengamat: Golkar Memiliki Kualitas SDM Paling Baik

by tatkala
July 19, 2023
0
Pengamat: Golkar Memiliki Kualitas SDM Paling Baik

JAKARTA  | Citra Nasional  Network (CNN)  membeberkan hasil penelitian terkait latar belakang tokoh politik yang paling disukai masyarakat untuk menjadi...

Read moreDetails

Kurangi Sampah Baliho Pemilu Serentak 2024 di Bali

by Redaksi Tatkala Denpasar
May 9, 2023
0
Kurangi Sampah Baliho Pemilu Serentak 2024 di Bali

DENPASAR | TATKALA.CO -- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali sebagai salah satu asosiasi media online di Bali berkontribusi dalam...

Read moreDetails

Diunggulkan Pemilih Muda, Pengamat: Airlangga dan Partai Golkar Harus Percaya Diri

by tatkala
May 9, 2023
0
Diunggulkan Pemilih Muda, Pengamat: Airlangga dan Partai Golkar Harus Percaya Diri

Ketua Umum dan Partai Golkar akah lebih percaya diri karena dukungan pemilih milenial  yang tercermin dalam survei Lembaga Penelitian Masyarakat...

Read moreDetails

Sejak Awal Harus Dilakukan Mitigasi Potensi Hoaks Pemilu 2024

by Redaksi Tatkala Buleleng
April 24, 2023
0
Sejak Awal Harus Dilakukan Mitigasi Potensi Hoaks Pemilu 2024

BULELENG | TATKALA.CO -- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali menyerukan kepada penyelenggara pemilu dan komponen masyarakat di Bali untuk...

Read moreDetails

Anggaran Pemilukada 2024: KPU Buleleng Minta 56 M, Bawaslu Minta 10 M

by Redaksi Tatkala Buleleng
March 8, 2023
0
Anggaran Pemilukada 2024: KPU Buleleng Minta 56 M, Bawaslu Minta 10 M

BULELENG | TATKALA.CO -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buleleng mengajukan usulan anggaran sebesar Rp 56 miliar untuk penyelenggaraan Pemilihan Umum...

Read moreDetails

Bawaslu dan Pers Sama-sama Berperan dalam Pengawasan

by Redaksi Tatkala Buleleng
March 7, 2023
0
Bawaslu dan Pers Sama-sama Berperan dalam Pengawasan

SUDAH SEHARUSNYA pers menjadi mitra strategis Bawaslu dalam mewujudkan keadilan pemilu. Melalui kerja-kerja jurnalistik, pers mampu membangun kepercayaan publik dalam...

Read moreDetails
Next Post
Sentimen Negatif terhadap Pariwisata Bali: Tantangan Citra, Identitas, dan Keberlanjutan Pariwisata

Sentimen Negatif terhadap Pariwisata Bali: Tantangan Citra, Identitas, dan Keberlanjutan Pariwisata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co