13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dialog Publik HMI Cabang Singaraja: Revisi UU Pilkada Dinilai Dapat Geser Mandat Rakyat ke Elit

Rusdy Ulu by Rusdy Ulu
February 1, 2026
in Politik
Dialog Publik HMI Cabang Singaraja: Revisi UU Pilkada Dinilai Dapat Geser Mandat Rakyat ke Elit

Dialog Publik HMI Cabang Singaraja

Wacana revisi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada) kembali mengemuka di tengah publik. Isu ini menjadi perbincangan hangat dalam Dialog Publik yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Singaraja di Kedai Umah Pradja, Singaraja, Minggu sore, 1 Februari 2026. Mahasiswa, akademisi, politisi, dan penyelenggara pemilu membahas secara terbuka arah perubahan regulasi tersebut, terkait apakah akan memperkuat kedaulatan rakyat atau justru menambah beban demokrasi.

Dialog bertajuk “Kupas Tuntas Revisi UU Pilkada: Penguatan Kedaulatan Rakyat atau Beban Demokrasi” itu dimulai pukul 16.00 Wita dan dipandu oleh Fikih Fathul Rohman. Diskusi berlangsung di halaman belakang kedai yang dipenuhi para peserta diskusi yang terdiri dari ahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan, GMNI Cabang Buleleng, IMM Cabang Buleleng dan PMII Cabang Singaraja, BEM Rema Undiksha, BEM Institut MPU Kuturan Undiksha. Mereka turut hadir dan aktif menyampaikan pandangan, sehingga suasana diskusi berlangsung cair dan kritis.

Akademisi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) I Wayan Budiarta memaparkan materi

Akademisi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), I Wayan Budiarta, membuka diskusi dengan menekankan pentingnya mengevaluasi revisi UU Pilkada dari aspek hukum secara menyeluruh. Menurutnya, setiap produk hukum harus diuji dari berbagai sisi. “Harus dicek apakah bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, serta apakah memenuhi unsur filosofis, yuridis, dan sosiologis,” kata Budiarta.

Ia menambahkan, demokrasi memang dipayungi oleh hukum, namun dalam praktiknya hukum tidak bisa dilepaskan dari kepentingan politik. Karena itu, perubahan regulasi pemilihan kepala daerah tidak bisa dilihat semata-mata sebagai soal teknis, melainkan juga sebagai keputusan politik yang berdampak langsung pada kualitas demokrasi.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Buleleng Gede Ganesha memaparkan materi dalam diskusi

Komisioner Bawaslu Kabupaten Buleleng, Gede Ganesha, menilai diskursus publik terkait revisi UU Pilkada menjadi penting, terutama ketika wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD kembali mencuat. “Kalau DPRD yang memilih, pertanyaannya sederhananya adalah kepada siapa kepala daerah terpilih akan bertanggung jawab?” ujarnya.

Ganesha juga menepis anggapan bahwa Pilkada langsung selalu menjadi beban anggaran daerah. Ia mencontohkan pelaksanaan Pilkada di Kab. Buleleng. “Biaya Pilkada Buleleng waktu itu hanya sekitar setengah dari biaya pembangunan Pasar Banyuasri,” katanya. Menurutnya, Pilkada langsung memang menuntut pengawasan yang lebih luas dan berat, namun partisipasi publik juga jauh lebih tinggi. “Pengawasan lebih terbuka, masyarakat bisa ikut mengontrol,” ujarnya.

Pandangan lebih tegas disampaikan anggota Komisi II DPRD Buleleng, Dewa Komang Yudi Astara. Ia mengajak peserta diskusi mengajukan pertanyaan paling mendasar terkait arah demokrasi lokal. “Kepada siapa legitimasi demokrasi ini diserahkan?” katanya.

Menurut Dewa Komang Yudi Astara, pemilihan kepala daerah merupakan mandat politik yang bersumber dari rakyat. “Kalau pemilihan dilakukan melalui DPRD, mandat itu bergeser dari rakyat ke elit politik,” ujarnya. Ia menilai alasan efisiensi biaya tidak cukup kuat untuk mengubah sistem Pilkada. “Soal politik uang, saya kira tidak akan berubah. Yang berubah hanya polanya, dari transaksi terbuka ke transaksi tertutup dan lobi elit,” katanya.

Anggota Komisi II DPRD Buleleng Dewa Komang Yudi Astara memaparkan materi dalam diskusi

Ia menambahkan, perubahan tersebut berpotensi menjauhkan kebijakan publik dari kepentingan masyarakat. “Kalau kebijakan bersumber dari elit, itu kemunduran demokrasi,” ujar Komang Yudi Astara. Ia juga menekankan pentingnya partisipasi publik yang bermakna. “Partisipasi bukan sekadar datang dan memilih, tetapi tahu siapa yang dipilih, memahami rekam jejaknya, dan sadar konsekuensi politik ke depan,” katanya.

Dalam sesi tanya jawab, mahasiswa menyampaikan kritik terhadap rencana perubahan sistem Pilkada. Ketua BEM Rema Undiksha, I Wayan Reka Ningcaya Bawa, mempertanyakan efektivitas perubahan sistem tersebut. “Kalau masalahnya ongkos politik, kenapa yang diperbaiki bukan praktik politik uangnya?” ujarnya. Pertanyaan serupa disampaikan kader HMI Singaraja, Muhammad Yoga Ramadhan, yang mempertanyakan apakah revisi UU Pilkada akan menjadi solusi atau justru membuka ruang lebih besar bagi elit politik daerah.

Sementara itu, anggota BEM Institut MPU Kuturan Undiksha, Komang Trisna Jaya Andika Putra, menyoroti beban biaya Pilkada selama ini dan mempertanyakan langkah konkret untuk menurunkannya.

Menanggapi pertanyaan tersebut, I Wayan Budiarta menegaskan bahwa kualitas politik sangat ditentukan oleh karakteristik pemilih. Sementara Gede Ganesha menambahkan pentingnya literasi politik masyarakat. “Di Buleleng, hanya sekitar 60 persen pemilih yang menggunakan hak pilihnya. Ini sangat menentukan masa depan politik kita,” katanya.

Komang Yudi Astara menyatakan perlunya merevisi biaya politik yang membengkak dan memperketat regulasi transaksi politik, termasuk di tingkat penyelenggara. Ia juga mendorong pendidikan politik yang dilakukan secara masif. “Mahasiswa punya privilese untuk bertemu langsung dengan pembuat kebijakan atau pejabat. Dorongan eksternal dari mahasiswa tetap diperlukan,” ujarnya.

Suasana diskusi

Ketua Umum HMI Cabang Singaraja, Didit Kurniadin, menegaskan dialog ini menjadi ruang kritis untuk merespons kebijakan publik. “Kami menentang kebijakan yang tidak pro terhadap masyarakat. Ada intrik politis dalam revisi UU Pemilu yang berpotensi menguntungkan elit,” katanya.

Diskusi di Kedai Umah Pradja itu berakhir menjelang malam. Namun pertanyaan yang mengemuka masih menggantung apakah revisi UU Pilkada akan membawa demokrasi lebih dekat ke rakyat, atau justru menjauhkannya ke ruang-ruang elit politik. [T]

Reporter/Penulis: Rusdy Ulu
Editor: Jaswanto

Tags: HMIHMI Cabang SingarajaPolitikundang-undang pilkada
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Penggunaan Aksara Bali Harus Jadi Gerakan Kolektif di Ruang Publik

Next Post

Sentimen Negatif terhadap Pariwisata Bali: Tantangan Citra, Identitas, dan Keberlanjutan Pariwisata

Rusdy Ulu

Rusdy Ulu

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Dua Belas Manifesto Aliansi Cipayung Plus untuk Dewan Perwakilan Rakyat

by Jaswanto
July 1, 2026
0
Dua Belas Manifesto Aliansi Cipayung Plus untuk Dewan Perwakilan Rakyat

DERU puluhan sepeda motor bergema dari arah utara Kota Singaraja pada Senin, 29 Juni 2026. Satu per satu kendaraan itu...

Read moreDetails

Malam Manis Galungan di Desa Alasangker, Hiburan Rakyat dan Aspirasi untuk Sang Calon Bupati

by Son Lomri
September 27, 2024
0
Malam Manis Galungan di Desa Alasangker, Hiburan Rakyat dan Aspirasi untuk Sang Calon Bupati

TIRAI merah itu dibuka oleh orang-orang. Anak muda, anak-anak, bahkan sampai orang tua sambil gendong anak. Konser mini, hiburan rakyat....

Read moreDetails

Anak Muda Bisa Buat Petisi Agar Politikus Tinggalkan Gaya Kampanye dengan Baliho

by Gede Agus Eka Pratama
June 10, 2024
0
Anak Muda Bisa Buat Petisi Agar Politikus Tinggalkan Gaya Kampanye dengan Baliho

BULELENG | TATKALA.CO -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan menantang anak muda agar mau...

Read moreDetails

Tokoh-tokoh Buleleng Bertemu, Apa yang Mereka Bicarakan?

by Redaksi Tatkala Buleleng
April 16, 2024
0
Tokoh-tokoh Buleleng Bertemu, Apa yang Mereka Bicarakan?

SEJUMLAH tokoh yang beberapa namanya disebut-sebut sebagai kandidat kuat calon Bupati Buleleng bertemu di  Sekretariat Kantor SMA Taruna Mandara, Kaliasem,...

Read moreDetails

Pilkada Buleleng 2024: Relawan Bilang Joss, Sutjidra Bilang Siap

by Redaksi Tatkala Buleleng
April 8, 2024
0
Pilkada Buleleng 2024: Relawan Bilang Joss, Sutjidra Bilang Siap

NYOMAN Sutjidra, kader PDI Perjuangan, akhirnya mengatakan diri siap untuk bertarung dalam perebutan kursi Bupati Buleleng pada Pemilihan Kepala Daerah...

Read moreDetails

Pengamat: Golkar Memiliki Kualitas SDM Paling Baik

by tatkala
July 19, 2023
0
Pengamat: Golkar Memiliki Kualitas SDM Paling Baik

JAKARTA  | Citra Nasional  Network (CNN)  membeberkan hasil penelitian terkait latar belakang tokoh politik yang paling disukai masyarakat untuk menjadi...

Read moreDetails

Kurangi Sampah Baliho Pemilu Serentak 2024 di Bali

by Redaksi Tatkala Denpasar
May 9, 2023
0
Kurangi Sampah Baliho Pemilu Serentak 2024 di Bali

DENPASAR | TATKALA.CO -- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali sebagai salah satu asosiasi media online di Bali berkontribusi dalam...

Read moreDetails

Diunggulkan Pemilih Muda, Pengamat: Airlangga dan Partai Golkar Harus Percaya Diri

by tatkala
May 9, 2023
0
Diunggulkan Pemilih Muda, Pengamat: Airlangga dan Partai Golkar Harus Percaya Diri

Ketua Umum dan Partai Golkar akah lebih percaya diri karena dukungan pemilih milenial  yang tercermin dalam survei Lembaga Penelitian Masyarakat...

Read moreDetails

Sejak Awal Harus Dilakukan Mitigasi Potensi Hoaks Pemilu 2024

by Redaksi Tatkala Buleleng
April 24, 2023
0
Sejak Awal Harus Dilakukan Mitigasi Potensi Hoaks Pemilu 2024

BULELENG | TATKALA.CO -- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali menyerukan kepada penyelenggara pemilu dan komponen masyarakat di Bali untuk...

Read moreDetails

Anggaran Pemilukada 2024: KPU Buleleng Minta 56 M, Bawaslu Minta 10 M

by Redaksi Tatkala Buleleng
March 8, 2023
0
Anggaran Pemilukada 2024: KPU Buleleng Minta 56 M, Bawaslu Minta 10 M

BULELENG | TATKALA.CO -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buleleng mengajukan usulan anggaran sebesar Rp 56 miliar untuk penyelenggaraan Pemilihan Umum...

Read moreDetails
Next Post
Sentimen Negatif terhadap Pariwisata Bali: Tantangan Citra, Identitas, dan Keberlanjutan Pariwisata

Sentimen Negatif terhadap Pariwisata Bali: Tantangan Citra, Identitas, dan Keberlanjutan Pariwisata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co